Pengikut

Rabu, 21 Maret 2012

Laporan DIKSAR GEMPA


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Kita ketahui bahwa semua kegiatan itu memerlukan sebuah materi yang digunakan sebagai acuan untuk mengulang kembali materi yang telah diterimanya sewaktu kegiatan belajar diruangan. Maka saya membuat resume laporan ini dengan maksud untuk memenuhi syarat untuk menjadi salah satu keluarga besar GEMPA STAIN Bengkulu.
            Banyak cerita yang tersirat di lapotan ini baik itu duka maupun suka, dengan adanya laporan ini maka saya harap cerita-cerita itu tidak menjadi kenangan belaka tapi juga akan menjadi sebuah sejarah yang dapat dikenang selalu.
            Semoga dengan ini saya diterima sebagai salah satu anggota dan menjadi keluarga besar  GEMPA STAIN Bengkulu.

B. Rumusan Masalah
1.  Materi dan Kegiatan DIKSAR GEMPA
2.  Tujuan Organisasi dan DIKSAR GEMPA











BAB II

A.PEMBAHASAN
            Banyak hal yang belum kita ketahui maka dengan itu kita belajar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Interaksi dalam sebuah pengajaran adalah warna yang sangat menarik dalam kegiatan pengajaran, maka banyak sekali kesan-kesan saat kegiatan itu berlangsung.
Tidak hanya diruangan belajar dapat dilaksanakan dimanapun dan kapanpun, karena wawasan diluar sana sangatlah banyak yang belum kita ketahui. Harapan saya dengan ada kegiatan seperti ini kita dapat menambah wawasan kita dan sedikit demi sedikit akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Pembahasan yang akan kita bahas adalah tentang kegiatan penulis saat melakukan pendidikan dasar kesepuluh, adapun kegiatan itu berlangsung di dua tempat pertama di ruangan atau disebut materi ruang dan saat di lapangan yang dilaksanakan di Lagan Bungin, Bengkulu Tengah.
Audition
Wawancara, 8 Oktober 2009
Pewawancra :
  1. M. Mustalqiran
  2. Saptaria Andrama
  3. Repliansyah

  1. M. Mustalqiran
Ini adalah wawancara yang pertama untuk masuk GEMPA di sesi ini kami di test mengaji/ membaca Al-Quran, setelah selesai membaca Al-Quran saya disuruh untuk menerangkan apa isi dalam kandungan surat Al-Ikhlas.
  1. Saptaria Andrama
Disini saya tak tahu wawancara dalam bidang apa, tapi saya rasa ini adalah test tentang pengetahuan umum tentang alam dan perkembangan yang ada jadi pada saat diberi  pertanyaan saya hanya menjawab yang ada dibenak saya dan saya tek diberi waktu untuk berfikir dan di sesi ini saya berdebat dengan kak Sapta.
  1. Repliansyah
Di sesi inilah saya tak bisa berfikir panjang saya seperti telah termakan dengan permainan mental yang dilakukan oleh kak Repliansyah. Saya diberi pertanyaan apa tujuan anda masuk  GEMPA dan ditanya jika masuk kedalam GEMPA apa yang akan saya lakukan untuk organisasi, dan pada saat terakhir saya diberi sebuah amanah atau sebuah pertanyaan yang akan ditanyakan kembali nantinya pertanyaannya adalah “jangan kau tanyakan apa yang kau dapatkan di GEMPA tapi tanyakan apa yang kau bisa  berikan kepada GEMPA ?”  
Pertemuan pertama,
A.    Kamis, 8 Oktober 2009
Pemateri          : Repilansyah
Dari                 : GEMPA
Materi              : “KEPENCINTAAN ALAMAN”
 Pencinta Alam
            Pencinta alam mempunyai arti suka sekali terhadap alam, dan dapat juga diartikan seseorang yang cinta terhadap alam.
            Perinsip dasar pencinta alam:
1.      Tidak boleh mengambil sesuatu dari alam selain foto.
2.      Tidak membunuh kecuali waktu.
3.      Tidak meninggalkan sesuatu selain jejak.
Adapun kegiatan-kegiatan pencinta alam antara lain :
-Kegiatan alam bebas:
·         GH
·         RC (Rock Climbing).
·         Caving (Susur Goa).
·         Rafting (Arum Jeram).

Sejarah Pencinta Alam
Seorang Soe Hok Gie ,mendirikan kepencintaalaman, karena pada saat itu pada masa pemerintahan Soekarno lebih mementingkan dirinya  sendiri dan mulai memperkaya diri sendiri. Gie pun mendaki gunung dengan maksud untuk merenung dan menyendiri untu menghilangkan kepenatan di kota. Tetapi setelah ia turun, Gie mampu untuk mengemukakan pendapat-pendapat dan ide-ide yang bagus.
            Soe Hok Gie wafat saat dia melakukan pendakian ke gunung Sumeru, dia wafat karena terkena semburan gas belerang gunung Sumeru. Mulai saat itu banyak muncul pendaki-pendaki atau pencinta alam yang lain untuk mengikuti jejak dari Soe Hok Gie.
Pertemuan kedua
B.Minggu, 11 Oktober 2009
Pemateri          : Dedi Haryanto
Dari                 : MENWA
Materi              : MANAJEMEN PRAKTIS DAN KEAMANAN MAYARAKAT
 Manajemen Praktis
PLANING
Di dalam sebuah organisasi ada 3  poin 
1.      opini                                : interaksi untuk mengkaji sebuah masalah
2.      proses opini                     : bagaimana cara kita berinteraksi
3.      macam-macam opini       : opini menyeluruh; siapa pun kita boleh memberikan opini

Ø  kemunculan actual    : fakta yang terjadi di sekitar
Ø  mutu                          : kualitas anggota
Ø  kadar                         : harga yang ada di dalam percakapan



Organizing
Sturktur adalah bagan-bagan yang ada  di dalam sebuah organisasi.
Adapun hal-hal yang ada di dalam sebuah organisasi adalah :
Ø  Manfaat
Ø  Wibawa kepemimpinan
Ø  Aktualiting
Ø  Kontroling
Ø  Evaluasi
Keamanan Masyarakat
Keamanan masyarakat  terdapat dalam Keputusan Presiden 59
Pasal  30 tentang hak dan kewajiban masyarakat.
Pasal 29 tahun 1954 tentang pokok-pokok pertahanan.
Dan adapun tentang suap menyuap tercantum dalam pasal 33 ayat 3.
Pemateri          : Repliansyah
Dari                 : GEMPA
Materi              : PENGENALAN GUNUNG HUTAN DAN SURVIVAL
Pengenalan Gunumg Hutan
Sebelum kita hendak melakukan perjalanan sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu medan yang akan kita tempuh, untuk mengetahui medan yang akan kita tempuh dengan cara:
Ø  Survey
Ø  Mencari tahu dari seseorang yang pernah menjalani medan atau bertanya kepada warga sekitar .
Ø  Peta.
Ø  Denah lokasi.
Adapun gunung yang bisa untuk dijadikan tempat mendaki dibagi menjadi dua yaitu gunung pariwisata dan gunung konservasi.
Bedanya adalah jika gunung pariwisata  mudah untuk dicapai dengan kendaraan atau mungkin ada orang yang berwirausaha di puncaknya,sedangkan kalau gunung konservasi itu dikhususkan untuk para pencinta alam dan sulit untuk mencapai puncaknya.
Survival
Survival adalah bertahan hidup dialam bebas dalam keadaan darurat.
Orang  yang melakukan survival disebut survivor.
Didalam survival  itu sendiri memiliki singkatan-singkatan tersendiri:
            S : Sadarilah sungguh-sungguh situasimu.
            U: Untung malang tergantung pada ketenanganmu.
            R: Rasa takut dan panik harus dikuasai.
            V: Vakum diri harus segera diisi.
             I : Ingat selalu kamu berada
            V: Viva/ hargailah kehidupan.
            A: Adat istiadat setempat hormatilah.
            L:  Latih diri dan belajar selalu.
 MOTTO dari SURVIVAL adalah STOP, didalam stop itu sendiri memiliki singkatan-singkatan tersendiri:
            S: Sit/stop/ duduk/berhenti
            T: Thingking/berfikir.
            O: Observasi/mangamati
            P: Planning/berfikir.
      Tumbuhan yang dapat dimakan terdiri dari;daun,batang, & umbi.
Ciri-ciri daun yang bisa   di makan ;
1.      warna daun tidak mencolok .
2.       tulang daun tidak menjari.
3.      tidak berbulu.
4.      bila di gosok ke kulit tidak terasa gatal
5.      tidak bergetah
6.      dimakan  oleh binatang lain.


CARA MEMPEROLEH AIR
Ø  memotong batang rotan
Ø  memotong bambu
Ø  dari daun
Ø  memeras lumut
Ø  dengan menggali tanah  atau pasir
BIVOAK
   Bivoak ada dua macam, yaitu bivoak alami dan bivoak buatan.
  1. bivoak alam yaitu, bivoak yang sudah ada bahannya dari alam atau sudah berbentuk goa.
  2. bivoak buatan yaitu, bivoak yang sengaja kita bawa sebagai perlengkapan untuk berteduh contohnya; ponco, tenda, dsb.

            Pertemuan  ketiga,
C. Senin, 12 Oktober 2009
Pemateri          : Repliansyah
Dari                 : GEMPA
Materi              : KEGEMPAAN
Gempa didirikan pada tahun 2001 dengan MOTTO
“Manusia dan Alam Membutuhkan Keseimbangan dalam Kehidupannya”
Sampai pada saat ini GEMPA telah memiliki sepuluh angkatan .
Ø  Angkatan I      = Ilalang
Ø  Angkatan II    = Kabut Lembah
Ø  Angkatan III   = Lereng Batu
Ø  Angkatan IV   = Alga Karet
Ø  Angkatan V    = Lembab Basah
Ø  Angkatan VI   = Cadas Hitam
Ø  Angkatan VII = Power Of Girl
Ø  Angkatan VIII            = Ladang Karet
Ø  Angkatan IX   = Kabut Kaba
Ø  Angkatan X    = KDRT (Kebun Durian Rumah Tangga).
Pemateri          : Mahesa
Dari                 : KSR
Materi              : P3K (Pertolongan Pertama Pada Korban)
Jadi jika kita berada di alam bebas kecelakaan yang sering terjadi adalah
Ø  Gigitan ular,serangga,atau binatang lainya
Ø  Luka  yang disebabkan oleh ranting,batu,ataupun gara-gara terjatuh
Ø  Patah tulang jika terjatuh dari tebing atau terpeleset ke jurang
Ø  Tenggelam
Isi kotak P3K.
Ø  Obat Merah
Ø  Kapas
Ø  Perban
Ø  Alkohol/Rivanol
Ø  Obat Maag
Ø  Bodrex
Ø  Plaster
Ø  Antalgin
Ø  Balsam
Jika ada yang menderita patah tulang usahakan bagian yang patah tersebut di bidai agar tulang tersebut tidak bengkok-bengkok dan jika ada yang tenggelam dan pada saat di darat tidak dapat bernafas berikan nafas buatan dengan cara buka terlabih dahulu setelah itu berikan  nafas buatan setelah itu tekan dadanya sebanyak 30 kali dan lakukan berkali-kali sampai korban dapat bernafas kembali.
Pertemuan keempat,
D. Selasa,  13  Oktober 2009
Pemateri          : M.Rahman Fauzi
Dari                 : GEMPA
Materi              : KEORGANISASIAN

Organisasi  adalah sekumpulan orang yang memiliki visi dan misinya sama untuk mencapai suatu tujuan.
Independent adalah orang yang berdiri/bertegak sendiri .
Pemimpin adalah orang yang selalu bisa mempengaruhi anggotanya.
Didalam keorganisasian kita dapat belajar untuk berdemokrasi dan dapat menambah wawasan sehingga kita tidak dicap sebagai orang yang hanya berdiam diri di perpustakaan yang hanya bisa bergaul dengan buku-buku yang tidak memiliki hidup. Didalam keorganisasian kita dapat mengerti tentang artinya sifat kepemimpinan dan belajar tentang tanggung jawab.
Maka kita dapat menyimpulkan bahwa organisasi pada saat ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari dan tentunya untuk hari kelak. Karena kita hidup sebagai mahkluk yang saling terkait antar lainnya, dan kita perlu bekerjasama untuk mencapai suatu/sebuah tujuan.
Pemateri          : Repliansyah
Dari                 : GEMPA
Materi              : MENEJEMEN SAR
SAR Search and Rescue yang arti lainnya adalah mencari dan menemukan. Didalam pencarian ada tahap-tahap yang perlu terapkan agar pencarian lebih capat dan efisien.
Tahapan Untuk Operasi SAR:
  1. Tahap kekhawatiran.
  2. Tahap kesiapan.
  3. Tahap perencanaan.
  4. Tahap Operasi.
  5. Tahap konklusi.





Pemateri          : Al.Q. Agusyahdian .O.
Dari                 : GEMPA
Materi              : MANAJEMEN PERJALANAN
Persiapan/perencanaan perjalanan baik fisik,mental, perlengkapan maupun birokrasi (surat menyurat).
Jadi sebelum kita berangkat kita harus sudah mempersiapkan diri dari mulai pakaian ganti, tenda, P3K, alat navigasi, dan kita juga sudah  harus mempesiapkan fisik dan mental kita untuk menghadapi keadaan terburuk. Untuk itulah kita  melakukan planning sebelum keberangkatan kita.
  Setelah semua persiapan sudah lengkap dan kondisi  fisik maupun mental kita sudah siap kita jga perlu untuk memperhatikan  cuaca dan keadaan alam supaya kita tidak merasa ada penyesalan.
Pertemuan kelima,
D.Rabu, 14 Oktober 2009
Pemateri          : Ari dan Noki
Dari                 : MADYAPALA
Materi              : KNOTTING/TALI TEMALI
Simpul
Ada berbagai macam simpul yang dapat dipelajari antara lain:
  1. Overhead (simpul mati), digunakan untuk mengunci simpul-simpul yang lain.
  2. Figure of Eight (simpul delapan), digunakan untuk bilayer mengamankan climber.
  3. Bowline (simpul kambing), digunakan untuk penambatan RC.
  4. Fisherman (simpul nelayan), digunakan untuk penyambungan dua tali.
  5. Clove Hitch (simpul pangkal), digunakan untuk pengikatan pada rotor.
  6. simpul pita, digunakan untuk menggabungkan dua webing.




Pengenalan Rock Climbing
1. Artifisial  Climbing yaitu orang yang membukakan jalur pemanjatan .
Ø  Climbing         : si pemanjat
Ø  Bilayer             : orang yang mengamankan si pemanjat.
2. Solo climbing yaitu pemanjatan yang dilakukan di alam bebas  dan tanpa adanya bilayer.
3. Bolder yaitu tempat latihan pemanjtan dan tidak menggunakan pengamanan.
4.  Rapeling yaitu peluncuran dari puncak dengan cepat (turun menggunakan tali).
Peralatan Panjat Tebing
  1. Tali  carmantle
  2. Harness
  3. Figure Eight
  4. Carabiner
  5. Webbing
  6. Pullay
  7. Jumar
  8. Chalk Bag (tepung magnesium)
  9. Sepatu panjat
  10. Helm panjat
  11. Piton/paku tebing
  12. Chock/pengaman sisip
  13. Friend
  14. Sling and Runner






BAB III
RINGKASAN PERJALANAN DIKSAR   Ke-X (sepuluh)
“KDRT  (Kebun Durian Rumah Tangga)”
Lagan Bungin, Bengkulu Tengah
Kami berangkat pada hari Kamis, 22 Oktober 2009, tapi sebelum itu kami telah diberikan list barang yang perlu kami bawa untuk perjalanan, dari mulai pakaian ganti yang harus kami bawa dan bawaan logistic yang perlu di bawa ke tempat DIKSAR (pendidikan dasar). Pada hari rabu pukul 17.00 kami semua telah berkumpul di sekreariat GEMPA dan pada malam harinya kami mengadakan malam keakraban dengan para senior, jadi kami disana diberitahukan siapa saja nama panitia, nama angkatan dan nama lapangan, dan nantinya akan menjadi masalah yang besar bagi kami pada saat di DIKSAR nantinya. Setelah selasai  kami menyiapkan peralatan dan perlengkapan yang akan kami bawa. Jadi pada malam itu kami semua bermalam di kelas yang berada samping sekre GEMPA.
Pada keesokan harinya kami bersiap untuk melakukan perjalanan tapi , sebelumnya kami mengadakan upacara terlebih dahulu untuk menandakan bahwa kami siap untuk dilepas ke alam untuk melakukan DIKSAR.  Pada saat upacara tersebut saya diberikan penghargaan oleh Ubul (“penghargaannya, ditampar cuy” ).setelah selesai melaksanakan upacara kami pun berangkat dari STAIN menuju Lagan Bungin tempat kami di DIKSAR, pada saat itu kami kira kami akan pergi menggunakan bus milik STAIN tapi ternyata tidak, kami berjalan kaki melalui jalur STQ sampai dijalan raya. Sesampai kami dijalan raya dan kami mendapatkan tumpangan, kami menumpang pada sebuah truk yang kosong, pada saat itulah pengalaman pertama kalinya saya mendapatkan pengalaman melakukan estafet. Kami menumpang sampai di Tabalagan, saat kami mau turun ada sebuah kejadian yang mengerikan tetapi ada lucunya juga, karena pada saat itu truk yang mengangkut kami akan menurunkan kami, Jabek yang pada waktu itu berada diatas truk tidak tahu kalau truk akan menaikan baknya jadi, Jabek pada waktu itu bergantung pada bak atas truk tadi. Agak lama Jabek bergantung diatas bak , karena jika dia melompat turun dia akan mengenai para caang perempuan yang pada waktu itu posisinya masih berada di dalam bak. Tapi syukur Alhamdulillah Jabek akhirnya bisa turun juga dengan selamat  dan kami pun melanjutkan perjalanan kami kembali.
Kami melanjutkan perjalanan kami dengan jalan kaki sambil membawa cariel yang berat, pada saat itu kami tidak diizinkan lagi untuk menyebut atau memanggil teman kami lagi dengan nama mereka tapi kami diberi nama sesuai dengan nomor urut barisan kami:
Ø  Widodo           = 01
Ø  Cilini               = 02
Ø  Ranty              = 03
Ø  Taviv               = 04
Ø  Vera                = 05
Ø  Rozi                 = 06
Ø  Sadam             = 07
Ø  Desi                 = 08
Ø  Boy                 = 09
Ø  Sandy              = 10
track yang kami lalui adalah track mendaki, ada beberapa teman kami yang kualahan melalui track tersebut.  Akhirnya kami beristirahat beberapa kali dan minum untuk memulihkan tenaga kami lagi. Setelah berjalan, syukur Alahamdulillah ada truk lagi yang mau membawa kami, tapi sebelum sampai kami telah diturunkan jadinya, kami jalan lagi dech. Tapi tidak lama kami berjalan kami telah sampai di pos pertama dirumah Jali. Di pos ini kami istirahat melepasa cariel yang sebelumnya tidak kami lepas, dan kami masak untuk makan siang.
Setelah selesai kami melanjutkan perjalanan tetapi track yang kami lalui saat itu  labih sulit dari pada track yang kami lalui sebelumnya. Tapi pada waktu itu ada pertukaran nomor menjadi:
Ø  Sandy              = 01
Ø  Widodo           = 02
Ø  Cilini               = 03
Ø  Ranty              = 04
Ø  Taviv               = 05
Ø  Vera                = 06
Ø  Rozi                 = 07
Ø  Sadam             = 08
Ø  Desi                 = 09
Ø  Boy                 = 10
Nomor-nomor inilah yang kami gunakan sampai nantinya kami mendapatkan nama lapangan nantinya.  Setelah berjalan cukup jauh akhirnya kami sampai di tujuan, pada saat kami sampai kami pada waktu itu keadaan cuacanya gerimis , kami sampai di sebuah pondok dan disanalah kami melatakan semua barang bawaan kami, kami di bawa oleh Burka dan Jali dan kami mulai merasakan hawa-hawa yang kurang enak dari kakak-kakak tersebut seperti hawa Harimau yang kan menerkam mangsanya. Tapi pada saat itu ada salah satu teman kami, 09 menglami keram dikakinya dan ia dibawa ke pondok lagi untuk diobati terlebih dahulu. Setelah itu baju-baju kami diserahkan kepada kami dan kami disuruh untuk membuat bivoak buatan yang terbuat dari ponco yang kami bawa tapi pada saat itu karena  ada teman yang tidak membawa ponco jadi pada saat itu kami satu ponco berdua saya bersama 10 sudah mendirikan tenda dan pada saat itu kami diberitahukan tanda-tanda dari panitia dengan tanda meniup peluit jika peluit satu kali maka 01 diharuskan untuk datang  kearah suara, jika peluit dua kali maka 02 dan 05 diharuskan datang kearah suara dan jika peluit tiga kali maka selurug caang diharuskan datang  kearah suara dan pada saat itu bambu adapt pun ditancapkan yang memiliki 3  pasal yang harus ditaati dan pasal itu adalah:
1.      Panitia tidak pernah salah
2.      Panitia selalu benar
3.      Kembali lagi ke pasal satu dan dua.
 Dan pada saat itu pula kami diberikan persediaan makanan berupa dua kantong beras duabelas bungkus mie instant bawang merah, bawang putih, garam, kopi,the,gula dan alat untuk masak.

 Malam pertama dibawah bivoak yang kami dirikan malam terasa sangat dingin kami diberi rokok sebatang untuk dua orang pada malam itu, rasanya seperti disurga sob walaupun rokok yang kami hisap itu adalah rokok Gandum. Dingin yang berlarut-larut kami lalui pada saat itu sempat terlintas di fikiran saya enakan dirumah tidur diatas kasur pake bantal selimut yang tebal, tapi saya langsung mengisi kekosongan itu dengan fikiran-fikiran yang optimis dan akhirnya malam pertama  di alampun dapat teratasi .
Jumat, 23 Oktober 2009  pagi itu kami bangun dan kami siap untuk melakukan kegiatan kami selanjutnya kegiatan kami yang pertama adalah senam pagi setelah selesai kami senam kami siap-siap untuk makan tapi panitia sangat baik kepada kami mereka telah menyiapkan sarapan pagi buat kami. Setelah kami sarapan kami diberikan materi tentang SURVIVAL dalam materi ini kami diharuskan untuk bertahan hidup dialam bebas dengan keadaan minim jadi kami mencari bahan makanan yang berada dialam. Kami mencari makanan mulai dari daun yang bisa kami makan dan buah-buahan yang dapat kami makan akhirnya kami mendapatkan bahan makanan  antara lain rebung, ikan (walaupun hanya seekor), buah cempedak dan umbut sawit.
Pada saat itu kami dilarang untuk menggunakan alat-alat yang berbau dengan dunia luar sana jadi kami hanya diberikan sebuah korek, jadi kami memasak bahan-bahan tadi dengan bambu. Setelah selesai kami diberikan kesempatan untuk beristirahat sejenak dan disuruh membuat bivoak dari alam, setelah sholat maghrib  kami dikumpulkan kembali dan panitia memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang survival, nama senior-senior dan angkatan-angkatan. Jika tidak bisa menjawab kami semua diberikan paket dan didalam paket tersbut kami diharuskan unutk push up sebanyak lima puluh kali bagi yang cowok dan bagi yang cewek skot jam sebanyak lima puluh kali. Setelah selesai kami disuruh untuk tidur dan pada malam itu kami tidur sendiri-sendiri di dalam bivoak alam yang kami buat tadi dan kali ini jarak dari tiap bivoak sudah mulai berjauhan. Gelap, dingin, tak ada teman untuk diajak berbincang-bincang dan ketakutanpun mulai menyelimuti dari setiap perasaan kami, pada saat itu saya memejamkan mata dan mencoba menghiraukan semua hal-hal dan memfokuskan diri untuk tidur. Malam pun berganti dengan pagi.
Sabtu, 24 Oktober 2009 seperti biasa kami melakukan senam pagi setelah selaesai kami mengulang materi-materi dan pada waktu itu kami kedatangan pemateri tentang tali temali Codet setelah kami selesai dengan  pengulasan materi tentang tali temali, dilanjutkan dengan pengulasan materi tentang SAR.
Didalam pengulasan materi SAR,  didalam materi  ini kami disuruh untuk mencari bebarapa koordinat dan dilanjutkan dengan melakukan pertolongan pertama pada korban dan yang menjadi korban adalah Jali. Jali pada waktu itu ceritanya kak Jali mengalami patah kaki disebelah kanan dan kami diharuskan untuk menolong dia dan menggunakan metode yang tepat, tetapi kami semua salah dalam pemasangan bidai  dan dalam pembuatan tandu. Jadi setelah materi kami semua mendapatkan paket. Dan materi pada hari itupun selesai  dan kami diperbolehkan untuk mandi.
Setelah kami semua bersih-bersih pada malam itu kami semua berkumpul di dekat api unggun  dan ditemani oleh para kakak senior. Malam itu ada sesi keakraban panitia dan kami bernyanyi bersama, dan setelah selesai kami disuruh tidur dibawah tenda yang telah kami siapkan pada sore harinya, kami semua tidak tahu kalau kami nantinya akan dibangunkan untuk jurik malam. Kira-kira jam 1 kami dibangunkan oleh Burka, kami semua bergegas bangun dan kami dibariskan dan pada saat itu kami mendapatkan nama lapangan kami dan nama lapangan kami adalah :
1.      01        : BADAR (Badak Liar)
2.       02       : NYEDIK (Nyengir Dikit)
3.      03        : DIAM
4.      04        : MALE (Mata Lebam)
5.      05        : NYUNTUR
6.      06        : WANDIR (Wanita Pandir)
7.      07        : Ipin  ( Itam Pintar)
8.      08        : BENGONG
9.      09        : IJAH (Ikut Ajah)
10.  10        : DIRUT (Diam Berkerut)
Setelah kami semua mendapatkan nama lapangan  dan nama angkatan, nama angkatan kami adalah KDRT (Kebun Durian Rumah Tangga)mulai dari Badar melakukan jurik malam. Tibalah pada giliran saya sebelumnya kami telah diberitahukan oleh Burka tentang tata cara untuk laporan laporan kepada penjaga pos “Assalammualaikum wr.wb, salam lestari, nama, nama lapangan, nama angkatandan siap menerima intruksi dari panitia”   sebelum kami berangkat kami diberikan lilin dan lilin itu dijaga agar tidak padam pada saat dijalan. Pada di pos 1 yang dijaga oleh Kareng,  Baling dan Kaker. Saya mengucapan salam, di pos ini kami ditanya tentang matei KEGEMPAAN saat saya ditanya-tanya saya disuruh skot jam dan muka saya di usap dengan Lumpur dan saya disuruh untuk mencium tanah untuk membuktikan bahwa saya mencintai tanah air dan saya masih ingat kalau Kaker mengoleskan balsam di di pelipis saya, dan rasanya panas, bahkan muka saya sampai merengut untuk menahan panas dari balsam itu. Setelah selesai saya juga mengucapkan laporan saya bahwa saya telah menjalani interuksi dari panitia.
Pos kedua, di pos ini yang dijaga oleh Kubu, Ayange, Bete seperti biasa saya mengucapkan salam. Di pos ini saya ditanya tentang materi SURVIVAL dan saya disuruh untuk menerangkan kembali tentang materi tersebut. Setelah itu saya diberikan masker wajah yang terbuat dari tanah, air, dan ada aroma durian. Dan di pos inii saya diberi makanan dan minum, dan laporan bahwa saya telah menerima ibteruksi dari panitia.
Pos ketiga,  dipos ini dijaga oleh Jabek, Beku, Codet seperti biasa saya mengucpkan sallam dan laporan bahwa saya siap menerima interuksi dari panitia. Di pos ini saya ditanya tentang materi RC (Rock Climbing), saya rasa yang paling serem ya pos ketiga ini mana gelap  dan ….., sulit untuk menjelaskannya. Dipos ini saya ditendang dan ditampar karena salah untuk menjawab pertanyaan dari para senior. Dan sayapun mengucapkan salam dan laporan bahwa saya telah menerima interuksi dari panitia.
Pos terakhir, pos keempat pos ini dijaga oleh Cacer, Blukik, Kodok dan Mantuk. Seperti biasa saya mengucapkan salam dan laporan bahwa saya siap untuk menerima interuksi dari panitia. Di pos ini saya disurh berendam dikubangan dan selruh badan saya di siram dengan lumpur pada saat itu dinginnya  bukan main sampai bergetar bulu romaku. Dipos ini saya ditanya tentang  kode etik pencinta alam dan apa yang bisa saya berikan untuk GEMPA dan saya bilang bahwa saya akan memberikan yang terbaik untuk GEMPA. Setelah saya mengucapkan salam dan laporan bahwa saya telah menerima interuksi dari panitia sayapun kembali ke tempat awal bersama teman saya yang lainnya dan bersama Burka.
Disini kami diberikan penenangan dan kami terbawa dalam suasana yang haru hingga kami meneteskan air mata. Teman-teman mulai menceritakan massalah pribadi mereka dan saya pun terbawa akan cerita teman-teman yang mengharukan. Hingga semua teman-teman berkumpul kembali dan menghangatkan badan mereka di dekat api unggun dan pada saat itu kami berkumpul sampai pagi didekat api unggun.
Minggu, 25 oktober 2009, pagi itu kami olahraga dan setelah itu kami disuruh mandi karena panitia berkata bahwa kami semua akan pulang hari ini. setelah kami semua mandi kami dibariskan terlebih dahulu dan  kami ditanya “apa kalian siap untuk pulang?” dan mereka juga bertanya “apa ada yang kalian lupakan untuk apa kami datang kesini?”. Kami pun menjawab bahwa masih ada yang belum kami dapatkan disini yaitu scrab orange yang menandakan bahwa kami telah masuk menjadi keluarga besar GEMPA STAIN Bengkulu. Dan panitiapun mengatakan untuk mengikuti mereka untuk mencari scrab dengan tangan kami terikat satu sama lain agar menambah kekompakan pada kami, pencarian scrabpun dimulai.
Pada saat  kami mencari scrab  dengan instruksi dari Beku, kami kembali berkotor-kotoran  padahal kami sudah ganti baju dan bersih dan siap untuk pulang, tapi demi scrab kamipun  siap melakukan apa saja. Hanya tujuh orang yang mendapatkan  scrab dan  tiga orang yangtidak mendapatkajn scrab.saya termasuk dari tiga orang yang tidak mendapatkan scrab tiga orang yang tidak mendapatkan scrab adalah saya,  Wandir dan Dirut.
Pada saat ini saya sangat terharu dengan sikap yang diambil oleh teman-teman yang menepati janjinya kepada kami, kami pernah berjanji bahwa “ lulus satu lulus semua dan tidak lulus satu tidak lulus semua” . pada saat itu datang Ubul dan dia hanya mengambil tiga orang dari kami Wandir, Nyedik, dan Ipin dan yang lainnya disuruh untuk pulang kami bertujuh sudah siap untuk pulang dan kamipun memberikan selamat kepada tiga orang yang diterima menjadi anggota, setelah itu  kami berjalan pulang tapi belum jauh kami pulang kami dikejar oleh teman-teman dan merekapun melepas scrab.
Pada saat itu kami semua diminta untuk kembali oleh panitia dan pada saat itu kami disuruh untuk  berpegangan tangan dan tak  boleh lepas, tapi pada saat itu tangan saya dilepas secara paksa oleh panitia. Pegangan tangan sayapun terlepas dan saya dipisahkan dari teman-teman tapi saya meronta umtuk kembali kebarisan padahal pada saat itu    kondisi mata saya tertutup dan sayapun dibanting oleh panitia sampai kaki saya hingga keseleo. Dan pada saat itu teman-teman memanggil nama saya dan saya pun ingin menghampiri teman-teman tapi saya dihadangi oleh  panitia, tapi akhirnya sayapun bisa bergabung kembali bersama teman-teman dan kami pun kembali berpegangan tangan kami dan kali ini genggaman tangan kami tak akan kami lepaskan kembali.
Pada saat itu kami dikalungkan  scrab yang kami tak tahu apa warna dari scrab tersebut dan pada kami disuruh membuka ikatan mata kami kami pun lagsung berpelukan dan kami semua tak bisa lagi menahan air mata kami ada perasaan haru, bangga, senang, dan pada saat itu kami semua mengucap puji syukur kepada Allah SWT karena scrab itu berwarna orange, yang menandakan kami lulus.
Upacara pun dimulai dan dengan itu DIKSAR kali ini telah selesai dilaksanakan  denang anggota baru dengan nama lapangan; BADAR, NYEDIK, DIAM, MALE, NYUNTUR, WANDIR, IPIN, BENGONG, IJAH, dan DIRUT, dengan nama angkatan KDRT (|Kebun Durian Rumah Tangga). Dan kami pun siap-siap untuk kembali ke kampus STAIN, setelah selesai makan dan pengepakan barangpun telah selesai kami berjalan menuju reumah Kak Jali. Sesampai rumah Jali kami  beristirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan tapi kali ini kami naik angkot menuju kampus.
Satelah sesampainya kami di kampus kami pun membuka barang-barang dan mengambil barang-barang kami dan menuju rumah masing-masing dan beristirahat dikasur dan dengan bantal plus selimut yang tebal.“DIKSAR X kesan yang sangat membekas dan tak akan pernah aku lupakan peristiwa tersebut untuk selama-lamanya.”

“SALAM LESTARI!!!!!!!!!!













LAPORAN PENDIDIKAN DASAR (DIKSAR)
Angkatan X Kebun Durian Rumah Tangga (KDRT)
GERAKAN MAHASISWA PENCINTA ALAM  (GEMPA)
STAIN BENGKULU





                                                              Di Susun Oleh :

                                       Nama                        : Taviv Tanjung Alam
                                       Nama Lapangan       : Nyuntur
                                       Nama Angkatan       : Kebun Durian Rumah Tangga (KDRT)
                                       Angkatan                 : X (Sepuluh)
                                       Nomor                      : 05






MANUSIA DAN ALAM BUTUH KESEIMBANGAN
UNTUK KELESTARIAN HIDUPNYA
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan pendidikan dasar (DIKSAR) Angkatan X  “Kebun Durian Rumah Tangga” (KDRT)  GEMPA STAIN Bengkulu.
Laporan ini dibuat sebagai tugas untuk menyampaikan materi-materi yang telah diperoleh dalam materi ruang dan yang diperoleh dari materi lapangan, ada juga pengalaman-pengalaman yang akan diceritakan selama mengikuti pendidikan dasar (DIKSAR) yang berlangsung di Lagan Bungin, Bengkulu Tengah. Lapopran ini tidak dapat diselesaikan tanpa bantuan senior GEMPA STAIN Bengkulu, penulis sampaikan terima kasih atas bantuannya. SALAM LESTARI……….!.









Bengkulu, 8 November 2009


Penulis            







ii
 
 


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................        i
KATA PENGANTAR .........................................................................        ii
DAFTAR ISI ........................................................................................        iii
BAB I PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang............................................................................        1
B.     Pembahasan ................................................................................        1
C.     Rumusan Masalah.......................................................................        1
BAB II  MATERI RUANG
A. PEMBAHASAN
v  Pertemuan Pertama, Kepencinta Alaman ………………….
v  Pertemuan Kedua, Manajemen Peraktis ..............................       
v  Pertemuan K tiga, Ke GEMPA..............................................       
v  Pertemuan  Kempat, Ke Organisasian..................................       
v  Pertemuan Kelima, Tali temali (knotting)..............................       

BAB III RINGKASAN PERJALANAN DIKSAR X.......................        10











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar