Pengikut

Senin, 19 Maret 2012

Makalah Akhlak, Etika, dan Hubungan dengan Ilmu Lain


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pembuatan makalah ini dilatar belakangi oleh keingintahuan kami sebagai makhluk ciptaan tuhan yang diberi akal dan pikiran sehingga menuntut kami untuk mencari tahu segala sesuatu yang telah diciptakannya. Dari sekian banyak penciptaan Allah SWT. Salah satunya adalah kehidupan.  Akhlak adalah hal ikhwal yang melekat pada jiwa (Sanubari). Akhlak manusia itu ada dua macam, perbuatan-perbuatan baik dan terpuji menurut pikiran dan syariah. Maka tingkah laku baik itu disebut akhlak yang baik dan sebaliknya perbuatan-perbuatan buruk maka tingkah laku itu disebut akhlak yang baik dan sebaliknya perbuatan-perbuatan buruk maka tingkah laku itu disebut akhlak yang buruk. Untuk mendapatkan akhlak yang baik seseorang dapat berlandasan dengan al-Qur’an dan Hadist yaitu kitab Allah dan sunnah rasulnya.
Dan dalam akhlak ini mempunyai hubungan dengan ilmu lain seperti dan menyusun makalah inin didasarkan atas tugas kelompok yang harus diselesaikan, hubungan akhlak dengan ilmu lain seperti tasawuf, filsafat, hukum Islam.
B.     Rumusan Masalah
Makalah tentang akhlak, etika moral dan karakter serta hubungan dengan Ilmu lain ada beberapa masalah sebagai berikut :
1.      Apakah yang dimaksud Akhlak?
2.      Ada beberapa macam Akhlak itu?
3.      Bagaimana etika moral dan Karakter suatu Akhlak itu?
4.      Bagaimana hubungan Ilmu lain?
C.    Ruang Lingkup
1.      Menjelaskan tentang pengertian Akhlak.
2.      Menjelaskan tentang macam-macam Akhlak
3.      Menjelaskan tentang etika Moral dan Karakternya.
4.      Menjelaskan tentang hubungan akhlak dengan ilmu lain.
D.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui tugas Kelompok
2.      Untuk mengetahui pengertian akhlak, etika moral dan karakter serta hubungan akhlak dengan ilmu lain.
E.     Metode Penulisan
Penulisan Makalah ini menggunakan Keputusan dan dengan menggunakan Ilmu yang ada.








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Ahlak
Ahlak ialah hal ihwan yang melekat pada jiwa (Sanubari). Dari situ timbul perbuatan-perbuatan secara mudah tanpa dipikir panjang dan diteliti terlebih dahulu (Spontanitas). Apabila hal ihwal atau tingkah laku itu menimbulkan perbuatan-perbuatan baik dan terpuji menurut pikiran dan syari’ah, maka tingkah laku itu disebut ahklak yang baik. Apabila menimbulkan perbuatan-perbuatan yang buruk, maka tingkah laku disebut ahklak yang buruk. Ahklak terpuji dan baik tidak akan terbentuk begitu saja, landasan dalam islam adalah al-qur’an dan al-hadits, yakni kitab Allah dan sunnah rasullnya. Dari kedua landasan inilah dijelaskan kreteria demi kreteria antara kebajikan dan kejahatan, keutamaan dan keburukan, terpuji dan tercelah. Kedua Landasan itupula yang dapat dijadikan cermin dan ukuran akhlak muslim. Ukuran itu ialah iman dan takwa semakin tinggi keimanan dan ketakwaan semakin tinggi keimanan dan ketakwaan seseorang, akan seakin baik pula ahlaknya, namun sebaliknya, semakin rendah nilai keimanan dan ketakwaan seseorang maka akan semakin rendah pula kualitas ahlaknya.
y7¯RÎ)ur 4n?yès9 @,è=äz 5OŠÏàtã ÇÍÈ
Artinya :  Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
B.     Macam-macam AKhlak
a.       Akhlak terpuji (Ahlakul Karimah)
Ialah ahlak mahmudan atau ahlak yang terpuji adalah ihwal atau tingka laku yang menimbulkan perbuatan-perbuatan baik dan terpuji menurut pandangan akal dan syariat (hukum agama).
·         Ruang lingkup ahlak yang terpuji.
Ahlak terpuji itu cakupannya sangat luas, meliputi ruang lingkup kehidupan manusia. Ada 21 macam ahlak mahmudan (terpuji) yang dicontohkan oleh nabi Muhammad saw yaitu :
1.      Asy syajua’an (Keberanian)
2.      Al karam (Pemurah)
3.      Al ‘adi (Adil)
4.      Al ‘iffan (Penjaga kehormatan)
5.      Asn (Jujur atau Benar)
6.      Al amaanah (Dapat di Percaya)
7.      Ash shabru (Sabar)
8.      Al hilmu (lapang Hati)
9.      Al ‘afwu (Pema’af)
10.  Ar rahman (kasi sayang)
11.  Litsaarus-salam (Mengutamakan Kedamaian)
12.  Az zuhd (Zuhud)
13.  Al hayaa’ (Malu)
14.  Al tawaadhu (Rendah hati atau Tawadhu)
15.  Al wafaa’ (Kesetiaan)
16.  Asy syuuraa (Musyawarah)
17.  Thiibul isyran (Pergaulan yang Baik)
18.  Hubul ‘amal (Cinta Kerja)
19.  Ta ‘aawun (Tolong-menolong)
20.  As sakhaa (Pemurah)
21.  Al muru’ah (Berbudi Tinggi)

b.      Ahlak tercalah (Ahlak Madzumumah)
Ahlak ihwan atau tingkah laku yang menimbulkan perbuatan-perbuatan buruk dan tidak terpuji (tercelah) menurut pandangan akal dan syariat (hukum agama).
·         Katagori ahlak Madzumumah (ahlak tercelah) ada 15 :
1.      Anaaniyah (egoistis)
2.      Al baghyu (Lacur)
3.      Al bukhlu (Bahkil atau Kikir)
4.      Al kidzbu (Dusta)
5.      Al khiyaanah (Khianat)
6.      Azh zhulmu (Aniaya atau Zhalim)
7.      Al jubnu (Pengecut)
8.      At fawaashiy (Pebuatan Keji)
9.      At ghadhab (Pemarah)
10.  At ghasysyu (Menipu Timbangan)
11.  Al gufibah (Menggunjing)
12.  Al guinea (Merasa Kaya)
13.  Al ghuruus (memperdayah)
14.  Al huyaatud dunya (Kehidupan Duniawi)
15.  Al Hasad (Dengki)
C.    Etika, Moral dan Karakternya
Etika berasal dari bahasa Yunani ethos yang berarti Kebiasaan. Yang berarti kebiasaan baik dan kebiasaan buruk, makna etika dalam kamus besar bahasa Indonesia aitu ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral atau akhlak. Di dalam pendidikan diterangkan bahwa etika adalah filsafat tentang nilai, kesusilaan baik dan buruk suatu tingkah laku manusia yang digunakan dengan akal pikiran karena akal yang menentukan perbuatan manusia itu baik atau buruk.
Moral dari bahasa la tin yaitu Mores yang artinya Jamak dari kata Mos yang berarti adat kebiasaan. Moral dari istilah adalah suatu istilah yang digunakan untuk menetukan batas-batas dari sifat, perangai, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik dan buruk.
Ada beberapa pengertian moral dalam paham the Advanced Learner’s Dictionary of Current English.
1.      Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan benar dan salah, baik dan buruk.
2.      Kemampuan untuk memahami perbedaan antara benar dan salah.
3.      Ajaran atau gambaran tingkah laku yang baik.
Dari ketiga tersebut dapat dipahami Bahwa Moral adalah Istilah yang digunakan untuk memberikan batasan terhadap aktivitas manusia dengan nilai baik atau buruk, benar atau salah. Jika moral dan etika ini dihubungkan maka dapat dikatakan bahwa moral dan etika ini memiliki karakter yang sama yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia yang baik atau yang buruk.
Perbedaan dari etika dan moral adalah kalau etika dapat dikatakan untuk menetukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk menggunakan tolak ukur dengan menggunakan norma-norma yang tumbuh dan berkembang dan berlangsung dalam masyarakat, sedangkan moral muncul dalam tingkah laku yang berkembang di masyarakat, dengan tolak ukur yang digunakan dalam moral adalah untuk mengukur tingkah laku manusia dengan adat istiadat, kebiasaan dan lainnya yang berlaku di masyarakat.
BUDI PEKERTI
Budi Pekerti adalah kata Majemuk perkataan budi dan pekerti, gabungan kata yang berasal dari bahasa sangsekerta dan bahasa indonesia. Dalam sansekerta budi artinya alat kesadaran (batin), dalam bahasa Indonesia pekerti berarti keakuan. Jadi budi pekerti ialah tingkah laku, perangai akhlak. Budi pekerti mengandung makna perilaku yang baik, bijaksana dan manusiawi. Dalam perkataan itu tercermin sifat, watak seseorang dalam perbuatan sehari-hari.
Persamaan Akhlak, Moral, etika dan Budi Pekerti
Pada dasarnya antara Akhlak, moral, etika dan budi pekerti itu tidak ada perbedaan karena sama-sama membahas baik-buruk tingkah laku Manusia. Persamaannya adalah bahwa akhlak itu berasal dari bahasa arab, bentuk jamak dari Khuluq yang memiliki arti tabi’at, budi pekerti, watak. Beberapa contoh perkataan akhlak seperti Kesusilaan, sopan santun dalam bahasa indonesia juga mempunyai arti moral dan etika. Para pakar berpendapat bahwa etika itu sama dengan akhlak, karena keduanya membahas masalah baik buruknya tingkah laku manusia. Sedangkan moral itu berdekatan dengan ide-ide tentang tindakan manusia, mana yang baik dan wajar.
Perbedaan akhlak, moral, etika dan budi pekerti.
Perbedaan nya yaitu, etika menentukan baik buruknya perbuatan manusia dengan tolak ukur atau pikiran. Ilmu akhlak menentukan nya dengan tolak ukur ajaran agama (Al-Qur’an dan Hadist). Yang menentukan baik atau buruk suatu sikap (Akhlak) yang melahirkan prilaku atau perbuatan manusia, didalam agama dan ajaran Islam adalah Al-Qur’an yang dijelaskan dan dikembangkan oleh Rasulullah dengan Sunnah beliau yakni dalam kitab-kitab Hadist, yang menentukan perbuatan baik atau buruk dalam moral dan etika adalah adat istiadat dan pikiran manusia dalam masyarakat pada suatu tempat di suatu masa. Akhlak bersifat mutlak, sedang moral dan etika bersifat relatif.

D.    Hubungan Akhlak dengan Ilmu Lain
a.      Hubungan antara Ilmu Akhlak dengan Ilmu Tasawuf

Antara Ilmu Akhlak dan Ilmu Tasawuf memiliki hubungan yang berdekatan. Pengertian Ilmu Tasawuf adalah Ilmu yang dengannya dapat diketahui hal-hal yang terkait dengan kebaikan dan keburukan jiwa.
Tujuan Ilmu Tasawuf itu sendiri adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara membersihkan diri dari perbuatan yang tercela dan menghias diri dengan perbuatan yang terpuji.
Dengan demikian dalam proses pencapaian tujuan bertasawuf seseorang hares terlebih dahulu berakhlak mulia.Pada dasarnya bertasawuf adalah melakukan serangkaian ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Hubungan antara Ilmu Akhlak dengan Ilmu Tasawuf lebihlanjutr dapat diuraikan sebagai berikut:
Ketika mempelajari tasawuf ternyata pula bahwa Al-Qur'an dan AI-Hadist mementingkan akhlak. AI-Qur'an dan Al-Hadist menekankan mlai-nilai kejujuran, kesetiakawanan, persaudaraan, rasa kesosialan, rasa keadilan, tolong-menolong, murah hati, suka memberi maaf, sabar, baik sangka, berkata benar, pemurah, keramahan, bersih hati, berani, kesucian, hemat, menepati janji, disiplin, mencintai iImu dan berfikir lurus. Nilai-nilai serupa ini yang harus dimiliki oleh seorang muslim dan dimasukkan ke dalam dirinya dari semasa ia kecil. Jadi hubungan antara Ilmu Akhlak dan Ilmu Tasawuf dalam Islam ialah bahwa akhlak merupakan pangkal tolak tasawuf, sedangkan tasawuf adalah esensi dari akhlak itu sendiri.
b.      Hubungan antara Ilmu Akhlak dengan Ilmu Filsafat
Sebagaimana Ilmu Tasawuf, Ilmu Filsafat juga mempunyai hubungan yang berdekatan dengan Ilmu akhlak. Pengertian ilmu Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha menyelidiki segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dengan menggunakan pikiran. Filsafat memiliki bidang-bidang kajiannya mencakup berbagai disiplin ilmu antara lain:
a)      Metafisika       : Penyelidikan di balik alam yang nyat
b)      Logika             : Pembahasan tentang cara berfikir cepat dan tepa
c)      Etika                : Pembahasan tentang timgkah laku manusia
d)     Theodica         : Pembahasan tentang ke-Tuhanan
e)      Antropolog      : Pembahasan tentang manusia
Dengan demikian, jelaslah bahwa etika/akhlak termasuk salah satu komponen dalam filsafat. Banyak ilmu-ilmu yang pada mulanya merupakan bagian filsafat karma ilmu tersebut kian meluas dan berkembang akhirnya membentuk disiplin ilmu terendiri dan terlepas dari filsafat. Demikian jugs etika/akhlak, dalam proses perkembangannya, sekalipun masih diakui sebagian bagian dalam pembahasan filsafat, kini telah merupakan ilmu yang mempunyai identitas sendiri. Selain itu filsafat juga membahas Tuhan, alam dan makhluknya. Dari pembahasan ini akan dapat diketahui dan dirumuskan tentang cara-cara berhubungan dengan Tuhan dan memperlakukan makhluk serta alam lainnya. Dengan demikian akan diwujudkan akhlak yang baik terhadap Tuhan, terhadap manusia, dan makhluk Tuhan lainnya. Jadi kesimpulannya hubungan antara ilmu Akhlak dengan ilmu Filsafat adalah di dalam ilmu filsafat dibahas hal-hal yang berhubungan dengan etika/akhlak dan dibahas pula tentang Tuhan dan bahkan menjadi cabang ilmu tersendiri yaitu Etika dan Theodica. Setelah mempelajari ilmu-ilmu tersebut diharapkan dapat terwujud akhlak yang baik.
c.       Hubungan antara Ilmu Akhlak dengan Hukum Islam
Pengertian hukum Islam atau hukum syara' menurut ulama ushul ialah doktrin (kitab) syari' yang bersangkutan dengan perbuatan orang-orang mukallaf yang bersangkutan dengan perbuatan orang-orang mukallaf secara perintah atau diperintahkan memilih atau berupa ketetapan (taqrir). Sedangkan menurut ulama fiqh hukum syara ialah efek yang dikehendaki oleh kitab syari' dalam perbuatan seperti wajib, haram dan Mubah
Hukum Islam berarti keseluruhan ketentuan-ketentuan perintah Allah yang wajib diturut (ditaati) oleh seorang muslim. Dan di dalamnya termuat ilmu Akhlak. Pokok pembicaraan mengenai hubungan akhlak dengan ilmu hukum adalah perbuatan manusia. Tujuannya mengatur hubungan manusia untuk kebahagiannya. Hubungan antara ilmu Akhlak dengan Hukum Islam adalah akhlak dapat mendorong manusia untuk tidak berfikir dalam keburukan, tidak mengkhayal yang tidak berguna, sedangkan hukum dapat menjaga hak milik manusia dan mencegah orang untuk melanggar apa yang tidak boleh dikerjakan.
Selain itu, di dalam hukum terdapat sanksi-sanksi yang dapat memberi hukuman bagi seorang yang memiliki akhlak buruk. Misalnya saja suatu ketika ada seseorang yang berakhlak kurang balk melakukan suatu tindakan buruk contohnya mencuri, dia akan mendapatkan sanksi, karma secara hukum dia telah melakukan pelanggaran.
Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan antara Ilmu Akhlak hubungan dengan hukum disini adalah dalam hukum terdapat perintah dan larangan, jika melaksanakan yang diperintahkan berarti dapat dikatakan berakhlak balk, namun jika melanggar apa yang diperintahkan maka dapat dikatakan akhlaknya buruk, dan hukum memberi balasan atas baik buruknya akhlak.












BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari Uraian diatas dapat disimpulkan bahwa akhlak itu adalah hal ihkwal yang melekat pada jiwa Sanubari, macam-macam akhlak ada 2 :
1.      Akhlak Terpuji (Akhlakul Karimah)
2.      Akhlak tercela (Akhlak Madzumamah)
Etika berasal dari bahasa yunani ethos yang artinya kebiasaan, baik kebiasaan baik maupun kebiasaan buruk, jadi etika dapat diartikan ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral atau akhlak. Moral dari bahasa latin yaitu mores yang artinya Jamak, dari Istilah moral adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat, perangai, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik dan buruk.
Sehingga etika dan moral ini mempunyai karakter yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia yang baik atau yang buruk adapun hubungan akhlak denganilmu lain tauhid adalah hubungan yang bersifat berdekatan. Hubungan akhlak dengan ilmu tasawuf sangat berdekatan yaitu ilmu yang menimbulkan nilai-nilai kejujuran. Kesetiakawanan, persaudaraan, rasa kesosialan, rasa keadilan dan lain-lain. Jadi hubungan ilmu tasawuf dengan akhlak dalam islam adalah akhlak itu merupakan pangkal tolak tasawuf. Sedangkan tasawuf esensi dari akhlak itu sendiri. Hubungan akhlak dengan ilmu filsafat adalah dalam ilmu filsafat dibahas hal-hal yang berhubungan dengan akhlak dan dibahas pula tentang tuhan bahkan menjadi cabang Ilmu tersendiri yaitu etika dan moral.
Hubungan ilmu akhlak dengan ilmu Islam adalah dalam hukum terdapat perintah dan larangan, jika melaksanakan yang diperintahkan berarti dapat dikatakan berakhlak baik begitupun sebaliknya.
B.     Saran
1.      Hendaknya sebagaimana manusia harus bisa menikmati sebaik-baiknya, segala sesuatu yang telah diciptakan dari Allah SWT.
2.      Sebaiknya ilmu Pendidikan yang kita gunakan tidak lepas dari Al-Qur’an.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar