Pengikut

Senin, 19 Maret 2012

Makalah Khawarij


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Yang melatar belakangi pembuatan makalah tentang Khawarij. Karena kita belum memahami apa itu Khawarij dengan membuat makalah ini kita bisa tahu apa itu Khawarij. Khawarij adalah keluar, muncul, timbul atau memberontak. Khawarij berasal dari bahasa Arab yaitu Kharaja, Khawarij terbagi atas 6 golongan kecil yaitu :
1.      Al-Muhakkimah
2.      Al-Azariqah
3.      Al-Nadjat
4.      Al-Ajaridah
5.      Al-Sufriah
6.      Al-Ibadiyah   
Dengan membuat makalah ini kita memahami apa itu sebenarnya kaum Khawarij.
B.     Rumusan Masalah
a.       Apa latar belakang munculnya Khawarij ?
b.      Sebutkan doktrin-doktrin pokok Khawarij ?
c.       Apa perkembangan Khawarij ?

C.    Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang latar belakang, doktrin-doktrin pokok dan perkembangan Khawarij.
D.    Batasan Masalah
Batasan masalah ini, penulis hanya membatasi pada latar belakang, doktrin-doktrin pokok dan perkembangan Khawarij.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Latar Belakang Kemunculan Khawarij
Secara bahasa Khawarij berasal dari bahasa Arab Kharaja yang berarti keluar, muncul, timbul atau memberontak. Khawarij adalah golongan politik yang menolak sikap Ali bin Abi Thalib dalam menerima paham penyelesaian sengketa antara Ali sebagai Khalifah Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang menuntut Khalifah. Meskipun mereka semula adalah pengikut Ali, tetapi akibat politik penolakan mereka atas sikap Ali dalam paham itu. 
Mereka lalu keluar dari kelompok Ali dan membentuk golongan sendiri yang dikenal golongan Khawarij. Golongan ini disebut juga dengan nama Haruriah, karena mereka berjumlah 12.000 orang itu memisahkan diri dari Ali menetapkan pimpinan baru disuatu kampung yang bernama Harura yang terletak didekat kota Kufah, di Irak. Mereka memilih Abdullah Ibn Abi Thalib. Dalam pertempuran dengan kekuatan Ali mereka mengalami kekalahan besar, tetapi akhirnya seorang Khariji bernama Abd Al-Rahman Ibn Muljam dapat membunuh Ali.
B.     Doktrin-doktrin Pokok Khawarij
Doktrin-doktrin Khawarij antara lain :
1.      Khalifah atau imam harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat Islam.
2.      Khalifah tidak harus berasal dari keturunan Arab, setiap muslim berhak menjadi Khalifah apabila sudah memenuhi syarat.
3.      Khalifah dipilih secara tetap selama yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan ajaran Islam.
4.      Khalifah sebelum Ali (Abu Bakar, Umar, dan Utsman) adalah sah tetapi setelah tahun ke tujuh dari masa ke Khalifahannya Utsman r.a dianggap telah menyeleweng.
5.      Khalifah Ali adalah sah tetapi terjadi paham, ia dianggap telah menyeleweng.
6.      Muawiyah dan Amr bin Al-Ash serta Abu Musa Al-Asy’ari juga dianggap meneleweng dan telah menjadi kafir.
7.      Pasukan perang Jamal yang melawan Ali juga kafir
8.      Seseorang yang berdosa besar tidak lagi disebut muslim sehingga harus dibunuh.
9.      Setiap muslim harus berhijrah dan bergabung dengan golongan mereka. Bila tidak mau bergabung, ia wajib diperangi karena hidup dalam negara Islam.
10.  Seseorang muslim harus menghindar dari pimpinan yang menyeleweng.
11.  Adanya Wa’ad dan Wa’id (orang yang baik harus masuk surga sedangkan orang yang jahat harus masuk neraka).
12.  Manusia bebas memutuskan perbuatannya bukan dari Tuhan.

C.    Perkembangan Khawarij
Kaum Khawarij pada umumnya terdiri dari orang-orang Arab Badawi. Hidup dipadang pasir yang serba tandus membuat mereka bersifat sederhana dalam cara hidup dan pemikiran, tetapi kersa hati serta berani dan bersikap merdeka, tidak tergantung pada orang lain. Perubahan agama tidak membawa perubahan dalam sifat-sifat ke Badawian mereka.
Mereka tetap bersikap bengis, suka kekerasan dan tidak gentar mati. Sebagai orang Badawi mereka tetap jauh dari ilmu pengetahuan. Mudahnya kaum Khawarij terpecah belah menjadi golongan-golongan kecil serta dapat pula dimengerti mengadakan perlawanan terhadap penguasa-penguasa Islam dan umat Islam yang ada dizaman mereka.
 Golongan Khawarij terbagi atas 6 golongan kecil yaitu :
1.      Al-Muhakkimah
Golongan Khawarij asli dan terdiri dari pengikut-pengikut Ali, disebut golongan Al-Muhakkimah. Bagi mereka Ali, Mu’awiyah, kedua pengantara Amr Ibn Al-As dan Abu Musa Al-Asy’ari dan semua orang yang menyetujui paham bersalah itu dan menjadi kafir.
2.      Al-Azariqah
Golongan yang dapat menyusun barisan baru dan besar lagi kuat sesudah golongan Al-Muhakkimah hancur adalah golongan Al-Azariqah. Daerah kekuasaan mereka terletak diperbatasan Irak dengan Iran. Nama ini diambil dari Nafi’ Ibn Al-Azraq.
Khalifah pertama yang mereka pilih ialah Nafi’ sendiri dan kepadanya mereka beri gelar Amir Al-Mu’minin. Nafi’ meninggal dalam pertempuran di Irak pada tahun 686 M. mereka menyetujui paham bersalah itu dan menjadi musyrik
3.      Al-Nadjat
Najdah bin Ibn ‘Amir Al-Hanafi dari Yamamah dengan pengikut-pengikutnya pada mulanya ingin menggabungkan diri dengan golongan Al-Azariqah. Tetapi dalam golongan yang tersebut akhir ini timbul perpecahan. Sebagian dari pengikut-pengikut Nafi’ Ibn Al-Azraq, diantaranya Abu Fudaik, Rasyid Al-Tawil dan Atiah Al-Hanafi, tidak menyetujui paham bahwa orang Azraqi yang tidak mau berhijrah kedalam lingkungan Al-Azariqah adalah musyrik.
Akan tetapi mereka berpendapat bahwa orang berdosa besar yang menjadi kafir dan kekal dalam neraka hanyalah orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka. Adapun pengikutnya jika mengerjakan dosa besar, benar akan mendapatkan siksaan, tetapi bukan dalam neraka, dan kemudian akan masuk surga.
4.      Al-Ajaridah
Mereka adalah pengikut dari Abd Al-Karim Ibn Ajrad yang menurut Al-Syahrastani merupakan salah satu teman dari Atiah Al-Hanafi. Menurut paham mereka berhijrah bukanlah merupakan kewajiban sebagai diajarkan oleh Nafi’ Ibn Al-Azraq dan Najdah, tetapi hanya merupakan kebajikan. Kaum Ajaridah boleh tinggal diluar daerah kekuasaan mereka dengan tidak dianggap menjadi kafir. Harta boleh dijadikan rampasan perang hanyalah harta orang yang telah mati.
5.      Al-Sufriah
Pemimpin golongan ini ialah Ziad Ibn Al-Asfar. Dalam paham mereka dekat sama dengan golongan Al-Azariqah.
6.      Al-Ibadiyah
Golongan ini merupakan golongan yang paling beda dari seluruh golongan Khawarij. Namanya diambil dari Abdullah Ibn Ibad yang pada tahun 686 M. memisahkan diri dari golongan Al-Azariqah.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Khawarij adalah aliran pengikut Ali bin Abi Thalib yang keluar meninggalkan barisan karena ketidaksepakatan terhadap Ali yang menerima paham. Khawarij terbagi golongan kecil yang terdiri dari delapan golongan antara lain :
1.      Al-Muhakkimah
2.      Al-Azariqah
3.      Al-Nadjat
4.      Al-Baihasiyah
5.      Al-Ajaridah
6.      As-Saalabiyah
7.      Al-Ibadiyah   
8.      Al-Sufriah

B.     Kritik dan Saran
Kepada pihak pembaca, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran karena makalah ini masih banyak kekurangan dan semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya mahasiswa.









DAFTAR PUSTAKA
Rosihan Anwar, Abdul Rozak, Ilmu Kalam, Bandung : Pustaka Setia, 2009
Nasution, Harun, Teologi Islam Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan, Jakarta : Universitas Indonesia Press, 2002
Abdul Hamid, Muhammad Muhyiddin, Prinsip-prinsip Dasar Ilmu Theologi Islam, Bandung : CV. Pustaka, 1998
Binyamin, Abrahamov, Tradisional dan Rasionalisme dalam Theologi Islam, Jakarta : Serambi Ilmu Semesta, 2002.
Bakar, Osman. Tauhid dan Sains. Bandung : Pustaka Hidayah. 1994
Ash-Shiddieqy, M. Hasbi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Tuhid. Jakarta : Bulan Bintang, 1973.

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar