Pengikut

Rabu, 21 Maret 2012

MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN PAI MEDIA PROYEKSI


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sistem overhead projector menunjukkan kemajuan yang pesat sekali dalam masa dasawarsa terakhir, sehingga perangkat audiovisual ini banyak dipakai di mana-mana. Overhead transparan yang merupakan media proyeksi yang memerlukan ba­han transparan untuk diproyeksikan, dan memerlukan perangkat un­tuk memproyeksikan media pengajaran transparan, yang disebut juga  overhead projector. Tiap media memiliki kelebihan dan keterbatasan­nya sendiri, demikian pula halnya dengan media transparan ini. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran yang tepat adalah dengan mengkaji kelebihan dan keterbatasan suatu media. Oleh karenanya penulis akan membahasan permasalahan ini dengan jugul “media proyeksi”
B.     Rumusan masalah
Pada makalah ini penulis merumuskan masalah pada hal-hal sebagai berikut:
1.      Pengertian Overhead Projector
2.      Karakteristik media OHP
3.      Cara menggunakan OHP
4.      Daerah dan tempat duduk OHP
5.      Teknik pembuatan OHT


C.    Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan:
1.      Untuk mengetahui Pengertian Overhead Projector
2.      Untuk mengetahui Karakteristik media OHP
3.      Untuk mengetahui Cara menggunakan OHP
4.      Untuk mengetahui Daerah dan tempat duduk OHP
5.      Untuk mengetahui Teknik pembuatan OHT















BAB II
PEMBAHASAN
MEDIA PROYEKSI
A.    Pengertian Overhead Projektor
Proyektor Overhead merupakan jenis perangkat keras yang sangat sederhana, terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan materi pengajaran. Cahaya yang amat terang dari lampu proyektor amat kuat menyorot dari dalam kotak kemudian dibiaskan oleh sebuah lensa khusus, yaitu lensa fresnel, melewati sebuah tranparan ukuran 20 x 25 cm yang ditempatkan diatas landasan tersebut. Sebuah sistem pemantul cahaya dari cerrnin dan lensa, yang ditempatkan di atas kotak landasan, meng­hasilkan berkas cahaya berbelok 90° melewati bahu pengajar.
Dengan lampunya yang amat terang dan sistem optiknya yang efisien, menghasilkan banyak sekali cahaya pada layar sehingga memung­kinkan overhead bisa dipergunakan di ruangan biasa tanpa peng­gelapan. Penggunaan proyektornya ditempatkan di depan kelas se­hingga pengajar bisa bertatap muka langsung dengan siswa. Berbagai materi pengajaran bisa diproyeksikan, termasuk potang­an karton, objek kecil dan berbagai jenis transparan.
Materi pengajaran dapat dimanipulasi oleh pengajar, rincian pen­ting materi dapat ditunjuk, diperjelas rnemakai warna, dibubuhkan catatan, diagram, sket dengan mempergunakan spidol, meliputi bagi­an pesan dan penambahan informasi secara bertahap sementara ceramah berlangsung. Penggambaran yang kompleks dapat dipertunjukkan melalui rangkaian teknik turnpang tindih atau overlay.
B.     Karakteristik media OHP
Overhead transparan termasuk media proyeksi yang memerlukan ba­han transparan untuk diproyeksikan, dan memerlukan perangkat un­tuk memproyeksikan media pengajaran transparan, yang disebut overhead projector. Tiap media memiliki kelebihan dan keterbatasan­nya sendiri, demikian pula halnya dengan media transparan ini. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran yang tepat adalah dengan mengkaji kelebihan dan keterbatasan suatu media.
Beberapa keterbatasan media OHP antara lain sebagai berikut:
1)      Media ini memerlukan perangkat keras (hard ware) yang khusus untuk memproyeksikan pesan yang ada pada transparan. Alat itu adalah OHP (Overhead Projection)
2)      Mernerlukan persiapan yang matang dan terencana, terutama bi­la dipergunakan teknik-teknik penyajian yang kompleks
3)      Dalam penggunaannya diperlukan keterampilan khusus
4)      Menuntut penataan ruang yang baik
5)      Menuntut perhatian untuk menghilangkan distorsi proyeksi
6)      Menuntut Cara kerja yang sisternatis dan terarah
7)      Membutuhkan keterampilan menuliskan pesan yang baik pada transparan sehingga mudah dicerna oleh siswa (penerima pesan).
Walaupun ada keterbatasan, media ini juga mempunyai kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh jenis media lain, yakni:
1)      Praktis, karena, dapat dipergunakan untuk semua ukuran kelas atau ruang.
2)      Memberi kemungkinan tatap, muka dan mengamati respons dari penerima pesan (siswa).
3)      Memberi kemungkinan pada penerima pesan (siswa) untuk men­catat.
4)      Mempunyai variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan.
5)      Memungkinkan penyajian dengan berbagai alternatif kombinasi warna.
6)      Dapat dipergunakan kembali secara berulang-ulang.
7)      Dapat disusun kembali berdasarkan urutan-urutan atau sekuens belajar.
8)      Dapat dihentikan pada setiap sekuens belajar yang dikehendaki karena pacing control sepenuhnya di tangan komunikator (dosen, guru, penyaji bahan, dan lain-lain).
9)      Tidak diperlukan operator pembantu khusus.
C.    Cara menggunakan OHP
Cara menggunakan OHP, pertama-tama perlu diperhatikan situasi  ruangan yang akan dipergunakan. Ini berarti harus memperhatikan situasi ruangan yang akan dipakai, antara lain adanya aliran listrik yang memadai, sesuai dengan kebutuhan alat tersebut.
Proyektor Overhead mempunyai bermacam-macam tipe. di an­taranya:
  1. Overhead Projector Model 5088 (portable)
  2. Overhead Projector Model 213 (large body)
  3. Overhead Projector Model 213 (semi portabel)
  4. Overhead Projector Model 6202 (portable)
Alat ini tidak bersuara tapi membutuhkan tegangan listrik antara 110/220 volt dengan daya 480 watt/50Hz. Berat keseluruhan = 9,07 kg, dengan panjang kabel = 4,5 m.
Alat ini hampir tidak bersuara (suara kipas sangat halus) Tegangan listrik yang diperlukan 220 Volt/5011z, dengan daya yang dibutuhkan sekitar 360 Watt. Berat keseluruhan 13,9 kg; panjang kabel 5 m, de­ngan tempat penyimpanan secara khusus. Ukuran badan 380 x 405 x 240 mm, juga dapat ditambah dengan memasang roll attachment. Sistem penyinaran dan pendinginan tidak langsung dari lampu ke atas transparansi film. Panas ruangan dinetralisasi oleh adanya kipas angin. Penyinaran menggunakan sistem articulate head optic yang menghasilkan cahaya terang dan rata, dengan focal length 355 mm (14,2"). Terangnya cahaya sekitar 2300 lumens. Pengaturan cahaya dapat memproyeksikan transparansi film Bari 0°- 30° dengan jarak an­tara 1,5 m - 3,5 m. Projection stage = 267 x 267 mm dengan sistem pengaman ganda. Kipas angin sebagai alat pendinginan dilengkapi de­ngan thermostat otomatis; dan dilengkapi pula dengan switch peng­aman lampu sewaktu penggantian lampu. Penggantian lampu mudah dilakukan serta kontak ON - OFF juga mudah dijangkau.
Alat ini tidak bersuara. Menggunakan aliran listrik sebesar 220 Volt,
360 Watt, 50 Hz, panjang kabel = 5 m dan ada tempat penyimpanan
khusus, berat = 13,3 kg, ukuran 355 x 400 x 200 mm dengan tambahan dipasang roll attachernent. Sistem pendinginan lampu tidak langsung ke alas transparansi, ruang panas dilokalisasi, pada ruangan tersebut ada kipas angin. Standard doublet optic yang menghasilkan cahaya terang dan rata. Focal length 355 mm (14,2"), terang cahaya 2300 lumens, dan rata. Ada pengatur cahaya yang dapat memproyek­sikan trans aransi film 0 - 25° proyeksi amat baik antara 1,5 sampai dengan 4,5 m.
Alat ini membutuhkan tegangan listrik.-220 Volt, daya 200 watt, de­ngan berat 10,4 kg. Panjang kabel = 3,05 m. Sistern pendinginan tidak diperlukan sebab lampu langsung berhubungan dengan udara luar dan pernakaian daya kecil. Triplet optical projection head = 317 ram, projection stage 255 x 285 mm, terang 2100 lumens. Berbagai macam overhead ini harus diproyeksikan setelah sinar menyala dari overhead projector. Sinar dari overhead projector akan diterima oleh layar atau yang disebut layar portable matte white; dan akan tampak jelas bahàn-bahan yang ditulis dalam transparansi.
D.    Daerah tempat duduk (OHP)
Daerah tempat duduk untuk kedua jenis ruangan, baik untuk ruang­an luas a maupun untuk ruangan sempit b, jarak tempat duduk ter­dekat adalah sama yaitu 3 meter. Demikian juga jarak tempat duduk terjauh untuk kedua jenis ruangan itu lama, yaitu 10 meter.
Layar portable matte white mempunyai bahan yang memiliki ciri di an­taranya:
-          Sudut tajam 140°
-          Tidak akan rusak atau cacat permukaan layarnya walaupun sering digulung
-          Daya terang yang dipergunakan lama, baik dari jarak dekat maupun dari jarak jauh
-          Bisa dibersihkan dengan mudah
-          Dilengkapi dengan
·         Keystone Elinzinator, alat untuk membuat basil gambar lebih rata dan proporsional
·         Pengunci kaki dari magnet, mernbuat seluruh layar tak mu­dah lepas atau terbuka
, ,
-          Tripod dari baja anti karat
·         Ukuran layar :150 cm x 150 cm (60" x 60")
·         Ukuran jika dilipat :175 x 15 cm
·         Berat tipe lainnya = ukuran layar 175 x 175 cm (70" x 70"), ukuran jika dilipat :100 cm x 30 cm. berat: 13,5 kg.
Merancang media OHP
Langkah-langkah disain media OHP dalam proses belajar-mengajar:
-          Telaah TIK pokok bahasan yang akan diajarkan
-          Telaah materi pelajaran untuk menentukan jenis media yang di­perlukan
-          Telaah keadaan siswa untuk mempertimbangkan kesulitan pela­jaran, kecepatan penyerapan, tingkat perbendaharaan kata yang dipakai, penggunaan media yang paling tepat
-          Buatlah media transparansi
Beberapa prinsip umum untuk disain program media, yaitu:
Kesederhanaan (simplicity)
Kekompakkan (unity)
Penonjolan (emphasis)
Keseimbangan (balance)
Kesederhanaan (Simplicity)
Untuk OHP, maka peta gambar maupun diagram harus disederhana- kan dan dibatasi pada hal-hal yang penting saja. Konsep materinya (isi pesan) harus mudah di         tangkap dan dipahami. Tulisannya harus jelas dan mudah dibaca, mudah ditangkap dan mudah dipahami. Kalimat  sederhana tapi bermakna.
Oleh karena huruf yang dipakai biasanya huruf yang sederhana tetapi jelas dan bukan huruf artistik tetapi dapat membingungkan.
Kekompakkan (Unity)
Kekompakkan mengandung makna yang harrnonis antara bagian-bagian visual da lam kesatuan fungsinya secara keseluruhan. Ja       linan hubungan bagian. dapat dinyatakan dalam bentuk tanda-tanda penunjuk seperti panah, dan tanda-tanda visual seperi garis, bentuk, warna, dan ruangan,
Penonjolan (Emphasis)
Kadang-kadang diperlukan penonjolan tertentu sehingga menjadi pusat perhatian. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan memperbesar, memperjelas, mewarnai, menghilangkan informasi pada unsur atau bagian lain. Dalam teknik penyajian hal ini juga dapat dilakukan dengan Cara menutup bagian yang lain, meletakkan pointer dan sebagainya.
Keseimbangan (Balance)
Ada dua bentuk keseirnbangan, yaitu keseimbangan formal dan keseimbangan informal.
Suatu disain dikatakan mempunyai keseimbang­an formal bila dapat dibayangkan adanya garis as yang rnembagi bentuk vi­sual secara simetris. Ke­seimbangan formal mem­beri kesan statis dan resmi. Karena untuk me­nata huruf pada caption atau titling.
E.     Teknik pernbuotan OHT (Overhead Transparency)
Ada dua teknik pembuatan OHT yaitu secara langsung, dan tidak lansung. Cara langsung adalah dengan mengerjakan langsung pada bahan transparansi yang ada. Sedangkan proses tidak langsung adalah dengan memindahkan gambar yang sudah ada atau yang telah diper­siapkan. pada bahan lain dengan cara membuat kopinya terlebih dahulu.
Proses langsung
1)      Mempergunakan feltpen khusus untuk transparansi. Ada dua macam pena transparansi ini, yang satu mudah dihapus dan larut dalam air, lainnya sukar dihapus dan bersifat lebih permanen. Perlengkapan yang diperlukan:
-          Film OHT
-          Pena Transparansi
-          Alkohol
-          Kapas
-          Rotring pena
-          Tinta gambar
-          Penggaris
-          Cutter
-          Masking tape
-          Mounting frame
-          Kertas millimeter
2)      Mempergunakan letterpress atau lettraset. Perlengkapan sama dengan yang digunakan feltpen khusus untuk transparansi, kecuali dengan menambahkan letterpress dari mecanorma dan alat penggosoknya agar huruf dapat melekat pada transparansi
Proses tidak langsung
1)      Mempergunakan alat thermafox buatan 3-M. gambar visual terlebih dahulu dibuat pada kertas HVS dan difotocopy. Fotocopy ini dipindahkan ke infra red transparency melalui thermal process 3-M
2)      Proses diazo, adalah proses yang menggunakan uap ammonia. Master yang akan dicopy dipindahkan  ke transparansi khusus untuk diazo ini dengan cara penyinaran  dengan sinar ultra violet.
Transparansi untuk OHP biasanya diberi bingkai yang berukuran 10" x 12". Sudah tentu tidak ada keharusan untuk mernberi bingkai setiap transparansi, tetapi bila berbingkai rnempunyai banyak keuntungan antara lain:
a.       Tidak mudah sobek dan mudah dalam pemakaiannya.
b.      Bisa menyusun beberapa transparansi sekaligus dalam satu bing­kai, sehingga mempersingkat waktu dalam penyajiannya (overlay).
c.       Mudah dalam penyimpanan, meskipun berhimpitan tidak akan melekat satu dengan yang lainnya.
d.      Memudahkan dalam pembuatan klasifikasi dan katalog dari transparansi sendiri, yang bisa membedakan mata pelajaran, topik, sub-bahasan dan lain-lain untuk pemakaian berikutnya.
Mounting (menempelkan transparansi pada bingkai)
1)      Bingkai untuk transparansi dapat dibuat sendiri dengan mudah, yaitu dengan memotong karton dupleks yang tebal dengan ukuran 10" x 12" (25 x 30 cm) dan bagian tengahnya dibuang sehingga merupakan bingkai (frame).
2)      Untuk transparansi tunggal (single transparancy) yang sederha­na, cara menempelkannya sangat mudah yaitu dengan tape plastic atau kertas, keempat sisinya ditempelkan di bagian bawah bingkai dengan masking tape tadi. Transparansi atau plastic bening tembus cahaya ukurannya harus lebih besar 1 cm dari pada lubang bingkai, untuk memudahkan pemasangannya.
3)      Jika transparansi terdiri atas transparansi film dasar dengan lebih dari satu lemabar ganda, tempellah lembaran dasar atau pertama di abgian bawah bingkai dan lembar ganda atas bingkai, dan seterusnya. Usahakanlah agar dengan mudah dapat dibuka dan ditutup, jadi yang direkat hanya satu sisinya saja.
Masking (teknik menutup)
Menutup sebagian lembar transparansi untuk memperlihatkan langkah-langkah suatu proses, akan dapat mengarahkan perhatian murid atau hadirin ke bagian yang sedang diterangkan.
1)      Teknik jendela (spot mask). Penutupnya dibuat dari karton manila yang ditempelkan pada kedua sisinya, dua bagian atau lebih. Teknik spot masking sesuai dengan teknik penyajian yang memusatkan terhadap bidang, konsep atau gagasan pokok masing-masing berbeda. Di sini para siswa dituntun oleh guru untuk memusatkan (spot) perhatian terhadap satu konsep saja yang dibicarakan secara bertahap.
2)      Tutup yang bisa digeser (sliding mask). Pada teknik tutup bergeser ini bisa diperliahatkan baris demi baris sesuai dengan apa yang sedang diterangkan, sehingga perhatian murid terarah. Teknik sliding mask ini sangat sesuai dengan teknik penyajian bahan pelajaran yang disampaikan secara bertahap, mengemukakan urut-urutan pola piker, gagasan pokok atau sistematika konsep dasar. Teknik ini tidak bertujuan untuk menjelasakan rincian gagasan, konsep atau pola piker secara cermat.  
,
Teknik penyajian
Teknik penyajian dengan media OHT ini berkembang dari pengalaman dan daya iminasi tiap guru. Bentuk penyjian yang lazim dipakai antara lain adalah:
ü  Mempergunakan pointer, ya­itu penunjuk pada transpa­ransi untuk mengarahkan perhatian langsung pada ba­gian tertentu yang sedang dijelaskan. Bayangan dari po­inter ini akan tampak pada layar.
ü  Mempergunakan penutup,  transparansi lain yang belum dipakai untuk menambah catatan-catatan selama pre­sentasi tanpa merusakkan OHT aslinya. Penutup ter­sebut dapat dibersihkan kembali sehabis pakai de­ngan mempergunakan alkohol.
ü  Mempergunakan alas penu­tup yang tidak ternbus cahaya untuk mengontrol perkem­bangan dan kecepatan pre­sentasi. Pada penutup dapat dituliskan catatan-catatan guru. Maksud ditaruhkannya sebagai alas adalah supaya tertahan beratnya OHT dan tidak mudah jatuh.
ü  Mempergunakan overlay ya­itu transparansi lain yang berisi bagian dari proses yang akan dijelaskan dengan OHT secara keseluruhan. Dengan demikian proses atau konsep yang sulit diberikan secara bertahap selama memberikan persentasi.
ü  Menggunakan polarizes untuk memberikan stimulasi dampak gerak dan warna de­ngan mempergunakan plastik khusus untuk membuat po­larizer projectuals. Dapat di­pakai, untuk menjelaskan cara kerja mesin bakar, peredaran darah dan sebagainya.
ü  Mempergunakan benda-ben­da tiga dimensi untuk mem­proyeksikan siluetnya, atau benda-benda dari plastik ber­warna seperti segitiga, alat penggambar teknik dan se­bagainva
ü  Menggunakan kopi dari transparansi sebagai hand-out, Dengan mem­bagikan fotokopi dari OHT yang dipersenta­sikan tersebut, perhatian siswa tidak perlu terbagi dengan mendengarkan dan mencatat.



















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa: Proyektor Overhead merupakan jenis perangkat keras yang sangat sederhana, terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan materi pengajaran. Tiap media memiliki kelebihan dan keterbatasan­nya sendiri, demikian pula halnya dengan media transparan ini. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran yang tepat adalah dengan mengkaji kelebihan dan keterbatasan suatu media. Cara menggunakan OHP, pertama-tama perlu diperhatikan situasi  ruangan yang akan dipergunakan. Ini berarti harus memperhatikan situasi ruangan yang akan dipakai, antara lain adanya aliran listrik yang memadai, sesuai dengan kebutuhan alat tersebut. Daerah tempat duduk untuk kedua jenis ruangan, baik untuk ruang­an luas a maupun untuk ruangan sempit b, jarak tempat duduk ter­dekat adalah sama yaitu 3 meter. Demikian juga jarak tempat duduk terjauh untuk kedua jenis ruangan itu lama, yaitu 10 meter.
B.     Saran
Pada pembuatan makalah ini penulis menyadari bahwa masih adanya kesalahan dan kekurangan. Oleh karenanya penulis mohon kritik dan saran guna perbaikan penulisan pada pembuatan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Dr. Nana Sudjana. 1993. Media Pengajaran. LSIK. Jakarta.
Drs. Ahmad Rifa’i. 1997. Media Pengajaran. CV. Sinar Baru. Bandung


















MAKALAH
MEDIA PEMBELAJARAN PAI
MEDIA PROYEKSI





Oleh:

SLAMET HERY WIBOWO. AL
NIM. 208 321 4983





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 
 JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) BENGKULU
2010
KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis panjatkan karena penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan judul “MEDIA PROYEKSI”. Karya tulis ini disusun guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah MEDIA PEMBELAJARAN PAI.
            Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini, yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu. Penulis juga menyadari masih terdapat banyak kekurangan. Kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, diharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.






Bengkulu, 10 Januari  2010








DAFTAR ISI

Halaman Judul.........................................................................................        i
Kata pengantar........................................................................................        ii
Daftar isi..................................................................................................        iii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................        1
  1. Latar Belakang............................................................................        1
  2. Rumusan masalah........................................................................        1
  3. Tujuan .........................................................................................        2
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................        3
  1. Pengetian Overhead proyektor....................................................        3
  2. Karakteristik Media OHP...........................................................        4
  3. Cara menggunakan OHP.............................................................        5
  4. Daerah dan tempat duduk OHP.................................................        7
  5. Teknik pembuatan OHT..............................................................        10
BAB III PENUTUP...............................................................................        16
  1. Kesimpulan .................................................................................        16
  2. Saran............................................................................................        16
DAFTAR PUSTAKA





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar