Pengikut

Kamis, 15 Maret 2012

Makalah Radio

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pentingnya penggunaan Radio dan Laboratorium bahasa untuk menunjang proses pendidikan. Radio adalah Media Audio Elektronik yang dapat menangkap suara dan gelombang tertentu, hingga informasi komunikasi dapat terjangkau oleh masyarakat dan mempunyai nilai praktis edukatif, secara formal atau pun non formal. Laboratorium Bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan mata pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Dalam laboratorium bahasa siswa duduk sendiri-sendiri pada bilik akuistik dan kotak suara yang telah tersedia B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan Radio dan Labor Bahasa 2. Manfaat-manfaat Radio dan Labor Bahasa 3. Kelebihan dan kelemahan Radio dan Labor Bahasa. C. Tujuan a. Untuk mengetahui apa sajakah yang termasuk media radio b. Untuk memenuhi tugas Makalah Media Pembelajaran c. Sebagai tempat penambahan Ilmu Pengetahuan mengenai Radio dan Laboratorium Bahasa BAB II PEMBAHASAN Penggunaan Radio dan Laboratorium Bahasa dalam Pembelajaran A. Radio 1. Pengertian Radio Radio adalah Media Audio Elektronik yang dapat menangkap suara dan gelombang tertentu, hingga informasi komunikasi dapat terjangkau oleh masyarakat dan mempunyai nilai praktis edukatif, secara formal atau pun non formal. 2. Sejarah awal Siaran Radio Pendidikan. Siaran pendidikan melalui radio di mulai sejak Mendikbud RI, meresmikannya pada tanggal 16 Februari 1977 dan pertama kali yang mengadakan siaran Pendidikan di Jawa Tengah. Tujuannya adalah membantu kegiatan pendidikan. Siaran radio pendidikan merupakan suatu bentuk inovasi pendidikan di Indonesia dan ternyata cukup efisien untuk penyempurnaan kemampuan mengajar guru. Siaran radio pendidikan secara khusus di tujukan kepada Guru SD sebagai jawaban terhadap usaha peningkatan pendidikan di Indonesia yang permaslahannya meliputi pemerataan kesempatan belajar maupun perbaikan sistem dan manajemen pendidikan serta perbaiakn mutu mengajar. 3. Nilai Radio Bagi Pendidikan Penggunaan Media Radio untuk suatu tujuan intruksional dapat : a. Memberikan berita yang up date b. Menarik minat c. Berita Otentik d. Berdasarkan kepada kenyataan e. Mempunyai tujuan yang luas f. Memberikan gambaran yang jelas g. Mendorong kreativitas h. Interaksi dan diskriminasi 4. Radio dalam kelas Penggunaan media radio kedalam kelas untuk kepentingan pengajar harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut : a. Langkah Persiapan/Perencanaan Kegiatan persiapan sebelum mengikuti siaran perlu diadakan oleh guru beserta peserta didik. Tujuannya ialah agar siaran itu bermanfaat bagi pendidikan. Dalam kegiatan ini memang harus diperhatikan berbagai faktur, seperti tujuan program dan umur peserta didik. Peserta didik memerlukan persiapan untuk menerima siaran, mereka perlu bimbingan dan latihan. Dalam hubungan dengan persiapan ini sebanyaknya kelas mengumpulkan berbagai bahan tentang siaran, misalnya petunjuk buku, buku pegangan dan kalau mungkin sript atau naskah siaran. b. Langkah Penerimaan Dalam langkah ini guru dan peserta didik melakukan kegiatan pendengaran siaran secara seksama. Guru harus duduk didepan kelas. Kegiatan-kegiatan guru mungkin membuat catatan-catatan, menulis kata-kata yang baru atau kata sulit,mendemonstrasikan irama di papan tulis, membuat suatu tanda di peta dan sebagainya c. Langkah Lanjutan Langkah kegiatan lanjutan ini adalah bagian yang penting dalam pembelajaran dengan radio. Biasanya dalam petunjuk untuk guru yang telah digariskan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selanjutnya. Kegiatan yang penting dalam kegiatan selanjutnya ialah mengintegrasikan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya yang baru diperoleh melalui radio. 5. Kelebihan Radio a. Harganya lebih murah dan dapat dibeli oleh sebagian masyarakat b. Dapat dipindahkan dari suatu ruangan ke ruangan lainnya, karena radio tersebut tidak begitu berat dan juga dapat dibawa tatkala mengadakan rekreasi atau perjalanan agak jauh. c. Dapat mengembangkan daya imajinasi yang baik untuk peserta didik. d. Dapat merangsang partisipasi aktif peserta didik (pendengar). e. Siaran dapat menjangkau pendengar dalam waktu singkat f. Radio dapat membawa guru yang ahli dalam mata pelajaran tertentu kedalam kelas. g. Realistis, maksudnya peristiwa atau kejadian yang di siarkan lebih riil dibanding dengan perisriwa atau kejadian yang sama. 6. Kekurangan Radio a. Tidak mampu menciptakan interaksi secara spontan. b. Pendengar tidak dapat dikontrol ke aktifannya, misalnya masyarakat heterogen. c. Siaran mudah terganggu oleh cuaca/gelombang lainnya. d. Rendahnya kemampuan memindahkan pesan-pesan yang sifatnya rumit, sebab daya tangkap pendengaran manusia lebih rendah dibanding daya penglihatan. e. Sifat komunikasinya one way commonication f. Feed back dari pendengar tak ada (tertunda). B. Laboratorium Bahasa 1. Pengertian Laboratorium Bahasa Laboratorium Bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan mata pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Dalam laboratorium bahasa siswa duduk sendiri-sendiri pada bilik akuistik dan kotak suara yang telah tersedia. Siswa atau mahasiswa mendengarkan suara guru atau suara radio casette melalui headphone. 2. Fungsi Laboratorium Bahasa a. Listening Siswa mendengarkan melalui bantuan perangkat elektronik yang tersedia. 1. Listening all Semua siswa dapat langsung diarahkan untuk mendengarkan materi pelajaran yang diberikan oleh guru pada salah satu channel. 2. Individu Siswa dapat dibagi menjadi beberapa kelompok secara acak maupun tetap (tergantung desain laboratorium bahasa) kemudian setiap kelompok dapat diarahkan untuk mendengarkan maksimal 3 materi yang berbeda pada setiap channel. 3. Student Select Siswa dapat memilih sendiri materi pelajaran yang ingin di dengarkan dari 3 channel yang tersedia melalui panel siswa (Tombol A, B atau C) b. Converstation Siswa melakukan berbagai jenis percakapan 1. Pair row dan Pair coloum Siswa secara berpasangan bercakap-cakap. Percakapan dapat dilakukan dengan teman semeja atau teman di belakang/depan meja. 2. Fix Group Siswa di kelompokkan menjadi beberapa kelompok 3. Random Group Anggota tiap kelompok dipilih secara acak. c. Attention Instruktur menyampaikan materi/pengumuman 1. Attention all Instruktur menyampaikan pengumuman atau materi pembelajaran kepada semua siswa dan melalui speaker ruangan 2. Attention Channel Instruktur menyampaikan materi kepada siswa yang berada dalam kelompok tertentu. d. Monitoring Instruktur menjalankan fungsi pengawasan terhadap kegiatan siswa. 1. Monitoring Channel Instruktur memperhatikan percakapan sekelompok siswa di group tertentu. 2. Monitoring Individual Instruktur memperhatikan pembicaraan seorang siswa secara khusus. e. Intercom Siswa dapat melakukan panggilan untuk percakapan dengan guru demikian sebaliknya. 1. Intercom Group 2. Intercom Individu f. Text to Speech g. Multimedia Control h. Audio Record i. Audio Control Laboratorium Bahasa Manual adalah lab bahasa yang menggunakan perangkat elektronika tanpa microcontroller. Karena tanpa microcontroller, tentu saja lab bahasa jenis ini mempunyai fungsi pembelajaran yang standar. Lab jenis ini untuk pengoperasiannya sama sekali tidak terhubung dengan komputer, sehingga maintenance lab jenis ini sangat mudah dan murah. Karena sifatnya yang demikian, biasanya lab jenis ini banyak digunakan oleh sekolah setingkat SD atau SMP atau sekolah-sekolah yang ada dipelosok daerah dimana tingkat SDM guru dan teknisi lab tidak membutuhkan skill yang tinggi. Laboratorium Bahasa Digital adalah perangkat lab bahasa yang sudah menggunakan microcontroller untuk mengatur fungsi-fungsi lab bahasa. Karena menggunakan microcontroller yang diprogram melalui software, tentu saja fungsi-fungsi lab yang dijalankan bisa lebih banyak dan bervariasi dibanding lab bahasa manual. Lab jenis ini ada yang terhubung dengan software komputer dan ada juga yang tidak dihubungkan dengan komputer. Lab bahasa Winner Tech model Digital yang harus terhubung dengan komputer adalah tipe WT01SE, WT02, WT03 dan WT04 Wireless. Sedangkan yang tidak harus terhubung dengan komputer adalah tipe dual console WT01 DC. Adapun jika laboratorium bahasa yang terhubung dengan komputer tentunya juga mempunyai fungsi yang lebih banyak dibanding yang tidak menggunakan komputer. Beberapa fungsi yang ada di lab bahasa digital yang terhubung dengan komputer adalah : dapat menyimpan database siswa dan kelas, dapat menyimpan data absensi dan nilai siswa, fungsi kamus, fungsi multimedia dan sebagainya Laboratorium Bahasa Multimedia adalah perangkat laboratorium bahasa dimana fungsi-fungsi pembelajaran 100% dikendalikan melaluio software. Oleh karena itu, pada masing-masing client/siswa dan juga master harus terdapat sebuah komputer untuk mendukung fungsi tersebut. Lab bahasa jenis ini juga dapat digunakan sebagai lab komputer. Plus Laboratorium Bahasa Manual - Perangkat sederhana, tidak memerlukan maintenance yang mahal - Harga relative murah - Tidak memerlukan SDM dengan skill tinggi Minus Laboratorium Bahasa Manual - Fungsi lab standart, tidak terlalu banyak seperti fungsi digital Plus Laboratorium Bahasa Digital - Mempunyai lab yang lebih kompleks disbanding lab manual - Menggunakan komputer, sehingga fungsi-fungsi lab bisa lebih dikembangkan semaksimal mungkin (multimedia, kamus, dan sebagainya) - Terdapat fungsi database untuk menyimpan data siswa, nilai, kelas, guru dan sebagainya. - Dapat dihubungkan dengan pembelajaran online. Minus Laboratorium Bahasa Digital - Harga lebih mahal dari pada lab manual - Membutuhkan guru dan teknisi lab dengan skill lebih tinggi dari pada lab manual (minimal paham pengoperasian komputer). BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Radio dan Laboratorium Bahasa merupakan Media Audio yang bisa dijadikan alat dalam proses pembelajaran baik baik verbal maupun non verbal. Radio merupakan alat pendidikan yang digunakan secara efektif untuk semua level dan fase pendidikan. Namun radio juga mempunyai kelemahan bagi pendidikan dalam pembelajaran. Begitu juga dengan Laboratorium Bahasa juga mumpunyai manfaat dan andil dalam dunia pendidikan, laboratorium bahasa tidak hanya bermanfaat dalam bidang bahasa saja, tetapi bisa digunakan dalam bidang bidang lainnya, seperti, biologi, ekonomi dan lain-lain. B. Kritik dan Saran Kami menyadari sebagai pemakalah, mungkin masih banyak terdapat kesalahan dalam pembuatan makalah ini. Maka, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari Dosen Pembimbing dan pembaca demi perbaikan makalah nantinya. DAFTAR PUSTAKA Rohani, Ahmad. 1957. Media Instruksional Edukatif, Jakarta : PT Rineka Cipta Asnawir, Usman Basyiruddin. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta : Ciputat Pers Anderson H Ronald. 1994. Penilaian dan Pengembangan Media untuk Belajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada TUGAS AKHIR SEMESTER MEDIA PEMBELAJARAN Disusun Oleh : Fiki Setiawan Nim. 2093215553 Dosen Pembimbing : Musmulyadi, S. Pd, M.Pd PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) BENGKULU 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar