1

loading...

Sunday, February 25, 2018

MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAM

MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAM



BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
Banyak diantara umat manusia yang mengaku agama Islam tapi tidak pernah tahu akan Islam, tidak pernah tahu bagaimana Islam, bahkan seperti apa Islam itu berkembang. Bahkan dikalangan sejarawan terdapat perbedaan tentang saat di mulainya sejarah Islam. Sehingga sungguh naif bila belu3m sama sekali mampu untuk menguraikan secara terperinci bagaimana Islam itu sebenarnya mulai dari awal terbentuknya hingga pada masa peradabannya dimana Islam mendapat kejayaan dan kebanggaannya sebagai agama bawaan Nabi Muhammad saw.
Pada pembahahsan pemaparan dan penulisan ini akan mengarah kepada yang lebih mendasar,  yakni tentang identitas paradaban Islam itu sendiri dan sejarah peradaban Islam. Sehingga pada akhirnya memiliki bekal mendasar tentang pradaban Islam itu sendiri dan bagaimanakah pandangan mereka (bangsa Barat) tentang kebudayaan dan peradaban Islam.
B.       Rumusan Masalah
1.    Apa Pengertian Studi Sejarah Peradaban Islam?
2.    Bagaimana Periodesasi Sejarah Peradaban Islam?
3.    Seperti Apa Peradaban Islam Masa Rasulullah Saw Dan Sahabat?
4.    Seperti Apa Peradaban Islam Masa Umayyah Dan Abbasiyah?
5.    Bagaimana Peradaban Islam Masa Tiga Kerajaan Besar?
6.    Bagaimana Peradaban Islam Masa Modern ?
C.       Tujuan
1.    Untuk Mengetahui Pengertian Studi Sejarah Islam.
2.    Untuk Mengetahui Periodesasi Sejarah Peradaban Islam.
3.    Untuk Mengetahui Peradaban Islam Masa Rasulullah Saw Dan Sahabat.
4.    Untuk Mengetahui  Peradaban Islam Masa Umayyah Dan Abbasiyah.
5.    Untuk Mengetahui  Peradaban Islam Masa Tiga Kerajaan Besar.
6.    Untuk Mengetahui Peradaban Islam Masa Modern.



BAB II
PEMBAHASAN
A.       Pengertian Studi Sejarah Peradaban Islam
Sejarah berasal dari bahasa arab “syajaratun” , artinya pohon. Secara sistematik, sejarah sama seperti pohon yang mempunyai cabang dan ranting, bermula dari bibit, kemudian tumbuh dan berkembang, lalu layu dan tumbang. Sejarah dalam dunia barat disebut “histoire” (Perancis), historie ( Belanda ), dan history ( Inggris ), berasal dari Yunani, istoria yang berarti ilmu.
Menurut definisi umum, kata history berarti “masa lampau umat manusia”. Dalam pengertian lain, sejarah adalah catatam berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dengan demikian sejarah peradaban islam adalah keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan peradaban islam dari satu waktu ke waktu lain, sejak zaman lahirnya islam sampai sekarang.
Sedangkan Periodisasi peradaban Islam merupakan ciri bagi ilmu sejarah yang mengkaji peristiwa dalam konteks waktu dan tempat dengan tolak ukur yang bermacam-macam. Menurut Prof. Dr. H.N. Shiddiqi, ada beberapa pendapat lain yaitu tolak ukurnya adalah sistem politik, hal ini biasanya digunakan pada sejarah konvensional. Tolak ukurnya pada persoalan ekonomi (maju mundurnya ekonomi) dalam sebuh negara. Peradaban dan kebudayaan suatu bangsa adalah  pada masuk dan berkembangnya suatu agama.
Jadi, periodisasi peradaban islam adalah ilmu sejarah atau pembabakan sejarah yang mengkaji perkembangan peradaban Islam dalam konteks dan tempat dengan tolak ukur tertentu.
B.       Periodesasi sejarah peradaban islam
Dikalangan sejarawan terdapat perbedaan tentang saat dimulainya sejarah islam. Secara umum perbedaan tersebut dapat di bedakan menjadi dua :
1.    Sebagian sejarawan berpendapat bahwa sejarah islam dimulai  sejak Nabi Mukhamad SAW  diangkat menjadi rasul, oleh karena itu  pendapat ini , selama 13 tahun nabi tinggal di Mekkah telah  lahir masyarakat muslim  meskipun belum berdaulat.
2.    Sebagian sejarawan berpendapat bahwa sejarah  umat islam dimulai sejak nabi Mukhamad SAW hijrah ke madinah karena masyarakat muslim baru  berdaulat  ketika  nabi tinggal dimadinah , tidak hanya sebagai rasul , tetapi merangkak sebagai pemimpin atau kepala negara berdasarkan konstitusi yang disebut piagam Madinah.
Disamping perbedaan mengenai awal sejarah umat islam, sejarawan juga berbeda dalam menentukan  fase- fase atau periodesasi  sejarah islam. Menurut A. Hasymy ( 1978 : 58 ),  periodesasi sejarah islam adalah sebagai berikut :
1.    Permulaan Islam ( 610 -661 M )
2.    Daulah Ammawiyah ( 661 – 750 M )
3.    Daulah Abbasiyah  I ( 750 – 847 M )
4.    Daulah Abbasiyah II (  847 – 946 M )
5.    Daulah Abbasiyah III ( 946 – 1075 M )
6.    Daulah Mughal ( 1261 – 1520 M )
7.    Daulah Utsmaniyah ( 1520 – 1801 M )
8.    Kebangkitan ( 1801 – sekarang )
C.       Peradaban Islam Masa Rasulullah SAW Dan Sahabat
Kondisi bangsa arab sebelum kedatangan islam, terutama di sekitar Mekah masih diwarnai dengan penyembahan berhala sebagai Tuhan. Yang dikenal dengan istilah paganisme. Selain menyembah berhala, di kalangan bangsa Arab ada pula yang menyembah agama Masehi(Nasrani), agama ini dipeluk oleh penduduk Yaman, Najran, dan Syam. Di samping itu juga agama Yahudi yang dipeluk oleh penduduk Yahudi imigran di Yaman dan Madinah, serta agama Majusi, yaitu agama orang-orang persia.
Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal atau 20 April 571 M. Ketika itu Raja Yaman Abrahah dengan gajahnya menyerbu Mekah untuk menghancurkan Ka’bah. Sehingga tahun itu dinamakan Tahun Gajah. Beliau telah menjadi yatim piatu ketika berumur delapan tahun, dan beliau diasuh oleh kakek dan pamannya, Abdul Muthalib dan Abu Thalib. Pada umur 12 tahun Nabi Muhammad sudah mengenal perdagangan, sebeb pada saat itu beliau telah diajak berdagang oleh paman beliau, Abu Thalib ke Negeri Syam. Dari pengalamannya berdagang, maka setelah beranjak dewasa, beliau ingin berusaha berdagang dengan membawa barang dagangan Khadijah, seorang saudagar wanita yang pada akhirnya menjadi istri beliau.
Fase kenabian Nabi Muhammad dimulai ketika beliau bertahannus atau menyepi di Gua Hira, sebagai imbas keprihatinan beliau melihat keadaan bangsa Arab yang menyembah berhala. Di tempat inilah beliau menerima wahyu yang pertama, yang berupa surat Al-‘Alaq 1-5.
ù&tø%$#ÉOó$$Î/y7În/uÏ%©!$#t,n=y{ÇÊÈt,n=y{z`»|¡SM}$#ô`ÏB@,n=tãÇËÈù&tø%$#y7š/uurãPtø.F{$#ÇÌÈÏ%©!$#zO¯=tæÉOn=s)ø9$$Î/ÇÍÈzO¯=tæz`»|¡SM}$#$tBóOs9÷Ls>÷ètƒÇÎÈ
Artinya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmu yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Dengan wahyu yang pertama ini, maka beliau telah diangkat menjadi Nabi, utusan Allah. Pada saat itu, Nabi Muhammad belum diperintahkan untuk menyeru kepada umatnya, namun setelah turun wahyu kedua, yaitu surat Al-Mudatsir ayat 1-7, Nabi Muhammad saw diangkat menjadi Rasul yang harus berdakwah. Dalam hal ini dakwah Nabi Muhammad dibagi menjadi dua periode, yaitu :
1.    Periode Mekah, ciri pokok dari periode ini adalah pembinaan dan pendidikan tauhid(dalam arti luas)
2.    Periode Madinah, ciri pokok dari periode ini adalah pendidikan sosial dan politik(dalam arti luas)
3.    Periode Mekah
Pada periode ini, tiga tahun pertama dakwah islam dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Nabi Muhammad mulai melaksanakan dakwah islam di lingkungan keluarga, mula-mula istri beliau sendiri, yaitu Khadijah, yang menerima dakwah beliau, kemudian Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar sahabat beliau, lalu Zaid bekas budak beliau.  Di samping itu, juga banyak orang yang masuk islam dengan perantaraan Abu Bakar yang terkenal dengan julukan Assabiqunal Awwalun(orang-orang yang lebih dahulu masuk islam), mereka adalah Utsman bin Affan, Zubair bin Awwan, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdur Rahmanbin ‘Auf, Thalhah bin ‘Ubaidillah, Abu Ubaidah bin Jarhah, dan Al-Arqam bin Abil Arqam, yang rumahnya dijadikan markas untuk berdakwah(rumah Arqam). Kemudian setelah turun ayat 94 Surah Al-Hijr, nabi Muhammad saw memulai dakwah secara-terang-terangan.
Dalam menyebarkan agama islam, Nabi Muhammad melakukannya dengan tiga cara, yaitu:
1.    Rahasia. Pada tahapan ini Nabi menyempaikannya hanya pada kalangan keluarganya sendiri dan teman dekatnya.
2.    Semi Rahasia. Beliau menyebarkan Agama Islam dalam ryang lingkup yang lebih luas, termasuk Bani Muthalib dan Bani Hasyim.
3.    Terang-Terangan(Demonstratif). Nabi dalam berdakwah secara terang-terangan ke segenap lapisan masyarakat, baik kaum bangsawan maupun hamba sahaya.
D.       Peradaban Islam Masa Umayyah Dan Abbasiyah
1.    Pada Masa Bani Umayyah
Setelah Ali terbunuh, kepemimpinan dilanjutkan oleh bani Umayyah, didirikan oleh Muawiyah berumur kurang lebih 90 tahun dan pada zaman ini , ekspansi yang terhenti pada zaman  kedua khalifah terakhir dilanjutkan kembali.khalifah besar bani umayyah adalah Mu’awiyah ibn Abi Sufyan ( 661 – 680 M ), Abd Al- Malik Ibn Marwan ( 685 – 705 M ), Al- Walid Ibn Abd Al- Malik ( 705– 715 M ), Umar Ibn Al- Aziz ( 717 – 720 M ), Dan Hisyam Ibn Abd Al- Malik ( 724 – 743 M ).
Pada zaman Muawiyah , Uqbah Ibn Nafi’ menguasai Tunisia tahun 670 M. Ia didirikan kota Qairawan yang kemudian menjadi salah satu  pusat kebudayaan islam. Di sebelah timur muawiyah memperoleh daerah Khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afghanistan sampai ke kabul.  Ekspansi ke timur diteruskan pada zaman Abd Al- Malik dibawah pimpinan Al- Hajjaj Ibn Yusuf. Tentara yang dikirimnya menyembrangi sungai Oxus dan dapat menundukan Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana, dan Samarkand. Tentaranya juga samapi ke india dapat menguasai Balukhistan, Sind, daerah Punjab sampai ke Multan. E kpansi ke barat terjadi di zaman Al walid. Musa bin Nusyair menyerang jazair dan Maroko dan dapat menundukanya. Tentara Spanyol dibawah pimpinan raja Roderick di kalahkan, ibukota Toledo jatuh, demikian kota lainya seperi Sevile, Malaga, Elvire, dan Cordova  kemudian menjadi ibu kota Spanyol Islam ( Al- Andalus ).
Perluasan selanjutnya adalah prancis, melalui pengunungan Piranee, dilakukan oleh Abd Ar- Rahman Ibn Abdullah Al- Ghafiqi, pada zaman umar bin abd aziz.  Daerah – daerah yang dikuasai islam pada zaman dinasti ini adalah spanyol, Afrika Utara, Suria, Palestina, Semenanjung Arabia, Irak, sebagian dari Asia kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut  Pakistan, Rurkmenia, Uzbek, Dan Kirgis ( diasia tengah ). Ekspansi yang dilakukan bani umayah inilah yang membuat islam menjadi Negara besar dizaman itu.
Dari persatuan bangsa dibawah naungan islam, timbulah benih- benih kebudayaan dan peradaban islam baru, Bani umayyah lebih banyak memusatkan perhatian kepda kebudayaan Arab.  Diantaranya perubahan bahasa administrasi dari bahasa yunani dan bahasa Pahlawi kebahasa arab dimulai oleh Abd Malik. Inilah yang mendorong sibaweh untuk menyusun kitab, yang selanjutnya menjadi pegangan dalam soal tata bahasa arab, syair- syair baru pun bermunculan seperti, Umar Ibn  Abi Rabi’ah ( w. 719 ), Jamil Al- Udhari ( w. 701 M), perhatian pada ilmu kalam, hadits, tafsir,fiqih, semakin besar pada zaman ini.
Abd Al –Malik juga mengubah mata uang yang dipakai di daerah – daerah yang dikuasai islam. Sebelumnya yang dipakai adalah mata uang Bizantium dan Persia seperti Dinar dan Dirham . Sebagai ganti dalam mata uang asing ini , beliau mencetak uang sendiri tahun 659 M, dengan memakai kata- kata dan tulisan arab, Dinar dibuat dari emas dan dirham dibuat dari perak.
Bentuk peradaban lain adalah dalam bentuk masjid-masjid. Masjid pertama di luar semenanjung arabia juga dibangun pada zaman dinasti umayyah . Katedral St. John di damaskus diubah menjadi masjid. Di Al- Quds ( yerusalem ), Abd Malik membangun masjid Aqsa.
Pada zaman dinasti bani  umayyah inilah masjid Cordova juga dibangun, masjid mekkah dan madinah diperbaiki dan diperbesar oleh Abd Al- Malik dan Al – WalidDinasti umyyah juga mendirikan istana – istana untuk tempat beristirahat di padang pasir, seperti Qusayr Amrah dan Al- Mushatta. Demikianlah fase sejarah peradaban islam yang dibuat oleh dinasti bani umayah . Kekuasaan dan kejayaan mencapai puncaknya pada zaman al- Walid I. Sesudah itu, kekuasaan mereka menurun dan akhirnya dipatahkan oleh bani Abbasiyah pada tahun  750 M .
2.    Pada Masa Bani Abbasiyah
Meskipun Abu Al- Abbasiyah  ( 750 – 754 M ), yang mendirikan dinasti ini, orang dibelakang  yang  berperan  penting  ialah  Al- Mansur ( 754 – 775 M ). Sebagai khalifah yang baru , ia banyak berhadapan dengan musuh – musuh menjatuhkanya terutama golongan Bani Umayah, golongan khawarij, bahkan kaum syi’ah.  Al- Mansur merasa kurang aman ditengah – tengah arab maka ia mmendirikan ibu kota baru sebagai ganti damaskus, yaitu Baghdad.Dalam bidang pemerintahan Al- Mansur mengadakan tradisi baru dengan mengangkat wazir yang membawahi kepala- kepala departemen.
Al- Mahdi ( 775 – 785 M ), menggantikan khalifah Al- Mansur sebagai khalifah, dan dimasa pemerintahanya perekonomian mulai meningkat .Demikian pula dagang transit antara timur dan Barat juga membawa kekayaaan. Basrah menjadi pelabuhan yang penting.
Pada zaman Harun Al- Rasyid ( 785- 809 M ), Kekayaan yang banyak , dipergunakan al –rasyid   untuk keperluan social. Rumah sakit didirikan, pendidikan dokter di pentingkan, dan farmasi dibangun. Di ceritakan dibaghdad mempunyai 800 dokter. Harun Al- Rasyid adalah raja besar pada zaman itu .  Pada masa dinasti abasiyah inilah, perhatian pada ilmu pengetahuan dan filsafat yunani memuncak, terutama pada zaman Harun Ar- Rasyid dan Al- Ma’mun. Buku- buku ilmu pengetahuan dan filsafat didatangkan dari Bizantium, kemudian diterjemahkan kedalam bahasa arab. Bait Al hikmah bukan hanya pusat penerjemahan tetapi juga akademi yang mempunyai perpustakaan. Cabang ilmu pengetahuan yang diutamakan bait al hikmah ialah ilmu kedokteran, matematika, optika, fisika, astronomi, dan sejarah disamping filsafat.
Ringkasnya , periode ini adalah periode yang tertinggi dan mempunyai pengaruh, sungguh pun tidak secara langsung.
E.       Peradaban Islam Masa Tiga Kerajaan Besar
Masa Tiga Kerajaan Besar ( 1500 – 1800 M ). Masa ini dibagi kedalam dua fase, yaitu fase kemajuan dan fase kemunduran.
1.    Fase Kemajuan ( 1500 – 1700 M )
Fase kemajuan ini merupakan kemajuan Islam II, Tiga kerajaan besar yang dimaksud adalah Kerajaan Utsmani di Turki, Kerajaan Syafawi di Persia, Dan Kerajaan Mughal di India.  Sultan Mahmud Al- Fatih ( 1451 – 1481 M ) dari kerajaan Utsmani  mengalahkan kerajaan Bizantium, dengan menduduki Istambul  pada tahun 1453 M. Masing – masing dari ketiga kerajaaan besar tersebut mempunyai masa kejayaan sendiri, terutama dalam bentuk Literatur dalam bahasa turki. Pada masa- masa sebelumnya , pengarang – pengarang Turki menulis dalam bahasa Persia.
Dalam bidang Arsitek , sultan – sultan mendirikan istana – istana, masjid, benteng,  dan sebagainya.  Diantara masjid – masjid yang terkenal ialah masjid Aya Sofia, yang pada mulanya   gereja, tetapi di ubah menjadi masjid. Dan masjid  Sulaimania di Istambul, masjid dalam bentuk arsitek Ottoman didirikan juga diluar daerah Turki seperti masjid Mukhamad Ali di kairo.
Di India, bahasa Urdu juga meningkat menjadi bahasa literatur  dan menggantikan bahasa persia, yang sebelumnya dipakai di kalangan istana sultan – sultan Delhi. Gedung – gedung bersejarah yang ditinggalkan periode ini, antara lain Taj mahal di Agra, Benteng Merah, Jama Masjid, istana – istana, dan gedung – gedung pemerintahan di Delhi. Sultan – sultan Dughal juga  ,  makam- makam yang indah. Persia juga mempunyai masjid – masjid indah yang didirikan pada periode ini, seperti masjid besar Isfahan.
Akan tetapi perhatian pada ilmu pengetahuan kurang sekali dan ilmu pengetahuan diseluruh duniapun memang merosot.  Kemajuan islam II ini lebih banyak merupakan kemajuan dalam lapangan politik dan jauh lebih kecil dari kemajuan islam I. Pad saat yang sama , barat mulai bangkit, terutama dalam terbukannya jalan ke pusat rempah – rempah dan bahan mentah di timur jauh, Melaului Afrika selatan dan dijumpainya Amerika oleh Colombus pada tahun 1492 M. Akan tetapi , sebagaimana diterangkan Mc Neill, dibandingkan kekuatan Eropa pada waktu itu, kekuatan islam masih lemah.
2.    Fase Kemunduran II ( 1700 – 1800 M )
Sesudah Sulaiman Al- Qanuni , kerajaan Utsmani tidak lagi mempunyai sultan – sultan kenamaan. Kerajaan ini mulai memasuki fase kemunduranya pada abad ke – 17 M. Pada masa ini , kekutan militer dan politik umat islam menurun. Dagang dan ekonomi umat islam , dengan hilangnya monopoli dagang antara timur dan barat dari tangan mereka jatuh. Ilmu pengetahuan di dunia islam dalam keadaan stagnasi. Tarikat- tarikat diliputi suasana khurafat dan superstisi. Umat isalam dipengaruhi oleh sikap Vatalistis. Dunia islam dalam keadaan mundur dan statis.
Pada masa ini, Eropa dengan kekayaan- kekayaan yang diangkut dari Amerika laba yang timbul dari dagang langsung dengan Timur jauh bertambah kaya dan maju. Penetrasi Barat , yang kekuatanya bertambah besar, ke dunia islam yang di dudukinya , makin lama bertambah mendalam. Akhirnya pada tahun 1798 M, Napoleon menduduki Mesir, sebagai salahsatu pusat islam yang terpenting. Jatuhnya  pusat islam ini ke tangan barat, menginsyafkan dunia islam akan kelemahanya dan menyadarkan umat islam bahwa dibarat telah muncul  peradaban yang lebih tinggi dari pada peradaban islam dan merupakan ancaman  bagi kehidupan islam sendiri.
F.        Peradaban Islam Masa Modern(1800 M)
Periode ini merupakan zaman kebangkitan Islam.  Ekspedisi Napoleon di mesir yang berakhir pada tahun 1801 M, membuka mata dunia islam terutama Turki dan Mesir, akan kemunduran dan kelemahan umat islam di samping kemajuan dan kekuatan barat . Raja dan pemuka – pemuka islam mulai berfikir dan mencari jalan untuk menegembalikan balance of power , yang telah pincang dan membahayakan islam.
Kontak islam dengan barat sekarang berlainan sekali dengan kontak islam barat periodde klasik.  Sekarang islam sedang dalam kegelapan dan barat sedang menaik. Kini islam ingin belajar dari barat.
Dengan demikian timbulah apa yang dimaksud  pemikiran dan aliran pembaharuan atau modernisasi dalam islam.Pemuka – pemuka islam mulai memikirkan bagaimana caranya membuat islam lebih maju. Ide- ide baru yang diperkenalkan Naopleon dimesir adalah : Pertama, sistem negara republik yang kepala negaranya di pilih untuk jangka waktu tertentu, kedua persamaan dan terakhir kebangsaan.
Sejarah Peradaban Islam yaitu kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang di hasilkan dalam satu periode kekuasaan islam mulai dari periode nabi Muhammad Saw sampai perkembangan kekuasaan islam sekarang. Penemuan Masaru Emoto dari Universitas Yokohama, menemukan bukti bahwa air memiliki kehidupan dan bisa merespon atas rangsangan yang diberikan padanya. Hal ini merupakan bukti dari ayat Al Qur’an, Al Anbiya : 30
óOs9urr&ttƒtûïÏ%©!$#(#ÿrãxÿx.¨br&ÏNºuq»yJ¡¡9$#uÚöF{$#ur$tFtR%Ÿ2$Z)ø?u$yJßg»oYø)tFxÿsù($oYù=yèy_urz`ÏBÏä!$yJø9$#¨@ä.>äóÓx«@cÓyr(Ÿxsùr&tbqãZÏB÷sãƒÇÌÉÈ



Artinya :
Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?
“Dan ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an sebagai sumber sejarah perkembangan islam sebagai ilmu pengetahuan.
Ilmu pengetahuan adalah sumber kejayaan dan kemuliaan sebuah umat. Tanpa memiliki ilmu pengetahuan, maka sebuah umat akan hidup dalam sebuah masa yang dipenuhi kegelapan tanpa ada perkembangan dalam kehidupannya.Bahkan banyak sejarawan barat yang mengakui tentang sejarah peradaban Islam sebagai ilmu pengetahuan.
Timbulah gerakan pembaharuan yang dilakaukan diberbagai negara, terutama Turki  Utsmani dan Mesir. Para pembaharu di Turki melahirkan berbagai  aliran pembaharuan : Utsmani Muda yang dipelapori oleh Ziya Pasya ( 1825- 1880 M ) Dan Namik Kemal ( 1840 -1888 M ), Turki Muda  yang dimotori oleh Ahmed Reza  ( 1859 -1931 ), Mehmed  ( 1853 -1912 M ), dan Sabahudin ( 1877-1948 M ).
Disamping itu juga ada pembaharu lain, yaitu aliran barat yang dimotori oleh Twfik Fikret ( 1867-1951 M ), Aliran islam  yang  dimotori oleh Mehmed Akif ( 1870- 1936 M ), Dan aliran – aliran nasionalis yang dimotori oleh Zia Gokalp ( 1875-1924 M ). Di Mesir, pembaharuan digagas oleh para pembaharu, diantaranya Rifa’ah Badawi Rafi’ Ath -Thahthawi ( 1801 -1873 ),Jamaludi Afgani ( 1839 -1897 ), Mukhamad  Abduh ( 1849 – 1905 )dan Rasyid Ridha ( 1865-1935  ).







BAB III
PENUTUP
A.       Kesimpulan
Sejarah berasal dari bahasa arab “syajaratun” , artinya pohon. Secara sistematik, sejarah sama seperti pohon yang mempunyai cabang dan ranting, bermula dari bibit, kemudian tumbuh dan berkembang, lalu layu dan tumbang. Sejarah dalam dunia barat disebut “histoire” (Perancis), historie ( Belanda ), dan history ( Inggris ), berasal dari Yunani, istoria yang berarti ilmu.
Sedangkan Periodisasi peradaban Islam merupakan ciri bagi ilmu sejarah yang mengkaji peristiwa dalam konteks waktu dan tempat dengan tolak ukur yang bermacam-macam. Menurut Prof. Dr. H.N. Shiddiqi, ada beberapa pendapat lain yaitu tolak ukurnya adalah sistem politik, hal ini biasanya digunakan pada sejarah konvensional. Tolak ukurnya pada persoalan ekonomi (maju mundurnya ekonomi) dalam sebuh negara. Peradaban dan kebudayaan suatu bangsa adalah  pada masuk dan berkembangnya suatu agama.
Jadi, periodisasi peradaban islam adalah ilmu sejarah atau pembabakan sejarah yang mengkaji perkembangan peradaban Islam dalam konteks dan tempat dengan tolak ukur tertentu.
Fase kenabian Nabi Muhammad dimulai ketika beliau bertahannus atau menyepi di Gua Hira, sebagai imbas keprihatinan beliau melihat keadaan bangsa Arab yang menyembah berhala. Di tempat inilah beliau menerima wahyu yang pertama, yang berupa surat Al-‘Alaq 1-5. Dengan wahyu yang pertama ini, maka beliau telah diangkat menjadi Nabi, utusan Allah.










DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, A. (1996). Studi Agama Normativitas atau Historisitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ampel, M. I. (2011). Pengantar Studi Islam. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press.
Mudzar, A. (1998). Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek. Yogyakarta: pustaka Pelajar.
Nata, A. (2003). Metodologi Studi Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
S.J, F. (2008). Pasang Surut Peradaban Islam dalam Lintasan Sejarah. Malang: UIN-Malang Press.
Supriyadi, D. (2008,cet X). Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV Pustaka Setia.
Yatim, B. (2008). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.



No comments:

Post a Comment