1

loading...

Thursday, October 31, 2019

MAKALAH ETIKA GURU "KOMPETENSI GURU"


MAKALAH ETIKA GURU "KOMPETENSI GURU"

A.  PEMBAHASAN
             a)      36 LANGKAH BELAJAR MENGAJAR EMOSIONAL QUESTION CARA NABI MUHAMMAD SAW
            Perubahan keadaan manusia dan dunia yang telah diwujudkan oleh Nabi Muhammad saw menjadi objek studi dan penelitian dari para cendekiawan dan para pakar yang memiliki perhatian khusus dalam membangun peradaban dan sejarah bangsa-bangsa sepanjang masa. Mereka bukan hanya dari orang-orang Islam yang memang sedari awal telah menyadari pentingnya mengkaji pribadi sukses dan mulia sang Nabinya, tetapi juga berasal dari para pemeluk agama lain dari semua jenis aliran pemikiran dan kewarganegaraan di muka bumi. Mereka mengakui bahwa capain dari pendidikan dan pengajaran Nabi Muhammad saw merupakan fakta perubahan terbesar yang dicapai dalam sejarah peradaban manusia.[1]
            Dengan melihat keberhasilan Nabi Muhammad saw sebagai seorang pendidik dan pengajar yang sukses, seharusnya umat Muslim khususnya umat Muslim di Indonesia dapat menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai guru besar dalam membangun kualitas pendidikan. Sehingga dengan berpedoman pada ajaran Nabi Muhammad saw yang telah terbukti hasil gemilangnya dalam kancah pendidikan, diharapkan dapat melahirkan sebuah generasi yang berilmu, berintelektual dan berakhlak, dan bermoral Islami.
            Dengan melihat kenyataan pada kondisi pendidikan di Indonesia baik dari segi sistem pendidikan, kualitas para pendidik, proses belajar mengajar, dan hasil dari proses pendidikan itu sendiri masih banyak menimbulkan masalah. Misalnya masih banyak guru yang kurang profesional dalam mendidik dan mengajar, tidak meratanya pendidikan, tujuan pendidikan yang lebih mementingkan kecerdasan rasio, dan lain sebagainya. Sehingga perlu dikaji ulang tentang proses pelaksanaan pendidikan tersebut agar tercapai tujuan pendidikan itu.
1.      Mengharap ridha Allah ( Karakterristik)
   Ilmu dan amal yang ikhlas semata untuk Allah. Banyaknya ilmu yang berguna dan bermanfaat bagi umat bisa hilang begitusaja dikarenakan tidak ada keikhlasan pada diri seorang guru, tidak berjalan di atas jalan yang benar, serta tidak benar-benar bertujuan memberikan manfaat bagi saudaranya. Tujuan mereka lebih cenderung berorientasi pada pangkat dan jabatan.
2.      Jujur dan Amanah
a.    Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya. Apa yang diucapkan memang itulah yang sesungguhnya dan apa yang diperbuat itulah yang sebenarnya.[2] Kejujuran sangat erat kaitannya dengan hati nurani. Kata hati nurani adalah sesuatu yang murni dan suci. Hati nurani selalu mengajak kita kepada kebaikan dan kejujuran. Namun, kadang, kita enggan mengikuti hati nurani. Bila kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai hati nurani, maka itulah yang disebut dusta. Apabila kita katakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, itulah yang dinamakan bohong. Dusta atau bohong merupakan lawan kata jujur.
     Jujur itu penting. Berani jujur itu hebat. Sebagai makhluk sosial, kita memerlukan kehidupan yang harmonis, baik, dan seimbang. Agar tidak ada yang dirugikan, dizalimi dan dicurangi, kita harus jujur. Jadi, untuk kehidupan yang lebih baik kuncinya adalah kejujuran. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi.
b.    Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya). Amanah juga berarti pesan yang dititipkan dapat disampaikan kepada orang yang berhak. Amanah yang wajib ditunaikan oleh setiap orang adalah hak-hak Allah Swt., seperti salat , zakat, puasa, berbuat baik kepada sesama, dan yang lainnya.
          Amanah berkaitan erat dengan tanggung jawab. Orang yang menjaga amanahbiasanya disebut orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang yang tidak menjagaamanah disebut orang yang tidak bertanggung jawab.
           Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menjaga amanah itu penting. Kalau kalian setuju dengan pernyataan ini, mulai sekarang kalian harus berlatih untuk menjagaamanah. Kalian harus berlatih untuk bertanggung jawab. Untuk berlatih tidak sulit. Mulailah dari menjaga amanah yang kecil-kecil, seperti bertanggung jawab saat piket kebersihan. Kalian belajar dan sekolah dengan sungguh-sungguh. Itu juga bagian dari menjaga amanah. Melaksanakan ibadah salat juga bagian dari menjaga amanah dari Allah Swt.
          Ternyata, tanpa disadari kalian sudah mulai berlatih menjaga amanah. Siapa tahu kelak di antara kalian ada yang mendapat amanah untuk menjadi seorang pemimpin. Jika kalian berlatih mulai dari sekarang, pada saat menjadi pemimpin tentu tidak sulit untuk menjaga amanah.
 3.      Komitmen dalam ucapan dan tindakan
a)    Kenapa kamu menggembor-gemborkan kewajiban, mendorong untuk melakukannya, tetapi ketika hal itu wajib bagimu, kamu malah tidak melakukannya. Kenapa juga kamu melarang-larang keburukan, tetapi ketika hal itu tidak boleh bagimu, kamu malah melakukannya.  Jadi, sepantasnyalah bagi seseorang yang menyuruh kepada kebajikan untuk lebih dulu memberi contoh dan bagi seseorang yang melarang untuk keburukan, untuk lebih dahulu menghindarinya. 
b)   Ucapan dan tindakan yang kompatibel lebih cepat direspek oleh murid daripada ucapan dan tindakan yang konfrontatif. Seorang guru sangatlah dibutuhkan untuk menuntun jalan kehidupan, karena memang seorang guru adalah suri tauladan yang pantas ditiru. Darinya pula murid mendapat akhlak, adab, dan keilmuannya. Kewajiban guru adalah bertakwa kepada Allah, karena dipundaknya terpikul amanat yang berat yaitu memberi materi pelajaran yang berguna bagi muridnya dan memberikan contoh tindakan yang sesuai dengan ucapannya, sehingga ilmu yang dipelajari dari guru dapat melekat erat dalam diri murid.
4.      Adil dan Amanah
a.    Adil artinya meletakkan sesuatu pada tempatnya. Maksudnya ialah tidak memihak antara yang satu dengan yang lain. Menurut istilah, adil adalah menetapkan suatu kebenaran terhadap dua masalah atau beberapa masalah, untuk dipecahkan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh agama.
b.    artinya bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Karena itulah Nabi Muhammad SAW oleh penduduk Mekkah diberi gelar “Al-Amin” yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi.
5.      Berakhlakkul karimah
 istilah dari akhlak asalnya dari bahasa arab yang artinya adalah budi pekerti, tingkah laku atau tabiat, perangai, serta kebiasaan. Sementara karimah ialah artinya mulia, terpuji, dan baik. Maka yang dimaksud dari akhlaqul karimah adalah budi pekerti maupun sebuah [3] perangai yang mulia. Sebuah akhlak ini memiliki tujuan supaya setiap orang akan bertingkah laku maupun bertabiat sesuai pada adat istiadatnya yang baik serta sesuai dalam ajaran agama Islam.
6.      Rendah Hati
adalah orang yang memiliki sifat baik hati, suka menolong dan juga peduli terhadap sesamanya. Ungkapan rendah hatibiasanya merujuk pada sifat seseorang. rendah hatiberlawanan dengan idiom besar kepala yang memilikiarti angkuh dan sombong.
7.      Berani
Mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dsb.; tidak takut (gentar, kecut): Kita harus berani mempertahankan kebenaran
8.      Menciptakan suasa keakraban
Rasa senang dalam belajar adalah masalah suasana hati. Ini diperoleh melalui perlakukan guru dan orang tua melalui dorongan dan motivasi mereka. Sebenarnya yang diperlukan oleh siswa dalam belajar adalah rasa percaya diri. Maka tugas orang tua dan guru tentu saja menumbuhkan rasa percaya diri mereka.. Dari pengalaman hidup, kita sering menemukan begitu banyak anak yang ragu-ragu atas apa yang mereka pelajari, sehingga mereka perlu didorong dan diberi semangat lewat kata – kata dan perlakuan.
Jika anak merasa kurang percaya diri, maka anak perlu dibantu. Coba menemukan hal hal positif pada dirinya dan pujilah dia agar rasa percaya dirinya bisa datang. Komentar -komentar positif dapat membangkitkan percaya diri mereka. Orang belajar memang tergantung pada faktor fisik (suasana lingkungan), faktor emosional (suasana hati) dan faktor sosiologi atau lingkungan teman, guru, orang tua dan budaya sekitar.
Rasa senang dalam belajar dapat tercipta jika terjalin keakraban antara guru dan siswa. Keakraban antara guru dan siswa sangat menentukan keberhasilan belajar bagi siswa. Jika hal ini terjalin suasana belajar akan lebih santai, lebih bisa mengungkapkan idenya sehingga lebih kreatif, anak akan lebih termotivasi ikut belajar sehingga siswa akan lebih mudah menangkap pelajaran. Anak tidak akan merasa sungkan bertanya jika mereka tidak mengerti karena salah satu jalan membuat siswa cepat mengerti adalah dengan cara bertanya.
Menciptakan suasana akrab dengan siswa bukanlah hal yang sulit. Guru perlu menciptakan suasana bahwa pada saat belajar, guru dan siswa sedang belajar. Bahwa pada saat itu mereka juga didengar ide, pendapat dan kreatifitasnya, guru akan menjadi pengarah dan fasilitator mereka dalam belajar. Dan guru perlu bersikap adil terhadap siapapun, artinya siswa perlu diperhatikan sesuai porsinya. Misalnya anak yang pintar perlu diarahkan untuk lebih memperhatikan temannya yang kurang pintar. Anak yang nakal perlu diaktifkan untuk lebih berperan dalam proses belajar misalnya dengan menunjuk anak tersebut untuk membantu menertibkan teman – temannya. Guru menegur dan marah juga harus pada tempatnya dan ada alasannya. Dan salah satu cara untuk menciptakan suasana akrab dengan anak adalah berusaha untuk mengenal mereka satu persatu.
9.      Sabar dan mengendalikan nafsu
Hawa nafsu mengandung aspek positif. Dia mendorong manusia berbuat terbaik: misalnya berkeluarga untuk meneruskan keturunan, mencapai prestasi maksimal dalam berbagai lapangan kehidupan. Dengan bimbingan akal dan kalbunya, manusia dapat menjadi lebih unggul daripada malaikat yang tidak memiliki hawa nafsu yang dapat menggodanya.
10.  Baik dalam tutur kata
Merupakan suatu kaidah normatif penggunaan bahasa yang menjadi pedoman umum yang disepakati oleh masyarakat pengguna bahasa bahwa cara yang demikian itu diakui sebagai bahasa yang sopan, hormat, dan sesuai dengan tata nilai yang berlaku dalam masyarakat. Seseorang yang terampil berbicara pasti mempertimbangkan apa yang akan dikatakan sebelum berbicara. Tidaklah salah jika pepatah mengatakan bahwa bahasa adalah cermin pribadi seseorang. Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa kepribadian seseorang dapat dinilai dari tutur katanya dalam berbahasa. Bagi orang banyak, tutur kata yang baik, lemah-lembut, sopan-santun, akan mencitrakan seseorang sebagai pribadi yang baik dan berbudi pekerti luhur. Sebaliknya, tutur kata yang kasar dan buruk akan menimbulkan citra buruk pula pada pribadi orang tersebut. Atas dasar hal itu, etika tutur bahasa Indonesia memiliki peranan penting dalam pembelajaran di sekolah yang juga memberi kontribusi pada kurikulum pendidikan karakter siswa.
11.  Tidak Egois
Egois merupakan sifat tercela yang harus dijauhi oleh setiap manusia. Egois adalah sifat yang menilai sesuatu hal berdasarkan kepentingan dirinya sendiri sehingga tidak memikirkan atau menanggapi kepentingan orang lain. Lebih tepatnya hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak menghiraukan orang lain, tidak menerima pendapat orang lain serta tidak menerima saran dan kritik orang lain. Rasulullah Saw bersabda :
إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ بِنَفْسِكَ
Artinya : “Jika engkau melihat kikir ditaati, hawa nafsu diikuti, dan  kekaguman pemilik pendapat, jagalah dirimu.” (HR Abu Daud)
Sebagai umat Islam, kita harus menjauhi sifat egois. hal ini karena sifat egois akan merugikan diri sendiri dan juga merugikan orang lain, bahkan lingkungan sekitar.
12.  Penanaman Aqidah (Kewajiban pdd)
Inilah yang pertama harus dilakukan oleh Orang Tua terhadap anaknya; yaitu menanamkan keyakinan bahwa Allah itu Maha Esa dan memiliki sifat-sifat yang mulia (Asmaul Husna). Hal ini pernah di contohkan oleh Lukmannul Hakim dan di abadikan dalam Al-Qur’an:
“dan (ingatlah) ketika Lukmanul Hakim berkata kepada anaknya, “Hai anakku janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu adalah benar-benar kedzoliman yang besar” (Qs. Lukman: 13).
Beriktu ini langkah langkah praktis atau contoh-contoh ketika mananamkan Tauhid dan Aqidah terhadap Anak:
a.         Menanamkan Tauhid ini bisa dimulai sejak anak dalam kandungan, yaitu dengan membiasakan anak (bayi) mendengarkan alunan Ayat-ayat suci Al-Qur’an, ceramah-ceramah agama kalimah-kalimah thoibiyah dan ucapan-ucapan yang sopan, santun serta lemah lembut.
b.        Setelah anak bisa bicara atau bercakap, ajarkanlah ia untuk bisa mengucapkan kata-kata Allah Bismillah, Alhamdulillah, Astagfirullah, dan sebagainya.
c.         Tegurlah dan berilah peringatan dengan segera apabila anak mengucapa kata-kata yang tidak baik.
d.         Jelaskan bahwa diri kita tumbuhan, hewan dan semua yang ada di dunia ini adalah ciptaan serta kepunyaan Allah yang Maha kuasa.
e.         Sampaikanlah kisah-kisah para nabi, rasul dan prang-orang yang saleh; baik secara lisan, atau bisa juga berupa buku-buku kisah yang bergambar (banyak tersedia di toko-toko buku), atau berupa VCD, jelaskanlah hikmah atau pelajaran yang bisa diambil dari tiap kisah tersebut.
f.Hindarkanlah anak dari cerita-cerita dan tontonan (film/sinetron) takhayul, khufarat dan bid’ah, misalnya cerita-cerita mengenai hantu, mistik, kesakitan, zodiac atau ramalan binatang, dan sebagainnya.
g.    Bawalah anak-anak ke tempat-tempat yang bisa memperkuat aqidah dan tauhid; misalnya ke masjid, madrasah, atau tempat-tempat rekreasi yang kondusif seperti taman, pegunungan, pantai, peneropongan bintang, museum, dan sejenisnnya. Beriah penjelasan kepada anak misalnnya betapa kuasannya Allah menciptakan tumbuhan-tumbuhan, binatang, gunung, lautan, bintang, matahari, bulan, dan sebagainnya. [4]
13.   Memberikan Tausiah
           Tidak sedikit urgensi nasehat dan bimbingan dalam pengajaran, maka jadikanlah nasehat sebagai sesuatu yang sangat signifikan. Nasehat merupakan ajuran syara', sebelum ia menjadi sebuah anjuran dalam pendidikan. Menuntun murid ke arah jalan yang benar, dan menyuruhnya berlaku baik, serta meluruskannya jika ia menyimpang dari jalan yang benar. Nasehat yang diberikan secara individu menjadi mudah diterima dan direspek oleh murid. 
14.  Ramah dalam mendidik
           Bersikap ramah terhadap murid yang bodoh (belum mengerti), dapat menjadikan ia kuat (tidak minder). Mengevaluasi kesalahan yang terjadi pada murid. Apakah kesalahan disebabkan oleh tidak mengetahui atau bukan. Cara mengobati kesalahan yang terjadi pada anak murid, yaitu dengan cara memanggilnya dan mengajarinya tentang apa yang harus dilakukan dan ditinggalkan serta akibatnya.

15.  Bijaksana dalam menuturkan Kejelekan
           Membicarakan kesalahan tidaklah untuk menyebutkan nama sang pelaku, tetapi sekedar peringatan dan menjelaskan kejelekan dari tindakan dan ucapan yang dilontarkan agar memahami kesalahan yang dilakukannya. Tidak menyebutkan nama ketika sedang membicarakan suatu kesalahan, meskipun pelaku telah diketahui oleh sebagian orang. Jika sang pelaku memang sengaja dan ia pun tahu, maka seorang guru harus berusaha mecari solusi yang lebih tepat untuk mendidik pelaku tersebut. Kebijaksanaan seorang guru tercermin, bagaimana ia mengobati suatu kesalahan dengan tanpa menyebutkan nama sang pelaku. 
16.  Mengucapkan salam sebelum dan sesudah
           Mengawali mengucapkan alam ketika bertemu dengan anak murid. Ucapan salam menjadi sebab untuk mendatangkan ampunan dari Allah serta memperbanyak amak kebaikan. Ucapan salam menjadi sebab tersebarnya kecintaan antara guru dan murid. Mengucapkan salam, ketika masuk menjumpai anak murid dan kelaur meninggalkannya. [5]

17.  Memberikan sangsi yang bijaksana
           Bertahap dalam memberlakukan sanksi terhadap murid yang melakukan kesalahan, serta tidak langsung memukul kecuali dalam kondisi yang mendesak. Tidak terlalu keras dan tidak mengena wajah. Tujuan memukul hanya sekedar memberi pelajaran dan bukan untuk melampiaskan api kemarahan atau dendam 
18.  Memberikan Penghargaan
           Sebuah hadiah besar pengaruhnya terhadap murid yaitu sebagai motivasi dan dorongan untuk lebih giat mencari ilmu. Menjadikan hadiah sekedar media dan bukan tujuan akhir. Hadiah doa merupakan hal yang terpuji. Apalagi doa itu sesuai dengan tindakan murid, maka hal itu justru lebih baik. Hadiah pujian kepada anak murid adalah metode yang bagus dan merupakan motivasi yang baik untuk menambah minat murid dalam mencari ilmu. 
B.  Kesimpulan
1.    Kesimpulan
     Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa seorang guru atau pendidik adalah orang yang mempunyai banyak ilmu dalam bidangnya, mau mengamalkan  ilmunya dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan dan menjadikan peserta didik menjadi lebih baik sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.
2.    Saran
     Mengajar merupakan bagian dari tugas keagamaan disamping juga tugas kemanusiaan yang harus diemban oleh siapapun, setiap muslim diberi tugas untuk menyampaikan ilmu walaupun hanya satu disiplin ilmu saja. Menjadi seorang guru atau pendidik yang profesional seharusnya mentaati semua kode etik yang ada dan  mempunyai kompetensi yang dapat di terapkan dalam standar nasional pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Husna Amalia. 2009. Fathanah (Cerdas). Jakarta Timur: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Sitiatava Rizema Putra. 2014. Prinsip Mengajar Berdasar Sifat-Sifat Nabi. Jogjakarta: Dsiva Press.
Bakri, Ahamad Abdurraziq. 2008. Tafsir Ath-Thabari, Jakarta: Pustaka Azzam
Hasan, Abdul Halim. 2006. Tafsir Al-Ahkam. Jakarta: Kencana
Abdul Hayyie al-Kattani dkk. 2002.Bagaimana Mencintai Rasulullah SAW,Jakarta: GEMA INSANI PRESS.

MAKALAH DIFABEL MACAM-MACAM KONSEP PARADIGMA ABK DAN LAYANAN PENDIDIKAN


MAKALAH DIFABEL MACAM-MACAM KONSEP PARADIGMA ABK DAN LAYANAN PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki arti yang lebih luas dibandingkan pengertian Anak Luar Biasa. ABK adalah anak yang dalam pendidikan memerlukan pelayanan yang spesifik, berbeda dengan anak pada umumnya. Anak berkebutuhan khusus ini mengalami hambatan dalam belajar dan perkembangan. Oleh karena itu memerlukan pelayanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan belajar masing-masing anak.
Secara umum rentangan anak berkebutuhan khusus meliputi dua kategori yaitu anak berkebutuhan khusus permanen, yaitu akibat dari kelainan tertentu, dan anak berkebutuhan khusus temporer, yaitu mereka yang mengalami hambatan dalam perkembangan dan belajar karena kondisi dan situasi lingkungan. Anak berkebutuhan khusus temporer apabila tidak mendapatkan intervensi yang tepat dan sesuai dengan hambatan belajarnya bisa menjadi permanen. Secara umum faktor yang menyebabkan hambatan belajar ada tiga, yaitu (1) faktor lingkungan (2) faktor internal/ diri sendiri (3) kombinasi diantara keduanya.
Berikut ini akan dibahas mengenai anak berkebutuhan khusus temporer dan anak berkebutuhan khusus permanen.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan ABK Temporer?
2.      Apakah yang dimaksud dengan ABK permanen?
3.      Apakah yang dimaksud dengan ABK CIBI(cerdas istimewa dan bakat istimewa)?
4.      Bagaimanakah pendidikan ABK di Negara maju dan berkembang?
C.    Tujuan
1.      Dapat mengerti yang dimaksud dengan ABK Temporer.
2.      Untuk mengetahui apa itu ABK permanen.
3.      Dapat mengetahui apa ABK CIBI.
4.      Dapat mengetahui bagaimana pendidikan ABK di Negara maju dan berkembang.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Anak Berkebutuhan Khusus Temporer
Anak berkebutuhan khusus yang bersifat sementara (temporer) adalah anak yang mengalami hambatan belajar dan hambatan perkembangan disebabkan oleh faktor-faktor eksternal. Misalnya anak yang yang mengalami gangguan emosi karena trauma akibat diperkosa sehingga anak ini tidak dapat belajar. Pengalaman traumatis seperti itu bersifat sementara tetapi apabila anak ini tidak memperoleh intervensi yang tepat boleh jadi akan menjadi permanen. Anak seperti ini memerlukan layanan pendidikan kebutuhan khusus, yaitu pendidikan yang disesuikan dengan hambatan yang dialaminya tetapi anak ini tidak perlu dilayani di sekolah khusus. Di sekolah biasa banyak anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus yang bersifat temporer, dan mereka memerlukan pendidikan yang disesuaikan yang disebut pendidikan skebutuhan khusus.
Contoh lain, anak baru masuk kelas I Sekolah Dasar yang mengalami kehidupan dua bahasa antara pada saat di rumah dan di sekolah. Hal ini dapat menyebabkan munculnya kesulitan dalam belajar membaca dalam bahasa Indonesia. Anak seperti ini dapat dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus sementara (temporer). Oleh karena itu ia memerlukan layanan pendidikan yang disesuikan. Apabila hambatan belajar membaca seperti itu tidak mendapatkan intervensi yang tepat boleh jadi anak ini akan menjadi anak berkebutuhan khusus permanen. Anak akan sulit memahami dan membedakan bahasa yang ia pelajari. Ini akan menyebabkan anak berkesulitan dalam berbahasa dengan sifat permanen.
B.     Anak Berkebutuhan Khusus Permanen
Anak berkebutuhan khusus yang bersifat permanen adalah anak-anak yang mengalami hambatan belajar dan hambatan perkembangan yang bersifat internal dan akibat langsung dari kondisi kecacatan, yaitu seperti anak yang kehilangan fungsi penglihatan, pendengaran, gannguan perkembangan kecerdasan dan kognisi, gangguan gerak (motorik), gangguan iteraksi-komunikasi, gangguan emosi, sosial dan tingkah laku. Dengan kata lain anak berkebutuhan khusus yang bersifat permanent sama artinya dengan anak penyandang kecacatan. Anak berkebutuhan khusus permanen meliputi:

1.      Anak dengan Gangguan Penglihatan (Tunanetra)
Secara umum tunanetra dikelompokkan menjadi buta dan kurang lihat. Sebagian ahli mengelompokkannya menjadi kurang lihat (low vision), buta (blind), dan buta total (totally blind). Anak yang memiliki kerusakan ringan pada penglihatannya (seperti myopia dan hypermetropia ringan) masih dapat dikoreksi dengan bantuan kacamata dan bisa mengikuti pendidikan seperti anak lainnya, sehingga tidak dikelompokkan pada tunanetra.
2.      Anak dengan Gangguan Pendengaran dan / Wicara (Tunarungu)
Anak dengan gangguan pendengaran sering disebut tunarungu. Istilah tunarungu dirasa lebih halus daripada tuli. Klasifikasi tunarungu:
a.    Berdasarkan tingkat kehilangan pendengaran, ketunarunguan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1)   Tunarungu ringan (mild hearing loss) anatara 27-40 dB.
Siswa yang mengalami kondisi ini sulit mendengar suara yang jauh sehingga membutuhkan tempat duduk yang strategis.
2)      Tunarungu sedang (moderate hearing loss) anatara 41-55 dB.
Ia dapat mengerti percakapan dari jarak 3-5 feet secara berhadapan (face to face), tetapi tidak dapat mengikuti diskusi kelas. Ia membutuhkan alat bantu dengar serta terapi bicara.
3)      Tunarungu agak berat (moderately severe hearing loss) antara 56-70dB. Ia hanya dapat mendengar suara dari jarak dekat sehingga ia perlu menggunakan hearing aid.
4)      Tunarungu berat (severe hearing loss) antara 71-90dB.
Ia hanya dapat mendengar suara – suara yang keras dari jarak dekat. Siswa tersebut membutuhkan pendidikan khusus secara intensif, alat bantu dengar, serta latihan untuk mengembangkan kemampuan bicara dan bahasanya.
5)      Tunarungu berat sekali (profound hearing loss)
Pada kondisi ini mengalami kehilangan pendengaran lebih dari 90dB. Mungkin ia masih mendengar suara yang keras, tetapi ia lebih menyadari suara melalui getarannya (vibrations) daripada pola suara.
3.      Anak dengan Kelainan Kecerdasan di bawah Rata-rata (Tunagrahita)
Anak dengan kelainan kecerdasan di bawah rata – rata sering disebut dengan istilah tunagrahita. Klasifikasi tunagrahita yang dikemukakan oleh AAMD (Halaman, 1982:43) sebagai berikut:
a.    Mild mental retardation (tunagrahita IQ-nya 70 – 55 ringan)
b.    Moderate mental retardation (tunagrahita IQ-nya 55 – 40 sedang)
c.    Severe mental retardation (tunagrahita IQ-nya 40 – 25 berat)
d.   Profound mental retardation (tunagrahita IQ-nya 25 ke bawah) (sangat berat).
4.      Anak dengan gangguan anggota gerak (tunadaksa).
Tunadaksa adalah anak yang mengalami kelainan atau cacat yang menetap pada anggota gerak (tulang, sendi, otot). Pengertian anak Tunadaksa bisa dilihat dari segi fungsi fisiknya dan dari segi anatominya. Dari segi fungsi fisik, tunadaksa diartikan sebagai seseorang yang fisik dan kesehatanya terganggu sehingga mengalami kelainan di dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Ciri-ciri anak tunadaksa dapat dilukiskan sebagai berikut:
a.       Jari tangan kaku dan tidak dapat mengenggam.
b.      Ada bagian anggota gerak yang tidak sempurna/lebih kecil dari biasa.
c.       Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna, tidak lentur, bergetar)
d.      Terdapat cacat pada anggota gerak
e.       Anggota gerak layu, kaku, lemah/
5.      Anak Tunalaras (anak yang mengalami gangguan emosi dan prilaku).
Anak Tunalaras (anak yang mengalami gangguan emosi dan prilaku) memiliki ciri-ciri, diantaranya:
a.       Cenderung membangkang.
b.      Mudah terangsang emosinya/emosional/mudah marah.
c.       Sering melakukan tindakan agresif, merusak, mengganggu.
d.      Sering bertindak melanggar norma sosial/norma susila/hukum.
e.       Cenderung prestasi belajar dan motivasi rendah, sering bolos, jarang masuk sekolah.
6.      Anak Dengan Kesulitan Belajar Spesifik (specific learning disability)
Menurut Federal law atau hukum federal (IDEA, 1997): Istilah “kesulitan belajar spesifik” menerangkan semua anak yang mengalami gangguan pada satu atau lebih proses psikologis dasar yang melibatkan pemahaman atau penggunaan bahasa, lisan atau tulisan dimana gangguan yang terjadi dapat termanifestasikan menjadi kemampuan yang tidak sempurna untuk mendengar, berpikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja, atau mengerjakan perhitungan matematika. Menurut Association for Children and Adult with Learning Disability (ACALD) “Kesulitan belajar spesifik” adalah suatu kondisi kronis yang diduga bersumber dari faktor neurologis yang secara selektif mengganggu perkembangan, integrasi dan /atau kemampuan verbal dan/atau non verbal.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar spesifik meupakan kelainan sistem saraf yang dialami oleh seseorang yang mengakibatkan pola pertumbuhan yang tidak seimbang dan kelemahan pada proses syaraf, sehingga akan mengakibatkan seseorang kesulitan dalam menyelesaikan tugas akademik dan pembelajaran. Kesulitan-kesulitan tersbut seperti kesulitan berfikir, membaca, berhitung, berbicara.
7.      Anak Lamban Belajar (slow learner)
Anak lamban belajar adalah anak yang mengalami hambatan atau keterlambatan dalam perkembangan mental (fungsi intelektual di bawah teman-teman seusianya) disertai ketidakmampuan untuk belajar dan  menyesuaikan diri, sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Masalah-masalah yang mungkin bisa jadi penyebab anak lamban belajar antara lain karena masalah tingkat konsentrasinya yang rendah, daya ingat yang lemah, kognisi, serta masalah sosial dan emosional.
8.      Anak Autis
Autisme adalah gangguan yang parah pada kemampuan komunikasi yang berkepanjangan yang tampak pada usia tiga tahun pertama, ketidakmampuan berkomunikasi ini diduga mengakibatkan anak penyandang autis menyendiri dan tidak ada respon terhadap orang lain (Sarwindah, 2002). Yuniar (2002) menambahkan bahwa Autisme adalah gangguan perkembangan yang komplek, mempengaruhi perilaku, dengan akibat kekurangan kemampuan komunikasi, hubungan sosial dan emosional dengan orang lain, sehingga sulit untuk mempunyai ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat.
Jadi dapat disimpulkan definisi autisme adalah gejala menutup diri sendiri secara total, dan tidak mau berhubungan lagi dengan dunia luar, merupakan gangguan perkembangan yang komplek, mempengaruhi perilaku, dengan akibat kekurangan kemampuan komunikasi, hubungan sosial dan emosional dengan orang lain dan tidak tergantung dari ras, suku, strata-ekonomi, strata sosial, tingkat pendidikan, geografis tempat tinggal, maupun jenis makanan.
.     Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut Sindrom Kanner. Ciri yang menonjol pada sindrom Kanner antara lain ekspresi wajah yang kosong seolah-olah sedang melamun, kehilangan pikiran dan sulit sekali bagi orang lain untuk menarik perhatian mereka atau mengajak mereka berkomunikasi. Gejala-gejala anak autis tampak sejak lahir, biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.
Berikut beberapa gejala-gejala anak autis:
a.    Tidak bermain dengan teman sebaya dengan cara yang sesuai
b.    Terlambat bicara/tak bisa bicara tanpa kompensasi penggunaan isyarat
c.    Penggunaan bahasa yang berulang
d.   Minat yang terbatas dan abnormal dalam intensitas dan fokus
e.    Sensitifitas berlebihan /kurang sensitif
f.     Terdapat bakat-bakat dibidang membaca, aritmatika, menggambar, mengeja, olahraga, komputer
C.    Pengertian Anak Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI)
Anak yang memiliki potensi kecerdasan dan  bakat istimewa (gifted) adalah anak yang secara significant  mempunyai IQ 140 atau lebih, potensi diatas rata-rata dalam bidang kemampuan umum, akademik khusus, kreativitas, kepemimpinan, seni dan  olahraga. Anak berkebutuhan khusus atau gifted adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidak mampuan mental, emosi atau fisik. Anak Cerdas Istimewa Bakat istimewa adalah anak yang memiliki kemampuan   intelektual tinggi (gifted) serta menunjukan penonjolan kecakapan khusus yang bidangnya berbeda-beda antara anak satu dengan anak yang lain (talented)
            “Anak berbakat merupakan satu interaksi di antara tiga sifat dasar manusia yang menyatu ikatan terdiri dari kemampuan umum dengan tingkatnya di atas kemampuan rata-rata, komitmen yang tinggi terhadap tugas-tugas dan kreativitas yang tinggi. Anak berbakat ialah anak yang memiliki kecakapan dalam mengembangkan gabungan ketiga sifat ini dan mengaplikasikan dalam setiap tindakan yang bernilai” Ciri-ciri anak cerdas istimewa dan bakat istimewa : seorang anak cerdas istimewa dapat mempunyai beberapa dari ciri-ciri berikut ini:
1.      Sangat peka dan waspada.
2.      Belajar dengan mudah dan cepat.
3.      Mampu berkonsentrasi
4.      Sangat logis
5.      Cepat berespon secara verbal dengan tepat
6.      Lancar berbahasa
7.      Mempunyai daya ingat yang baik
8.      Mempunyai pengetahuan umum yang luas
9.      Mempunyai minat yang luas dan mendalam
10.  Memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap ilmu pengetahuan
11.  Cermat atau teliti dalam mengamati.
12.  Kemampuan membaca yang baik.
13.  Lebih menyukai kegiatan verbal daripada kegiatan tertulis.
14.  Mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah dengan sangat cepat.
15.  Memiliki kemampuan memikirkan beberapa macam pemecahan masalah.
16.  Menunjukkan cara pemecahan masalah yang tidak lazim.
17.  Mempunyai pendapat dan pandangan yang sangat kuat terhadap suatu hal.
18.  Mempunyai rasa humor.
19.  Mempunyai daya imajinasi yang hidup dan orisinil
20.  Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa)
21.  Mempunyai tujuan yang jelas dalam tiap kegiatan atau perbuatannya
22.  Tidak memerlukan dorongan (motivasi) dari luar
23.  Tertarik pada topik-topik yang berkaitan dengan anak-anak yang berusia lebih tua darinya
24.  Dapat berkomunikasi dengan baik dengan orang dewasa, bahkan lebih baik daripada jika berkomunikasi dengan anak sebayanya
25.  Bisa belajar sendiri dalam bidang-bidang yang diminati
26.  Berfokus pada minatnya sendiri, bukan pada apa yang diajarkan
27.  Mempunyai keterampilan social.
28.  Mudah bosan pada hal-hal yang dianggapnya rutin
29.  Menunjukkan kepemimpinan yang tinggi
30.  Kadang-kadang tingkah lakunya tidak disukai orang lain.
Penyebab anak memiliki cerdas istimewa dan bakat istimewa :
a.       Hereditas
Hereditas adalah faktor yang diwariskan dari orang tua atau keturunan meliputi kecerdasan, kreatif produktif, kemampuan memimpin, kemampuan seni dan psikomotor. Dalam diri seseorang telah ditentukan adanya faktor bawaan yang ada setiap orang, dan bakat bawaan tersebut juga berbeda setiap orangnya. Namun U. Branfenbrenner dan Scarr Salaptek menyatakan secara tegas bahwa sekarang tidak ada kesangsian mengenai faktor genetika mempunyai andil yang besar terhadap kemampuan mental seseorang.
b.      Lingkungan
Lingkungan mempunyai peran yang sangat besar dalam mempengaruhi keberbakatan seorang anak. Walaupun seorang anak mempunyai bakat yang tinggi terhadap suatu bidang, tanpa adanya dukungan dan perhatian dari lingkungannya seperti, masyarakat tempat dia bersosialisasi, keluarga tempat ia menjalani kehidupan berkeluarga, tempat dia menjalani kehidupan dan mengembangkan keberbakatan itu dapat membantunya dalam mencapai ataupun memaksimalkan bakatnya tersebut.
D.    Pendidikan defabel di Negara maju
1.         Fasilitas prima
Hal paling menonjol dari pelaksanaan sistem jaminan sosial bagi difabel di negara maju seperti Jerman adalah aksesibilitas fasilitas publik. Meski tak semua kategori cacat fisik dapat terakomodasi, tetapi hampir semua infrastruktur publik di Jerman menyediakan aksesibilitas bagi difabel. Sarana transportasi umum, misalnya, pintu bus atau kereta dibuat lebar dan sejajar halte, ini memudahkan kursi roda masuk. Di dalam kereta terdapat tulisan imbauan untuk mengutamakan tempat duduk bagi difabel dan pemberitahuan suara menjelang setiap pemberhentian kereta. Pemerintah Jerman juga membebaskan biaya sekolah anak-anak berkebutuhan khusus. Fasilitas sekolahnya pun asyik. Foerderschule, sekolah khusus anak-anak penyandang cacat fisik di Cologne, misalnya, menyediakan mobil antar-jemput, makan siang, dokter anak, ahli gizi, serta fasilitas terapi dan olahraga bagi murid.
2.         Stigma dan keterbatasan
Serupa dengan yang dihadapi difabel di Indonesia, para difabel di Jerman juga bermasalah dengan stigma dan kesulitan akses lapangan kerja. Menurut Prof Mathilde Niehaus dari Unit of Labour and Vocational Rehabilitation Universitas Cologne, Pemerintah Jerman sudah menetapkan peraturan bahwa setiap perusahaan harus menyediakan kuota bagi tenaga kerja difabel. Bahkan sanksi berupa denda akan dikenakan jika perusahaan tak memenuhi kuota itu
3.         Dari dan untuk difabel
Model konseling ini unik karena baik pemberi maupun peserta konseling adalah difabel. Peer-counseling khususnya ditujukan bagi difabel yang memasuki usia nonproduktif, untuk proses penyesuaian diri yang berkelanjutan. Masih dengan konsep dari ”difabel untuk difabel”, ZSL menerbitkan buku city guide Kota Cologne. Buku ini berisi panduan tempat dan sarana transportasi yang aksesibel sesuai dengan kategori cacat tubuh di Cologne. Harapan ZSL, buku ini bisa meningkatkan kemampuan difabel untuk ”berdiri sendiri”.
4.         Pertukaran kebudayaan
Selain kegiatan akademis dan observasi lapangan, DAAD pun menjadwalkan kegiatan kultural untuk memperkenalkan budaya dan kehidupan sosial Jerman kepada peserta Study Visit.
E.     Pendidikan ABK di Negara Berkembang
Kita lihat contoh di yang dekat saja yaitu Negara kita Indonesia, Tujuh tahun setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah RI mengundang-undangkan yang pertama mengenai pendidikan. Mengenai anak- anak yang mempunyai kelainan fisik atau mental , undang – undang itu menyebutkan pendidikan dan pengajaran luar biasa diberikan dengan khusus untuk mereka yang membutuhkan ( pasal 6 ayat 2 ) dan untuk itu anak –anak tersebut ( pasal 8) yang mengatakan semua anak – anak yang sudah berumur 6 tahun dan 8 tahun berhak dan diwajibkan belajar disekolah sedikitnya 6 tahun dengan ini berlakunya undang – undang tersebut maka sekolah – sekolah baru yang khusus bagi anak – anak penyandang cacat.Termasuk untuk anak tuna daksa dan tuna laras, sekolah ini disebut sekolah luar biasa.
Berdasarkan urutan sejarah berdirinyaSLB pertama untuk masing – masing katagorikecacatan SLB itu dikelompokan menjadi :
a.       SLB bagian A untuk anaktuna netra
b.      SLB bagian B untuk anak tuna rungu
c.       SLB bagian C untuk anak tuna Grahta
d.      SLB bagian D untuk anak tuna daksa
e.       SLB bagian E untuk anak tuna laras
f.       SLB bagian Funtuk anak tuna ganda
Konsep pendidikan terpadu diperkenalkan di indonesia pada tahun1978 yang bertujuankhusus untuk anak tuna netra.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Konsep-konsep paradigm ABK seperti abk temporer Anak berkebutuhan khusus yang bersifat sementara (temporer) adalah anak yang mengalami hambatan belajar dan hambatan perkembangan disebabkan oleh faktor-faktor eksternal. Misalnya anak yang yang mengalami gangguan emosi karena trauma akibat diperkosa sehingga anak ini tidak dapat belajar. Dan ABK permanen.
B.     Saran
Kami sebagai penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan dalam penulisan makalah diatas, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah diatas dengan sumber-sumber yang lebih banyak tentunya dapat dipertanggung jawabkan.

DAFTAR PUSTAKA
Wahyudi, Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus, 2014.
Kompas. Difabel di Negara Maju, 2010