1

loading...

Wednesday, October 2, 2019

MAKALAH KARAKTERIKTERISTIK MANAJEMEN SEKOLAH


MAKALAH KARAKTERIKTERISTIK MANAJEMEN SEKOLAH 

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
       Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara-negara maju sangat cepat, sangat cepat pula merupabah pola pikir masyarakat, hal ini mengakibatkan program pendidikan dan pengajaran lebih ketinggalan bila dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat, hal ini merupakan tantangan bagi penyelenggaraan pendidikan agar tidak statis dalam menambah wawasan dari berpikir dinamis untuk menghasilkan tamatan yang berkualitas. Berbagai ilmu telah berkembang untuk menyesuaikan jaman , seperti ilmu management yang berkembang pesat . Perkembangan ilmu management yang ada sesuai dengan perkembangan Negara kita, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yg semakin berkembang dan semakin ingin menuju kategori negara maju . Keberadaan ilmu management sangat bermanfaat bagi para pemuda karena di dalam ilmu management terdapat ilmu yang dapat diimplikasikan dalam kehidupan masyarakat atau sehari – hari .  Oleh karena itu Management sangat dibutuhkan tidak hanya di perusahaan saja tetapi juga didunia pendidikan.
       Sering kita mendengar kata manajemen, namun banyak di antara kita tidak mengetahui pengertian manajemen pendidikan, fungsi dari management pendidikan itu sendiri apa, dan apa sajakah unsure-unsur yang terksndung di dalam manajemen pendidikan. Banyak orang bertanya – tanya tentang hal itu ,namun dengan berkembangnya tekhnologi dan berkembangnya Internet di Negara kita , kita dapat langsung mengetahui perkembangan management dengan mudah. Oleh karena itu, melalui makalah ini penulis akan memberikan pemaparan dan penjelasan mengenai pengertian, fungsi, unsur manajemen pendidikan dan pentingnya SDM dalam pendidikan.
B.  Rumusan Masalah
       Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dikaji dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Pengertian Karakteristik Manajemen Sekolah ?
2.      Apa Saja unsur-unsur Manajemen ?
3.      Apa saja Fungsi-Fungsi Manajemen ?
C.  Tujuan
1.    Untuk Karakteristik Manajemen Sekolah
2.    Untuk Mengetahui unsur-unsur Manajemen
3.    Untuk Mengetahui Fungsi-Fungsi Manajemen
BAB II
PEMBAHASAN
A.  Karakteristik Manajemen Sekolah
                Manajemen Berbasis Sekolah memiliki karakteristik yang perlu dipahami oleh sekolah yang akan menerapkannya. Dengan kata lain, jika sekolah ingin sukses dalam menerapkan MBS, sejumlah karakteristik MBS perlu dimiliki. Karakteristik MBS tidak dapat dipisahkan dengan karakteristik sekolah efektif. Jika MBS merupakan wadah/kerangka, sekolah efektif merupakan isinya. Oleh karena itu, karakteristik MBS memuat secara inklusif elemen-elemen sekolah efektif yang dikategorikan menjadi input, proses, dan output.
            Dalam menguraikan karakteristik MBS pendekatan sistem, yaitu input, proses, dan output digunakan untuk memandunya (Rohiyat, 2010). Hal ini didasari oleh pengertian bahwa sekolah merupakan sebuah sistem sehingga penguraian karakteristik MBS (yang juga karakteristik sekolah efektif didasarkan pada input, proses, dan output). sedangkan proses memiliki tingkat kepentingan satu tingkat lebih rendah dari output, dan input memiliki tingkat kepentingan dua tingkat lebih rendah dari output.
            Dengan demikian, secara umum karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah (Syaiful Sagala, 2011)adalah:[1]
      1.      Kemandirian, yang menggambarkan otonomi manajemen sekolah yang efektif dan layanan belajar yang bermutu, menggunakan evaluasi hasil belajar yang standar, prestasi pembelajaran.
     2.      Kemitraan, memanfaatkan potensi pemangku kepentingan sekolah (pemberdayaan potensi sekolah) dan masyarakat.
       3.      Partsiipasi, kepemimpinan sekolah yang lugas, visioner, antisipasif dan berjiwa enterpreneurship mengikutsertakan potensi sumber daya sekolah.
     4.      Keterbukaan, senantiasa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan kompetitif.
     5.      Akuntabilitas, melakukan analisis kebutuhan, perencanaan pengembangan, dan evaluasi kinerja sesuai visi misi untuk mencapai tujuan dan target sekolah, menyediakan kesejahteraan personal sekolah yang cukup dan pantas.
     6.      Sekolah tersebut menunjukkan adanya kegiatan pembelajaran
     7.      Sekolah merupakan agen perubahan
     8.      Adanya komunikasi yang efektif antara warga sekolah
     9.      Kepemimpinan yang efektif (memiliki kepribadian, manajerial, kewirausahaan)   
    10.  Adanya kolaboratif team work dan memiliki tujuan bersama
    11.  Adanya learning to discovery, dan adanya stakeholders.
Output pendidikan yang diharapkan:
Sekolah harus mempunyai output yang diharapkan, prestasi sekolah yang dihasilkan oleh proses pembelajaran dan manajemen di sekolah. Output dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu; output yang berupa prestasi akademik (academic achievement) dan output yang berupa no akademik (non academic achievement). Contoh output akademik, Yaitu :
a)    Nilai ujian sekolah dan nilai raport pada bidang studi akademis
b)   Nilai tes hasil belajar pada bidang studi akademik
c)    Lomba bidang studi
d)   Lomba karya ilmiah tingkat sekolah dasar, lomba mengarang, cara-cara berpikir kritis diskusi.
Contoh output non akademik, misalnya :
a)    Kesopanan, kejujuran, kerajinan, kedisiplinan
b)   Kerjasama yang baik, keingintahuan yang tinggi
c)    Harga diri yang tinggi, rasa kasih sayang yang tinggi
d)   Tenggang rasa yang tinggi, semangat kerja yang tinggi
e)    Prestasi dalam bidang kesenian, dan olahraga.
Kriteria Input Pendidikan, meliputi:
       a)      Memiliki kebijakan, strategi, tujuan, dan sasaran mutu yang jelas.
       b)      Sumber daya tersedia dan siap pakai
       c)      Staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi
       d)     Memiliki harapan prestasi yang tinggi

B.  Unsur-Unsur Manajemen
         I.     Unsur Manajemen          
               Unsur manajemen adalah sesuatu yang menjadi bagian mutlak sebagai pembentuk manajemen. Ada banyak pendapat  yang mengemukakan tentang unsur-unsur manajemen, di antaranya yaitu :[2]
No
Pakar
Unsur-unsur
1
G.R Terry
Dalam bukunya Principle of Management mengatakan, ada enam sumber daya pokok dari manajemen, yaitu:
1.      Men and woman
2.      Materials
3.      Machines
4.      Methods
5.      Money
6.      Market
2
Harrington Emerson dalam Phiffner John F. dan Presthus Robert V
1.      Men
2.      Money
3.      Materials
4.      Machines, and
5.      Methods.
3
Soekarno K.
1.     Men        : Tenaga manusia digerakkan
2.      Money    : Dana yang diperlukan untuk
                      Mencapainya
3.     Methods : Cara / sistem untuk mencapai
                  tujuan
4.     Material  : Bahan-bahan sebagai sumberdaya
                  pendidikan yang  mencapai tujuan
                  pendidikan.
5.     Machines : Mesin-mesin yang diperlukan
6.     Market     : Pasaran, tempat untuk melempar    
                  hasil produksi.


      II.        Unsur-Unsur Pendidikan
Adapun unsur-unsur pendidikan adalah:
a)      Anak didik        : Pihak yang menjadi obyek utama pendidikan
b)      Pendidik                        : Pihak yang menjadi subyek dari pelaksanaan
                              pendidikan
c)      Materi                : Bahan atau pengalaman belajar yang disusun
                              menjadi kurikulum
d)      Alat pendidikan  : Tindakan yang menjdi kelamgsungan mendidik
e)      Lingkumgan        : Keadaan yang berbengaruh terhadap hasil
                               pendidikan
f)       Dasar dan landasan pendidikan : Landasan yang menjadi fundamental dari segala kegiatn pendidikan.
            Pendidikan adalah suatu usaha sadar yang teratur dan tematis yang dilakukan seseorang untuk mempengaruhi agar anak mempunyai sifat dan tabiat yang sesuai dengan tujuan pendidikan.Yang menjadi eksistensi mendidik terletak pada tujuan mendidik, sedang mengajar eksistensinya terletak pada materinya.Oleh karena itu dapat disimpulkan mendidik lebih luas dari pada mengajar,dan mengajar merupakan sarana dalam mendidik.[3]
Adapun faktor-faktoryang membatasi kemampuan pendidikan :
      1.      Faktor anak didik  : di dalam anak didik terdapat potensi-potensi yang butuh pendidikan dari luar
      2.      Faktor pendidik    : guru mempunyai metode penyampain yang berbeda dan Beragam
      3.      Faktor lingkungan : lingkungan sangat berpengaruh baik positif maupun negatif 
            Menurut Lengeverd bahwa di saat ketika anak itu telah sadar atau mengenal kewibawaan. Dia akan memiliki ciri-ciri : adanya kestabilan,sifat tanggung jawab dan sifat berdiri sendiri. Menurut sarjanawan pendidikan dari Barat pendidikan tidak hanya di mulai sejak prenatal (dewasa) melainkan di mulai sejak anak diciptakan (konsepsi). Bedasarkan hal tersebut manajemen pendidikan merupakan salah satu masalah ynng sangat fundamental dalam pelaksanaan pendidikan. Oleh karena itu hal yang paling dasar dalam memenejemen pendidikan akan sangat menenetukan corak dan isi dari pendidikan  yang akan membawa anak tersebut ke depan.[4] 
C.  Fungsi-Fungsi Manajemen
       Penting untuk diingat, bahwa manajemen adalah suatu bentuk kerja. Harold Koontz dan Cyril O’ Donnel mengemukakan lima fungsi manajemen, yaitu:
1)   Planning- Perencanaan adalah sebuah proses perdana ketika hendak melakukan pekerjaan baik dalam bentuk pemikiran maupun kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkan hasil yang optimal. Demikian pula halnya dalam pendidikan Islam perencanaan harus dijadikan langkah pertama yang benar-benar diperhatikan oleh para manajer dan para pengelola pendidikan Islam. Sebab perencanaan merupakan bagian penting dari sebuah kesuksesan, kesalahan dalam menentukan perencanaan pendidikan Islam akan berakibat sangat patal bagi keberlangsungan pendidikan Islam. Bahkan Allah memberikan arahan kepada setiap orang yang beriman untuk mendesain sebuah rencana apa yang akan dilakukan dikemudian hari, sebagaimana Firman-Nya dalam Al Qur’an Surat Al Hasyr : 18 yang berbunyi :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسُُ مَّاقَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرُُ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan
Ketika menyusun sebuah perencanaan dalam pendidikan Islam tidaklah dilakukan hanya untuk mencapai tujuan dunia semata, tapi harus jauh lebih dari itu melampaui batas-batas target kehidupan duniawi. Arahkanlah perencanaan itu juga untuk mencapai target kebahagiaan dunia dan akhirat, sehingga kedua-duanya bisa dicapai secara seimbang.
Mahdi bin Ibrahim[5]mengemukakan bahwa ada lima perkara penting untuk diperhatikan demi keberhasilan sebuah perencanaan, yaitu :
1.    Ketelitian dan kejelasan dalam membentuk tujuan
2.    Ketepatan waktu dengan tujuan yang hendak dicapai
3.     Keterkaitan antara fase-fase operasionalrencana dengan penanggung jawab operasional, agar mereka mengetahui fase-fase tersebut dengan tujuan yang hendak dicapai.
4.    Perhatian terhadap aspek-aspek amaliah ditinjau dari sisi penerimaan masyarakat, mempertimbangkan perencanaa, kesesuaian perencanaan dengan tim yang bertanggung jawab terhadap operasionalnya atau dengan mitra kerjanya, kemungkinan-kemungkinan yang bisa dicapai, dan kesiapan perencanaan melakukan evaluasi secara terus menerus dalam merealisasikan tujuan.
5.     Kemampuan organisatoris penanggung jaawab operasional.
Sementara itu menurut Ramayulis   mengatakan bahwa dalam Manajemen pendidikan Islam perencanaan itu meliputi :
1.    Penentuan prioritas agar pelaksanaan pendidikan berjalan efektif, prioritas kebutuhan agar melibatkan seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan, masyarakat dan bahkan murid.
2.    Penetapan tujuan sebagai garis pengarahan dan sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil pendidikan
3.    Formulasi prosedur sebagai tahap-tahap rencana tindakan.
4.    Penyerahan tanggung jawab kepada individu dan kelompok-kelompok kerja.
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa dalam Manajeman Pendidikan Islam perencanaan merupakan kunci utama untuk menentukan aktivitas berikutnya. Tanpa perencanaan yang matang aktivitas lainnya tidaklah akan berjalan dengan baik bahkan mungkin akan gagal. Oleh karena itu buatlah perencanaan sematang mungkin agar menemui kesuksesan yang memuaskan.
2)   Organizing- mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu. Ajaran Islam senantiasa mendorong para pemeluknya untuk melakukan segala sesuatu secara terorganisir dengan rapi, sebab bisa jadi suatu kebenaran yang tidak terorganisir dengan rapi akan dengan mudah bisa diluluhlantakan oleh kebathilan yang tersusun rapi.
            Menurut Terry [6]  pengorganisasian merupakan kegiatan dasar dari manajemen dilaksnakan untuk mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses.
Organisasi dalam pandangan Islam bukan semata-mata wadah, melainkan lebih menekankan pada bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan secara rapi. Organisasi lebih menekankan pada pengaturan mekanisme kerja. Dalam sebuah organisasi tentu ada pemimpin dan bawahan[7]
Sementara itu Ramayulis [8] menyatakan bahwa pengorganisasian dalam pendidikan Islam adalah proses penentuan struktur, aktivitas, interkasi, koordinasi, desain struktur, wewenang, tugas secara transparan, dan jelas. Dalam lembaga pendidikan Isla, baik yang bersifat individual, kelompok, maupun kelembagaan.
Dari uraian di atas dapat difahami bahwa pengorganisasian merupakan fase kedua setelah perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Pengorganisasian terjadi karena pekerjaan yang perlu dilaksanakan itu terlalu berat untuk ditangani oleh satu orang saja. Dengan demikian diperlukan tenaga-tenaga bantuan dan terbentuklah suatu kelompok kerja yang efektif. Banyak pikiran, tangan, dan keterampilan dihimpun menjadi satu yang harus dikoordinasi bukan saja untuk diselesaikan tugas-tugas yang bersangkutan, tetapi juga untuk menciptakan kegunaan bagi masing-masing anggota kelompok tersebut terhadap keinginan keterampilan dan pengetahuan.
3)   Staffing-  menentukan keperluan-keperluan sumberdaya manusia, pengarahan, penyaringan, latihan dan pengembangan tenaga kerja.
4)   Motivating- mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujuan-tujuan. Bernard Berelson dalam Siswanto, mendefenisikan motivasi sebagai keadaan jiwa dan sikap mental manusai yang memberikn energi, mendorong kegiatan, dan mengarah dan menyalurkan perilaku ke arah mencapai kebutuhan yang memberikan kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan. [9]
5)   Controlling- mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab-sebab penyimpangan-penyimpangan dan mengambil tindakan-tindakan korektif dimana perlu. [10]
Pengawasan adalah keseluruhan upaya pengamatan pelaksanaan kegiatan operasional guna menjamin bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Bahkan Didin dan Hendri [11]menyatakan bahwa dalam pandangan Islam pengawasan dilakukan untuk meluruskan yang tidak lurus, mengoreksi yang salah dan membenarkan yang hak.
Dalam pendidikan Islam pengawasan didefinisikan sebagai proses pemantauan yang terus menerus untuk menjamin terlaksananya perencanaan secara konsekwen baik yang bersifat materil maupun spirituil.
Menurut Ramayulis [12]pengawasan dalam pendidikan Islam mempunyai karakteristik sebagai berikut: pengawasan bersifat material dan spiritual, monitoring bukan hanya manajer, tetapi juga Allah Swt, menggunakan metode yang manusiawi yang menjunjung martabat manusia. Dengan karakterisrik tersebut dapat dipahami bahwa pelaksana berbagai perencaan yang telah disepakati akan bertanggung jawab kepada manajernya dan Allah sebagai pengawas yang Maha Mengetahui. Di sisi lain pengawasan dalam konsep Islam lebih mengutamakan menggunakan pendekatan manusiawi, pendekatan yang dijiwai oleh nilai-nilai keislaman.
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
       Penulis menarik kesimpulan bahwa manajemen pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mengandung suatu proses ataupun system yang mengkoordinasikan, memadukan, menyelengggarakan dan mengimplikasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan, dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan berkualitas.
       Setelah kita mengetahui pengertian atau definisi Management , maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Kita Dapat Memahami Fungsi Management.
2.      Dapat Mengetahui Fungsi Management dari beberapa ahli    terkemuka didunia.
3.      Dapat Mengimplementasikan Fungsi Management dalam kehidupan.
4.      Mengetahui Lebih Detail Mengenai Fungsi Management .
5.      Mengetahui unsur-unsur yang terkandung di dalam Manajemen Pendidikan.
B.  Saran
       Adapun saran yang disampaikan oleh penulis setelah menyelesaikan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.      Diharapkan agar makalah ini dapat bermanfaat bagi setiap pembacanya.
2.      Diharapkan agar nantinya makalah ini dapat menjadi bahan ajar tambahan bagi  pembaca.
3.      Melalui makalah ini, penulis berharap agar kita semua dapat lebih memahami ilmu Manajemen Pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA
Brantas, Dasar-dasar Manajemen. Alfabeta. 2009.
Didin Hafidudin dan Hendri Tanjung, Manajemen Syariah dalam Prkatik, Jakarta : Gema Insani, 2003.
George R Terry, Prinsip-prinsip Manajemen, Jakarta : Bumi Aksara, 2006.
http://www.m-edukasi.web.id.unsur-unsur-pendidikan.html. Diakses pada tanggal 30 September 201
Mahdi bin Ibrahim, Amanah dalam Manajemen, Jakarta : Pustaka Al Kautsar, 1997.
Mulyasa. 2005. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Rosdakarya.



No comments:

Post a Comment