1

loading...

Sunday, November 19, 2017

MAKALAH FILSAFAT

MAKALAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

Analisis Filosofis Prinsip-Prinsip Dasar Filsafat Pendidikan Islam


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
 Yang dimaksud analisis folosofis di sini adalah :Bahasan terhadap ayat-ayat tentang manusia  tafsirnya,dengan menggunakan teori atau pandangan filsafat pendidikan (termasuk filsafat pendidikan islam).Tujuannya untuk mnemukan jawaban dari pertanyaan ;bagaimana konsepsi Al-Quran tentang filsafat manusia,kaitanya dengan filsafat pendidikan.upaya demikian sejalan dengan urgensi filsafat pendidikan itu sendiri,seperti telah di kemukakan di atas, yakni :
a.       pendidikan dapat membantu perencanaan dan pelaksanaan pendidikan,dalam membentuk pemikiran yang sehat terhadap proses,tujuan dan fungsinya,serta meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pendidikan (mencangkup bimbingan,penyuluhan dan evaluasi).
b.      Filsafat pendidikan dapat merumuskan “asas” untuk penentuan pandangan kajian yang  bersipat umum dan khusus.
c.       Filsafat pendidikan dafat di fungsikan sebagai dasar evaluasi pendidikan dalam arti menyeluruh.
d.      Filsafat pendidikan dapat memberikan sandaran intelektual,baik kepada pendidik,anak didik maupun orang/pihak lain yang terlibat kegiatan pendidikan,guna membela tindakan-tindakan kependidikan mereka.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas kita dapat menarik permasalahan yang ada di antara lain:
1.    Bagaiman asal kejadian manusia
2.    Bagaiman perkembangan manusia,keistemewaan manusia,kelemahan manusia,sertah keadaan manusia
3.    Bagaimana tugas hidup manusia serta tujuan hidup manusia
C.     Tujuan
1.    Untuk mengetahui  asal kejadian manusia
2.    Untuk mengetahui perkembangan manusia,keistimewaan manusia,kelemahan manusia,serta   keadaan manusia.
3.    Untuk mengetahui tugas hidup manusia serta tujuan

BAB II
PEMBAHASAN
A. ANALISIS FILOSOFIS
Analisis filosofis adalah bahasan terhadap ayat-ayat tentang manusia dan tafsirnya,dengan mengunakan teori atau pandangan  filsafat pendidikan. Berikut ini akan di kemukakan beberapa masalah kependidikan yang memerlukan analisis filsafat dalam memahami dan memecahkannya,antara lain:
a.         Masalah kependidikan pertama dan yang mendasar adalah tentang apakah hakikat pendidikan itu.
b.        Apakah pendidikan itu berguna untuk membawa kepribadian manusia,apakah potensi hereditas yang menetukan kepribadian manusia,ataukah faktor-faktor yang berasal dari luar/lingkungan dan pendidikan.
c.         Apakah sebenarnya tujuan pendidikan itu.
d.        Apakah hakikat pribadi manusia itu.

B. Jenis-Jenis Analisis Filosofis
1.      Asal kejadian manusia
Menurut Al-Quran,ada dua macam asal kejadian manusia yakni :
a.    Sari-pati (ekstrak) thin,atau tanah kering yang berasal dari lumpur hitam yang berbentuk semacam adonan untuk cetakan tubuh (jasad) manusia.
b.    Sperma dan sel telur,yang bersumber asal pada tanah dan air.
Asal kejadian yang pertama,khusus untuk manusia,untuk keturuannya. pertama.(Adam a.s) saja, sedangkan asal kejadian yang kedua mengingat yang banyak terliibat pada aktifitas pendidikan adalah anak keturunan Adam a.s,maka bahasan tentang asal kejadian manusia akan lebih di titik beratkan pada asal kejadian manusia kedua,yakni sperma dan sel telur yang bersumber asal:tanah dan air
Dalam beberapa ayat,terutama Al Mursalat (20) dan As-Sajdah (7-8),sperma dikesankan sebagai cairan yang rendah nilainya (mahin,artinya hina ,menjijikan).Akan tetapi kesan negatip tersebut sebenarnya lebih dimaksudkan  untuk “mencela”sikap dan perilaku orang orang kafir yang mengingkari Tuhan pencipta,enggan mensyukuri nikmat-Nya bahkan mendustakan agama-Nya.Hal ini diantara lain,dapat dipahami dari kelengkapan rangkaian ayat sebagai berikut:
a.         Al-Mursalat (19-23) :
b.         As-Sajdah (7-9) :
Dari uraian diatas secara induktif,dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia di ciptakan Allah SWT dari bahan-bahan yang bernilai tinggi,suci dan muldalamia,jadi konseps Al-Quran tentang filsafat manusia,khususnya asal kejadianya adaah :manusia di ciptakan dari bahan-bahan yang bernilai tinggi,suci dan mulia.
2.      Perkembangan manusia
Dari ayat-ayat Al-Quran yang berhasil di himpun dalam studi ini,berikut analisis tafsirnya,ditemukan bahwa: hidup manusia,terutama selama di muka bumi,dalam keadaan berkembang  tahap demi tahap.Perkembangan ini mencangkup berbagai dimensinya,pisik  maupun psikis. Dunia pendidikan juga mengakui adanya perkembangan manusia,terutam dimensi psikisnya.misalnya ada pandangan yang membagi-bagi tahap perkembangan manusia,dengan mengacu pada usia,sebagai berikut:
a.    Masa sebelum lahir ............................................................................... sampai 0 tahun
b.    Masa Vital ....................................................................................................   0-2 tahun
c.    Masa Kanak-Kanak ......................................................................................  2-7 tahun
d.   Masa Intelektual (Sekolah) ...........................................................................  7-13 tahun
e.    Masa Remaja ................................................................................................. 13-21 tahun
f.     Masa Dewasa ................................................................................................. 21-seterusnya
Selama masa vital,yang memegang peranan penting adalah kebutuhan-kebutuhan pemuasan jasmaniah dan hal-hal yang menyenangkan.Kemudian pada masa kanak-kanak ( disebut juga masa keindahan atau masa estetik),yang berperan penting adalah kebutuhan pemenuhan jasmaniah/kesenangan,perasaan dan khayalan.pada masa kanak-kanak ini rasionya sudah mulai berkerja akan tetapi masi amat di pengarui oleh perasaan dan unsur-unsur jasmaniah.selanjutnya pada masa  intelektual (masa sekolah) pikiran atau rasionya sedang dalam keadaan berkembang maju dan perhatian terhadap kenyataan sekitar,mulai tumbuh.Pada masa remaja di sebut juga masa sosial,mulai timbul kesadaran untuk mencari nilai-nilai sebagai pegangan hidup,batinya diliputi oleh rasa bimbang perasaan tampil kembali untuk menyaingi rasionya mulai membandingkan-bandingkan dirinya dengan keadaan sekitar dan mulai timbul kesadaran tentang kelamin.Akhirnya masa dewasa di tandai oleh peran penting rasio dalam mengatasi kebimbangan masa remaja,terbentuknya keseimbangan fungsi dan peran unsur-unsur psikis dan unsur psikis tertinggi,budi,lebih aktip dalam menuntun unsur-unsur psikis lainya sehingga manusia dapat diharapkan akan mencapai taraf kesempurnaan.
3.      Keistimewaan manusia
Menurut Al-Quran sepanjang data-data ayat yang berhasil digali dalam studi ini,keistimewaan manusia :
a.    sebagai mahluk yang dimuliahkan Allah,
b.    diberi kelebihan dibanding mahluk-mahluk lain
c.    dan paling di perhatikan oleh Allah
Sedangkan keistimeewaan yang ketiga,adalah paling di perhatikan oleh Allah,bahwa di samping bekal-bekal hidup (potensi pisik dan pisikis serta fasilitas hidup lengkap),juga seluruh hidupnya selalu di perhatikan (penjaga di lindungi,diayomi,dipelihara,dididik,dan sebagainya,disamping juga di awasi setiap amal perbuatanya. Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa keistimewaan manusia,menurut Al-Quran adalah:
a.    Mahluk yang mulia dan memiliki kelebihan dari mahluk-mahluk yang lain dan
b.Mahluk yang pali ng di perhatikan oleh  Allah
Yang pertama bearti “martabat” (martabat manusia : mahluk mulia dan berkedudukan melebihi orang lain ,sedangkan yang kedua,lebih merupakan keistimewaan tentang kesejahteraan hidupnya,di samping pengawasan terhadap sikap dan tingkah laku perbuatanya.
a.Martabatnya: mahluk mulia dan berkedudukan melebihi mahluk lain;
b.Kesejahteraannya terpelihara.
4.      Kelemahan manusia
Kelemahan manusia ,menurut Al-Quran sebagaimana di uraikan dalam bab II adalah:
b.    Cenderung menurutkan hawa nafsu dan nafsu seksnya yang pada gilirannya dapat membuahkan sikap/sipat dan tindak perbuatan:ingkar ,dhalim, menentang Allah (sering berlebihan),tampa perduli terhadap Agama Allah dan amat bakhil
c.    Cenderung melestarikan tindakan ma’siyat
d.   Bersipat tergesah-gesah tampa memperhitungkan akibat negatipnya
e.    Suka membuat kerusakan,menumpahkan darah dan menentang/membantah dakwah nabi dan rasulnya
Sebagai faktor lingkungan sekitar Alasan yang dapt di kemukakan:
a.       Konsepsi Al-Quran tentang filsapat manusia yang berkenaan dengan asal kejadian :manusia diciptakan dari bahan-bahan yang bernilai tinggi,suci dan mulia (sebagaimana telah di uraiakn terdahulu),
b.      Menurut ajaran islam,setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci);berdasarkan sabda Rasulullah S.a.w
5.      Potensi Manusia
Tentang potensi manusia,ayat-ayat hasil studi i ni mengemukakan:
a.    Potensi pisik berupa
1. Kemampuan mendengar dan melihat
2.Kemampuan mengarungi alam,termasuk bertransportasi.
b.Potensi Psikis,berupa
1.Naluri beragama,termasuk fitrah islami
2.Peralatan Psikis :roh,rasio dan intuisi
3.Kemampuan merumuskan konsep-konsep     
6.      Keadaan hidup manusia
Keterangan Al-Quran tentang “keadaan hidup manusia”sepanjang yang berjasil di gali datanya dalam studi,adalah:
b.    Hidup manusia merupakan rangkaian  perjuangan terus-menerus,penuh dengan kesusah-payahan
c.    Status dan derajat individual manusia berbeda-beda
7.      Peran manusia
Menurut Al-Quran manusia hidup dimuka bumi diberi peran oleh Allah sebagai “kalifah” ( penguasa).peran khalifah ini dalam rangka membudayakan kehidupan di kuka bumi,dan menumbuhkan serta mengembangkan kehidupan aman,damai dan penuh rahmat bagi semesta alam.Sebagai khalifah manusia di beri tugas “ ibadah” (seperti akan di uraikan kemudian).
8.Tugas hidup manusia
Ayat-ayat Al-Quran yang berhasil di gali dalam studi ini menjelaskan bahwa tugas hidup manusia selama hidup di muka bumi adaalah :beribadah (mengabdikan atau  memperhambahkan diri) kepada allah semata.Seperti dan erat dan kaitannya dengan peran khalifah,tugas ibadah ini merupakan perkara yang paling mendasar bagi kehidupan manusia,tetapi juga yang tidak mungkin di ketahui manusia tampa pemberitahuan dari Allah pencipta,lewat wahyunya.itulah sebabnya aktifitas manusia selama hidup di muka bumi,harus mengacu kepada dalam rangka harus bernilai ibadah
Pengertian beribadah,mengabdikan dan memperhambahkan diri kepada Allah,di sini mencangkup:
a.         Hubungan manusia dengan Allah
b.        Hubungan manusia dengan sesamanya,dan
c.         Hubungan manusia dengan alam sekitar
                                                                 
9. Tujuan hidup manusia
Tujuan hidup manusia, menurut Al-Quran :tercapainya “ridha”Allah SWT.Jadi selama hidup sementara di bumi,manusia sebagai khalifah dengan tugas-tugas ibadah bertujuan hidup akhir ;tercapainya ridha Allah.itu berarti bahwa seluruh aktivitas  hidup manusia yang  baik (terpuji),
Dari keseluruhan pembahasan dan analisis filosofis terhadap ayat-ayat tentang manusia,berikut tafsirnya dapat di simpulkan :konsepsi Al-Quran tentang filsafat manusia adalah sebagai berikut :
a. Manusia di ciptakan dari bahan-bahan yang bernilai tinggi,suci,dan mulia
b. Manusia berkembang tahap demi tahap
c. Martabat ma nusia
d. Kelemahan (relatip ) manusia
e. Potensi manusia
f. Keadaan hidup manusia dalam perjuangan  terus-menerus ddan status/derajat                             individualnya berbeda-beda
g. Peran manusia sebagai khalifah (penguasa) di bumi
f. Tugas hidup manusia Tujuan akhir hidup manusia

        C.Analisis Tentang Dasar-Dasar Pendidikan Islam.
Sebagaimana aktivitas yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pembinaan kepribadian,tentunya       pendidikan islam memerlukan landasan kerja untuk memberi arah bagi programnya.Sebab dengan adanya dasar juga berfungsi sebagai sumber semua peraturan yang akan di ciptakan sebagai pegangan langkah pelaksanaan dan sebagai jalur langkah yang menentukan arah usaha tersebut.
Dari ayat Al-Quran dan Hadist nabi di atas dapat di ambil titik relevansinya dengan atau sebagai dasar pendidikan agama,mengingat:

1.  Bahwa Al-Quran di turunkan kepada umat manusia untuk memberi petunjuk ke arah jalan hidup yang yang lurus dalam arti memberi bimbingan dan petunjuk ke arah jalan yang di ridoi Allah SWT.
2. Menurut Hadis nabi bahwa diantaranya sipat orang mukmin ialah saling menasihati untuk mengamalkan ajaran allah yang adapat di formulasikan sebagai usaha atau dalam bentuk pendidikan islam.
3. Al-Quran dan Hadis tersebut menerangkan bahwa nabi adalah benar-benar pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus sehingga beliau memerintahkan kepada umatnya agar saling memberi petunjuk,memberikan bimbingan,penyuluhan dan pendidikan islam
Urutan prioritas pendidikan islam dalam upaya pembentukan kepribadian muslim.
   1.Pendidikan keimanan kepada Allah SWT.
2.Pendidikan Akhlaqul Karimah.
3.Pendidikan Ibadah

D. Analisa Tentang Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan adalah dunia cita,yakni suasana ideal yang ingin di-wujudkan.Dalam tujuan pendidikan suasana ideal itu nampak pada tujuan akhir (ultimate aims of education).Tujuan akhir hiasanya di rumuskan secara padat dan singkat,seperti terbentuknya kepribadian muslim.dan kematangan dan integritas.

BAB III
PENUTUP


A.  Kesimpulan

 Analisis filosofis adalah.bahasan terhadap ayat-ayat  tentang manusia dan tafsirnya dengan mengunakan teori atau pandangan filsafat pendidikan ( termaduk filsafat pendidikan islam).Tujuan untuk menemukan jawabaan dari pertanyaan ,bagaimana konsep al-quran tentang filsafat manusia ,kaitannya dengan filsafat pendidikan.
B.  Saran                 

Diharapkan kepada pemerintah agar memfasilitasi setiap analisis filosofis dengan berbagai sum bernya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di indonesia.
Dan diharapkan kepada para pendidik agar memperdalam pengetahuan mereka,Sertah kepada para pesrta didik agar memanfaatkan berbagai sumber agar prestasinya dapat meningkat dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA


Drs.M.S.KHALIL.MA Zuhairani pengantar filsafat pendidikan islam
Zuhairani filsafat pendidikan islam











No comments:

Post a Comment