Senin, 31 Desember 2018

MAKALAH KONVENSI SASTRA ANGKATAN BALAI PUSTAKA


MAKALAH

KOVENSI SASTRA ANGKATAN BALAI PUSTAKA

BAB l
 pendahuluan
      A.    Latar belakang
Menulis merupakan salah satu aspek utama yang dapat dipelajari dalam bahasa indonesia. Menulis merupakan sebuah keterampilan yang dapat menjunjung kemampuan dari diri seseorang dan menjadi sebagai salah satu kegiatan untuk menyampaikan pesan kepada pembaca.pesan yang disampaikan seorang penulis dapat disampaikan melalui sebuah tulisan sebagai alat atau media yang berfungsi sebagai wadah dalam menuangkan ide atau gagasan dan pikiran.
Di dalam kovensi sastra angkatan balai pustaka, karya-karya yang dihasilkan dan tokoh-tokoh merupakan suatu hal yang sangat penting karena sebagai sastrawan harus menghasilkan sebuah karya. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus mengetahui fiksi, puisi dan drama, didalam makalah ini kami membahas tentang kovensi sastra angkatan balai pustaka fiksi, puisi, drama, karya-karya yang dihasilkan dan tokoh-tokoh sastra.
  
     B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu:
1.      Mengetahui konvensi sastra angkatan balai pustaka
2.      Mengetahui pengertian fiksi ,puisi,dan darama
3.      Mengetahui karya-karya yang di hasilkan dan tokoh-tokoh sastra. 
     C.    Tujuan
1.      Mengetahui konvensi sastra angkatan balai pustaka
2.      Untuk mengetahui pengertian dari fiksi.
3.      Untuk mengetahui definisi dari puisi.
4.      Untuk mengetahui pengertian drama .
5.      Mengetahui karya-karya yang di hasilkan dan tokoh-tokoh sastra.

     D.    Manfaat
Manfaat dari makalah ini adalah kita dapat memahami dan mengetahui pengertian fiksi,dapat mengetahu pengertian puisi,pengertian drama dan karya-karya yang di hasilkan dan tokoh –tokoh sastra kemudian dapat menyimpulkannnya.

Kovensi sastra angkatan balai pustaka
     Angkatan balai pustaka lazim disebut juga angkatan 20 menyamakan angkatan balai pustaka dengan angkatan 20 sebenarnya tidak tepat karena kegiatan sastra indonesia sekitar tahun 1920 tidak semata mata terbatas pada kegiatan balai pustaka.[1]
     Nama balai pustaka menunjuk dua pengertian:(1)sebagai nama badan penerbit dan (2)sebagai nama suatu angkatan dalam sastra indonesia.kedua pengertian itu berhubungan erat.balai pustaka sebagai badan penerbit hingga kini masih ada,meskipun setatus dan fungsinya berbeda sama sekalu dengan dahulu.badan tersebut sekarang ada dalam lingkungan Depdiknas.[2]
     Balai pustaka sebagai angkatan tidak terlepas dari riwayat pendirian balai pustaka.pada akhir abad ke 19 pemerintah belanda banyak membuka sekolah untuk bumi putra dengan maksud:(1)mendidik pegawai_pegawai renda yang di butuhkan oleh pemerintah dan(2)agar politik pengajaran tetap di kuasai oleh pemerintah.Akan tetapi,ternyata sekolah_sekolah tersebut makin luas sehingga banyak bangsa kita yang pandai membaca dan menulis.pemerintah khawatir terhadap kegemaran membaca dikalangan rakyat.Untuk memenuhi hasrat membaca itu dengan keputusan no.12 tanggal 14 september 1908 oleh pemerintah dibentuklah suatu komisi yang di beri bernama Commissie voor de Inlamdsche School in Volkslectuur (Komisi untuk Bacaan Rakyat di Sekolah-sekolah Bumi putra)dibawah pimpinan G.A.J.Hazeu.komosi ini makin lama makin luas dan makin bertambah kegiatanya;sehingga pada tahun 1917 di ubah menjadi suatu badan penerbit yang di beri nama Balai Pustaka.pimpinan badan penerbit tersebut berturut-turut yaitu D.A.Rinkes,G.W.J.Drewes,dan K.A.H.hidding.[3]
            Adapun tujuan pemerintah Belanda mendirikan Balai Pustaka itu antara lain sebagai berikut.
1.      Agar kausan membaca dikakangan rakyat bisa dicukupi dengan buku-buku yang direbitkan sendiri sehinggah tidak akan membahayakan ketertiban dan keamanan negeri.pemerintah khawatir apabila rakyat memperoleh dan membaca buku-buku dari luar, hak itu pasti akan membahayakan kedudukannya. Oleh karena itu, pemerintah membuat peraturan yang keras terhadap info buku.
2.      Dengan menerbitkan sendiri buku-buku bacaan itu, pemerintah bermaksud secara tidak langsung memasukan unsur-unsur penjajahan melalui bacaan.
3.      Seakan-akan sebagai abalasan jasa atau sekedar untuk memberi hati kepada rakyat dalam hubungannya dengan politik etis pemerintah paa masa itu[4].
Manfaat dan perananan balai pustaka itu misalnya:
a.       Memberikan kesempatan yang luas kepada para pengarang bangsa indonesia untuk menghasilkan karangan dan dengan sendirinya juga memberikan kesempatan kepadarakyat untuk membaca karangan bangsa sendiri.
b.      Secara tidak langsung balai pustaka memberikan kesempatan juga kepada bangsa indonesia untuk memperoleh pengetahuan dan kemajuan, terutama dalam bidang karangangan-mengarang.
c.       Penyebaran secara luas cerita-cerita rakyat, cerita-cerita tercemar atau saduran dari sastra asing banyak berpengaruh trhadap pertumbuhan sastra suatu bangsa.[5]
1.      .NUR SUTAN ISKANDAR
            Nur sutan iskandar lahir di maninjau tahun 1893 ialah pengarang balai pustaka dalam arti yang sesungguhnya.iya,karena minat dan perhatianya kepada dunia karang mengarang,meninggalkan kedudukanya sebagai guru dan melamar kebalai pustaka.tahun1919 ia bekerja sebagai korektor redaksi melayu,kemudian menjadi anggota redaksi dan kepala redaksi balai pustaka sampai pensiu.nur sutan iskandar telah mengarang,menerjemahkan,menyusun,menyadur dan memperbaiki berpuluh-puluh naskah sampai benjadi buku.
             Romanya yang pertama yang berjudul Apa dayaku karena aku perempuan (1922)diterbitkan oleh balai pustaka.bukunya yang kedua dari naskah Abd.Ager,berjudul cinta yang membawa maut(1926).bukunya yang pertama yang mulai menarik hati ialah salah pilih(1928)
             Buku sutan iskandar yang berikut ialah karena mertua(1932).tuba Dibalas dengan susu(1933),hulubalang raja(1934).Hendak jadi lembu(1935).Neraka dunia(1937).Dewi rimba(1935).[6]
2.      . GUSTI NYOMAN PANJI TISNA
            Dalam tahun 1935 oleh balai pustaka diterbitkan roman berjudul Ni Rawit Ceti Penjual Orang yang melukiskan kebengisan masyarakat feodal di Bali.Buku ini dikarang oleh I Gusti Nyoman Panji Tisna yang kemudian menjadi anak Agung Panji Tisna, Putera Bali lahir disingah raja tahun 1908. Sukreni Gadis Bali (1936). Swasta Setahun di Bedahulu (1938). Dewi Kurnia (1938). [7]
3.      SUTAN SATI
Telah menerbitkan buku sejak 1928, yaitu Roman yang bejudul Sengsara Membawa Nikmat yang merupakan romannya yang pertama. Kemudia ia menerjemahkan kaba’ Sabai Nan Aluie (1929) yang ditulis oleh M. Thaib Gelar St Pamuntjak dalam bahasa Minangkabau kedalam bahasa indonesia. Ia pun menulis dua buah syair. Yang pertama bejudul syair Siti Marhumah yang shaleh (1930). Yang kedua syair Rosina (1933). Yang ketiga yaitu Tak Disangkah (1929). Memutuskan Pertalian 1932 dan Tidak Membalas Guna (1932). Kasih Ibu (1932).[8]

4.      Aman Dt. Madjoindo ( lahir pada tahun 1896 di solo) yang lebih terkenal sebagai pengarang Buku bacaan Kanak-kanak, pengarang yang namanya tak bisa dilepaskan dari Balai Pustaka. Pada tahun tiga puluhan ia menulis beberapah buah roman, diantara lain berjudul Menebus Dosa (1932). Si Cebol rindukan bulan (1934). Ia pun menulis buku berupah syair, antaranya berjudul syair Sibonso ( Gadis Durhaka) terbit 1931, syair Gul Bakabali (1936). Rosmala Dewi (1932). Sebabnya Rafiah Tersesat (1934).[9]

5.      Suman Hasibuan atau  yang lebih terkenal dengan Suman Hs.(lahir di Bengkalis 1904) terkenal dengan gaya bahasanya yang linca  ringan dan cerita-ceritanya yang mirip kepada cerita detektif. Ia menulis beberapah roman, antaranya yang berjudul Kasih Tak Terlelai (1929), percobaan setia (1931), mencari pencuri anak perawan (1932), Kawan Bergelut (1938) dan Tebusan Darah (1939).[10]

6.      Menarik ialah roman karangangan Habib St. Maharadja berjudul Nasib (1932). Pembalasan (1938).[11]


DAFTAR PUSTAKA

Prof.Drs.H.Sarwadi sejarah sastra indonesia modern (yogyakarta: gama media,2004)
Ajib Rosidi, IKHTISAR Sejarah Sastra Idonesia (Bandung: Pustaka jaya,2013)

[1] Prof.Drs.H.Sarwadi sejarah sastra indonesia modern (yogyakarta: gama media,2004) hal.23
[2] Ibid, hal.23
[3] Ibid, hal. 25
[4] Ibid, hal. 25
[5]Ibid, hal. 27
6 Ajib Rosidi, IKHTISAR SEJARAH SASTRA INDONESIA (Bandung: Pustaka jaya,2013) hal.62
[7] Ibid,hal.65
[8] Ibid,hal.66
[9] Ibid,hal.67
[10] Ibid,hal.67
[11] Ibid,hal.68

MAKALAH AKHLAK MAHMUDAH


MAKALAH AKHLAK TASAWUF

AKHLAK MAHMUDAH



BAB I
PENDAHULUAN
     A.    Latar Belakang
Akhlak merupakan sifat yang tumbuh dan menyatu di dalam diri seseorang. Dari sifat yang ada itulah terpancar sikap dan tingkah laku perbuatan seseorang, seperti sifat sabar, kasih sayang, atau malah sebaliknya pemarah, benci karena dendam, iri dan dengki, sehingga memutuskan hubungan silaturahmi. Bagi seorang muslim, akhlak yang terbaik ialah seperti yang terdapat pada diri Nabi Muhammad SAW karena sifat-sifat dan perangai yang terdapat pada dirinya adalah sifat-sifat yang terpuji dan merupakan uswatun hasanah (contoh teladan) terbaik bagi seluruh kaum Muslimin.
Dalam Ajaran islam adalah ajaran yang bersumber pada wahyu Allah, Al-Qur’an dalam penjabarannya terdapat pada hadis Nabi Muhammad SAW. Masalah akhlak dalam Islam mendapat perhatian yang sangat besar. Berdasarkan bahasa, akhlak berarti sifat atau tabiat. Berdasarkan istilah, akhlak berarti kumpulan sifat yg dimiliki oleh seseorang yang melahirkan perbuatan baik dan buruk.
Akhlak yang baik dan mulia akan mengantarkan kedudukan seseorang pada posisi yang terhormat dan tinggi. Atas dasar itulah kami menyusun makalah ini, agar kita semua sebagai makhluk Allah, tidak tersesat dalam menjalani hidup, dan dapat menjadikan Rasulullah sebagai idola kita, karena sesungguhanya pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang baik bagi kita.
      B.     Rumusan Masalah
1.      Apa definisi akhlak mahmudah?
2.      Apa saja bentuk-bentuk akhlak mahmudah?
3.      Bagaimana metode peningkatan akhlak mahmudah?


BAB II
PEMBAHASAN
        A.    Definisi Akhlak Mahmudah
Akhlak mahmudah adalah segala tingkah laku yang terpuji ( yang baik) yang biasa juga dinamakan “ fadilah” ( kelebihan). Imam al- Ghozali menggunakan juga perkataan “ mun’jiat” yang berarti segala sesuatu yang memberikan kemenangan atau kejayaan.
 Akhlak mahmudah adalah sebab-sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat, yang meridhoilah Allah dan mencintailah keluarga dan seluruh manusia dan diantara kehidupan mereka kepada seorang muslim. Seperti contoh, beribadah kepada Allah, mencintai-Nya dan mencintai makhluk-Nya karena Dia, dan berbuat baik serta menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah dan memulai berbuat sholeh dengan niat ikhlas, berbakti kepada kedua orang tua dan lainnya. Akhlak yang baik dilahirkan oleh sifat- sifat yang baik oleh karena itu, dalam hal jiwa manusia dapat menelurkan perbuatan- perbuatan lahiriyah. Tingkah laku dilahirkan oleh tingkah laku batin, sifat dan kelakuan batin yang juga dapat berbolak balik yang mengakibatkan berbolak – baliknya perbuatan jasmani manusia. Oleh karena itu tidak tanduk batin itupun dapat berbolak- balik.
Baik dalam bahasa Arab disebut Khoir, dalam bahasa inggris disebut good . dalam beberapa kamus dan ensiklopedia diperoleh pengertian baik sebagi berikut:
  1. Baik berarti sesuatu yangh telah mencapai kesempurnaan
  2. Baik berarti sesuatu yang menimbulkan rasa keharuan dalam kepuasan, kesenangan, persesuaian, dan sebagainya.
  3. Baik berarti sesuatu yang mempunyai nilai kebenaran atau nilai yang diharapkan dan memberikan kepuasan
  4. Baik berarti sesuatu yang sesuai dengan keinginan
  5. Sesuatu yang dikatakan baik, bila ia mendatangkan rahmat, memberikan perasaan sengan atau bahagia, bila ia dihargai secara positif.
Al-Ghazali menerangkan bentuk keutamaan akhlak mahmudah yang dimilki seseorang misalnya sabar, benar dan tawakal, itu dinyatakan sebagai gerak jiwa dan gambaran batin seseorang yang secara tidak langsung menjadi akhlaknya. Al-ghazali menerangkan adanya pokok keutamaan akhlak yang baik, antara lain mencari hikmah, bersikap berani, bersuci diri, berlaku adil.  
Keutamaan akhlak yang baik juga terdapat dalam hadist Nabi,
ماَ مِنْ شَيْءٍ أَ ثْقَلُ فِى مِيْزَا نِ الْعَبْدِ  يَوْ مَ القِياَ مَةِ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ
Artinya:”Tiada sesuatu apapun yang paling berat pada timbangan setiap hamba pada hari kiamat, selain akhlak yang baik”.[3]
Seperti dalam contoh kebiasaan, Menurut Al Ghozali, melatih anak – anak untuk berakhlak yang baik pada dasarnya adalah tanggung jawab orang tua mereka . jika seorang orang tua melatih dan mengajarkan kepada anak- anknya berbuat baik, maka anak itu akan tumbuh kebaikan di dunia maupun di akhirat. Dan jika anak itu di sekolah sebagai para Guru di sekolah juga bertanggung jawab dalam membentuk anak didik dengan akhlak yang baik.
       B.     Bentuk-bentuk Akhlak Mahmudah
1.      Sabar
Sabar yaitu sifat tahan menderita sesuatu (tidak lekas marah, tidak lekas patah hati, tidak lepas putus asa, tenang, dan lain- lain). Di dalam menghadapi cobaan hidup, ternyata kesabaran ini sangat penting untuk membentuk individu atau pribadi unggul. Manusia diciptakan dengan disertai sifat tidak sabar dan karenanya ia banyak berbuat kesalahan. Akan tetapi, agama meminta setiap orang agar bersabar karena Allah.Orang beriman harus bersabar menunggu keselamatan yang besar yang Allah janjikan.
Kesabaran dibagi menjadi empat kategori :
·         Sabar menanggung beratnya melaksanakan kewajiban.
·         Sabar menanggung musibah atau cobaan
·         Sabar menahan penganiayaan orang lain.
·         Sabar menanggung kemiskinan dan kepapaan.
Kesabaran tidak dapat dipaksakan  begitu saja dalam pribadi seseorang, melainkan ada tiga faktor yang memengaruhi yaitu sebagai berikut :
1.      Syajua’ah atau keberanian, yaitu seseorang yang dapat bersabar terhadap sesuatu jika dalam jiwanya ada keberanian menerima musibah atau keberanian dalam mengerjakan sesuatu. Seorang pengecut sukar didapatkan sikap sabar dan berani
2.      Al-Quwwah atau kekuatan, yaitu seseorang dapat bersabar terhadap segala sesuatu jika dalam dirinya cukup tersimpan sejumlah kekuatan. Dari orang yang lemah kepribadian sukar diharapkan kesabarannya menghadapi sesuatu.
3.      Sabar dalam mengerjakan sesuatu, jika seseorang tahu dan sadar apa yang dilakukan. Ia akan mendapatkan manfaatnya.
2.      Bersifat Benar ( istiqomah )
Di dalam peribahasa sering disebutkan berani karena benar takut karena salah. Betapa akhlakul karimah menimbulkan ketenangan batin yang dari sini dapat melahirkan kebenaran. Rasullullah telah memberikan contoh betapa beraninya berjuang karena beliau berjalan diatas prinsip- prinsip kebenaran. Benar ialah memberitahukan ( menyatakan  )sesuatu yang sesuai dengan apa – apa yang terjadi, artinya sesuai dengan kenyataan.
3.      Memelihara Amanah
Amanah menurut bahasa ( etimologi ) ialah kesetiaan, ketulusan hati, kepercayaan ( istiqomah ) atau kejujuran. Kebalikannya adalah khianat. Kianat adalah salah satu gejala munafik. Betapa pentingnya sifat dan sikap amanah ini dipertahankan sebagai akhlakul karimah dalam masyarakat, jika sifat dan sikap ini hilang dari tatanan social umat islam, maka kehancuranlah yang bakal terjadi pada umat itu
4.      Bersifat Adil
Adil berhubungan dengan perseorangan, adil berhubungan dengan kemasyarakatan, dan adil berhubungan dengan pemerintah. Adil perseorangan adalah tindakan member hak kepada yang mempunyai hak. Bila seseorang mengambil haknya dengan cara yang benar tau memberikan hak orang lain tanpa mengurangi haknya, itulah yang dinamakan tindakan adil. Adil yang berhubungan dalam masyarakat dan adil yang berhubungan dengan pemerintahan mislnya tindakan hakim menghukum orang- orang yang jahat atau orang- orang yang bersengketa sepanjang neraka keadilan.
5.      .Bersifat Kasih Sayang
Kasih sayang ( ar- rahman ) merupakan fitrah yang dianugrahkan Allah kepada semua makhluk. Pada hewan misalnya, begitu kasih saying kepada anaknya, sehingga rela berkorban jika anaknya terganggu. Naluri ini pun ada pada manusia, mulai dari kasih sayang terhadap anaknya dan sebagainya.
Maka ruang lingkup ar- rahman ini dapat diutarakan dalam beberapa tingkatan sebagai berikut:
a. Kasih sayang dalam lingkungan keluarga
b.Kasih sayang dalam lingkungan tetangga dan kampong
c. Kasih sayang dalam lingkungan bangsa
d. Kasih sayang dalam lingkungan keagamaan
6.      Bersifat Hemat
Hemat ( Al iqtishad ) ialah menggunakan sesuatu yang tersedia berupa harta benda, waktu dan tenaga menurut ukuran keperluan, mengambil jalan tengah, tidak kurang dan tidak berlebebihan. Adapun macam- macam hemat adalah:
a. Penghematan harta benda
b.Penghematan tenaga
c. Penghematan waktu
7.Bersifat Berani
Sifat berani termasuk dalam fadilah akhlakul karimah. Berani bukanlah semata- mata berani berkelahi di medan laga, melainkan sesuatu sikap mental seseorang, dapat menguasai jiwanya dan berbuat menurut semestinya. Orang yang dapat menguasai jiwanya pada masa- masa kritis  ketika bahay diambang pintu itulah orang yang berani.
7.      Bersifat Kuat ( Al Quwwah )
Kekuatan pribadi manusia dapat dibagi menjadi tiga bagian :
a. Kekuatan fisik
b.Kekuatan jiwa
c. Kekuatan akal
Dalam kekuatan ini hendaknya dibina dan diikhtiarkan supaya bertambah dalam diri, dapat dipergunakan meningkatkan amal perbuatan. Tambahan kekuatan ittu dapat diperoleh selain usaha fitrah atau jalan yang wajar, juga memohon kepada Allah.
8.      Bersifat Malu Al Haya’ )
Malu ialah malu terhadap Allah dan malu terhadap diri sendiri dikala melanggar peraturan – peraturan Allah.perasaan ini dapat menjadi bimbingan kepada jalan keselamatan dan mencegah dari perbuatan nista.
9.      Memelihara Kesucian Diri
Menjaga diri dari segala keburukan dan memelihara kehormatan sebaiknya dilakukan pada setiap waktu, hendaknya dimulai dari memelihara hati untuk tidak berbuat rencana dan angan – angan yang buruk.
10.  Menepati Janji
Janji adalah suatu ketepatan yang dibuat dan disepakati oleh seseorang untuk orang lain atau dirinya sendiri untuk dilaksanakan sesui dengan ketetapannya. Biarpun janji itu yang dibuat sendiri tetapi tidak terlepas darinya, melainkan mesti ditepati dan ditunaikan. Menepati Janji ialah menunaikan dengan sempurna apa – apa yang dijanjikan baik berupa kontrak maupun apa saja yang telah disepakati.  

     C.    Metode Peningkatan Akhlak Mahmudah
Al-Ghazalidalam Ihya Ulumuddin, menegasakan pandangan bahwa perubahan alam peningkatan akhlak itu adalah mungkin, sepanjang ia melalui usaha dan latihan moral yang sesuai. Menurut Al-Ghazali ada tiga metode untuk mendapatkan akhlak yang terpuji:

1.      Kerahmanan Ilahi
Beberapa orang memilki akhlak baik secara alamiah. Sebagai sdesuatu yang diberikan Allah kepada mereka sewaktu dilahirkan. Mereka diciptakan dengan semua pembawaaan jiwa mereka dalam keadaan seimbang, dan pembawaan nafsu dan amarah melalui perintak akal dan syariah. Sehingga mereka adalah baik secara alamiah.
2.      Menempuh jalan yang paling umum, yakni dengan menahan diri ( mujahaddah ) dan melatih diri ( riyaddah ) yakni bersusah payah melakukan amal perbuatan yang bersumberkan akhlak yang baik, sehingga menjadi kebiasaan dan sesuatui yang menyenangkan.
1.      Metode belajar ( ta’allum ) pekerti yang baik dengan memperhatikan orang-orang yang baik dan berkumpul dengan mereka dianggap al Ghozali sebagai prinsip dasar dalam melatih anak – anak mengenai akhlak yang baik karena mereka lebih meniru darpada orang dewasa.  

BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Akhlak mahmudah adalah segala tingkah laku yang terpuji ( yang baik) yang biasa juga dinamakan “ fadilah” ( kelebihan). Akhlak mahmudah adalah sebab-sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat, yang meridhoilah Allah dan mencintailah keluarga dan seluruh manusia dan diantara kehidupan mereka kepada seorang muslim.
B.  Saran
Demikianlah makalah yang dapat kami buat, sebagai manusia biasa kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

DAFTAR PUSTAKA
Ya’qub, Hamzah Etika Islam, ( Bandung: CV. Diponegoro, 1983), Cet. II
Hamzah Ya’qub, Etika Islam, ( Bandung: CV. Diponegoro, 1983), Cet. II, Hal. 95
Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam Presfektif Al- Qur’an, ( Jakarta: Amzah, 2007), Cet. I, Hal. 40
 Amru Khalid, Berakhlak Seindah Rasulullah, (Semarang: Pustaka Nuun, 2007), Hal. 20
Yatimin Abdullah, Op. Cit, Hal. 41- 46
Muhammad Abul Quasem, Etika Al- Ghozali, ( Bandung: Pustaka, 1988), Cet. I, Hal. 91- 95

MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...