Kamis, 05 April 2012

CONTOH Silabus PAI


Bahasa Indonesia

Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber
5.1
Mendengarkan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman teman yang didengaryan
Medengarkan dan menanggapi cerita
§  Siswa menanggapi masalah yang tejadi disekitar kita
§  Siswa mendengarkan pembacaan cerita
§  Siswa menaggapi secara lisan masalah kita masalah yang kita dengar
§  Menanggapi masalah yang terjadi disekitar kita.
§  Mendengarkan pembacaan cerita 
§  Menanggapi secara lisan masalah yang kita dengar 

20 x 35
Buku Bahasa Indonesia, media cetak dan elektronik, ensiklopedia
6.2
Menceritakan pristiwa yang pernah dialami dilihat atau didengar
Menceritakan pristiwa
§  Siswa menceritakan kembali pristiwa yang menyenangkan dan tidak menyenagankan 
§  Siswa menjelaskan secara terperinci suatu tempat
§  Siswa menjelaskan secara lisan isi dongeng yang dibacanya dengan senndiri
§  Menceritakan kembali pristiwa pristiwa yang menyenangkan dan tidak menyenagkan
§  Menjelaskan secara terperinci suatu tempat
§  Menjelaskan secara lisan tentang isi  dongeng yang dibawakan dengan kata-kata sendiri. 



7.1
Menjawab atau mengajukan pertanyaan tentang isi teks agak panjang (150-220 kata) yang dibaca secara intensif.

§  Siswa menjawab pertanyaan yang dibaca
§  Siswa mengajukan pertanyaan dari bacaan.
§  Menjawab pertanyaan dibaca
§  Mengajukan pertanyaan dari bacaan





SILABUS PEMBELAJARAN
Nama  Sekolah            :
Mata Pelajaran            : Matematika
Kelas                           :
Semester                      :
Standar Kompetensi   :

Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber
3.3  
Memecahkan masalah yang berkaitan dengan pecahan sederhana  
Pecah
§  Siswa menjelaskan soal cerita yang berkaitan dengan pecahan  
§  Siswa menuliskan kalimat matematika dari soal cerita yang dierjakan nya
§  Meyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan pecahan .
§  Menuliskan kalaimat matematika dari soal cerita yang dikerjakan   
Teknik :
-          Tes
-          Non tes

18  x 35
Buku Matematika, media cetak dan elektronik, ensiklopedia
4.1  
Mengidentifikasi berbagai bangnan datar  sederhana menurut sifat atau usurnya.
Bangun Datar  
§  Siswa menentukan sudut dari benda
§  Siswa menjelaskan sudut sebagai daerah yang dibatasi oleh dua garis
§  Menentukan suduk dari benda/bangunan
§  Menjelakan sudut sebagai daerah yang dibatasi oleh dua senar (garis terpotong)
Bentuk tes :
-          Tulis
-          Lisan
-          Pengamatan
-          Penilaian hasil keja


4.2
Mengidentifikasi berbagai jenis dan besar sudut
Sudut
§  Siswa mengurutkan besar sudut menurut ukuran
§  Siwa membuat jenis sudut lancip, siku-siku dan tumpul.
§  Mengurutkan besar sudut menurut ukuran
§  Membuat jenis sudut lacip, siku-siku dan tumpul.
Instrumen :
-          Lembar Soal
-          Lembar pengamatan





SILABUS PEMBELAJARAN
Nama  Sekolah            :
Mata Pelajaran            : Ilmu Pengatuan Sosial
Kelas                           : III
Semester                      :
Standar Kompetensi   :

Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber
2.3
Memahami kegiatan jual beli dilingkungan rumah dan sekolah 
Jual Beli    
§  Siswa mejelasan perbedaan pasar tradisional dan pasar swalayan  
§  Siswa menjelaskan keuntungan dan kerugian jual beli dipasar tradisional
§  Siswa menjelaskan keuntungan dan kerugian jual beli dipasar swalaya
§  Siswa menjelaskan apa yang dimaksud dengan Barter
§  Siswa menyebutkan alat tukar jual beli yang digunakan zaman dulu
§  Siswa menyebutkan jenis-jenis uang kartal. 
§  Menjelaskan perbedaan pasar traditional dana pasar swalayan
§  Menjelaskan keuntungan dan kerugian jual beli dipasar traditional
§  Menjelaskan keuntungan dan kerugian jual beli di pasar swalayan
§  Menjelaskan dengan yang dimaksud dengan berter
§  Menyebutkan alat tukar jual beli yang digunakan pada zaman dahulu   
§  Menyebutkan jenis-jenis uang kertal.

20 sp x 35
Buku IPS, media cetak dan elektronik, ensiklopedia


SILABUS PEMBELAJARAN
Nama  Sekolah            :
Mata Pelajaran            : Ilmu Pengatuan Alam
Kelas                           : II
Semester                      :
Standar Kompetensi   : 3 Mengenal baerbagai sumber energi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaanya

Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber
3.1
Mengidentifikasi sumber-sumber energi (panas, listrik, cahaya, dan bunyi) yang ada dilingkungan sekitar.   
Sumber energi
§  Membaca buku untuk memahami konsep energy
§  Mengajak siswa keluar kelas untuk menuju peralatan tentang energi panas
§  Menunjukkan beberapa sumber energi panas dan listrik
§  Menunjukkan beberapa sumber energi  cahaya dan bunyi dengan kegiatan menyalakan lampu listrik, lampu senter dan membunyikan terompet 

§  Menyebutkan sumber energi panas
§  Menyebutkan sumber energi listrik
§  Menyebutkan sumber energi cahaya
§  Menyebutkan sumber energi bunyi
Tekhnik
Bentuk instrumen
Contoh
Instrumen

15    Jam pelajaran
- Buku IPA SDN kelas II
- Buku Zamrud SD
- Gambar Seterika, baterai,lampu, kompor & alam sekitar.

Tes tertulis
Pilihan Ganda
1.      Alat yang mengubah energi listrik menjadi energi bunyi adalah…
a.    Gitar  b. drum c. radio
2.      Apa saja tiga alat listrik yang menghasilkan cahaya!

  3.2
Mengindentifikasi jenis energi yang paling sering digunakan di lingkungan sekitar dan cara menghematnya.
Energi yang sering di manfaatkan dalam kehidupan
Cara menghemat sumber energi
§  Menyebutkan jenis energi deng an alatya yang sering digunakan di rumah
§  Menceritakan alas an perlunya menghemat energi
§  Melakukan Tanya jawab dengan siswa cara menghemat energi
§  Mempraktekkan cara-cara menghemat energi
§  Mengindentifikasi jenis energi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari
§  Menyebutkan cara menghemat energi
§  Mempraktikkan cara menghemat energi
Tes tertulis
Pilihan Ganda
Berikut ini yang termasuk menghemat energi, adalah …
a.       Mematikan lampu tidak terpakai
b.      Menyalakan tv sepanjang hari
c.       Menyetrika baju setiap saat
d.      Mengapa kita perlu menghemat minyak bumi?
15 jam Pelajaran









SILABUS PEMBELAJARAN
Nama  Sekolah            :
Mata Pelajaran            : Matematika
Kelas                           : II
Semester                      :
Standar Kompetensi   : 3 Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka

Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber
3.1
Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka
Perkalian bilangan
§  Menjelaskan arti perkalian sebagai penjumlahan berulang
§  Melakukan perkalian dua bilangan satu angka
§  Mengisi daftar perkalian sampai dengan 100
§  Melakukan perkalian tiga bilangan satuaangka
§  Menyebutkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian
§  Menyatukan perkalian sebagai penjumlahan berulang
§  Melakukan perkalian dua bilangan satu angka
§  Melakukan perkalian tiga bilangan satu angka
§  Menjelaskan masalah  yang berkaitan dengan perkalian  
Tekhnik
Bentuk instrumen
Contoh
Instrumen

30Jam pelajaran
- Buku Matematika SD kelas II
- Buku Zamrud SD

Tes tertulis
Pilihan Ganda




Uraian
1.      4 X 9 =

a. 9+9+9+9
b. 4+4+4+4
4+4+4+4
c. 9+9+9+9
9+9+9+9
2.      Paman memiliki 3 ekor ayam tiap ayam bertelur 4 butir, berapa butir telur yang dihasilkan ayam  paman seluruhnya?


  3.2
Melakukan pembagian bilangan dua angka
Pembagian Bilangan dua anga
§  Menjelaskan pengertian bilangan
§  Menginformasikan bahwa pembagian dapat di nyatakan dalam bentuk penjumlahan berulang
§  Mengubah bentuk perkalian menjadi bentuk pembagian dan sebaliknya.
§  Mencongak tentang pembagian dengan satu angka
§  Mencongak tentang pembagian dengan dua bilangan satu angka.
§  Menjeaskan cara menjeaskan soal cerita tentang pembagian dengan menentukan kalimat matematikanya.
§  Menyatakan pembagian sebagai pengurangan berulang
§  Mengubah bentuk perkalian menjadi pembagian dan sebaliknya
§  Melakukan pembagian bilangan sampai dengan 100 dengan berbagai cara
§  Menjelaskan masalah yang mengandung pembagian
Tes tertulis
Pilihan Ganda





uraian
Bentuk pembagian dari 32-8-8-8-8= 0 adalah …
a.       32 : 8 : 4
b.      32 : 8= 8
c.       32 : 4= 9

Hitunglah hasil pembagian bilangan berikut :
a.       54 : 6
b.      12 : 1
c.       48 : 6 : 8
d.      42 : 6 : 1
30 jam Pelajaran
Buku Matematika SD Kelas II
Buku Zamrud SD







SILABUS PEMBELAJARAN
Nama  Sekolah            :
Mata Pelajaran            :
Kelas                           :
Semester                      :
Standar Kompetensi   :

Kompetensi Dasar


Materi Pokok
Nilai Budaya karakter Bangsa
Kewirausahaan ekonomi kreatif
Gagasan Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber
Bahan/alat
Jenis Tagihan
Bentuk Instrumen
Contoh Instrumen
3.1
Mendekripsikan pengertian organisasi
Pengertian organisasi

Ciri-ciri organisasi

Tujuan organisasi

Anggota organisasi









Senang membaca
Peduli social
















Percaya diri
Berorientasi tugas & hasil

Menghargai prestasi
Berani mengambil resiko











Menjelaskan pengertian organisasi

Mendaftar nama-nama yang diketahui siswa




Berdiskusi dan memperkirakan tujuan  suatu organisasi

Berdiskusi dan memperkirakan anggota suatu
Mendeskripsikan pengertian organisasi

Menyebutkan contoh-contoh tujuan organisasi





Menyebutkan contoh-contoh anggota organisasi




Tugas kelompok


Observasi







Tugas Kelompok



Observasi
Penilaian tertulis


Penilaian unjuk kerja (kepercayaan diri anak dalam berimajinasi)


Keterlibatan anak dalam diskusi

Penilaian tertulis


Menurut mu siapakah yang berhak menjadi Anggota Organisasi Pecinta Perangko?


Siapa pemegang jabatan tertinggi di sekolahmu?

4 x 35 menit
Buku paket (buku pendidikan kewarganegaraan untuk SD kelas V terbitan ESIS karanan Dra.Dyah Sri Wilujeng, M.Pd hal 60-62

Teman

Lingkungan rumah keluarga, sekolah dst.





Ciri-ciri organisasi lanjutan

Struktur organisasi

Tata tertib organisasi



Senang membaca
Peduli sosial



Percaya diri

Berorientasi tugas dan hasil

Berani mengambil resiko

Kepemimpinan
organisasi


Berdiskusi dan mendaftar sejumlah peraturan tentang suatu anggota

Menyusun suatu organisasi fiktif

Merumuskan tujuan struktur dan peraturan fiktif tersebut





Merumuskan contoh struktur organisasi

Merumuskan contoh tata tertib organisasi





Penilaian unjuk kerja
Kepercayaan diri anak




3.2

Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan Sekolah dan Masyarakat

Contoh-contoh organisasi di sekolah dan masyarakat beserta fungsinya

Peduli lingkungan


Percaya diri

Beroientasi tugas dan hasil

Berani mengambil resiko




Mendaftar contoh-contoh di sekolah dan masyarakat.







Kamis, 29 Maret 2012

Biografi Imam Muslim

Riwayat Hidup Imam Muslim


SHOHIH MUSLIM
  1. Biografi Imam Muslim
Imam Muslim adalah salah seorang ulama hadits yang sangat masyhur di kalangan ulama-ulama hadits lainnya, bahkan di kalangan ulama-ulama mutaakhirin. Beliau mempunyai nama lengkap Imam Abdul Husain bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi. Beliau dilahirkan di Naisabur tahun 206 H, sebagaimana dikatakan oleh al-Hakim Abu Abdullah dalam kitabnya “Ulama’ul Amsar”. Imam Muslim adalah penulis kitab shohih dan kitab ilmu hadits. Beliau adalah ulama terkemuka yang namanya tetap dikenal sampai kini.
Kehidupan Imam Muslim penuh dengan kegiatan mulia. Beliau merantau ke berbagai negeri untuk mencari hadits. Beliau pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya. Dia belajar hadits sejak masih kecil, ykni mulai tahun 218 H. dalam perjalananya, Muslim bertemu dan berguru pada ulama hadits.
Di Khurasan, dia berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih. Di Ray, dia berguru kepada Muhamad bin Mahran dan Abu Ansan. Di Irak, dia belajar kepada Ahmad bin Hanbal dan Abdullah bin Maslamah. Di Hjaz, berguru kepada Sa’id bin Mansur dan Abu Mas’ab. Di Mesir, belajar kepada Amar bin Sawad dan Harmalah bin Yahya dan berguru kepada ulama hadits lainnya.
Imam Muslim berulang kali pergi ke Bagdad untuk belajar hadits, dan kunjungannya yang terakhir tahun 259 H. ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, Muslim sering berguru kepadanya. Sebab dia mengetahui kelebihan ilmu Imam Bukhari. Ketika terjadi ketegangan antara Bukhari dan az-Zuhali, dia memihak Bukhari. Sehingga hubungannya dengan az-Zuhali menjadi putus. Dalam kitab shohih nya maupun kitab lainnya, Muslim tidak memasukan hadits yang diterima dari az-Zuhali, meskipun dia adalah guru Muslim. Dan dia pun tidak memasukan hadits yang diterima dari Bukhari, padahal dia juga sebagai gurunya. Bagi Muslim, lebih baik tidak memasukan hadits yang diterimanya dari dua gurunya. Tetapi dia tetap mengakui mereka sebagai gurunya.
Imam Muslim mempunyai guru hadits yang sangat banyak. Diantaranya Utsman bin Abi Syaibah, Abu Bakar bin Syaibah, Syaiban bin Farukh, Abu Kamil al-Juri, Zuhair bin Harab, Amar an-Naqid, Muhamad bin Musanna, Muhamad bin Yasar, Harun bin Said 1
al-Aili, Qutaibah bin sa’id dan lain sebagainya.
Selain itu, banyak pula para ulama yang meriwayatkan hadits dari Imam Muslim, bahkan di antaranya terdapat ulama besar yang sebaya dengan dia. Di antarany Abu Hatim ar-Razi Musa bin Harun, Ahmad bin Salamah, Abu Bakar bin Khuzaimah, Yahya bin Said, Abu Awanah al-Isfarayini, Abi Isa at-Tirmidzi, Abu amar Ahmad bin al-Mubarak al-Mustamli, Abul Abbas Muhamad bin Ishaq bi as-Sarraj, Ibrahim bin Muhamad bin Sufyan al-Faqih az-Zahid. Nama terakhir ini adalah perawi utama bagi shohih Muslim.
Apabila Imam Bukhari sebagai ahli hadits nomor satu, ahli tentang ilat-ilat (cacat) hadits dan seluk beluk hadits, dan daya kritiknya yang sangat tajam, maka Imam Muslim adalah orang kedua setelah Bukhari, baik dalam ilmu, keistimewaan dan kedudukannya. Hal ini tidak mengherankan, karena Muslim adalah salah satu muridnya. Al-Khatib al-Baghdadi berkata : “Muslim telah mengikuti jejak Bukhari, mengembangkan ilmunya dan mengikuti jalannya”. Pernyataan ini bukanlah menunjukan bahwa Muslim hanya seorang pengikut saja. Sebab dia mempunyai cirri khas tersendiri dalam menyusun kitab, serta memperkenalkan metode baru yang belum ada sebelumnya.
Imam Muslim mendapatkan pujian dari ulama hadits dan ulama lainnya. Al-Khatib al-Baghdadi meriwayatkan dari Ahmad bin Salamah, katanya “Saya melihat Abu Zur’ah dan Abu Hatim selalu mengutamakan Muslim dari pada guru-guru hadits lainnya”. Ishak bin Mansur al-Kausaj berkata kepada Muslim : “Kami tidak akan kehilang kebaikan selama Allah menetapkan engkau bagi kaum muslimin”. Ishak bin Rahawaih pernah berkata : “Adakah orang lain seperti Muslim?”. Ibnu Abi Hatim mengatakan : “Muslim adalah penghafal hadits. Saya menulis hadits dari dia di Ray”. Abu Quraisy berkata : “Di dunia ini, orang yang benar-benar ahli hadits hanya empat orang, di antaranya adalah Muslim”. Maksudnya, ahli hadits terkemuka di masa Abu Quraisy. Sebab ahli hadis itu cukup banyak jumlahnya.
Setelah mengarungi kehidupan yang penuh berkah, Muslim wafat pada hari ahad sore dan dimakamkan di kampung Nasr Abad daerah Naisabur pada hari senin, 25 Rajab 261 H, dalam usia 55 tahun.
  1. Karya-karya Imam Muslim
Selama hidupnya, Imam Muslim menulis beberapa kitab yang sangat bermanfaat.
Di antaranya :
  1. Al-Jami’ as-Shahih
  2. Al-Musnad al-Kabir ‘ala ar-Rijal
  3. Kitab al-Asma’ wa al-Kuna
  4. Kitab al-Ilal
  5. Kitab al-Aqran
  6. Kitab Sualatihi Ahmad bin Hanbal
  7. Kitab al-Intifa’ bi Uhubis Siba’
  8. Kitab al-Muhadramain
  9. Kitab Man laisa Lahu illa Rawin Wahidin
  10. Kitab Auladus Sahabah
  11. Kitab Auhamul Muhadisin
Kitabnya yang paling terkenal sampai kini ialah Al-Jamius Shahih atau Shahih Muslim.
Kitab Shahih Muslim
Di antara kitab-kitab di atas yang paling agung dan sangat bermanfaat luas, serta masih tetap beredar hingga kini ialah Al-Jamius Shahih , terkenal dengan Shahih Muslim. Kitab ini merupakan salah satu dari dua kitab yang paling Shahih dan murni sesudah kitabullah. Kedua kitab shahih ini diterima baik oleh segenap umat islam.
Imam Muslim telah mengerahkan seluruh kemampuanya untuk meneliti dan mempelajari keadaan para perawi, menyaring hadits –hadits yang diriwayatkan, membandingkan riwayat-riwayat itu satu sama lain. Muslim sangat teliti dan hati-hati dalam menggunakan lafadz-lafadz dan selalu memberikan isyarat akan adanya perbedaan antara lafadz-lafadz itu. Dengan usaha sedemikian rupa, maka lahirlah kitab Shahihnya.
Bukti-bukti kongkrit mengenai keagungan kitab itu adalah suatu kenyataan, dimana Muslim menyaring isi kitabnya dari ribuan riwayat yang pernah didengarnya. Diceritakan, bahwa ia pernah berkata : “Aku susun kitab shahih ini yang disaring dari 300.000 hadits”.
Diriwayatkan dari Ahmad bin Salamah, yang berkata : “Aku menulis bersama Muslim untuk menyusun kitab Shahihnya itu selama 15 tahun. Kitab itu berisi 12.000 hadits. Dalam pada itu Ibnu Shalah menyebutkan dari Abu Quraisy al-Hafidz bahwa jumlah
hadits Shahih Muslim itu sebanyak 4.000 buah hadits. Kedua pendapat tersebut dapat kita kompromikan yaitu bahwa perhitungan pertama memasukkan hadits-hadits yang berulang-ulang penyebutannya, sedangkan perhitungan kedua hanya menghitung hadits-hadits yang tidak disebutkan berulang-ulang. Imam Muslim berkata di dalam shahihnya : “Tidak setiap hadits yang shahih menurutku, aku cantumkan di sini, aku hanya mencantumkan hadits-hadits yang telah disepakati oleh para ulama hadits”. Imam Muslim pernah berkata, sebagai ungkapan gembiraatas karunia Allah yang diterimanya : “Apabila penduduk bumi ini menulis hadits selama 200 tahun, maka usaha mereka hanya akan berputar-putar di sekitar musnad ini”.
Imam Muslim di dalam penulisan shahihnya tidak membuat judul setiap bab secara terperinci. Adapun judul-judul kitab dan bab yang kita dapati pada sebagian naskah shahih Muslim yang sudah dicetak, sebenarnya dibuat oleh para pengulas yang datang kemudian. Di antara para pengulas yang paling baik membuatkan judul-judul bab dan sistematika babnya adalah Imam Nawawi dalam Syarahnya.
DAFTAR PUSTAKA
Shahih Bukhari Muslim. Februari 2008. Penyusun : Al-Bayan. Bandung : Jabal
Munawwir, Ahmad Warson. Al-Munawwir Kamus Indonesia-Arab. Surabaya
Hadyu Muhamad SAW

Al-Bukhari, Paling Unggul di Tengah Kritik

Al-Bukhari, Paling Unggul di Tengah Kritik


Al-Jami' al-Shahih atau yang dikenal dengan Kitab Shahih al-Bukhari adalah kitab hadis yang menduduki peringkat pertama di antara al-Kutub al-Sittah (enam kitab hadis yang menjadi referensi). Sebab, hadis-hadis dalam kitab Bukhari terbukti secara ilmiah memiliki tingkat validitas yang tinggi.
Walaupun demikian, beberapa golongan mengkritik, menghujat dan menolak hadis Bukhari, sebagian atau seluruhnya. Alasan penolakan mereka bermacam-macam. Ada yang menolak ketidaksempurnaan hadis tersebut, tidak yakin dengan hukum-hukumnya, ada yang skeptis dengan memandang dari sifat kemanusiaan al-Bukhari, yaitu manusia biasa, yang bisa salah dan lalai.
Para ulama’ sepakat menempatkannya pada posisi istimewa. Imam Ibnu Shalah dalam Musthalahul Hadisnya memuji Shahih Bukhari dengan julukan “Kitab paling shahih setelah Al-Qur'an”. Diakui sebagai kitab hadis paling valid. Dan metodologi Imam Bukhari dalam menyeleksi hadis sangat ketat.
Jenius
Imam al-Bukhari dilahirkan pada 13 Syawal 194 Hijrah di Bukhara, di bahagian timur negeri Uzbekistan. Nama lengkapnya Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah.
Perhatiannya kepada ilmu hadis yang sulit dan rumit itu sudah tumbuh sejak usia 10 tahun, hingga dalam usia 16 tahun beliau sudah hafal dan menguasai buku-buku seperti al-Mubarak dan al-Waki.
Bukhari diakui terlahir sebagai sosok yang memiliki daya hapal tinggi. Imam al-Dzahabi dalam Siyar a’lam Nubala’ mencatat bahwa Imam al-Bukhari  menghafal seratus ribu hadis shahih, hafal dua ratus ribu hadis yang tidak shahih. Setiap hadis yang beliau hafal, disertai hafalan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya. Beliau mampu menghafal hanya dalam waktu satu kali dengar.
Imam Bukhari meninggal dunia pada tahun (256) Hijrah, pada malam Sabtu, malam Hari Raya Idul Fitri. Ketika itu beliau berusia 62 tahun.
Kokoh Dikritik
Di tengah kepakarannya dalam bidang hadis, al-Bukhari tak luput dari para pengkritik. Robert Morey, sarjana teologia, yang pernah menulis buku menghujat Islam Islamic Invasion, termasuk di antara pengkritiknya. Ia menyerang hadis secara keseluruhan. Hadis dianggap sebagai buku karangan biasa Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam. Ia mendistorsi makna hadis-hadis yang dibenturkan sehingga tampak hasil inspirasi subjektif  Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam yang diwarnai sifat-sifat tidak baik, seperti perbudakan, jihad, dan kehidupan pribadi Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam terutama dengan istri-istri beliau.
Ignaz Golziher, orientalis asal Hungaria, salah satu sarjana Barat yang menggugat keabsahan hadis-hadis Imam Bukhari. Menurutnya, metode penelitian hadis yang dilakukan Imam Bukhari dan ulama’ salaf lemah. Alasannya, Imam Bukhari lebih banyak menggunakan metode Kritik Sanad, dan kurang menggunakan metode Kritik Matan. Ia menawarkan metode Kritik Matan saja.
Ada lagi kelompok yang mempermasalahkan hadis yang berbunyi "Tidak ada seorangpun yang akan tetap hidup di atas bumi setelah seratus tahun ini". Hadis ini dinilai maudhu' karena bertentangan dengan al-Qur'an dan kenyataan. Hadis ini menurutnya memberi informasi bahwa hari Kiamat akan terjadi satu abad setelah masa kenabian, dan menebak perkara yang gaib tidak bisa dibenarkan.
Ternyata sang pengkritik kurang teliti. Maksud sebenarnya hadis itu adalah informasi tentang usia para sahabat waktu itu, yang tidak akan hidup lebih dari seratus tahun lagi. Bukan menginformasikan tentang usia dunia, sebagaimana yang mereka pahami. Dalam kitab-kitab karangan ulama' salaf pun belum pernah ditemukan keterangan yang menjelaskan adanya hadis dhaif  di kitab al-Bukhari. Mereka yang mengkritik hadis al-Bukhari ini adalah datang belakangan serta menyalahi Ijma' ulama salaf.
Golongan Syi'ah, termasuk kelompok pengkiritik. Mereka  banyak mendiskualifikasi hadis Bukhari, karena tidak diriwayatkan oleh Ahlul Bait. Syi'ah menerapkan standar ganda dalam menerima hadis. Mereka menerima hadis-hadis yang tidak bertentangan dengan ajaran mereka dan hanya menerima hadis riwayat Ahlul Bait.
Bahkan pengertian hadis menurut Syi'ah berbeda dengan hadis menurut Ahlus Sunnah. Hadis, menurut Syi'ah adalah segala ucapan para Imam yang dua belas. Akibat metode yang mereka terapkan, maka sangat sedikit hadis Bukhari yang mereka terima. Metodologi yang digunakan Syi'ah ini tidak dikenal oleh para Ulama' dan tidak teruji validitasnya.
Sementara kalangan liberal mengkritik dengan alasan bahwa al-Bukhari adalah seorang manusia biasa yang dimungkinkan untuk melakukan kesalahan. Yang perlu ditanyakan dalam masalah ini adalah sudah terbuktikah – secara ilmiah – al-Bukhari melakukan kesalahan sehingga beliau memasukkan hadis dhaif dalam kitabnya? Tuduhan ini hingga kini belum terbukti dan diakui pakar hadis. Serangan ini seperti hujatan Robert Morey yang hanya berlandaskan asumsi dan tafsir kebencian bukan bukti.
Adalah benar, Imam al-Bukhari adalah manusia biasa, tetapi kepakarannya, ketelitian dan keunggulan metodologinya telah meyakinkan para kritikus hadis dan ulama ahli hadis bahwa kitab al-Jami' al-Shahih tidak diragukan lagi keshahihannya. Al-Bukhari sangat ketat dan hati-hati ketika menulis hadis. Beliau menulis kitab dalam waktu 16 tahun. Selama itu, setiap hendak menulis satu hadis beliau selalu mandi, berwudhu dan shalat  sunnah dua rakaat.
Adapun kemungkinan al-Bukhari melakukan kesalahan adalah perkara yang bisa saja terjadi dan wajar. Akan tetapi, hingga kini mulai dari para pendahulu ahli hadis sampai para kritikus hadis kontemporer, belum seorangpun dari mereka yang mampu  mengungkapkan kesalahan al-Bukhari dengan disertai bukti-bukti ilmiah.
Metode Terbaik
Metodologi al-Bukhari diakui oleh para ulama’ memiliki metode yang terbaik. Seorang perawi secara ketat diriset secara langsung, kepribadiannya. Ia tidak puas jika hanya melalui perantara atau khabar dari orang tertentu. Hal itu dapat dilakukan baik dengan cara melihat langsung maupun menyimak dan hidup pada masa mereka. Sifat, tindak-tanduk serta budi pekerti seorang perawi dinilai apakah sudah menjalan ajaran Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam.
Metode riwayat ini adalah metode ilmiah untuk mencapai suatu kebenaran, dan ia adalah satu-satunya cara untuk menghubungkan dengan kenyataan-kenyataan yang tidak bisa kita ketahui secara langsung. Bahkan riwayat adalah cara yang terpenting untuk penyebaran ilmu di kalangan masyarakat.
Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam  sering menganjurkan kepada para sahabat yang hadir di hadapan beliau agar tidak segan-segan untuk menyampaikan apa yang mereka dengar dari beliau kepada orang yang tidak hadir ketika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, secara jujur, tanpa ditambah dan dikurangi. Oleh karena itu, para sahabat yang tidak hadir pada waktu itu percaya dan berpegang pada apa yang diceritakan oleh sahabat lainnya yang hadir. Metode inilah yang terus dijaga terus oleh para ulama' ahli hadis termasuk al-Bukhari.
Mereka tidak akan mengambil riwayat kecuali dari orang yang dia kenal; bahwa dia tidak pernah bohong serta kuat hafalannya. Andaikata mereka belum mengenal perawinya, mereka tidak akan menerima hadis yang diriwayatkannya.
Oleh sebab itu, dalam penentuan keshahihan hadis, al-Bukhari dikenal lebih ketat dibanding ulama' hadis lainnya. Menurut al-Bukhari syarat keshahihan sebuah hadis adalah; pertama, perawi harus 'adil, dhabit, tsiqah dan tidak mudallis (berbohong). Yang dimaksud 'adil adalah sang perawi berakidah benar, melaksanakan apa yang diperintah syari'at dan menjauhi semua larangan, bersikap wara', bertakwa kepada Allah dan berakhlaq mulia. Sedang dhabit adalah mempunyai kesempurnaan berpikir, tidak pelupa dan cerdas serta tangkas. Hafalannya kuat dan mudah mengerti apa yang diterima.
Kedua, sanadnya muttashil (bersambung) tidak mursal, dan munqathi'. Ketiga, matan hadis tidak janggal dan tidak cacat. Nah dalam menilai muttashil dan tidaknya inilah yang membedakan dengan ulama yang lain. Menurut Al-Bukhari, yang dimaksud hadis itu bersambung adalah bila seorang perawi tidak saja hidup sezaman tetapi harus bertemu langsung.
Selain itu dalam tingkatan perawi (tabaqat al-ruwwat), al-Bukhari selalu mengambil tingkatan pertama atau tingkatan tertinggi. Sehingga perawi-perawi yang dhaif tidak dikenal dalam hadis Bukhari. Hal ini kemudian diteliti oleh para ulama' dan terbukti keshahihannya bahkan diakui bahwa metodenya adalah paling unggul dibanding dengan metode ulama hadis lainnya.
Imam Nawawi dalam "Syarah Shahih Muslim" menegaskan bahwa, mayoritas  ulama telah Ijma' (sepakat) bahwa hadis- hadis dalam al-Jami' al-Saghir semuanya adalah shahih, tidak ada yang dhaif atau maudhu'.
Imam al-Bukhari pernah ditanya oleh Muhamad bin Abu Hatim Al Warraaq, “Apakah engkau hafal sanad dan matan setiap hadits yang engkau masukkan ke dalam kitab yang engkau susun (maksudnya: kitab Shahih Bukhari)?” Beliau menjawab, ”Semua hadits yang saya masukkan ke dalam kitab yang saya susun itu sedikitpun tidak ada yang samar bagi saya”.
Allah telah menganugerahkan kepada Imam al-Bukhari berupa reputasi di bidang hadis telah mencapai puncaknya. Tidak mengherankan jika para ulama dan para imam yang hidup sezaman dengannya memberikan pujian (rekomendasi) terhadap beliau. Bukan karena mereka fanatik, tapi mengakui kepakarannya yang tak tertandingi. []

MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...