Rabu, 24 Oktober 2018

PERMASALAHAN MAKRO EKONOMI DI INDONESIA


PERMASALAHAN MAKRO EKONOMI
DI INDONESIA
1.      Masalah Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perekonmian Indonesia tidak terlepas dari permasalahan kesenjangan dalam pengelolaan perekonomian, dimana para pemilik modal besar selalu mendapatkan kesempatan yang lebih luas dibandingkan dengan para pengusaha kecil dan menengah yang kekurangan modal.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara umum yaitu:
Ø  Faktor produksi, yaitu harus mampu memanfaatkan tenaga kerja yang ada dan penggunaan bahan baku industri dalam negeri semaksimal mungkin.
Ø  Faktor investasi, yaitu dengan membuat kebijakan investasi yang tidak rumit dan berpihak pada pasar.
Ø  Faktor perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran, harus surplus sehingga mampu meningkatkan cadangan devisa dan menstabilkan nilai rupiah.
Ø  Faktor kebijakan moneter dan inflasi, yaitu kebijakan terhadap nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga ini juga harus di antisipatif dan diterima pasar.
Ø  Faktor keuangan negara, yaitu berupa kebijakan fiskal yang konstruktif dan mampu membiayai pengeluaran pemerintah.

Kebanyakan negara berkembang menghadapi banyak masalah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Hambatan-hambatan terpenting yang dialami adalah:
Ø  Kegiatan sektor pertanian masih tetap tradisonal dan produktivitasnya sangat rendah.
Ø  Kebanyakan negara masih menghadapi masalah kekurangan dana modal dan barang modal (peralatan produksi) yang modern.
Ø  Tenaga terampil, terdidik dan keahlian keusahawanan penawarannya masih jauh dibawah jumlah yang diperlukan.
Ø  Perkembangan penduduk sangatlah pesat.
Ø  Berbagai masalah institusi, sosial, kebudayaan dan politik yang sering dihadapi.
Beberapa teori telah dikemukakan yang merangkan mengenai hubungan diantara berbagai faktor produksi dengan pertumbuhan ekonomi. Pandangan teori tersebut adalah:
I.            Teori klasik: menekankan tentang pentingnya faktor fator produksi dalam menaikkan pendapatan nasional dan mewujudkan pertumbuhan. Akan tetapi yang terutama diperhatikan ahli ekonomi klasik adalah peranan tenaga kerja. Menurut mereka tenaga kerja yang berlebihan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
II.         Teori Schumpeteer: menekankan tentang peranan usahawan yang akan melakukan inovasi dan investasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
III.      Teori Harrod-Domar: menekankan peranan investasi sebagai faktor yang menimbulkan pertambahan pengeluaran agregat. Teori ini pada dasarnya menekankan peranan segi permintaan dakam mewujudkan pertumbuhan.
IV.      Teori neo klasik: melalui kajian empirikal teori ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan peningkatan kemahiran masyarakat merupakan faktor yang terpenting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi

Sedangkan untuk cara mengatasi masalah pertumbuhan & pembangunan ekonomi di Indonesia saya uraikan seperti di bawah ini :

  1. Meningkatkan mutu pendidikan yang layak kepada masyarakat.
2. Pemberantasan Korupsi
3. Membuka usaha mandiri
4. Mengatasi pengangguran
5. Mengembangkan NPM Mandiri.

Kebijakan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang dilakukan pemerintah adalah:

Kebijakan diversivikasi kegiatan ekonomi, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memodernkan kegiatan ekonomi yang ada. Sedankan langkah penting yang harus dilakukan adalah mengembangkan kegiatan ekonomi yang baru yang dapat mempercepat informasi kegiatan ekonomi yang bersifat tradisional kepada kegiatan ekonomi yang modern.
Mengembangkan infrastruktur, modernisasi pertumbuhan ekonomi memerlukan infrasturuktur yang modern pula. Berbagai kegiatan ekonomi memerlukan infrastruktur yang berkembang, seperti jalan, jembatan, lapangan terbang, pelabuhan, kawasan perindustrian, irigasi dan penyediaan air, listrik dan jaringan telepon.
Meningkatkan tabungan dan investasi, pendapatan masyarakat yang rendah menyebabkan tabungan masyarakat rendah. Sedangakan pembangunan memerlukan tabungan yang besar untuk membiayai investasi yang dilakukan. Kekurangan invesatsi selalu dinyatakan sebagai salah satu sumber yang dapat menghambat pembangunan ekonomi. Oleh sebab itu syarat penting yang perlu dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah meningkatkan tabungan masyarakat
Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat, dari segi pandangan individu maupun dari segi secara keseluruhan, pendidikan merupakan satu investasi yang sangat berguna dalam pembangunan ekonomi. Individu yang memperoleh pendidikan tinggi cenderung akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi, jadi semakin tinggi pendidikan maka semakin tinggi pula pendapatan yang diperoleh
Merumuskan dan melaksanakan perencanaan ekonomi, kebijakan pemerintah yang konvensional yaitu kebijakan fiskal dan moneter tidak dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. Untuk mengatasinya pada tahap mula dari pembangunan ekonomi perencanaan pembanguna perlu dilakukan.
Melalui perencanaan pembangunan dapat pula ditentukan sejauh mana investasi swasta dan pemerintah perku dilakukan untuk mencapai suatu tujuan pertumbuhan yang telah ditentukan.

2.      Masalah Ketidakstabilan Ekonomi
Dalam sistem ekonomi bebas atau sistem ekonomi pasar, kegiatan ekonomi sering mengalami pasang surut. Kadang kala pertumbuhan ekonomi maju pesat dan kadang kala berjalan lambat, bahkan kadang-kadang merosot. Pergerakan naik turunnya kegiatan perusahaan-perusahaan demi mencapai kemajuan ekonomi dalam jangka panjang disebut Konjungtoratau siklus kegiatan perusahaan.
Siklus dalam suatu periode konjungtor berbeda dengan keadaan konjungtor pada periode lain. Tetapi sifat-sifat dasar setiap siklus sama. Kurva konjungtur ekonomi terdiri dari masa pertumbuhan, masa puncak kemakmuran (peak of wealth), masa kemunduran, masa keterpurukan (peak of crises). Setelah krisis dapat teratasi, akan terjadi masa pemulihan (recovery), pertumbuhan, dan seterusnya. Siklus ini terbangun seperti gelombang sinus.


3.      Masalah Pengangguran
Pengangguran adalah suatu kondisi ketika seseorang yang dikategorikan dalam golongan angkatan kerja yang ingin memperoleh pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Pengangguran dapat terjadi karena faktor-faktor berikut.
a.       Kekurangan pengeluaran agregat.
b.      Ingin meninggalkan pekerjaan lama untuk mendapat pekerjaan baru yang lebih baik.
c.       Perusahaan mengganti tenaga kerja manusia dengan peralatan-peralatan canggih, seperti penggunaan mesin-mesin komputer.
d.      Ketidaksesuaian antara keterampilan pencari kerja dan keterampilan yang dibutuhkan dalam industri.

4.      Masalah Inflasi

Inflasi adalah suatu keadaan di mana harga naik secara umum dan terus menerus. Keadaan inflasi akan berbeda dari waktu ke waktu dan dari suatu negara ke negara lainnya. Ada empat golongan inflasi, yaitu ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Pada inflasi ringan, kenaikan harga masih di bawah angka 10% setahun. Pada inflasi sedang, kenaikan harga antara 10%-30% setahun. Pada inflasi berat, kenaikan harga antara 30%-100% setahun. Pada hiperinflasi atau inflasi tak terkendali, kenaikan harga berada di atas 100% setahun
Inflasi dapat terjadi karena berbagai hal sebagai berikut.
a.       Ketidakseimbangan pengeluaran agregat dibandingkan dengan kemampuan perusahaan dalam menyediakan barang-barang.
b.      Tuntutan kenaikan upah oleh pekerja yang menyebabkan harga pokok barang bertambah.
c.       Kenaikan harga-harga barang yang diimpor.
d.      Pengeluaran uang yang bertambah secara berlebihan tanpa diikuti oleh pertambahan produksi dan penawaran barang.
e.       Kekacauan politik dan ekonomi

5.      Masalah Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran
Neraca Perdagangan atau balance of trade adalah ikhtisar yang menunjukkan selisih antara nilai transaksi ekspor dan impor suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Biasanya kurun waktunya satu tahun. Neraca perdagangan suatu negara yang positif menunjukkan negara itu mengalami ekspor yang nilai moneternya melebihi impor. Terjadi surplus perdagangan. Sementara itu, neraca perdagangan suatu negara yang negatif menunjukkan nilai moneter impornya melebihi nilai moneter ekspor. Terjadi defisit perdagangan.
Neraca pembayaran adalah suatu ikhtisar yang menunjukkan aliran pembayaran yang dilakukan dari negara-negara lain ke dalam negeri dan dari dalam negeri ke negara lain dalam satu tahun tertentu. Aliran itu mencakup hal-hal berikut.

a.       Aliran penerimaan ekspor serta pembayaran impor barang dan jasa.
b.      Aliran penanaman modal asing dan pembayaran penanaman modal asing.
c.       Aliran keluar masuk modal jangka pendek seperti deposito di luar negeri.
   
Neraca pembayaran bermaslaah ketika neraca pembayaran mengalami defisit. Artinya, pembayaran ke luar negeri melebihi penerimaan dari luar negeri. Hal ini dapat disebabkan oleh impor lebih besar daripada ekspor dan aliran modal terlalu banyak ke luar negeri.

Neraca pembayaran yang defisit dapat menimbulkan akibat sebagai berikut.
a.       Penurunan kegiatan ekonomi dalam negeri karena penggunaan barang impor.
b.      Harga valuta asing meningkat.
c.       Harga barang impor bertambah mahal.
d.      Kegairahan pengusaha berkurang dalam penanaman modal dan membangun usaha baru.
a.      Masalah Kemiskinan dan Pemerataan
Pada akhir tahun 1996 jumlah penduduk miskin Indonesia sebesar 22,5 juta jiwa atau sekitar 11,4% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Namun, sebagai akibat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan sejak pertengahan tahun 1997, jumlah penduduk miskin pada akhir tahun itu melonjak menjadi sebesar 47 juta jiwa atau sekitar 23,5% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Pada akhir tahun 2000, jumlah penduduk miskin turun sedikit menjadi sebesar 37,3 juta jiwa atau sekitar 19% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia.
Dari segi distribusi pendapatan nasional, penduduk Indonesia berada dalam kemiskinan. Sebagian besar kekayaan banyak dimiliki kelompok berpenghasilan besar atau kelompok kaya Indonesia.
b.      Krisis Nilai Tukar
Krisis mata uang yang telah mengguncang Negara-negara Asia pada awal tahun 1997, akhirnya menerpa perekonomian Indonesia. Nilai tukar rupiah yang semula dikaitkan dengan dolar AS secara tetap mulai diguncang spekulan yang menyebabkan keguncangan pada perekonomian yang juga sangat tergantung pada pinjaman luar negeri sector swasta. Pemerintah menghadapi krisis nilai tukar ini dengan melakukan intervensi di pasar untuk menyelamatkan cadangan devisayang semakin menyusut. Pemerintah menerapkan kebijakan nilai tukar yang mengambang bebas sebagai pengganti kebijakan nilai tukar yang mengambang terkendali.
c.       Masalah Utang Luar Negeri
Kebijakan nilai tukar yang mengambang terkendali pada saat sebelum krisis ternyata menyimpan kekhawatiran. Depresiasi penurunan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama dolar ASyang relative tetap dari tahun ke tahun menyebabkan sebagian besar utang luar negeri tidak dilindungi dengan fasilitas lindung nilai (hedging) sehingga pada saat krisis nilai tukar terjadi dalam sekejap nilai utang tersebut membengkak. Pada tahun1997, besarnya utang luar negeri tercatat 63% dari PDB dan pada tahun 1998 melambung menjadi 152% dari PDB.
Untuk mengatasi ini, pemerintah melakukan penjadwalan ulang utang luar negeri dengan pihak peminjam. Pemerintah juga menggandeng lembaga-lembaga keuangan internasional untuk membantu menyelesaikan masalah ini.
d.      Masalah Perbankan dan Kredit Macet
Besarnya utang luar negeri mengakibatkan permasalahan selanjutnya pada system perbankan. Banyak usaha yang macet karena meningkatnya beban utang mengakibatkan semakin banyaknya kredit yang macet sehingga beberapa bank mengalami kesulitan likuiditas. Kesulitan likuiditas makin parah ketika sebagian masyarakat kehilangan kepercayaannya terhadap sejumlah bank sehingga terjadi penarikan dana oleh masyarakat secarabesar-besaran (rush).
Goncangan yang terjadi pada system perbankan menimbulkan goncangan yang lebih besar pada system perbankan secara keseluruhan, sehingga perekonomian juga akan terseret ke jurang kehancuran. Alasan-alasan di atas menyebabkan pemerintah memutuskan untuk menyelamatkan bank-bankyang mengalami masalah likuiditas tersebut dengan memberikan bantuan likuiditas. Namun untuk mengendalikan laju inflasi, bank sentral harus menarik kembali uang tersebut melalui operasi pasar terbuka. Hal ini dilakukan dengan meningkatnya suku bunga SBI. Kebijakan ini kemudian menimbulkan dilema karena peningkatan suku bunga menyebabkan beban bagi para peminjam (debitor). Akibatnya tingkat kredit macet di system perbankan meningkat dengan pesat. Dilema semakin kompleks di saat system perbankan mencoba mempertahankan likuiditasyang mereka miliki dengan meningkatkan suku bungan simpanan melebihi suku bunga pinjaman sehingga mereka mengalami kerugian yang berakibat pengikisan modal yang mereka miliki.
e.       Masalah Inflasi
Masalah inflasi yang terjadi di Indonesia tidak terlepas kaitannya dengan masalah krisis nilai tukar rupiah dan krisis perbankan yang selama ini terjadi. Pada tahun 2004 tingkat inflasi Indonesia pernah mencapai angka 10,5%. Ini terjadi karena harga barang-barang terus naik sebagai akibat dari dorongan permintaan yang tinggi. Tingginya laju inflasi tersebut jelas melebihi sasaran inflasi BI sehingga BI perlu melakukan pengetatan di bidang moneter. Pengetatan moneter tidak dapat dilakukan secara drastic dan berlebihan karena akan mengancam kelangsungan proses penyehatan perbankan dan program restrukturisasi perusahaan.
f.       Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran
Menurunnya kualitas pertumbuhan ekonomi tahun 2005-2006 tercermin dari anjloknya daya serap pertumbuhan ekonomi terhadap angkatan kerja. Bila di masa lalu setiap 1% pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja hingga 240 ribu maka pada 2005-2006 setiap pertumbuhan ekonomi hanya mampu menghasilkan 40-50 ribu lapangan kerja. Berkurangnya daya serap lapangan kerja berarti meningkatnya penduduk miskin dan tingkat pengangguran. Untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan, pemerintah perlu menyelamatkan industry-industri padat karya dan perbaikan irigasi bagi pertanian.
a.      Masalah Harga Dasar dan Harga Tertinggi
Krisis ekonomi yang pernah melanda dunia terjadi cukup lama dan diyakini bahwa mekanisme pasar tidak mampu menyelesaikan masalah ekonomi tersebut. Artinya, keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar tidak tercapai. Pengaruh dari krisis tersebut adalah melambungnya harga berbagai jenis barang yang di butuhkan oleh produsen dan konsumen.
Salah satu campur tangan pemerintah dalam permasalahan ini ialah kebijakan pemerintah mengenai harga dasar (floor price) dan harga tertinggi (ceiling price). Tujuan penentuan harga dasar adalah untuk membantu produsen, sedangkan harga tertinggi untuk membantu konsumen. Misalnya, musim panen padi menyebabkan jumlah beras melimpah. Akibatnya, harga beras turun sehingga para petani mengalami kerugian. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah menentukan harga dasar (floor price) beras untuk membantu para petani.
b.      Meningkatnya Permintaan Beras
Gagal panen akan menyebabkan berkurangnya penawaran beras sehingga harga beras akan naik. Tingginya harga beras akan menambah beban hidup masyarakat yang berpenghasilan rendah dan tidak tetap. Untuk mengatasi pasokan beras ini, pemerintah melakukan program impor beras melalui tender terhadap beberapa perusahaan swasta nasional dan asing.

c.       Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
Sehubungan dengan naiknya harga BBM, para pengusaha angkutan umum bus kota, angkutan kota (angkot), dan taksi mengalami penurunan pendapatan dan mengurangi laba bagi pengusaha dan para sopir. Untuk menyesuaikan kenaikan harga BBM tersebut, beberapa pengusaha angkutan umum menaikkan tarifnya secara sepihak. Tindakan ini tentu sajaakan memberatkan para konsumen
pengguna jasa angkutan. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah bersama para asosiasi pengusaha angkutan melakukan penyesuaian tarif angkutan umum dengan menetapkan tarif resmi bagi para pengusaha bus kota, angkutan kota dan taksi. Besarnya tarif resmi ini tentu tidak memberatkan konsumen atau juga tidak merugikan pengusaha angkutan umum.
e.       Masalah Monopoli
Praktik monopoli akan mengakibatkan penguasaan pasar terhadap barang atau jasa tertentu yang dihasilkan oleh satu perusahaan. Praktik monopoli seringkali merugikan masyarakat dan konsumen. Di samping itu, monopoli akan mempersempit peluang usaha bagi masyarakat lain sehingga kurang menumbuhkan semangat berwirausaha masyarakat. Perusahaan yang melakukan praktik monopoli seringkali mempermainkan dan menetapkan harga tanpa mempertimbangkan kelompok masyarakat yang memiliki usaha sejenis. Hal ini akan menghancurkan para pesaing.
Untuk menghindari kegiatan praktik monopoli, pemerintah membuat peraturan yang mengatur tentang kegiatan usaha agar menumbuhkan iklim usaha yang sehat bagi masyarakat, yaitu UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
f.       Masalah Distribusi
Jalur distribusi barang dan jasa yang panjang akan mengakibatkan tingkat harga barang menjadi tinggi dan mahal ketika sampai ke tangan konsumen. Untuk itu, beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah atau swasta untuk memperpendek jalur distribusi sehingga harga barang ketika sampai ke tangan konsumen tidak mahal. Misalnya, PT. Coca Cola Indonesia melakukan distribusi barang melalui lebihdari 120 pusat penjualan di seluruh Indonesia dan didistribusikan langsung melalui ke pedagang eceran (80% pengecer) dan grosir dan 90% masuk kategori usaha kecil
Standar Kompetensi : Memahami kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi
Kompetensi Dasar :
Ø  Mendeskripsikan perbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro
Ø  Mendeskripsikan masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi
Indikator :
Ø  Mendeskripsikan pengertian Ekonomi Mikro dan Makro
Ø  Mendeskripsikan perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro
Ø  Memberi contoh di masyarakat tentang ekonomi mikro (misal usaha industri kecil) dan ekonomi makro (misal inflasi, pendapatan nasional dll)
Ø  Mengidentifikasi Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi (kemiskinan,pemerataan pendapatan).
Ø  Memecahkan Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi


KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI
Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :
·         Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas.
·         Sumber daya tersedia secara terbatas.
·         Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dan masing-masing sumber daya mempunyai alternatif penggunaan (opportunity cost).
Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.
1.      Ekonomi Makro
Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :
Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.
2. Ekonomi Mikro
Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga.
Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.
Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro
Dilihat dari Ekonomi Mikro Ekonomi Makro
Harga Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja) Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan)
Unit analisis Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual.
Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbu8han ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.
Tujuan analisis Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat. Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan
Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi
1.      Masalah kemiskinan
Upaya penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya program IDT (Inpres Desa Tertinggal), KUK (Kredit Usaha Kecil), KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen) PKT (Program Kawasan Terpadu), GN-OTA dan program wajib belajar.

2.      Masalah Keterbelangkangan
Masalah yang dihadapi adalah rerndahnya tingkat pendapatan dan pemerataannya, rendahnya pelayanan kesehatan, kurang terpeliharanya fasilitas umum, rendahnya tingkat disiplin masyarakat, renddahnya tingkat keterampilan, rendahnya tingkat pendidikan formal, kurangnya modal, produktivitas kerja, lemahnya manajemen usaha. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM, pertukranan ahli, transper teknologi dari Negara maju.
3.      Masalah pengangguran dan kesempatan kerja
Masalah pengangguran timbul karena terjadinya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah melakukan pelatihan bagi tenaga kerja sehingga tenaga kerja memeiliki keahlian sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia, pembukaan investasi baru, terutama yang bersifat padat karya, pemberian informasi yang cepat mengenai lapangan kerja
4. Masalah kekurangan modal
Kekurangan modal adalah suatu cirri penting setiap Negara yang memulai proses pembangunan. Kekurangan modal disebabkan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah yang menyebabkan tabungan dan tingkat pembentukan modal sedikit. Cara mengatasinya memlaui peningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi menjadi lebih produktif.
Peran dan Fungsi Pemerintah di Bidang Ekonomi
1.      Fungsi stabilisasi, yaitu fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan ekonomi, sosial politik, hokum, pertahanan dan keamanan.
2.      Fungsi alokasi, yaitu fungsi pemerintah sebagai penyedia barang dan jasa public, seperti pembangunan jalan raya, gedung sekolah, penyediaan fasilitas penerangan, dan telepon.
3.      Fungsi distribusi, yaitu fungsi pemerintah dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat.





Adapun cara-cara untuk mengatasi pengangguran antara lain sebagai berikut :
Ø  Memperluas kesempatan kerja, dengan membuka lapangan kerja baru, baik di bidang pertanian, industri, perdagangan, maupun jasa.
Ø  Meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga para lulusan sudah siap pakai untuk menjadi tenaga yang terampil.
Ø  Meningkatkan kualitas tenaga kerja, dengan memberikan pendidikan keterampilan melalui pendidikan formal dan nonformal.Memberikan kesempatan kerja ke luar negeri, melalui penyaluran Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Ø  Mendorong tumbuh kembangnya usaha-usaha atau industri rumah tangga, seperti produksi pembuatan tas, vas bunga dan lain sebagainya
Ø  Memberikan peranan KB untuk menekan laju pertumbuhan penduduk

Cara mengatasi ketidakstabilan ekonomi
Ø  Disetiap negera ketidakstabilan ekonomi kerap terjadi, namun ketidakstabilan ini harus segera ditindak lanjuti dengan adanya upaya-upaya untuk memperbaikinya. Upaya-upaya tersebut adalah :
Pemberdayaan ekonomi yang dimaskud adalah untuk menstabilkan perekonomian dalam ruang lingkup kecil adalah pengembangan kegiatan simpan pinjam dan lembaga keuangan mikro (LKM) dan pengembangan usaha kecil mikro (UKM).
Ø  Membuka lapangan kerja dan lebih banyak mengadakan padat karya, jadi dengan adapnya lapangan kerja yang memadai dan lebih diutamakan padat karya maka akan membantu untuk mengurangi pengganguran. Sehingga yang tadinya tidak dapat pekerjaan sekarang dapat bekerja dan bisa berproduktifitas. Dengan ini maka juga akan berdampak pada pendapatan perkapita suatu negara, karena semakin tingginya angkatan kerja yang bekerja maka akan tinggi pula peningkatan perkapitanya.
Ø  Menghilangkan sifat konsumtif dan lebih bersikap hemat untuk sumber daya alam yang belum ditemukan penggantinya atau lebih kreatif untuk menciptakan barang pengganti, sehingga dengan peningkatan kebutuhan dan sumber daya alam mampu berjalan dengan seimbang.
Pemerintah lebih bijak dalam menetapkan UMR dengan mempertimbanngkan kebutuhan dan hajat hidup masyarakatnya, sehingga kebutuhan dapat digunakan semaksimal mungkin sehingga kesejahteraan masyarakatnya dapat terpenuhi dengan baik.
Ø  Bagi pemerintah lebih banyak membuka pelatihan On The Job Training , dengan adanya pelatihan untuk masyarakat yang kurang terampil, maka bisa menjadikan kegiatan tersebut sebagai pelatihan untuk mendapat pekerjaan.
Ø  Bagi pemerintah dapat mengorientasikan pembangunan lebih di fokuskan pada infrastruktur yang bernilai tambah tinggi, baik dalam sector industry maupun pangan, sehingga mungkin dapat menjadikan negara kita tidak hanya sebagai pengimpor namun sebagai pengekspor terlebih bahan mentah.

Adapun cara mengatasi hal yan g menyebabkan terjadinya inflasi adalah:
a.       Pemerintah berusaha menekan inflasi serendah-rendahnya karena inflasi tidak dapat dihapuskan   sama sekali.
b.      Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga.
c.       Kebijakan moneter dengan cara bank sentral untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar sehingga akan terjadi perubahan jumlah uang yang beredar.
d.      Memperkuat politik diskonto (discount policy), yaitu politik bank sentral untuk mempengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikan dan menurunkan tingkat bunga.
e.       Kebijakan pasar terbuka (open market policy) yaitu dengan jalam membeli atau menjual surat-surat berharga.
f.       Menentukan cash ratio yaitu angka perbandingan minimum antara uang tunai yang dimiliki oleh bank umum dengan jumlah uang giral (cek.giro dan sebagainya) yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan.
Menurunkan cadangan minimum sehingga jumlah uang yang beredar cenderung naik dan sebaliknya jika cadangan minimum dinaikan jumlah uang yang beredar cenderung turun
Langkah-langkah pemerintah dalam menyelesaikan masalah neraca perdagangan dan pembayaran Pemerintah mengeluarkan kebijakan sebagai berikut:

a.       Kebijakan agar investasi dilakukan dengan porsi agar bisa ekspor sehingga neraca perdagangan kita lebih terkendali.
b.      Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam perpajakan dan pengeluaran pemerintah/ anggaran untuk memengaruhi pengeluaran agregat.
c.       Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang ditempuh pemerintah/ bank sentral dalam penawaran uang dan kebijakan suku bunga untuk memengaruhi pengeluaran agregat.
d.      Kebijakan segi penawaran adalah kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan, sehingga barang dan jasa yang ditawarkan lebih banyak dan lebih murah.
e.       Kebijakan Neraca PembayaranMerupakan kebijakan yang digunakan untuk memantau keadaan neraca pembayaran guna memengaruhi nilai tukar.


Selasa, 23 Oktober 2018

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Zaman Purba (15 SM-7 SM)
Pada dasarnya mnusia dizaman purba hanyalah menerima semua peristiwa sebagai fakta. Fakta-fakta yang diolah hanya lah untuk menemukan soal yang sama, yaitu common denominator, itu pun tanpa kesengajaan dan tanpa tujuan walaupun ada keterangan atau pun pnegasannya itu dihubungkan dengan dewa-dewa dan mistik. Pengamatan yang dilakukan oleh manusia purba, yang menerima fakta sebagai brute facts atau on the face value, yaitu menunjukkan bahwa manusia di zaman purba masih berada pada tingkatan sekedar menerima, baik dalam sikap maupun dalam pemikiran (receptive attitude dan receptive mind) (Santoso, 1977:27).
Pada abad 15 SM, pada masa itu diarahkan pada pengetahuan yang sangat bersifat praktis atau hanya memberikan manfaat kepada masyarakat. Zaman Batu, proses ini terjadi selama jutaan thun lebihnya pada zaman ini masyarakatnya hanya menggunakan peralatan-pealatan yang berasal dari batu. Contohnya seperti kapak yang digunakan untuk memotong dan membela. Pada zaman ini juga masyarakatnya menggunakan peralatan seperti tulang binatang, contohnya seperti jarum yang digunakan untuk menjait.
Seiringnya berjalannya waktu peralatan-perlatan yang digunakan berkembang dengan baik dengan adanya proses dan percobaan yang membutukan waktu yang sangat lama  trial and error menghasilkan perkembangan dan penyempurnaan pembuatan alat-alat yang digunakan sehingga manusia-manusia dapat menemukan bahan-bahan dasar dan peralatan-peralatan yang baik dan kuat serta hasilnya pun bisa menjadi lebih baik. Maka dari itu terciptalah penemuan know how yang dibukukan sehingga dapat diwariskan kepaa generasi-generasi selanjutnya.
Perkembangan manusia terjadi lebih baik ketika mereka mulai mengetahui manfaat api seperti untuk menghangatkan tubuh digunakan unutuk memasak perlengkapan dalam berburu dan lain sbagainya. Dizaman ini juga mereka sudah mengetahui juga proses pemanasan dan perleburan merintis jalan pada pembuatan alat-alat dari tembaga dan besi.


Peralatan besi pertama kali digunakan diIrak pada abad ke-15 SM (Brower, 1982:6).
Pengetahuan berkembang secara lebih cepat terjadi pada zaman batu muda (neolithiklim).

Pada masa ini manusia sudah mulai mengenal pertanian, kehidupan yang menetap, irigasi, berternak hewan. Mereka juga sudah mulai mengenal cara baca tulis dan berhitung. Dengan mereka bisa menulis dan berhitung mereka dapat menulis peristiwa-peristiwa penting sehimgga dapat dibaca oleh orang lain.
Menurut Anna Poedjiadi (1987:28-32) pada zaman purba perkembangan pengetahuan telah tampak pada beberapa bngsa, seperti Mesir, Babylonia, Cina dan India. Secara umum dapat disimpulkan bahwa perkembangan pengetahuan pada masa zaman purba ditandai dengan lima pengetahuan:
1.      Pengetahuan yang didasari dengan pengamalan (empirical knowledge).
2.      Pengetahuan yang berdasarkan pengamalan itu diterima sebagai fakta dan sikap receptive mind, dan apabila ada keterangn tentang fakta, keterangan itu bersifat mistis, magis, dan religi.
3.      Kemampuan menemukan abjad dan sistem .
4.      Kemampuan menulis berhitung dan membaca.
5.      Kemampuan meramalkan peristiwa-peristiwa fisis atas dasar peristiwa yang belum pernah terjadi contohny gerhana bulan dan gerhana matahari.
A.    Zaman Yunni (7SM-6M)
Zaman Yunani kuno merupakan priode yang sangat penting dalam peradaban manusia karna pada zaman ini manusia mengalami perubahan pola pikir dari mitosentris menjadi logosentris. Pola piker mitosentris dalah pola yang berpikiran tentang mengandalakn mitos untuk menjelaskan fenomena alam seperti gempa bumi dan pelangi. Mereka beranggapan bahwa gempa bumi itu dewa bumi yang sedang menggelngkan kepala bukan karna terjadinya fenomena alam. Tetapi setelah dikenalkan filsafat pola berpikir mereka berubah menjadi bahwa gempa bumi itu bukan aktivitas dewa tetapi fenomena alam yang terjadi. Perubahan pola piker seperti ini membuat mereka tidak lagi takut kepada alam dan tidak menjauhinya tapi mereka mendekati bahkan dieksploitasi. Sehingga mereka menjadikan alam sebagai objek penelitian dan pengkajian.
Dari proses ini ilmu berkembang dari Rahim filsafat, dan kita dapat menikmati dalam bentuk teknologi. Perkembangan filsafat Yunani ini merupakan entri poin untuk memasuki peradapan baru umat Islam.
Sekitar abad IX SM atau pada tahun 700 SM, Yunani Sophia diberi arti kebijaksanaan atau kecakapan. Kata philopshopos pertama kali dikemukakan dan dipergunakan oleh Heraklitos. Ada juga yang mengatakan bahwa philoshopos pertama kali digunakan oleh pythagoras (580-500SM). Philosophia adalah hasil dan perbuatan yang disebut philoshopien, sedangkan philoshophos adalah orang yang melakukan philoshopien. Dari kata philoshopia itulah timbul kata-kata philoshopie (Belanda, Jerman, perancis), philosophy (Inggris). Dalam bahaa Indonesia disebut Filsafat atau Falsafat. [1]
Orang Yunani awalnya mempercayai dongeng dan tahayul tetapi seiringnya waktu lama kelamaan setelah mereka dapat membedakan antara yang real dan yang ilusi mereka dapat keluar dari kungkungan mitologi dan mendapatkan dasar pengetahuan ilmia.
Manusia selalu berhadapan dengan alam yang luas dan yang penuh misteri, muncul rasa ingin tau tentang rahasia-rahasia alam. Para filosof alam disebut para filosof pasca sokrates tidak mengkaji tentang alam,tapi manusia dan prilakunya. Filosof alam pertama mengkaji tentang asal usul alam ialah thales(624-546SM).Thales diberi gelar bapak filsafat karena dia orang yang pertama kali berfilsafat dan mempertayakannya. Tahles berkata bahwa asal alam adalah air sebab air sangat penting bagi makhluk hidup,air bisa berubah menjadi benda gas,seperti uap dan benda padat, es, dan bumi berada diatas air.
Setelah Thales, munculah Aniximandros (610-540 SM). Aniximandros menjelaskan bahwa substansi itu bersifat kekal, tidak terbatas, dan meliputi segalanya dia juga tidak setuju bahwa unsur utama alam, air atau tanah. Dia berpendapat bahwa unsur utama alam yang mencakup segalanya dan diatas segalanya, dinamakan apeiron. Anaximandros tidak puas menunjukkan salah anasir sebagai prinsip alam, tetapi dia mencari yang lebih dalam, yaitu zat yang tidak dapat diamati oleh panca indra. Berbeda dengan thales  dan Anixmandros, Heraklitos (540-480 SM). Melihat alam semesta ini selalu berubah, seperti halnya sesuatu yang dingin berubah jdi panas begitupun sebaliknya. Ungkapan yang terkenal dari Heraklitos dalam menggambarkan perubahan adalah panta rhei  uden enei (semuanya mengalir dan tidak ada sesuatu pun yang tinggal mantap). Maka dapat disimpulkan bahwa yang mendasar dalam alam semesta bukanlah bahannya, tetpi actor dan penyebabnya. Contohnya seperti api, api itu dapat diartikan sebagai aktor perubahan dalam alam ini sehingga api itu pantas dianggap sebagai symbol perubahan itu sendiri.[2]
Parmenides adalah filosofis alam yang berpengaruh (515-440SM). Tetapi pendapt Parmenides bertolak belakang dengan pendapatnya heraklitos. Parmenides berpendapat bahwa gerakan dan perubahan tidak mungkin terjadi ,dia juga menegaskan bahwa sesuatu yang ada pasti ada. Sedangkan menurut heraklitos realitas seluruhnya bukanlah sesuatu yang lain dari pada gerak dan perubahan. Ada dua kemungkinan orang memungkiri. Yang pertama orang bisa berpendapat sesuatu yang ada itu tidak ada. Pendapat yang kedua, bahwa yang ada itu bisa ada dan bisa juga tidak ada. Jadi dapat disimpulkan bahwa yang ada tetap lah ada dan itulah kebenaran satu-satunya.[3]
Sedangkan menurut pythagores (580-500SM) dia berpendapat bahwa semuanya dikembalikan pada bilangan.karna semua reaitas tidak bisa terlepas dari unsur bilangan. Sehingga bilangan adalah unsur utama dari alam dan menjadi alat ukur. Seluruh alam semesta ini merupakan harmoni yang mendamaikan suatu hal yang berlawanan. Artinya semua hal dapat dikembalikan  pada bilangan.[4]
Jasa Pythagoras sanganlah berpengah dan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan.karna sampai detik ini kita masih menggunakan dan bergantung pada pendekatan matematika.dan dipertegas kembali oleh galileo bahwa alam ini ditulis dalam bahasa matematika. Dan menurut ilmu filsafat matematika merupakan sarana terpenting dan akurat karena ilmu dapat dihitung dengan akurat.matematika juga dapat menguraikan penjabar yang panjang dalam bentuk simbol,sehngga dapat mudah kita fahami.
Setelah masa filosofis alam berakhir, muncul lah masa transisi, dimana tidak lagi meeneliti alam tetapi meneliti manusia. Tokoh utamanya adalah pythagores (481-411SM)”manusia adalah ukuran kebenaran”. Karena kebenaran itu bersifat subjektif dan relatif. Maka mengakibatkan tidak adanya ukuran yang absolut dalam etika, metafisik, maupun agama. Bahkan teori matematika tidak dianggap mempunyai kebenaran yang absolut.
Tokoh lain dari sofian Gorgias (483-375SM) pengaruh kaum sofis sangatlah berpengaruh dan terasa karena pada masa ini membangkitkan semangat berfilsafat. Mereka berpendapat bahwa filosofis itu bukan berasal dari filosofis alam tetapi berasal dari manusia. Mereka juga memberikan luang untuk berspekulasi dan sekaligus merelatifikan teori ilmu sehingga muncul sintesa baru.
Socrates berpendapat bahwa ajaran dan kehidupan sangatlah berkaitan, karena suatu penelitian dan pembahasan adalah pengujian diri sendiri. Socrates juga mempunyai semboyan yaitu apa yang tertera pada kuil Delphi “kenalilah dirimu sendiri”.[5]
Plato (429-347 SM), adalah tokoh yang sangat menonjol sekaligus murid dari Scorates dia juga yang menulis ide-ide dari Scorates. Menurut Plato esensi itu mempunyai realitas dan realitasnya ada didalam ide.
Puncak kejayaan filsafat Yunani terjadi pada masa Aristoteles (384-322 SM). Aristoteles berdasarkan analisinya bahasa yang disebut silogisme terdiri dari 3 premis :
-          Semua manusia akan mati (premis mayor)
-          Socrates seorang manusia (premis minor)
-          Socrates akan mati (konklusi)
Aristoteles adalah ilmuan yang perama kali mengenalkan teoretis dan praktis. Teoretis itu mencakup logika, metafiska, dan fisika, sedangkan praktis menckup etika, ekonomi, dan politik. Setelah 3 priode filsafat besar itu tadi mutu filsafat menjadi menurun. Kemunduran filsafat ini bersamaan dengan kemunduran politik. Setelah wafatnya Alexander the Great terjadinya pepecahan kecil kerajaan Macedonia. Tepatnya pada zaman helenisme, yaitu pada ujung sebelum masehi menjelang Neo Platonisme.
B.     Perkembangan Ilmu Zaman Islam
Dari awal kelhiran Islam sudah memberikan penghargaan yang sangat besar terhadap ilmu. Contohnya saja seperti nabi Muhammad SAW ketika beliau diutus oleh Allah SWT sebagai Rasul, beliau menjadi masyarakat sangat terbelaknag dimana paganisme tumbuh menjadi identitas yang melekat dan dekat terhadap masyarakat Arab. Kemudian Islam datang membawa cahaya penerangan yang dapat mengubah masyarakat jahilia menjadi masyarakat yang berilmu pengetahuan.
Sejarah pandangan Islam tumbuh menjadi ilmu yang penting bersamaan dengan munculnya Islam. Ketika rasulullah menerima wahyu yang pertama beliau diperintahkan untuk membaca. Jibril memerintahkan Nabi Muhammad pertama kali untuk membaca nama Tuhanmu yang menciptakan.[6] jibril pun tidak hanya sekali mengajarkan Nabi Muhammad tetapi berulang-ulang sampai Nabi Muhammad menerima wahyu tersebut. Dari kata Iqra kemudian lahirla anekah arti seperti menyampaikan, menyelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca teks baik yang berupa tulisan maupun tidak.[7] wahyu pertama yang turun menghendaki umat manusia untuk membaca dengan landasan Rabbik, yang dapat diartikan hasil bacaan yang bermanfaat untuk manusia. Ada juga ayat yang menjelaskan katakanlah: apakah sama orang-orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang-orang yang tidak mengetahui?, sesungguhnya (hanya) orang-orang yang berakalah yang dapat menerima pelajaran.[8] ada juga hadis Rasulullah yang menanyakan tentang wajibnya mencari ilmu, “carilah ilmu sampai kenegeri cina”. Sehingga dapat disimpilkan bahwa hadis dan Al-Quran dapat dijadikan sebagai sumber pokok untuk mencari ilmu yang seluas-luasnya. Selain dari pemahaman Al-Quran kita juga dapat menafsirkan yang bersifat Esoteris terhadap kitap suci, didalam penafsiran ini kita tidak hanya menemukan pengungkapan misteri-misteri tetapi kita juga dapat mencari makna secara mendalam yang dapat berguna untuk pembanguna paradikma ilmu.
Al-Quran dan Hadis tidak hanya menciptakan iklim yang komdusif bagi pemandangan ilmu dengan cara kebajikan dan keutamaan ilmu. Tetapi pencari ilmu itu akan bermuara pada penegasan Tauhid. Karena semua mata fisika dan kosmologi yang terlahir dari Al-Quran dan Sunnah merupakan pembangunan dan pengembangan ilmu Islam. Al-Quran dan Sunnah sama-sama menciptakan Atmosfir has yang mendorong aktifitas intelektual dalam konformitas dengan semangat Islam.[9]
Sejarah perkembangan ilmu dalam Islam dari beberapa zaman seperti yang diuraikan sebagai berikut:
1.    Penyampaian Ilmu dan Filsafat Yunani ke Dunia Islam
masuknya pengetahuan ilmia dan filsapat yunani ke dunia Islam, dan penyerapan serta pengintekgrasian ilmu pngetahuan oleh umat Islam. Dalam sejarah perasaban manusia, sangatlah jarang ditemukannya suatu kebbudayaan yang asing yang dapat diterima oleh kebudayaan lain, yang akan dijadikan sebagai landasan bagi perkembangan intelektualdan pemahaman filosofis.
Perjalanan ilmu dan filsafat didunia Islam awalnya didasari upaya Rekonsiliasi yang diartikan sebagai mendekatkan dan mempertemukan dua pandangan yang berbeda bahkan sering terjadinya perbedaan antara pandangan filsafat yunani. Seperti filsafat Flato dan Aristoteles yang bertolak belakang dengan keagamaan dalam Islam. Contohnya Aritorteles dan Flato memberika pengaruh terhadap Mazhab-mazhab Islam khususnya Mazhab Eklektisme. Al-farabi mempunyai pemikiran bahwa dia percaya pada kesatuan filsafat dan tokoh-tokoh filsafat harus bersepakat bahwa tujuan utama mereka adalah kebenaran. Ilmuan-ilmuan filosof muslim mulai dari Al-kindi sampai Ibnu Rusyd mereka terlibat dalam upaya rekonsilisasi (perbutan untuk memulihkan hubungan persahabatan). Dengan cara mengemukakan pandangan-pandangan yang bersifat relatip baru dan menarik.
Proses penyampain ilmu dan filsafat yunani kedunia Islam. Menurut C. A. Qodir, proses penerjemaha dan penapsiran buku-buku yunani dinegeri Arab dimilai jauh sebelum lahirnya Agam Islam atau penaklukan timur dekat oleh bangsa Arab pada tahun 641M.[10] Sebelum umat Islam dapat menaklukan Negara timur dekat, pada saat itu daerah surya menjadi tempat pertemuan antara dua dunia yaitu Romawi dan Persia. Maka dari itu surya menjadi peran yang sangat penting dalam penyebaran kebudayaan yunani ketimur dan kebarat. Ilmu pengetahuan yunani terutama disebarluaskan melalui sekolah-sekolah. Tujuan utama sekolah-sekolah yaitu untuk menyebarluskan pengetahuan injil, pengetahuan ilmiah seperti kedokteran yang banyak diminati oleh pelajar. Tapi sangat disayangkan pihak gereja berpendapat bahwa ilmu kedokteran sebagai ilmu sekular sehingga posisinya sangat rendah daripada ilmu pengobatan sipiritual yang merupakan hak istimewah para pendeta.[11]
Pusat-pusat ilmu pengetahuan seperti Ariokh, Ephesus, dan Iskandariah, dimana buku-buku yunani purba masih dibaca dan masih diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa terutama siriani, walaupun tempat itu sudah ditaklukan oleh umat Islam, pengaruh pemikiran yunani masih tetap mendalam dan meluas. Seorang tokoh Kristen yang bernama Nestorius, yang melakukan dekontruksi atas pemahaman teologi kalangan Kristen konservatif ortodoks,setelah ia terpengaruhi oleh pemikiran-pemikiran yunani. Dia bersama pengikutnya melanjutkan kegiatan ilmu pengetahuan dan filsafat yunani kedaerah surya. Dalam perjalanan ini mereka dapat mnghasilkan karya filosof yunani seperti Phorphyriu, diantaranya Isagoge, Categorias, Hermeneutica, dan Analytica Priori. Pusat-pusat yang dipimpin oleh umat Kristen ini terus berkembang dengan bebas sampai mereka berada dibawah kekuasaan Islam. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Islam tidak hanya mendukung adanya kebebasan intelektual,  tetapi membuktikan kecintaan umat Islam terhadap ilmu pengetahuan dan menghormati para ilmuan tanpa memandang Agama mereka.[12]
2.      Perkembangan ilmu pada masa Islam klasik
Sudah kita ketahui bahwa pentinya ilmu pengetahuan sangatah ditekankan dari masa rasulullah sampai dengan Khalifah al-Rasydin, perkembangan ilmu pengetahuan berkembang secara pesat seiringan dengan tantangan zaman.
Satu hal yang harus dicatat didalam kaitan perkembangan ilmu dalam Islam adalah Fitnah Al-kubra, yang tidak hanya membawa konsekuensi-logis dari segi politis an sich seperti yang dipahami selam ini tetapi juga membawa perubahan yang sangat besar bagi pertumbuhan dan perkembangan ilmu didunia Islam. Saat terjadinya fitnah al-Kubrah, munculah beberapa golongan yang memiliki aliran teologis yang pada dasarnya berkembang karena alasn politis. Tetapi diluar konflik tersebut munculah dua orang tokoh besar yan tidak ikut berdebat dalam teologis tetapi lebih cenderung mengkafirkan satu samal lain, justru dua orang tersebut mencurahkan perhatiannya pada bidang ilmu agam Islam. Tokoh dua orang ini adalah Abdullah Ibn Umar dan Abdullah Ibn Abas. Mereka adalah tokoh pertama yang mencurahkan perhatian dalam bidang ilmu hadis. Kedua orang ini juga sering disebut sebagai pelopor kajian mendalam dan sistematis tentang agam Islam. Mereka juga serimg disebut “moyang” yaitu golongan suni atau Ahl-al-Sunnah wa al-Jama’ah.
Pasca Fitnah al-Kubra munculah berbagai alairan politik dan teologi. Dari sinilah muncul sejarah awal kajian-kajian dalam bidang teologi, meskipun masih berbentuk embrio. Embrio inilah yang kemudian menemukan bentuk yang lebuh sistematis dalam kajian-kajian teologis dalam Islam.[13] sebagai contoh persoalan hukum tentang orang yang berdosa besar apakah mukmin atau kafir, maslah kebebasan atau ketidak bebasan manusia itu tergantung kedalam perbuatannya, sudah diwakili sejak perdebatan antara kalangan Mu’tazilah dan Khawarij.
Unsur-unsur penting dalam perkembangan dan tradisi keilmuan Islam. Yaitu unsur-unsur budaya Perso-Seminitik (Zoroastrianisme khususnya Mazdaisme, serta yahudi dan Kristen) dan budaya Helenisme yang disebut sebagai pengaruh besar terhadap pemikiran Islam yaitu ibarat pisau bermata dua. Satu sisi ia mendukung Jabariyah (Jahm Ibn Safwan) didalam sisi lain ia mendukung Qodariah (Washil Ibn Atha) tokoh pendiri (Mu’tazilah).
Dapat disimpilkan bahwa pada awal Islam terpengaruh Hellenisme dan juga filsafat yunani terhadap tradisi terhadap keilmuan Islam sudah snagtlah kental, sehingga pengaruh selanjutnyapun terus mewarnai perkembangan ilmu pada masa-masa berikutnya.

3.      Perkembangan ilmu pada masa kejayaan Islam
Pada masa kejayaan Islam kekuasaan Islam, khususnya pada masa pemerintahan dinasti Umayah dan dinasti Abasyah, ilmu berkembang sangat maju dan pesat. Pada masa ini membawa Islam pada masa keemasan pertepatan pada wilayah-wilayah yang jauh diluar kekuasaan Islam masih berada pada masa kegelapan peradaban (Dark Age).
Pada masa pemerintahan Al-masyur penerjemahan karya-karya filosof yunani kedalam bahasa arab sangat berkembang sangat pesat. Al-masyur dikabarkan telah memerintahkan penerjemah naskah-naskah yunani mengenai filsafat dan ilmu, dengan memberika imbalan yang sangat besar kepada ahli bahasa (penerjemah). Pada masa harun Al-Rasyid (786-809) proses penerjemahan masih terus berlangsung. Harun memerintah Yuhana (Yahya) Ibn Masawayh (w. 857), seorang dokter istana yang diberi tugas untuk menerjemahkan buku-buku kuno tentang kedokteran. Pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid masih banyak karya-karya yang diterjemahkannya. Seperti karya astronomi yang diterjemahkan oleh Muhammad ibn Ibrahim al-fazari(w.806)[14]
Perkembangan ilmu pada masa pemerintahan Al-Ma'mun (813-833). Ia adalah seorang pengikut mu'tazilah dan seorang nasionalis yang berusaha memaksa pandangannya pada rakyat melalui mekanisme rakyat. Jasa-jasa yang dilakukannya adalah mengembangkan ilmu didunia Islam dengan cara membangun Bait Al-Hikmah, didalamnya terdapat sebuah perpustakaan, observatorium dan sebuah departemen penerjemahan. Orang yang berperan penting diBait Al-Hikmah adalah Hunain, seorang murid Masawayh yang telah menterjemahkan buku-buku Plato, Aristoteles, Galenus, Appolonius, dan Archimedes.
Pada abad ke-10 muncul dua penerjemah yaitu Yahya Ibn A'di (w. 974), dan Abu Ali Isa Ibn Ishaq Ibn Zera (w. 1008).
Pada masa kejayaan ini terdapat tokoh-tokoh filsafat yang berkecimbung secara serius dalam kajian diluar filsafat dimana mereka memperlakukan persoalan fisika sebagaimana mereka telah melakukan masalah-masalah yang bersifat metafisik.  Salah satu buktinya yaitu kitab al-syifa, ensiklopedi filsafat arab yang berisi 4 bagian. Bagian yang pertama mengenai logika, bagian kedua tentang fisika, bagian ketiga matematika, bagian keempat metafisik.
Al-kindi seorang ilmuan yang sering disebut sintis ketimbang filosof, yang berperan besar dimatematika dan fisika. Al-farabi melakukan penelitiannya didalam bidang geometrid an mekanika, dia juga termasuk seorang musikus muslim terbesar. Karya yang dilakukannya adalah didalam bidang musik adalah kitab al-musiqi al-kabir begitu juga Ibn majah, Ibn Tufail, dan Ibn Ruhd, yang hidup diandalusia dan bergelut dalam bidang kedokteran. Seperti ibn rusdh mengarang kitab al-kulliyat yang diterjemahkan kedalam bahasa latin pada abad pertengahan 13M.
Selain adanya perkembangan ilmu bidang umum sejarah juga mencatat kemajuan ilmu-ilmu keIslaman, seperti tafsir, hadis, fiqih, usulfiqih dan ilmu keIslaman yang lain.perkembangan ilmu tafsir 'ulum alquran belum menemukan bentuknya yang kontret sampai abad ke-3 H.
Dalam bidang hadis perkembangan dimulai sejak imam safii menyusun kitabnya yaitu al-risalah. Di dalam nya terdapat problematika sanad dan matan hadist. Perkembangan ilmu hadist semakin di perluas pembahasannya dengan di ambil dua bentuk.
1. Ilmu riwayah, yaitu suatu ilmu untuk mengetahui sabda, perbuatan, pengakuan  dan sifat Nabi Saw.
2. Ilmu dirayah, yaitu ilmu yang membahas sanad dan matan dari segi diterima atau di tolaknya suatu hadist.
Selain dalam bidang alqur’an dan hadist, ilmu fiqih dan ushul fiqh telah mengalami perjalanan panjang hingga terbentuk seperti sekarang ini. Fiqih menjadi sebuah di siplin ilmu dengan mngalami beberapa tahapan pertama, tahap pembentukan pada masa Rasulullah, khulafa al-rhasidin, hingga paruh pertama abad ke -1 H. kedua, tahap pembentukan fiqih yang dimulai pada paruh pertama abad ke 1H sampai 2 H. Ketiga, tahap pematangan yang di mulai sejak dekade pada awal abad ke-2 H - 4 H. Keempat, tahap kemunduran fiqih yang di tandai jatuhnya bagdad kebangsa Tartar dan tertutupnya pintu ijtihad oleh para ulama.[15]
Terjadinya transformasi kebudayaan dan khusus nya ilmu dari dunia Islam kebarat di sebabkan oleh dua alasan. Pertama, kontak pribadi. Setelah penaklukan arab atas Persia, syiria, dan mesir, orang-orang Kristen di timur melakukan kontak dengan orang-orang Islam. Mereka pun akhirnya hidup bersamaan dan menikmati toleransi agama yang besar. Kedua, ada kegiatan penerjemahan. Kebudayaan Islam lah yang mendorong orang latin melakukan penerjemahan.
4.      Masa keruntuhan Tradisi Keilmuan Dalam Islam
     Pada abad ke-18 merupakan sejarah Islam yang sangat menyedihkan bagi umat Islam dan memperoleh catatan buruk bagi peradaban Islam secara universal.
Lothrop Stoddard, menyatakan bahwamenjelang abad ke-8 dunia Islam mengalami kemrosotan yang sang rendah.seakan-akan umat Islam sudah mati,yang tersisa hanyalah cangkangnya yang kering kerontang berupa ritual tanpa jiwadan yahayulyang merendahkan martabat umatnya.dan dia juga menyatakan seandainya nabi Muhammad masih hidup maka dia akan  engutuk umatnya sebagai kaum yang murtad dan musyrik.[16]
Didalam bukunya,The Reconstruction of Religios Thought in Islam Iqbal menyatakan bahwa faktor utama kematian semangat ilmiah dikalangan umat Islam adalah dipahamnya paham yunani mengenai realitas yang pokok nya bersifat statis, dan jiwa Islam adalah dinamis dan berkembang.
Sebab lain yang menyebabkan tradisi keilmuan Islam adalah pemahaman yang keliru dalam memahami pemikiran A-Ghazali karena ia menolak filsafat seperti yang tertulis dalam Tahafuf al-fala –sifahnya. Tetapi sebenarnya beliau enawarkan sebuah metode yang ilmiah dan analisis, serta sifat skeptis.
Fiqih merupakan ilmu yang pertama yang dikembangkan oleh umat Islam. Yang berdasarkan empat sumber yaitu al-quran, sunah, ijma, qias yaitu merupakan sumber yang tetap. Selain sebab-sebab lain, kesulitan-kesulitan ijtihad dan mistisisme asketik juga merupakan faktor yang menyebabkan kemunduran tradisi intelektual dan keilmuan didunia Islam.  




[1] Soemardi soerjabrat pengantar filsafat,(Yogyakarta,1970),hlm.1-2.Endang Saifydin Ansori,ilmu filsafat dan agama (Surabaya,Bina ilmu,1991),cet .1X,hlm,80
[2] Ahmad Tafsir,filsafat hlm42
[3] Bertens,sejarah,hlm47
[4] Lbid,hlm37
[5] Fuad Hasan,Apologia Pidato Pembelan Socrates yang Diabadikan Plato,(Jakarta,Bulan Bintang,1986).hlm36
[6] Al-`Alaq(96);1
[7] M.Qurais Shihab,Wawasan Al-quran:Tafsir Maudhu`I atas Berbagai persoalan umat iaslam,(Bandung:Mizam,2001)cet.12,hlm.433.
[8] Al-Zumar (39):9
[9] Azyumardi Azra,Pendidikan Islam :Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru,(Jakarta :Kalimantan,2001),cet.3,hlm.13
[10] C.A Qadir,filsafat dan ilmu pengetahuan dalam islam,alih bahasa:Hasad Basari,(Jakarta:yayasan Obor Indonesia ,2002),Edisi II.hlm.34.
[11] Ibid,hlm.35
[12]Ibid,hlm35-36
[13] Menurut AminAbdullah,jika diteliti lebih mendalam ternyata historitas kemanusiaan yang mengitari pencetus pemikiran kalam saat awal terbentuknya ikut mewarnai bentuk rancang bangun keilmuan kalam yang berkembang saat itu. Ini berarti kondisi sosial, budaya,terlebih lagi politik mewarnai bentuk paradigma keilmuan kalam. Baca bukunya, studi agama: Normanitas atau Historitas?, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002), cet. 3, hlm. 122.
[14] Majid Fakhry, A History of Islamic Philosophy, (New York: Columbia University Press, 1970), hlm. 45.
[15] Ibid. , hlm. 206.
[16] C. A. Qadir, Filsafat, hlm. 130.

MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...