Selasa, 30 Oktober 2018

MAKALAK SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah yang bertemakan "Sistem Pendidikan Nasional". Meskipun banyak hambatan yang penyusun alami dalam proses pengerjaannya, namun akhirnya kami berhasil menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah secara langsung atau tidak membantu kami dalam mengerjakan makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa/mahasiswi yang juga telah memberi kontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
Tentunya terdapat hal-hal yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat dari hasil makalah ini. Oleh karena itu kami berharap semoga makalah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Kami menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini. Penyusun berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.




Bengkulu, 3 September 2018  



Penyusun 







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR                                                                    
DAFTAR ISI                                                                                    
BAB I PENDAHULUAN                                                               
A. Latar Belakang…
B. Rumusan Masalah…
C. Tujuan…
D. Manfaat…

BAB II PEMBAHASAN                                                                 
A. Pengertian Sistem Pendidikan Nasional…
B. Tujuan dan Fungsi Sistem Pendidikan Nasional…
C. Penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional…

BAB III PENUTUP                                                                         
A. Kesimpulan……
B. Saran……

DAFTAR PUSTAKA                                                                     


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
            Pendidikan adalah suatu sistem dimana proses pengajaran terjadi di dalamnya. Pendidikan juga sangat diperlukan untuk mencerdaskan anak bangsa agar dapat memanjukan bangsanya. Oleh sebab itu dalam menyelenggarakan pendidikan memerlukan suatu kesatuan yang mengaturnya. Tujuannya adalah untuk memperoleh proses pendidikan yang berjalan dengan terstruktur. 
            Namun, faktanya sistem pendidikan yang ada sekarang ini, khususnya di indonesia ternyata masih belum mampu sepenuhnya menjawab kebutuhan dan tantangan global untuk masa yang akan datang. Program pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan yang selama ini menjadi fokus pembinaan masih menjadi masalah yang menonjol dalam dunia pendidikan di Indonesia. Salah satunya masalah internal yang mendasar dan bersifat komplek, selain itu pula bangsa Indonesia masih menghadapi sejumlah problematika yang sifatnya berantai sejak jenjang pendidikan mendasar sampai pendidikan tinggi.
            Sehingga dapat disimpulkan bahwa upaya untuk membangun sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, berwawasan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, serta bermoral dan berbudaya bukanlah suatu pekerjaan yang gampang, semua itu memerlukan partisipasi yang strategis dari berbagai komponen, seperti: Pendidikan awal di keluarga, kontrol efektif dari masyarakat dan pentingnya penerapan sistem pendidikan yang berkualitas oleh Negara.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Sistem Pendidikan Nasional ?
2. Apa tujuan dan fungsi Sistem Pendidikan Nasional ?
3. Bagaimana penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional ?

C. Tujuan
1. Agar mengerti dan memahami apa itu sistem pendidikan nasional.
2. Agar mengerti tujuan dan fungsi sistem pendidikan nasional.
3.Agar mengetahui bagaimana sebebarnya penyelenggaraan sisitem pendidikan nasional yang benar.

D. Manfaat 
1. Menjadikan kita lebih memaknai sistem pendidikan nasional.
2. Lebih menghargai waktu yang ada demi tujuan dan fungsi sistem pendidikan nasional.
3. Sebagai dasar dari penerapan sistem pendidikan untuk kedepannya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Sistem Pendidikan Nasional
            Sistem pendidikan nasional merupakan salah satu bagian dari perkembangan nasional diantara bidang kehidupan lainnya, seperti ideologi, hukum dan pertahanan keamanan nasional. Sistem pendidikan juga dapat diartikan sebagai suatu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan aktivitas pendidikan yang berkaitan satu dengan lainnya untuk mengusahakan terjadinya suatu tujuan pendidikan nasional. Dalam hal ini sistem pendidikan nasional tersebut merupakan suatu suprasistem, yaitu suatu sistem yang besar dan kompleks yang didalamnya mencakup dari beberapa bagian yang juga merupakan sistem-sistem.
Menurut Sunarya (1969), pendidikan nasional adalah suatu sistem pendidikan yang berdiri diatas landasan dan dijiwai oleh falsafah hidup suatu bangsa dan tujuannya bersikap mengabdi kepada kepentingan dan cita-cita nasional bangsa tersebu.
Menurut Departemen pendidikan dan Kebudayaan (1976), pendidikan nasional adalah suatu usaha untuk membimbing para warga negara Indonesia menjadi berkepribadian Pancasila, yaitu berpribadi berdasarkan ketuhanan berkesadaran masyarakat dan mampu membudayakan alam sekitar.
Menurut UU RI No. 2 (1989) tentang sistem pendidikan nasional pada bab 1 pasal 2 berbunyi : Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Dari penjelasan tersebut kami menyimpulkan bahwa sistem pendidikan adalah kesatuan integral dari sejumlah unsur pendidikan yang saling berpengaruh, terarah terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang akan menghasilkan keluaran atau tamatan yang berkualitas demi kemanjuan bangsa dan negara.

B. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Nasional
Tujuan pendidikan nasional pada hakikatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan membangun seluruh rakyat Indonesia. Yang mana pembangunan manusia seutuhnya meliputi potensi kepribadian dan wawasan dasar sebagai berikut:
a. Secara integral mencakup panca indra yang sehat;
b. Sikap dasar yang menjadi subtansi utama dalam pembinaan warga Indonesia seutuhnya, seperti sikap hidup sehat, hidup hemat, hidup cermat, hidup rajin, hidup disiplin, hidup berani dan berilmu, serta sikap hidup penuh tanggung jawab.
c. Wawasan dasar, yaitu wawasan dan pengetahuan yang seimbang antara potensi kebutuhan nilai jasmani dan rohani, keseimbangan antara kehidupan individualitas dengan kemasyarakatan, keseimbangan dunia dan akhirat, serta kesejahteraan yang menyadari bahwa manusia adalah pewaris penerus bangsa.

Tujuan Sistem Pendidikan Nasional
1. Mengarahkan untuk kesejahteraan bangsa;
2. Mempersiapkan tenaga kerja bagi industrialis dimasa yang akan datang;
3. Penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi
4. Menanamkan jiwa patriotisme (SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 104 / Bhg 1 Maret 1946);
5. Membentuk manusia susila yang cakap, warga negara demokratis dan bertanggung jawab untuk mensejahterakn masyarakat dan tanah air (UU No. 4 1950);
6. Mendidik anak ke arah terbentuknya manusia berjiwa pancasila (TAP MPRS No. 2 Tahun 1966);
7. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia seutuhnya (TAP MPR No. 2 1988 GBHN);
8. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya (UU No. 2 1989).

Fungsi Sistem Pendidikan Nasional
1. Sebagai alat membangun pengembangan pribadi warga negara, kebudayaan dan bangsa Indonesia;
2. Mengembangkan kemampuan serta meningkatnya mutu kehidupan dan martabat bangsa dalam upaya mewujudkan tujuan nasional;

C. Penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional
1. Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan Nasional
a. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak dIskriminatif dengan menjunjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa;
b. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu kesatuan yang sistematik dengan sistem terbuka dan multi makna;
c. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat;
d. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan membangun kemauan dan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran;
e. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis dan berhitung.

2. Satuan dan Jalur Pendidikan 
Satuan pendidikan terbagi atas 2 pilar yaitu satuan pendidikan di sekolah dan di luar sekolah. Satuan pendidikan di sekolah merupakan bagian dari pendidikan yang berjenjang dan berkesinambungan sedangkan satuan pendidikan di luar sekolah meliputi kelompok-kelompok belajar, kursus dan satuan pendidikan sejenisnya.

3. Kelembagaan Jenjang Program Pendidikan
a. Pendidikan Umum dan kejuruan
Lembaga pendidikan umum dan kejuruan terdiri dari pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Pendidikan umum merupakan program pendidikan yang lebih mengutamakan perluasan pengetahuan dan pendidikan keterampilan peserta didik yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan. Sedangkan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu.
  • Pendidikan Dasar : Diselenggarkan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat dan mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan menengah. Pendidikan dasar memiliki jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak. Pendidikan dasar juga menjadi dasar bagi jenjang pendidikan menengah. Periode pendidikan dasar ini adalah selama 6 tahun. Di akhir masa pendidikan dasar, para siswa diharuskan mengikuti dan lulus dari Ujian Nasional (UN). Kelulusan UN menjadi syarat untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke tingkat selanjutnya (SMP/MTs)
  • Pendidikan Menengah : Adalah jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri dari pendidikan menengah umum dan kejuruaan, pendidikan menengah luar biasa, kedinasan dan keagamaan. Fungsi pendidikan menengah adalah untuk mempersiapkan peserta didik melanjutkan dan meluaskan pendidikan dalam dunia kerja dan pendidikan tinggi.
  • Pendidikan Tinggi : Adalah jenjang pendidikan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. 

4. Peserta Didik, Tenaga Kependidikan, SDK, Kurikulum
a. Peserta Didik
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu. Peserta didik juga dikatakan sebagai seseorang yang belum dewasa yang sengaja dididik untuk menjadi lebih baik dan diharapkan dapat mengembangkan bakatnya, sehingga pendidik dapat menuntun agar lebih mendalam lagi di bidang bakat anak tersebut.

b. Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan adalah tenaga atau pegawai yang bekerja pada satuan pendidikan selain tenaga pendidik. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Pengelola satuan pendidikan, pemilik, pengawas, peneliti dan pengembang di bidang pendidikan. 

c. SDK
Sumber daya kependidikan dilaksanakan oleh pemerintah, masyarakat, keluarga. Selain itu, fasilitas pendukung seperti perpustakaan, laboratorium, dan sebagainya menjadi sarana penunjang kebutuhan pencapaian tujuan.

d. Kurikulum
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan keserasiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan IPTEK serta kesenian sesuian dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pemaparan di atas dapat kita simpulkan bahwa sistem pendidikan nasional adalah kesatuan integral dari sejumlah unsur pendidikan yang saling berpengaruh, terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan yang akan menghasilkan keluaran atau tamatan yang berkualitas demi kemanjuan bangsa dan negara.
Sistem pendidikan nasional juga memiliki tujuan dan fungsi, dimana kita sebagai penerus bangsa harus mewujudkan tujuan tersebut agar bangsa kita menjadi bangsa yang maju dengan pendidikan yang bekualitas dan dapat melahirkan generasi bangsa yang cerdas.
Penyelenggaraan sistem pendidikan nasional tesebut juga ditunjang dengan pengajaran dan perkembangan IPTEK yang ada, sehingga semua itu menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi.

B.Saran 
Saran kami sebaiknya kita harus belajar dengan bersungguh-sungguh, bukan menjadi yang terjenius diantara yang lain, tetepi jadilah seseorang yang mampu memberi dan membagi apa yang kita miliki. Bukan menjadi yang terpandai untuk diri sendiri, tetapi pahami sekitar untuk memperkaya wawasan dan pemahaman. Dan untuk pemerintah ataupun pendidik, sebaiknya terapkan sistem yang dimana dapat merubah sistem pendidikan menjadi sistem yang menyenangkan.


DAFTAR PUSTAKA

Hasbullah., 2005. Dasar - Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.




MAKALAH BAHASA INDONESIA

MAKALAH BAHASA INDONESIA 
Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia Ragam dan Raras Bahasa Ilmiah

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahasa memang sangat penting digunakan .karena bahasa merupakan simbol yang dihasilkan menjadi alat ucap yang biasa digunakan oleh sesama masyarakat.  Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita mengunakan bahasa. Baik mengunakan bahasa secara lisan maupun tulisan dan bahasa tubuh. Bahkan saat tidur pun tanpa sadar kita mengunakan bahasa. Berdiri sebagai lambang kebanggaan dan sebagai lambang identitas dari bangsa.
Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan pengertian dua bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikassi yang mempergunakan simbol-simbol vokal yang bersifat arbitrer.
Bahasa juga dapat diartikan sebuah simbol atau lambang bunyi yang berfungsi sebagai alat komunikasi antar individu. Oleh karena itu pentingnya peranan bahasa dalam masyarakat. Seiring perkembangannya bahasa terus berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan dibawah arus perkembangan bahasa di era globalisasi. Di lingkup kecil dan keluarga masyarakat kita menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi dan bersifat resmi digunakan bahasa indonesia.
Bahasa indonesia ialah bahasa Republik indonesia sebagaimana disebutkan dalam undang-undang Dasar RI 1945, pasal 36. Ia juga merupakan bahasa persatuan bangsa indonesia sebagaimana disebut dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928. Bahasa indonesia berdiri sebagai lambang kebanggaan dan sebagai lambang identitas diri dari bangsa kita.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apakah peranan Bahasa Indonesia ...?                             
2.      Apakah Fungsi Bahasa Indonesia...?                                
3.      Macam-macam Ragam Bahasa Indonesa...?         
4.      Apakah yang dimaksud Raras Bahasa indonesia ...?                                  
1.3  Tujuan
1.      Untuk Mengetahui Pengertian Peranan Bahasa Indonesia.
  2.   Untuk Mengetahui Fungsi Bahasa Indonesia.
  3.   Untuk Mengetahui Macam-Macam Ragam Bahasa Indonesia.
  4.   Untuk Mengetahui Pengertian Raras Bahasa Indonesia.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Peran Bahasa Indonesia
Peranan Bahasa Indonesia sebagai alat menyerap dan Mengungkapkan hasil pemikiran .Menurut  Walijah  “ Bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide,pesan,tujuan,perasaan dan pendapat kepada orang lain.
Peranan Bahasa Indonesia Yaitu:“Sebagai Alat Komunikasi’,Sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, Sebagai alat untuk melakukan Control Sosial.
2.2  Fungsi Bahasa Indonesia
Fungsi umun bahasa indonesia adalah sebagai alat komunikasi sosial. Bahasa pada dasarnya sudah menyatu dengan kehidupan manusia . Aktifitas manusia sebagai anggota masyarakat sangat tergantung pada pengunaan bahasa masyarakat setempat . Gagasan , ide ,pikiran , harapan dan keinginan di sampaikan lewat bahasa.
            Bahasa Indonesia Memiliki fungsi -fungsi yang dimiliki oleh bahasa baku yaitu:
a.       Fungsi Pemersatu,bahasa indonesia mempersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda.
b.      Fungsi pemberi Kekhasan , Bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain.
c.       Fungsi penambah Kewibawaan, bagi orang yang mahir berbahasa indonesia dengan baik dan benar.
d.      Fungsi sebagai Kerangka Acuan, bahasa baku merupakan norma dan kaidah yang menjadi tolak ukur yang disepakati bersama untuk menilai ketepatan pengunaan bahasa atau ragam bahasa.
Fungsi bahasa sebagai alat komunikas:


e.       Fungsi regulatoris, yaitu bahasa digunakan untuk mengendalikan prilaku orang lain
f.       Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
g.      Fungsi personal, yaitu bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.
2.3  Ragam Bahasa Indonesia
Manusia adalah makhluk social yang saling berinteraksi dalam masyarakat menggunakan bahasa, dan dalam masyarakat tersebut terdapat bermacam-macam bahasa yang disebut Ragam Bahasa. Indonesia merupakan Negara yang terdiri atas beribu-ribu pulau, yang dihuni oleh ratusan suku bangsa dengan pola kebudayaan sendiri-sendiri, pasti melahirkan berbagai ragam bahasa yang bermacam-macam dan ini disebut Ragam Bahasa Indonesia. Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
  1. Ragam bahasa undang-undang
  2. Ragam bahasa jurnalistik
  3. Ragam bahasa ilmiah
  4. Ragam bahasa sastra
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
1.       Ragam bahasa cakapan
  1. Ragam bahasa pidato
  2. Ragam bahasa kuliah
  3. Ragam bahasa panggung
2. Ragam tulis yang antara lain meliputi:
a.       Ragam bahasa teknis
  1. Ragam bahasa undang-undang
  2. Ragam bahasa catatan
  3. Ragam bahasa surat

3. Ragam bahasa baku dan tidak baku
Ciri-ciri ragam bahasa baku:
1.       kemantapan dinamis, memiliki kaidah dan aturan yang relatif tetap dan luwes.
  1. Kecendekiaan, sanggup mengungkap proses pemikiran yang rumit diberbagai ilmu dan tekhnologi
  2. Keseragaman kaidah adalah keseragaman aturan atau norma
Proses pembakuan bahasa terjadi karena keperluan komunikasi. Dalam proses pembakuan atau standardisasi variasi bahasa, bahasa itu disebut bahasa baku atau standard . Pembakuan tidak bermaksud untuk mematikan variasi-variasi bahasa tidak baku. Untuk mengatasi keanekaragaman pemakaian bahasa yang merupakan variasi dari bahasa tidak baku maka diperlukan bahasa bahasa baku atau bahasa standard.


3        Laras Bahasa
Laras bahasa merupakan kesesuaian antara bahasa dan pemakaianya. Maksudnya ialah kesesuaian antara pemakainya dengan bahasa yang dipakai dalam bidang tertentu atau pemakaian bahasa yang disesuaikan dengan bidang ilmunya. Dalam bidang kedokteran akan digunakan bahasa yang berkaitan dengan kedokteran akan digunakan bahasa yang berkaitan dengan kedokteran Dalam Pasaribu ( 2011:29 ) membagi laras bahasa menjadi beberapa jenis, diantaranya laras bahasa agama, hukum, politik, kedokteran dan sastra. Sementara itu, menurut Saragih  ( 2014:39 )  laras bahasa terbagi atas.
1.      Laras Ilmiah
2.      Laras Ilmiah popural
3.      Laras Feature
4.      Laras komik



             BAB III
  PENUTUP
A. Kesimpulan
Peranan Bahasa Indonesia sebagai alat menyerap dan Mengungkapkan hasil pemikiran. Fungsi Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi sosial. Bahasa Indonesia Memiliki fungsi-fungsi yang dimiliki oleh bahasa baku yaitu :
a.       Fungsi pemersatu, bahasa indonesia mempersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda.
b.      Fungsi pemberi Kekhasan, Bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain.
c.       Fungsi penambah Kewibawaan, bagi orang yang mahir berbahasa indonesia dengan baik dan benar.
Dalam bahasa indonesia dikenal dengan ragam bahasa dan Laras  bahasa. Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicraan, serta menurut medium pembicaraan. Menurut Pasaribu ada dua hal pokok yang terdapat dalam ragam bahasa, yaitu berdasarkan media berbahasa, latar belakang penutur bahasa, Sementara itu, Setyawati membagi ragam bahasa atau variasi pemakaian bahasa berdasarkan sarananya, suasananya, norma pemakaianya, tempat dan daerahnya dan bidang penggunaanya.
                  Sedangkan laras bahasa merupakan kesesuaian antara bahasa dan pemakaianya. Maksudnya ialah kesesuaian antara pemakaianya dengan bahasa yang dipakai dalam bidang tertentu atau pemakaian bahasa yang disesuaikan dengan bidang ilmunya.


B.  Saran
Marilah semuanya bersama-sama menjaga bahasa indonesia agar menjadi bahasa yang dapat mempersatukan berbagi kelompok masyarakat dengan melakukan pembinaan dan pengembangan bahasa indonesia agar tercapai pemakaian yang cermat, tepat, dan efisien.


SELAYANG PANDANG TENTANG ANTROPOLOGI PENDIDIKAN ISLAM


Nama   :
NIM    :
SELAYANG PANDANG TENTANG
ANTROPOLOGI PENDIDIKAN ISLAM
Oleh: Abd. Shomad
ABSTRACT
The implementation of Islamic education must consider social structure including social culture. The Islamic education will fail if it is separate from it. So, the existence of anthropology in Islamic education becomes important, because it studies so many problems of culture that related to Islamic education. This uniting to describe the relation between anthropology of Islamic education and Islamic education. Because of briefly article, the writing is not more than an introduction to put anthropology in Islamic education.
Keywords : Antropologi, Antropologi Pendidikan Islam

ABSTRAK
Pelaksanaan pendidikan Islam harus mempertimbangkan struktur sosial termasuk sosial budaya. Pendidikan Islam akan gagal jika terpisah darinya. Jadi, keberadaan antropologi dalam pendidikan Islam menjadi penting, karena mempelajari begitu banyak masalah budaya yang terkait dengan pendidikan Islam. Ini menyatukan untuk menggambarkan hubungan antara antropologi pendidikan Islam dan pendidikan Islam. Karena artikelnya singkat, tulisannya tidak lebih dari pengantar untuk memasukkan antropologi dalam pendidikan Islam.
Keywords : Antropologi, Antropologi Pendidikan Islam

MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...