Selasa, 04 Desember 2018

MAKALAH METODOLOGI STUDI ISLAM


MAKALAH METODOLOGI STUDI ISLAM PENDEKATAN PSIKOLOGI

MAKALAH METODOLOGI STUDI ISLAMPENDEKATAN PSIKOLOGI


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Kehadiran agama Islam yang di bawa Nabi Muhammad SAW diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin. Di dlamnya terdapat petunjuk tentang bagaimana seharusnya manusia itu menyikapi hidup dan kehidupan ini secara lebih bermakna dalam arti yang seluas luasnya.
Petunjuk-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, sebagaimana terdapat dalam sumber ajarannya, Al-quran dan hadis, tampak sangat ideal dan agung. Islam mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progresif, menghargai akal pikiran melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bersikap seimbang dalam memenuhi kebutuhan materialdan spiritual, senantiasa mengembangkan kepedulian sosial, menghargai waktu, bersikap terbuka, demokratis, berorientasi pada kualitas, egaliter kemitraan, anti fedoalistik, mencintai kebersihan, mengutamakan persaudaraan, berakhlak mulia dan sikap positif lainnya.

B.       Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian dari pendekatan psikologi?
2.      Bagaimana pendekatan psikologi dalam studi islam?

C.      Tujuan Penulisan

1.      Mengetahui pengertian dari pendekatan psikologi
2.      Mengetahui pendekatan psikologi dalam studi islam

                                                                            BAB II

A.    Pendekatan Psikologi

Psikologi atau ilmu jiwa adalah ilmu yang mempelajari jiwa seseorang melalui gejala perilaku yang di amatinya. Menurut Dzakiah Deradjat mengatakan sebagaimana dikutip oleh Abuddinata dalam bukunya Metodologi Studi Islam, perilaku seseorang yang tampak lahiriah terjadi karena dipengaruhi oleh keyakinan yang di anutnya. Seseorang yang saling berjumpa maka akan mengucapkan salam, hormat pada orang tua, guru, menutup aurat, rela berkorban untuk kebenaran, dan sebagainya merupakan gejala-gejala keagamaan yang dapat di jelaskan melalui ilmu jiwa agama. Ilmu jiwa agama sebagaimana dikemukakan oleh Zakiah Dradjat, tidak akan mempersoalkan benar tidaknya suatu agama yang dianut seseorang, melainkan yang dipentingkan adalah bagaimana keyakinan agama tersebut terlihat pengaruhnya dalam perilaku penganutnya.
Dalam ajaran agama banyak kita jumpai istilah-istilah yang menggambarkan sikap batin seseorang. Misalnya sikap beriman dan bertakwa kepada Allah, sebagai orang yang shaleh, orang yang berbuat baik, orang yang sidiq (jujur), dan sebagainya. Semua itu adalah gejala-gejala kejiwaan yang berkaitan dengan agama. Dengan ilmu kejiwaan ini seseorang selain akan mengetahui tingkat keagamaan yang di hayati, dipahami, dan di  amalkan seseorang juga dapat digunakan sebagai alat untuk memasukkan agama ke dalam jiwa seseorang sesuai dengan tingkat usianya. Dengan ilmu ini agama menemukan cara yang tepat dan cocok untuk menanamkannya.[1]
Kita misalnya dapat mengetahui pengaruh dari shalat, puasa, zakat, haji, dan ibadah lainnya dengan melalui ilmu jiwa. Dengan pengetahuan ini maka dapat di susun langkah-langkah baru yang lebih efisien lagi dalam menanamkan ajaran agama. Itulah sebabnya ilmu jiwa ini banyak digunakan sebagai alat untuk menjelaskan gejala atau sikap keagamaan seseorang.
Dari uraian tersebut kita melihat ternyata agama dapat di pahami melalui berbagai pendekatan. Dengan pendekatan itu semua orang akan sampai pada agama. Seorang teolog, sosiolog, antropolog, sejarawan, ahli ilmu jiwa, dan budayawan sampai pada pemahaman agama yang benar. Di sini kita melihat bahwa agama bukan hanya monopoli kalangan teolog dan normatif belaka, melainkan agama dapat di pahami semua orang sesuai dengan pendekatan dan kesanggupan yang dimilikinya. Dari keadaan demikian seseorang akan mengalami kepuasan dari agama karena seluruh persoalan hidupnya mendapat bimbingan dari agama.[2]

B.       Pendekatan Psikologi Dalam Studi Islam

Pendekatan psikologi merupakan pendekatan yang bertujuan untuk melihat keadaan jiwa pribadi-pribadi yang beragama. Dalam pendekatan ini yang menarik bagi peneliti adalah keadaan jiwa manusia dalam hubungannya dengan agama, baik pengaruh maupun akibat. Lebih lanjut, bahwa pendekatan psikologi bertujuan untuk menjelaskan fenomena keberagaman manusia yang dijelaskan dengan mengurai keadaan jiwa manusia. Sebagai disiplin ilmu yang otonom, maka psikologi agama juga memiliki beberapa pendekatan antara lain :

1.      Pendekatan Strutktural

Pendekatan ini dipakai oleh Wilhem Wundt. Pendekatan struktural adalah pendekatan yang berujuan untuk mempelajari pengalaman seseorang untuk berdasarkan tingkatan atau kategori tertentu. Struktur pengalaman tersebut dilakukan dengan menggunakan metode pengalaman dan intropeksi.

2.      Pendekatan Fungsional

Pendekatan ini pertama kali dugunakan oleh William James (1990 M ),ia adalah penemu labolatorium psikologi pertama kali di Amerika pada Universitas Harvard. Pendekatan fungsional adalah pendekatan yang dilakukan untuk mempelajari bagaimana agama dapat berfungsi atau berpengaruh terhadap tingkah laku hidup individu dalam kehidupannya.

3.      Pendekatan Psiko-analisis

Pendekatan ini pertama kali dilakukan oleh Sigmung Freud (1856-1939 M). Pendekatan psiko-analisis adalah suatu pendekatan yang di lakukan untuk menjelaskan tentang pengaruh agama dalam kepribadian  seseorang dan hubungannya dengan penyakit-penyakit jiwa. Pendekatan psikologi sangat bergantung erat dengan teori psikologi umum yang di kembangkan oleh sarjana-sarjana eropa. Karena itu pendekatan studi islam juga menggunakan teori-teori yang sama perbedaanyaa hanya beberapa dasarnya dan ruang lingkupnya yang lebih sempit. Islamisasi psikologi sendiri belum mampu menemukan teori-teori khusus yang bisa digunakan dalam pendekatan studi ke-islaman. Akan tetapi hal tersebut bukan hal yang salah atau memalukan karena tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam. pendekatan psikologi bertujuan untuk menjelaskan keadaan jiwa seseorang. Keadaan jiwa tersebut dapat dilihat melalui tingkah laku, sikap, cara berfikir dan berbagai gejala jiwa lainnya. Dalam penelitian, informasi tentang gejala-gejala tersebut dapat bersumber dari berbagai hal, seperti observasi, wawancara, atau dari surat maupun dokumen pribadi yang di teliti. Lebih rinci, ada beberapa teknik untuk mendapatkan informasi dari sumber informasi yang digunakan dalam penggunaan pendekatan psikologis, yakni :
1.     Studi Dokumen Pribadi (personal Document) teknik ini bertujuan untuk menemukan informasi terkait dengan kejiwaan seseorang pada dokumen yang bersifat pribadi, seperti surat, autobiograpi, catatan harian atau tulisan lainnya yang merupakan karya pribadi yang diteliti.
2.    Kuisioner dan Wawancara.

C.      Signifikansi Dalam Studi Islam

Dari segi tingkatan kebudayaan,agama merupakan universal cultural. Salah satu prinsip teori fungsional menyatakan bahwa segala sesuatu yang tidak berfungsi akan lenyap dengan sendirinya. Karena sejak dulu hingga sekarang agama dengan tangguh dengan eksistensinya, berarti ia mempunyai dan memerankan sejumlah peran dan fungsi di masyarakat (Djamari, 1993 : 79). Oleh karena itu, secara umum studi islam menjadi penting karena agama, termasuk islam,memerankan sejumlah peran dan fungsi di masyarakat.
Dalam pengantar simposium nasional yang di selenggarakan oleh forum komunikasi mahasiswa pasca sarjana (FKMP) IAIN Syrif Hidayatullah Jakarta, tanggal 6 agustus 1998 di pusat pengkajian Islam dan masyarakat (PPIM), Harun Nasution (1998 : 1) mengatakan sebagaimana dikutip oleh Drs. Atang Abd. Hakim,  M.A dan Dr. Jaih Mubarok Dalam bukunya Metode Studi Islam bahwa persoalan yang menyangkut usaha perbaikan pemahaman dan penghayatan agama terutama dari sisi etika dan moralitas kurang mendapat tempat yang memadai.[3]
Situasi keberagaman di Indonesia cenderung menampilkan kondisi keberagaman yang legalistik-formalistik. Agama “harus” di manifestasikan dalam bentuk ritual-formal,sehingga muncul formalisme keagamaan yang lebih mementingkan “bentuk” daripada “isi”. Kondisi seperti itu menyebabkan agama kurang di pahami sebagai seperangkat paradigma moral dan etika yang bertujuan membebaskan manusia dari kebodohan,  keterbelakangan, dan kemiskinan. Di samping itu, formalisme gejala keagamaan yang cenderung individualistik daripada kesolehan sosial mengakibatkan munculnya sikap kontra produktif seperti nepotisme, kolusi, dan korupsi (Harun Nasution, 1998 : 1-2). Harun Nasution (1998 : 2-3 ) berpandangan bahwa orang yang bertakwa adalah orang yang melaksanakan perintah tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Dengan demikian, orang yang bertakwa adalah orang yang dekat dengan tuhan,  dan yang dekat dengan yang maha suci adalah “suci”, orang-orang yang sucilah yang mempunyai moral yang tinggi.           
Gambaran yang dikemukakan oleh Harun Nasution di atas mendapat sambutan cukup serius dari Masdar F Mas’udi. Masdar F Mas’udi (1998:1 dan 3) mengatakan kesalahan kita sebagai umat islam di Indonesia, adalah mengabaikan agama sebagai sistem nilai etika dan moral yang relevan bagi kehidupan manusia sebagai mahluk yang bermartabat dan berahlak budi. Karena itulah, kita tersentak ketika pertemuan memperlihatkan dunia sesuatu yang sangat ironi : negara indonesia yang penduduknya 100 % beragama, mayoritas beragama Islam (sekitar 90 %), dan para pejabatnya merayakan hari-hari besar agama, ternyata menduduki peringkat terkemuka di antara negara-negara yang paling korup di dunia.
Dari gambaran umat Islam Indonesia di atas, kita dapat mengetahui bahwa agama islam di Indonesia belum sepenuhnya dipahami dan dihayati oleh umat islam. Oleh karena itu signifikansi studi islam di indonesia adalah mengubah pemahaman dan penghayatan keislaman masyarakat Muslim Indonesia secara khusus, dan masyarakat beragama pada umumnya. Adapun perubahan yang di harapkan adalah format formalisme keagamaan Islam diubah menjadi format agama yang substansif. Sikap enklusivisme, kita ubah menjadi sikap universalisme, yakni agama yang tidak mengabaikan nilai-nilai spiritualitas dan kemanusiaan karena pada dasarnya agama diwahyukan untuk manusia.[4]

D.      Contoh Pendekatan Studi Islam oleh Ilmu Psikologi

Seperti yang sudah kita bahas di atas bahwa pendekatan psikologi dalam studi Islam hanya fokus terhadap kejiwaan manusia. Oleh karena itu psikologi dalam studi Islam hanya mencari masalah perilaku dan kejiwaan manusia yang berkaitan dengan agama Islam. Berikut adalah beberapa contoh pendekatan psikologis dalam studi Islam, sebagai berikut :
1. Kondisi Spiritual
Masalah yang pertama adalah masalah perasaan seseorang. Seorang ahli tasawwuf merasakan bahwa Allah selalu dekat dengannya setiap hari. Ia merasakan kehadiran Allah di dalam hatinya. Oleh sebab itu untuk merasakan bahwa Allah selalu dekat dengannya, ia selalu melakukan dzikir setiap saat secara sadar.
Ia tak pernah membiarkan lisannya diam tanpa berdzikir kepada Allah sehingga yang ia dapatkan adalah ketentraman jiwa dan ketenangan hati sebagai seorang hamba Allah. Masalah yang difokuskan dalam studi islam dalam kasus ini adalah perasaan manusia yakni dekat dengan Allah dan proses munculnya perasaan tersebut hingga mempengaruhi perilakunya (melakukan dzikir).
2. Kebutuhan Kepuasan Manusia
Masalah selanjutnya yang dapat dikaji oleh pendekatan psikologi dalam studi Islam adalah perihal kepuasan seorang manusia dengan kehidupan yang dijalaninya. Dalam suatu masyarakat, kepuasan ini dapat dibedakan menjadi 2 kasus yaitu seorang hamba yang memiliki ekonomi sederhana namun ibadahnya lebih tinggi. Ia suka menolong kepada sesama yang membutuhkan, ia tak pernah melewatkan sholat satu kali pun.
Sedangkan seorang hamba yang memiliki ekonomi cukup bahkan berlebih namun tingkat ibadahnya rendah. Ia tidak peduli dengan sesama dan jarang melakukan sholat, akibatnya ia selalu merasa bahwa kekayaan yang dimilikinya tak pernah cukup. Fokus pendekatan psikologi dalam kasus ini adalah mencari pengaruh tingkat ibadah seseorang antara ekonomi rendah dan tinggi terhadap rasa puas yang dimiliki di dalam kehidupannya.
3. Penerapan Agama dalam Sehari-hari
Masalah selanjutnya adalah bagaimana pengaruh agama yang dibawa terhadap perilaku manusia sehari-harinya. Seseorang yang sudah terbiasa membaca Al-Qur’an dan berdoa akan berbeda dengan seorang hamba yang angkuh dan tidak mau berdoa.
4. Rasa Menghormati
Begitu pula ketika seseorang memasuki tempat ibadanya harus tetap menujukkan rasa hormat kepada penganut agama lain. Seperti kita ketahui bahwa rumah ibadah merupakan rumah yang senantiasa memberikan pengalaman batin sehingga dapat menimbulkan perilaku sesuai dengan keyakinan yang mereka yakini. Untuk itu sikap saling hormat-menghormati antar umat beragama harus kita galakkan melalui pendekatan psikologi.
5. Tingkah Laku
Pendekatan psikologi dalam studi Islam juga dapat digunakan untuk menelaah masalah tingkah laku seorang muslim ketika berjumpa dengan umat muslim lainnya. Ditambah dengan bagaimana sikapnya dalam menghormati kedua orang tuanya, rela berkorban untuk sesamanya dan memperjuangkan kebenaran.
6. Ketuhanan
Gejala berikutnya yang dapat dikaji melalui pendekatan psikologi dalam studi Islam adalah banyak muslim yang tiba-tiba keluar dari jalur agama. Seperti ketika seseorang yang taan dan ahli ibadah malah berubah menjadi orang yang lalai dan meninggalkan perintah Allah.
Masalah berikutnya adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi seseorang untuk keluar dari agama Islam atau murtad. Faktor-fakor ini bisa ditemukan melalui pendekatan psikologi dalam studi Islam. Sebab menurut psikologi agama, seseorang yang murtad terhadap agamanya bisa disebabkan oleh dua hal yaitu faktor intern atau yang berasal dari dalam dirinya sendiri dan faktor ekstern yang berasal dari pengaruh luar atau pengaruh lingkungan tempat dia tinggal.
7. Lingkungan Sekitar
Kajian berikutnya yang dapat dianalisa menggunakan pendekatan psikologi dalam studi Islam adalah pengrauh dari sosok anggota keluarga dalam hal ini adlaah ayah terhadap perilaku dan sikapnya kepada agama. Keyakinan dan ketaatan yang dimiliki soerang anak bisa bergantung dari orang tuanya.
Seorang anak dari bapak yang suka mabuk dan berperilaku kasar terhadapnya akan mempengaruhi sikap sang anak terhadap agama yang dianutnya. Sedangkan seorang anak yang dididik oleh seorang bapa yang ahli ibadah dan memperlakukan anaknya dengan lemah lembut juga akaan mempengaruhi sikap anak terhadap agamanya.
8. Teman Bermain
Gejala berikutnya yang dapat dikaji dengan psikologi studi Islam adalah pengaruh komunitas terhadap hal-hal yang berbau mistik berkaitan dengan kehidupan beragama. Dimana kebanyakan masyarakat Indonesia melakukan penghayatan agama dengan mengadakan ritual-ritual alamiah dibanding dengan penalaran konsep agama di dalam urusan dunia.
9. Keberadaan Pemuka Agama
Kemudian gejala terakhir yang dapat dikaji oleh pendekatan psikologi dalam studi Islam adalah bagaimana pengaruh seorang penceramah, ustadz atau seorang ulama dalam mengajak jamaah atau pengikutnya untuk melakukan seperti yang mereka arahkan. Jika para jamaah terpengaruh maka hal ini juga yang akan mempengaruhi perilakunya terhadap agama yang dianutnya.[5]

A.      Kesimpulan

Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan psikologi dalam studi islam adalah ilmu yang berkaitan dengan ilmu jiwa. Dimana dalam pendekatan psikologi  adalah ajaran agama banyak kita jumpai istilah-istilah yang menggambarkan sikap batin seseorang. Misalnya sikap beriman dan bertakwa kepada Allah, sebagai orang yang shaleh, orang yang berbuat baik, orang yang sidiq (jujur), dan sebagainya. Semua itu adalah gejala-gejala kejiwaan yang berkaitan dengan agama. Dengan ilmu kejiwaan ini seseorang selain akan mengetahui tingkat keagamaan yang di hayati, dipahami, dan di  amalkan seseorang juga dapat digunakan sebagai alat untuk memasukkan agama ke dalam jiwa seseorang sesuai dengan tingkat usianya. Dengan ilmu ini agama menemukan cara yang tepat dan cocok untuk menanamkannya. Dan pendekatan psikologi bertujuan untuk menjelaskan fenomena keberagaman manusia yang dijelaskan dengan mengurai keadaan jiwa manusia. Beberapa contoh dari pendekatan Studi Islam meliputi : Kondisi Spiritual, Kebutuhan Kepuasan Manusia, Penerapan Agama dalam Sehari-hari, Rasa Menghormati, Tingkah Laku, Ketuhanan, Lingkungan Sekitar, Teman Bermain, Keberadaan Pemuka Agama.

B.       Saran

Demikian makalah ini kami buat. Semoga apa yang kami diskusikan dapat menambah rasa syukur kita kepada Allah dan menambah pengetahuan kami dan pembaca. Adapun dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan yang masih perlu kami sempurnakan. Untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan kami ucapan terima kasih.


Drs. Atang Abd. Hakim, M.A dan Dr. Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset, 2000 )
Fitri Febri, Psikologi Agama, (dosenpsikologi.com/contoh-pendekatan-psikologis-dalam-studi-islam : diakses pada 29 desember 2017)

[1] Abuddinnata, Metodologi Studi Islam ( Jakarta : Rajawali Pers, 2014), hlm. 58
[2] Abuddinnata, Metodologi Studi Islam ( Jakarta : Rajawali Pers, 2014), hlm. 59
[3] Drs. Atang Abd. Hakim, M.A dan Dr. Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset, 2000 ), hlm. 7-8

[4] Drs. Atang Abd. Hakim, M.A dan Dr. Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset, 2000 ), hlm. 9
[5] Fitri Febri, Psikologi Agama, (dosenpsikologi.com/contoh-pendekatan-psikologis-dalam-studi-islam : diakses pada 29 desember 2017)

MAKALAH KIMIA KLINIK II "SIKLUS KREBS"

MAKALAH KIMIA KLINIK II "SIKLUS KREBS"


 BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Siklus asam sitrat atau yang dikenal dengan siklus krebs atau siklus asam trikarboksilat merupakan lintasan akhir bersama oksidasi karbohidrat,lipid,dan protein.
Siklus krebs adalah  proses utama kedua dalam reaksi pernafasan sel. Siklus krebs ini ditemukan oleh Hans Krebs (1900-1981). Reaksi pernafasan sel tersebut disebut juga sebagai daur asam sitrat atau daur asam trikarboksilat. Hans Krebs (1937) yang elah memberikan sumbangan percobaan eksperimental dan konseptual agar siklus ini dapat dipahami. Siklus Krebs terkait dengan segi metabolisme biokimia yang sebenarnya,bahan yang masuk berasal dari karbohidrat dapat keluar membentuk lemak,sedangkan bahan yang masuk berasal dari asam amino dapat keluar membentuk karbohidrat. Namu, teramat jarang ialah dari lemak menuju karbohidrat.
Glukosa,asam lemak dan banyak asam amino akan dimetabolisasi menjadi asetil koA atau intermediet yang ada pada siklus asam sitrat. Asetil koA selanjutnya dioksidasi yang akan menghasilkan hidrogen atau electron sebagai ekuivalen pereduksi. Hydrogen tersebut kemudian memasuki rantai respirasi tempat sejumlah besar ATP dihasilkan dalam proses fosforilasi oksidatif. Enzim-enzim yang berperanan pada siklus asam sitrat terdapat didalam mitokondria.
Siklus asam sitrat adalah jalur bersama terakhir untuk oksidasi karbohidrat,lipid,protein karena glukosa,asam lemak,dan sebagian besar asam amino dimetabolisme menjadi asetil-koA atau zat-zat antara siklus ini. Siklus ini juga berperan sentral dalam gluconeogenesis,lipogenesis,dan interkonversi asam-asam amino. Banyak proses ini berlangsung disebagian besar jaringan,tetapi hati adalah satu-satunya jaringan tempat semuanya berlangsung dengan tingkat yang signifikan. Jadi, akibat yang timbul dapat parah jika contohnya sejumlah sel hati rusak,seperti pada hepatitis akut atau diganti oleh jaringan ikat (seperti pada sirosis). Beberapa defek genetic pada enzim-enzim siklus asam sitrat yang pernah dilaporkan menyebabkan kerusakan saraf berat karena sangat terganggunya pembentukan ATP di system saraf pusat.

2.      Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu untuk mengetahui :
1.      Siklus asam sitrat
2.      Hasil siklus krebs
3.      Fungsi siklus krebs
4.      Peran vitamin dalam siklus krebs
5.      Reaksi siklus krebs
6.      Pembentukan energi pada siklus krebs
7.      Peranan tahapan reaksi dalam siklus krebs
8.      Ciri siklus krebs
9.      Maksud dan tujuan
Mengetahui pengertian siklus asam sitrat,hasil siklus krebs,fungsi siklus krebs,peran vitamin dalam siklus krebs,pembentukan energi pada siklus krebs,dan peranan tahapan reaksi dalam siklus krebs.

BAB II
PEMBAHASAN
1.      Siklus Asam Sitrat

Siklus asam sitrat (siklus krebs,siklus asam trikarboksilat) adalah serangkaian reaksi di mitokondria yang mengoksidasi gugus asetil pada asetil-koA dan mereduksi koenzim yang teroksidasi melalui rantai transport electron yang berhubungan dengan pembentukan ATP.
Siklus diawali dengan reaksi antara gugus asetil pada asetil dan asetil-koA dan asam trikarboksilat empat karbon oksaloasetat yang membentuk asam trikarboksilat enam karbon,yaitu sitrat. Pada reaksi-reaksi berikutnya,terjadi pembebasan dua molekul CO2 dan pembentukan ulang oksaloasetat yang dibutuhkan untuk mengoksidasi asetil-koA dalam jumlah besar,senyawa ini dapat dianggap memiliki peran katalitik.
Siklus asam sitrat adalah bagian integral dari proses penyediaan energi dalam jumlah besar yang dibebaskan selama oksidasi bahan bakar terjadi. Selama oksidasi asetil-koA,koenzim-koenzim mengalami reduksi dan kemudian direoksidasi di rantai respiratorik yang dikaitkan dengan pembentukan ATP.
Proses ini bersifat aerob yang memerlukan oksigen sebagai oksidan terakhir dari koenzim-koenzim yang tereduksi. Enzim-enzim pada siklus asam terletak di matriks mitokondria,baik bebas maupun terikat pada membran dalam mitokondria serta membran kista,tempat enzim-enzim rantai respiratorik berada.

2.      Reaksi Siklus Krebs
Siklus reaksi diawali dengan reaksi antara asetil KoA dan (2C) dan asam oksaloasetat (4C) yang menghasilkan asam trikarboksilat,sitrat. Selanjutnya sejumlah 2 molekul atom CO2 dirilis dan tergenerasi. Sebenarnya hanya sedikit oksaloasetat yang dibutuhkan untuk menginisiasi siklus asam sitrat sehingga oksalaosetat dikenal dengan perannya sebagai agen katalitik pada siklus krebs,
Siklus krebs,pertama-tama asetil ko-A hasil dari reaksi antara (dekarboksilasi oksidatif) masuk kedalam siklus dan bergabung dengan asam oksaloasetat membentuk asam sitrat. Setelah “mengantar” asetil masuk kedalam siklus krebs,ko-A memisahkan diri dari asetil dan keluar dari siklus. Kemudian, asam sitrat mengalami pengurangan dan penambahan satu moleku air sehingga terbentuk asam isositrat. Lalu,asam isositrat mengalami oksidasi dengan melepas ion H+ yang kemudian mereduksi NAD+ menjadi NADH,dan melepaskan satu molekul CO2 dan membentuk asam a-ketoglutarat. Setelah itu,asam a-ketoglutarat kembali melepaskaan satu molekul CO2 dan teroksidasi dengan melepaskan satu ion H+ yang kembali mereduksi NAD+ menjadi NADH. Selain itu,asam a-ketoglutarat mendapatkan tambahan satu ko-A dan membentuk suksinil ko-A,molekul ko-A kembali meninggalkan siklus,sehingga terbentuk asam suksinat.  
Pelepasan ko-A dan perubahan suksinil ko-A menjadi asam suksinat menghasilkan cukup energy untuk menggabungkan satu molekul ADP dan satu gugus fosfat anorganik menjadi satu molekul ATP. Kemudian, asam suksinat mengalami oksidasi dan melepaskan dua ion H+ ,yang kemudian diterima oleh FAD dan membentuk FADH2,dan terbentuklah asam fumarat. Satu molekul aie kemudian ditambahkan ke asam fumarat dan menyebabkan perubahan susunan (ikatan) substrat pada asam fumarat,karena itu asam fumarat berubah menjadi asam malat. Terakhir, asam malat mengalami oksidasi dan kembali melepaskan satu ion H+ yang kemudian diterima oleh NAD+ dan membentuk NADH dan asam oksaloasetat kembali terbentuk. Asam oksaloasetat ini kemudian akan kembali menjalani siklus krebs. Dari siklus krebs ini,dari setiap molekul glukosa akan dihasilkan 2 ATP,6 NADH,2 FADH 2 yang terbentuk akan menjalani rangkaian terakhir respirasi aerob,yaitu rantai transport electron.

3.      Hasil Siklus Krebs

Pada akhir siklus krebs ini akan terbentuk kembali asam oksaloasetat yang berikatan dengan molekul asetil koenzim A yang lain dan berlangsung kembali siklus krebs,karena selama reaksi oksidasi pada molekul glukosa hanya dihasilkan 2 molekul asetil koenzim A,maka siklus krebs harus berlangsung sebanyak 2 kali. Jadi hasil bersih dari oksidasi 1 molekul glukosa akan dihasilkan 2 ATP dan 4CO2 serta 8 pasang atom H yang akan masuk ke rantai transport electron.

4.      Fungsi Siklus Krebs

Fungsi siklus asam sitrat adalah sebagai lintasan akhir bersama untuk oksidasi karbohidrat,lipid,dan protein,hal ini terjadi karena glukosa,asam lemak,dan banyak asa amino di metabolisme menjadi asetil KoA menjadi intermediet yang ada dalam siklus tersebut,. Siklus asam sitrat juga mempunyai peranan penting dalam proses gluconeogenesis,transminasi,deaminasi,lipogenesis.
Fungsi utama siklus krebs adalah :
1.      Menghasilkan karbon dioksida terbanyak pada jaringan manusia.
2.      Menghasilkan sejumlah koenzim tereduksi yang menggerakkan rantai pernafasan untuk produksi ATP.
3.      Mengkonversi sejumlah energy serta zat intermediet yang berlebihan untuk digunakan pada sintesis asam lemak.
4.      Menyediakan sebagian bahan keperluan untuk sintesis protein dan asam nukleat.
5.      Melakukan pengendalian langsung atau tidak langsung (alosetrik) terhadap system enzim lain melalui komponen-komponen siklus.

Kepentingan piruvat pada siklus krebs yaitu :
1.      Energy yang terkandung pada karbohidrat memasuki siklus piruvat,sumber utama asetil KoA.
2.      Kompleks enzim yang mendekarboksilasi piruvat menjadi asetil KoA sangat mirip dari segi lokasi subsel,komposisi dan mekanisme kerja dengan a-ketoglutarat dehydrogenase kompleks.

           Siklus asam sitrat sangat berperan penting dalam metabolisme,siklus asam sitrat tidak saja mrupakan jalur untuk oksidasi unit dengan dua karbon,tetapi juga merupakan jalur utama untuk pertukaran berbagi matabolit yang berasal dari transaminasi dan deaminasi asam amino,serta menghasilkan subtract untuk sintesis lemak. Karena fungsinya dalam proses oksidatif dan sintesis,siklus ini bersifat amfibolik.
5. Peran vitamin dalam siklus asam sitrat

           Empat vitamin B kompleks yang larut air memiliki sejumlah peranan sangat jelas dalam perjalanan fungsi siklus asam sitrat. Empat vitamin B merupakan faktor esensial dalam siklus asam sitrat sehingga juga penting dalam metabolisme penghasil energy.
Keempat vitamin tersebut adalah :
1.      Riboflavin
Dalam bentuk flavin adenine dinukleotida (FAD),suatu faktor untuk suksinat dehydrogenase.
2.      Niasin
Dalam bentuk nikotinamid adenine nukleotida (NAD),akseptor electron untuk isositrat dehydrogenase,a-ketoglutarat dehydrogenase,dan malat dehydrogenase.
3.      Tiamin (vitamin B1)
Sebagai tiamin difosfat,koenzim untuk dekarboksilasi dalam reaksi a-ketoglutarat dehydrogenase.
4.      Asam pamotenat
           Sebagai bagian dari koenzim A,kofaktor yang melekat pada residu asam karboksilat “aktif”,misalnya asetil-KoA dan suksinil-KoA.

Siklus asam sitrat sangat berperan penting dalam reaksi metabolisme. Ada 2 mekanisme :
1.      Dikatalisa oleh enzim piruvat karboksilase (langsung)
2.      Dikatalisa oleh enzim malat berupa perubahan piruvat menjadi malat (tidak langsung)

           Siklus asam sitrat tidak saja merupakan jalur untuk oksidasi unit dengan dua karbon, tetapi juga merupakan jalur utama untuk pertukaran berbagai metabolit yang berasal dari transaminase dan deaminasi asam amino,serta menghasilkan substrat untuk sintesis asam lemak. Karena fungsinya dalam proses oksidatif dan sitesis,siklus ini bersifat amfibolik.

6.      Tahapan Reaksi dalam siklus krebs
                Siklus krebs terjadi di mitokondria dengan menggunakan bahan utama berupa asetil-CoA,yang dihasilkan dari proses dekarboksilasi oksidatif. Diantaranya :
·         Kondensasi
           Kondensasi merupakan reaksi penggabungan molekul asetil-KoA dengan oksaloasetat membentuk asam sitrat. Enzim yang bekerja dalam reaksi ini adalah enzim asam sitrat sintetase.

·         Insomerase sitrat
Tahapan ini dibantu oleh enzim aconitase,yang menghasilkan isositrat.

·         Produksi CO2
           Dengan bantuan NADH,enzim isositrat dehydrogenase akan mengubah isositrat menjadi alfa-ketoglutarat. Satu molekul CO2 dibebaskan setiap satu reaksi.

·         Dekarboksilasi oksidatif kedua
           Tahapan reaksi ini mengubah alfa-ketoglutarat menjadi suksinil-CoA. Reaksi dikatalisasi oleh enzim alfa-ketoglutarat dehydrogenase.

·         Fosforilasi tingkat substrat
           Respirasi seluler juga menghasilkan ATP dari tahapan ini. Reaksi pembentukan ATP inilah yang dinamakan dengan fosforilasi,karena satu gugus posfat akan ditambahkan ke ADP menjadi ATP. Pada awalnya, suksinil-CoA akan diubah menjadi suksinat,dengan mengubah GDP+ Pi menjadi GTP. GTP tersebut akan digunakan untuk membentuk ATP.

·         Dehidrogenasi
           Suksinat yang dihasilkan dari proses sebelumnya akan didehidrogenasi menjadi fumarat dengan bantuan  enzim suksinat dehydrogenase.

Description: Description: C:\Users\USER\Documents\zz.png
·         Hidrasi dan regenerasi oksaloasetat
           Dua tahapan ini merupakan akhir dari siklus krebs. Hidrasi merupakan penambahan atom hydrogen pada ikatan ganda karbon (C=C) yang ada pada fumarat sehingga menghasilkan malat.
           Malat dehydrogenase mengubah malat menjadi oksaloasetat. Oksaloasetat yang dihassilkan berfungsi untuk menangkap asetil-CoA,sehingga siklus krebs akan terus berrlangsung. Adapun hassil dari siklus krebs addalah ATP,FADH2,NADH dan CO2,yang dilepaskan. Jumlah molekul NADH yang dihasilkan adalah 6 molekul,sedangkan FADH adalah 2 molekul. ATP yang diproduksi secara langsung adda sebanyak 2 molekul, yang merupakan hasil dari reaksi fosforilasi tingkat subsrat. FADH2 dan NADH adalah molekul yang digunakan dalam tahapan transpor elektron. Setiap molekul NADH akan dioksidasi lewat transport elektron sehingga menghasilkan 3 ATP per molekul,sedangkan satu molekul FADH2 menghasilkan 2 molekul ATP.

7.      Pembentukan energi pada siklus krebs
          Ada 8 enzim dalam siklus asam sitrat yang mengkatalisis serangkaian reaksi yang secara keseluruhan adalah oksidasi gugus asetil menjadi 2 mol CO2 diikuti dengan pembentukan 3 NADH, 1 FADH dan GTP. Reaksi tersebut adalah :
1.      Kondensasi  asetil CoA dengan oksaloasetat membentuk sitrat,sesuai dengan nana siklusnya. Reaksi ini dikatalisis enzim citrate synthase. Reaksi awal dalam siklus asam sitrat ini merupakan titik dimana atom karbon dimasukkan kedalam siklus sebagai asetil CoA.
2.      Pengaturan kembali sitrat menjadi bentuk isomernya supaya lebih mudah untuk dioksidasi nantinya. Aconitase mengubah sitrat, alcohol tersier yang tidak siap untuk dioksidasi, menjadi senyawa alcohol sekunder, isositrat, merupakan senyawa yang lebih mudah dioksidasi. Reaksi ini melibatkan dehidrasi diikuti oleh hidrasi. Dalam hal ini gugus hidroksil sitrat ditransfer ke karbon yang berdekatan.
3.      Oksidasi isositrat membentuk asam keto intermedier, oksalosuksinat disertai dengan reduksi NAD+ menjadi NADH. Oksalosuksinat selanjutnya didekarboksilasi menghasilkan a ketoglutarat. Ini merupakan tahap pertama dimana oksidasi diiringi dengan terbentuknya NADH dan pembebasan CO2. Reaksi ini dikatalisis enzim isositrat dehydrogenase.
4.      a-ketoglutarat selanjutnya didekarboksilasi membentuk suksinil CoA oleh multienzim a-ketoglutarat dehydrogenase. Reaksi ini melibatkan reduksi kedua NAD+ menjadi NADH dan membebaskan molekul CO2 kedua.
Sampai titik ini, 2 mol CO2 sudah dihasilkan sehingga hasil bersih oksidasi gugus asetil telah lengkap. Perhatikan bahwa atom C dari CO2 bukan berasal dari asetil CoA.
5.      Suksinil CoA selanjutnya diubah menjadi suksinat oleh suksinil CoA sinthethase. Energy bebas dari ikatan thioester ini disimpan dalam bentuk senyawa berenergi tinggi GTP dari GDP dan Pi.
6.      Reaksi selanjutnya dalam siklus ini adalah oksidasi suksinat menjadi oksaloasetat kembali untuk persiapan putaran berikutnya dalam siklus. Suksinat dehydrogenase mengkatalisis oksidasi suksinat menjadi fumarat diiringi oleh reduksi FAD menjadi FADH2.
7.      Fumarase selanjutnya mengkatalisis hidrasi ikatan rangkap fumarat menjadi malat.
8.      Tahapan terakhir adalah membentuk kembali oxaloasetat melalui moksidasi malat oleh enzim malat dehidrogenerase. Pada tahap ini juga dihasilkan NADH ketiga dari NAD+.


8.      Ciri-ciri siklus krebs 
           Ciri siklus krebs,tertutupnya jalur lemak untuk dapat diubah menjadi glukosa. Ciri siklus krebs terkait dengan jumlah atom karbon memiliki 2 kekhasan :
1.      Masuknya dua karbon kedalam siklus krebs sebagai asetil KoA dan keluarnya 2 atom karbon sebagai CO2 memberikan makanya tidak ada hasil bersih atom karbon.
2.      Atom karbon yang keluar sebagai CO2 tidak sama dengan yang masuk sebagai asetil KoA.
            Asam lemak yang umum banyak didapatkan pada asupan,asam lemak dengan atom karbon genap tidak memberikan atom karbonnya untut disintesis menjadi metilmalonil KoA untuk terisomerisasi menjadi suksinil KoA bahan oksaloasetat yang diperlukan sebagai bahan sintesis glukosa. Asam lemak dengan atom karbon ganjil pada katabolisme akan menghasilkan beberapa molekul asetil KoA dan satu molekul proprionil KoA. Proprionil KoA dapat mengalami karboksilasi menjadi metilmalonil KoA yang seterusnya akan terisomerisasi menjadi suksinil KoA.
Suksinil KoA merupakan bahan bakal oksaloasetat. Karena itu berbeda,dengan gugus asetil,gugus proprionildapat memberi hasil bersih berupa atom karbon yang dapat digunakan pada sintesis KoA.
Namun demikian secara umum hanya sedikit jumlah asam lemak dengan jumlah atom karbon ganjil dan asam lemak berantai panjang. Sehingga,pandangan umum bahwa sintesis asam lemak hanya sedikit yang berperan untuk memperoleh hasil bersih sintesis glukosa.

BAB III
KESIMPULAN

1.      Siklus krebs merupakan sarana pengaruh bermacam zat yang berasal dari berbagai jalur metabolism menjadi beberapa macam zat antara yang lazim berperan pada jalur katabolisme dan anabolisme.
2.      Siklus asam sitrat (siklus krebs,siklus asam trikarboksilat) adalah serangkaian reaksi di mitokondria yang mengoksidasi gugus asetil pada asetil-KoA dan mereduksi koenzim yang teroksidasi melalui melalui rantai transport electron yang berhubungan dengan pembentukan ATP.
3.      Siklus reaksi diawali dengan reaksi antara asetil KoA dan (2C) dan asam oksaloasetat (4C) yang menghasilkan asam trikarboksilat,sitrat. Selanjutnya sejumlah 2 molekul atom CO2 dirilis dan teregenerasi. Sebenarnya hanya sedikit oksaloasetat yang dibutuhkan untuk menginisiasi siklus asam sitrat sehingga oksaloasetat yang dibutuhkan untuk menginisiasi siklus asam sitrat sehingga oksaloasetat dikenal dengan perannya sebagai agen katalik pada siklus krebs.
4.      Jadi hasil bersih dari oksidasi 1 molekul glukosa akan dihasilkan 2 ATP dan 4 co2 serta 8 pasang atom H yang akan masuk ke rantai transport electron.
5.      Empat vitamin B merupakan factor esensial dalam siklus asam sitrat sehingga juga penting dalam metabolism penghasil energy. Empat vitamin tersebut adalah riboflavin,niasin,tiamin (vitamin B1),asam pantotenat.
6.      Ada delapan tahapan utama yang terjadi selama siklus krebs adalah kondensasi,insomerasi sitrat,produksi CO2,dekarboksilasi oksidatif kedua,fosforilasi tingkat substrat,dehidrogenerasi,hidrasi,dan regenerasi oksaloasetat.
7.      Beberapa enzim berperan sebagai alat bantu,mengkatalisis berbagai reaksi anaplerotik untuk mempertahankan dan atau mengisi kembali komponen-komponen siklus krebs.
8.      kepentingan siklus krebs erat rangkaiannya dengan rantai pernapasan serta dihasilkannya ATP yang diperlukan pada gerakan,transportasi,dan biosintesis.
9.      Ciri siklus krebs,tertutupnya jalur lemak untuk dapat diubah menjadi glukosa. Ciri siklus krebs terkait dengan jumlah atom karbon memiliki 2 kekhasan.
10.  Masuknya dua karbon ke dalam siklus krebs sebagai asetil KoA dan keluarnya 2 atom karbon sebagai CO2 memberikan makanya tidak ada hasil bersih atom karbon sebagai CO2 memberikan makanya tidak ada hasil bersih atom karbon.
11.  Atom karbon yang keluar sebagai CO2 tidak sama dengan yang masuk sebagai asetil KoA.



DAFTAR PUSTAKA

Murray K.R,2009, Biokimia Harper Edisi 27. Penerbit Buku Kedokteran, EGC : Jakarta
http://artikelkimia.com/siklus-krebs-daur-asam-sitrat.html
  

CONTOH SURAT KUASA KEPENGURUSAN PAJAK MOTOR

CONTOH SURAT KUASA KEPENGURUSAN PAJAK MOTOR


SURAT KUASA

Perihal : Surat Kuasa


Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama                            : .................
Tempat Tanggal lahir   : .................
Jenis kelamin               .................
Alamat                         .................
RT/RW                        .................
Kelurahan                    .................
Kecamatan                  .................
Agama                         .................

Memberikan kuasa kepengurusan pajak motor  .......... BD ..............Kepada :

Nama                          .................
Tanggal lahir              .................
Jenis Kelamin             :.................
Alamat                        : .....................................

Demikianlah surat kuasa ini kami buat dengan sebenarnya dan dapat dipergunakan sebagai mana mestinya.


Yang memberi kuasa





.................
..................., 20................   
Pemberi Kuasa





..........................



CONTOH SURAT PERMOHONAN PENGECEKAN CCTV


SURAT PERMOHONAN PENGECEKAN CCTV



Bengkulu, 27 Februari 2026
Kepada YTH
Pimpinan LESTARI Cabang
Di –
            Padang Jati Bengkulu


Dengan hormat,
Pada hari rabu, tanggal 14 Februari 2026 saya menyatakan bahwa saya masuk ke bank LESTARI pukul 08.00 WIB dan saya memarkirkan mobil dihalaman depan bank LESTARI, saat ingin pulang dan meninggalkan bank LESTARI saya baru menyadari bahwa mobil saya diserempet dengan kerusakan yang cukup berat tanpa diketahui pelakunya. Maka dari itu saya memohon kepada pihak bank LESTARI agar mengecek CCTV dan memberikan bukti video pada kejadian itu. Hal ini bertujuan untuk mencari pelaku dan meminta pertanggung jawaban atau akan ditindak lanjuti ke pihak kepolisian akan dibawa ke hukum yang berlaku.
Demikianlah Surat Permohonan ini kami buat,Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

                                                                                                                      
  PEMOHON


Rindu Riang
 
 


MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...