Selasa, 04 Desember 2018

MAKALAH PERKEMBANGAN ANAK


MAKALAH PERKEMBANGAN ANAK 1’’Teori-Teori Psikologi Perkembangan”


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kumpulan fakta yang diikat oleh suatu hukum tertentu akan menjadi pandangan yang berlaku umum kemudian disebut sebagai teori. Suatu teori harus memenuhi syarat-syarat formal (Miller,1989) yaitu:
1.      Teori harus masuk akal (logis); didalamnya konsisten artinya tidak ada pernyataan-pernyataan yang saliong bertentangan.
2.      Teori secara empiris harus masuk akal; artinya tidak ada pengamatan ilmiah yang saling berlawanan.
3.      Teori harus diuji dan bersifat hemat; artinya sedapat mungkin terdiri dari beberapa konstruk, proposisi.
4.      Teori harus mempunyai cakupan ilmu yang cukup luas dan mampu mengintegrasikan peneliti terdahulu.
Sebuah teori merupakan kumpulan ide yang logis dan saling berhubungan yang membantu memberi penjelasan dan membuat prediksi.

Sebagai salah satu bidang dari psikologi dan sebagai ilmu, psikologi perkembangan memiliki teori-teori  yang ada sampai sekarang dan dapat digunakan sebagai kerangka acuan untuk memahami perubahan tingkah laku manusia sesuai dengan perubahan waktu atau zaman.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Yang Dimaksud Teori Psikodinamika?
2.      Apa ItuTeori Interaksionisme?
3.      Apa SajaTugas-tugas Perkembangan?

C.  Tujuan
      1.  Agar dapat mengetahui pengertian teoro psikodinamika
      2.  Agar dapat mengetahui apa itu teori interaksionisme
      3.  Agar dapat mengetahui apa saja tugas-tugas perkembangan


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Teori Psikodinamika
            Teori Psikodinamika Sigmund Frued lebih dikenal dengan istilah teori Psikoanalititik. Konsep ini memiliki kesamaan dengan konsep belajar sosial. Frued sebagai konseptor psikoanalitik, memandang bahwa seorang anak yang dilahirkan memiliki dua kekuatan (energi) biologik, yaitu libido dan nafsu mati.[1] Kedua kekuatan itu menguasai semua orang, melalui proses konsentrasi energi psikis terhadap suatu objek atau suatu person spesifik. Struktur anak pada waktu dilahirkan adalah das es yang mendorong anak untuk memuaskan nafsu-nafsunya. Das es dalam perkembangannya karena pengaruh lingkungan, menimbulkan struktur das ich (aku) yang berfungsi sebagai penentu diri terhadap dunia luar maupun terhadap das es sesuai dengan realita. Kemudian karena pengaruh lingkungan pula, termasuk orang tua, terbentuklah das uber ich yang berfungsi mengatur perilaku das ich, dan tuntunan-tuntunan yang bersumber dari das es. Apabila das ich tidak berhasil mengkompromikan tuntunan das es dan uber ich, maka nafsu-nafsu yang berasal dari das es ditekan secara tidak sadar. Hal ini berarti bahwa nafsu-nafsu tadi tidak manifes, tetapi pengaruhnya mai ada secara laten. Eeorang dapat melakukan hal-hal tertentu yang tidak diketahuinya sendiri alasannya. Kebenaran konsep ini tidak dapat diuji secara empiris (Monkss, 2002).

B.     teori interaksionisme
Teori ini sering pula  disebut teori perkembangan kongnitif piaget.jean piaget (1896-1980),lahir di Neuchatel ,Switzerland.latar belakang kehidupanmasa kecil nya ditandai  dengan karakteristik yang cerdas ,energik ,simpatik ,mudah bergaul, serius bekerja,tetapi memiliki tempramen neurotic.[2] Ketika keluarganya bergolak karena pengalaman neourotik tersebut ,maka timbulah minat piaget untuk mempelajri konsep psikonalitik .sebelumnya ia menaruh perhatian pada bidang - bidang yang luas  ,termasuk mekanik,fauna,kelautan ,dan fosil-fosil .bahkan publikasinya yang pertama adalah artikel tentang burung pipit sebagai observasi pada suatu taman .kemudian konflik antara pengajaran religi dengan scienfic  yang ditekuni nya merangsang ia untuk menelaah ilmu –ilmu filsafat karya-karya filosofi kenamaan seperti Bergson ,kant,comte,Durckhim,William lames ,dan tokoh filsafat lainya .piaget kemudian menuliskan berbagai isu filsafat .(Miller,1993).
            Piaget melanjutkan studi formalnya pada tingkat doctoral pada bidang ilmu alam dengan tesis tentang kerang-kerangnya.kemudian sesudah mengujungi laboraturium psikologi di Zurich ,ia mulai mengeluti pekerjaanya pada laboraturium Alfred Binet di paris ,suatu laboraturim pencetus pertama tes itelegensi modern .piaget tidak setuju dengan penekanan binet bahwa inelegensi sifatnyatetap dan bersifat bawaan ,dan mulai menjelajahi proaes-proses berpikir tingkat tinggi .dia mulai konsepnya dengan melakukan observasi  secara intensif pada subjek kelompok kecil .dia lebih tertarik kepada bagaimana anak-anak bisa mencapai konklusi-konklusi daripada apakah jawaban - jawaban benar,selain menanyakan pertanyaan-pertanyaan dan memeriksa nenar atau tidaknya jawaban – jawabn anak ,piaget meminta dan mengajak anak untuk menemukan logika di balik jawaban-jawabannya.melalui pengamatan-pengamatan yang sungguh-sungguh terhadap anak-anaknya dan juga terhadap anak-anak lainnya ,ia mulai mengkostruksi konsep-nya tentang perkembangan kongnitif .
            Menurut piaget ,perkembangan adalah suatu proses perubahan sebagai hasil dari proses belajar yang merupakan kombinasi atau interaksi dari pembelajaran ,pengalaman dan kematangan .koseo kongnitif bermaksud memahami aktivitas perilaku manusia seperti perhatian,rekognisi,pembuatan keputusan ,pemecahan masalah ,pengetahuan konseptual,belajar,penalaran ,prinsip-prinsip dan mekanisme perkembangan ,intelegensi,interprestasi,artibusi,penilaian,memori dan imajinasi (Bordwell,1989:feerick ,1995).[3]secara lebih khusus ,konsep kongnitif mengacu pada tingkat aktivitas mental yang tidak dapat di ubah begitu saja dalam menjalankan tindakan social dengan postulat yang sesungguhnya ,seperti persepsi ,pikiran,intensi,perencanaan ,keterampilan,dan perencanaan (Bordwell,1989).
            Konsep interaksionisme perkembangan intelektual dan moral. piaget memandang perkembangan sebagai kelanjutan genesa-embrio .proses perkembangan melalui stadium-stadium perkembangan di pengaruhi bermacam-macam faktor  ,termasuk factor kematangan ,pengalaman ,transmisi social ,dan  intraksi di antara semua factor  tersebut .kematangan mengacu pada keadaan biologis individu yang berineraksi dengan genetic dan keadaan lingkungan social . factor kematangan  juga berpengaruh terhadap aspirasi dan intensitas indivudu dalam aktivitas belajar .kondisi organ tubuh yang lemah dapat menurunkan kualitas kongnitif yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajsr .pengalaman hidup terhadap lingkungan sangat penting bagi siswa .siswa membentuk rencana atau pola-pola hidup melalui interaksi dengan lingkungan .pengalamn hidup sangat membantu siswa dalam memahami pelajaran .seorang guru dianjurkan untuk meramu pelajaran dengan baik berdasar perbedaan latar belakang pengalaman hidup siswa .maka gurub di
harapkan menyiapkan contoh konkret .bertukar pengalaman dengan siswa dan/ atau menyerahkan  orang tua siswa dalam kegiatan belajar .piaget menyatakan bahwa pengalaman social juga merupakan factor penting dalam perkembangan .tanpa pengalaman social,manusia akan mengalami keterbatasan dalam memperoleh pengetahuan .
            Teori kongnitif menekankan pentingnya interaksi resiprokal factor-faktor personal termasuk cita-cita,harapan,kepercayaan dan kemampuan kongnitif dikembangkan dan dimodifikasi melalui pengaruh factor social.[4] Piaget juga mementingkan aktvitas spontan karena adanya kemampuan untuk menyesuaikan  diri (adaptasi)melalui proses asimilasi  dan akomodasi .asimilasi berarty mendapatkan kesan-kesan baruberdasarkan pola penyesuaian yang sudah ada.sedangkan akomodasi berarrty penyesuaian diri untuk dapat bertindak sesuai dengan situasi baru .asimilasi dan akomodasi juga diperlukan untuk membentuk keseimbangan dalam dunia ini melalui konsep saling memahami dan pengertian satu sama lain .untuk meraih suatu keseimbangan manusia berusaha untuk mengatur pengalaman hidup yang koheren melalui suatu rencana .organisasi adalah suatu proses membentuk suatu proses rencana atau pola .rencana adalah suatu sistem yang menjelaskan cara manusia berpikir tentang hidup .rencana di bangun berdasar tahapan –tahapan dalam berpikir .dalam linkungan sekolah ,konseo, prinsip, dan prosedur setiap pemahaman harus di kolaborasikan agar siswa dapat mempelajari dan mengenali sebuah rencana yang dapat mereka terapkan dalam kehidupanya.
C.    Tugas-tugas Perkembangan
            Tugas-tugas perkembangan yang dimaksud dapat berbentuk sebgai hal-hal tersebut:
1.      Belajar berjalan, hal ini terjadi ketika anak berada pada usia antara 9-15 bulan, karena pada usia ini tulang kaki, otot dan susunan syarafnya sudah matang untuk berjalan.
2.      Belajar makan-makanan padat, hal ini terjadi pada tahun kedua, karena pada usia ini sistem alat pencernaan makanan dan alat pengunyah pada mulut sudah matang.
3.      Belajar berbicara, dengan mengeluarkan suara bermakna dan menyampaikannya kepada orang lain dengan perantaraan suara tersebut.
4.      Belajar buang air kecil dan air besar, sebelum usia 4 tahun padaumumnya belum bisa menahan ngompol karena perkembangan syaraf yang mengatur pembuangan belum sempurna.
5.      Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin, melalui observasi yang dilakukan oleh anak dapat membedakan dari fisik, tingkah laku, pakaian yang dipakai yang mencermin adanya perbedaan jenis kelamin.
6.      Mencapai  kestabilan jasmaniah fisiologis, keadaan jasmani anak sangat labil dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga anak dengan cepat merasakan perubahan suhu sehingga temperatur tubuhnya berubah. Sehingga untuk mencapai kestabilan jasmaniah bagi nak diperlukan waktu lima tahun.
7.      Pembentukan konsep sederhana tentang realitas fisik dan sosial, pada mulanya dunia ini merupakan hal yang sangat membingungkan bagi anak. Melalui pengamatan dan pemahaman terhadap benda-benda dan orang sekitarnya anak mulai paham dan dapat menyimpulkan suatu kedaan bahwa setiap benda dan orang yang berada disekitarnya mempunyai ciri-ciri khusus.
8.      Belajar menciptakan hubungan dirinya secara emosional dengan orang tua, saudara Dan orang lain , anak mengadakan hubungan dengan orang disekitarnya menggunakan berbagai cara, yaitu isyarat, menirukan dang menggunakan bahasa. Cara yang diperoleh dalam belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang lain sedikit banyak akan menentukan sikapnya dikemudian hari.
9.      Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk, yang berarti mengembangkan kata hati, anak kecil dikuasai oleh hedonism naif, dimana kenikmatan dinggapnya baik, sedangkan penderitaan dianggapnya buruk. Apaabila anak bertambah besar harus belajar baik dan buruk, benar dan salah.

            Sama halnya seperti pola atau arah perkembangan, maka tugas-tugas perkembanganpun memiliki arahan yang sama, yaitu menaik. Dari tugas perkembanganpun memiliki arah yang sama, yaitu menaik. Dari tugas perkembangan yang sederhana menuju tugas perkembangan yang sulit.[5]


BAB III
PENUTUP 

A.    KESIMPULAN 
1.              Teori Psikodinamika Sigmund Frued lebih dikenal dengan istilah teori Psikoanalititik. Konsep ini memiliki kesamaan dengan konsep belajar sosial. Frued sebagai konseptor psikoanalitik, memandang bahwa seorang anak yang dilahirkan memiliki dua kekuatan (energi) biologik, yaitu libido dan nafsu mati.
2.              Teori ini sering pula  disebut teori perkembangan kongnitif piaget.jean piaget (1896-1980),lahir di Neuchatel ,Switzerland.latar belakang kehidupanmasa kecil nya ditandai  dengan karakteristik yang cerdas ,energik ,simpatik ,mudah bergaul, serius bekerja,tetapi memiliki tempramen neurotik .ketika keluarganya bergolak karena pengalaman neourotik tersebut ,maka timbulah minat piaget untuk mempelajri konsep psikonalitik .

B.     SARAN
·         Untuk menerapkan teori sebaiknya harus melihat konteks penerapanannya.
·         Saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Daftar Pustaka

Thalib, Syamsul Bachri. 2010. Psikologi pendidikan berbasis analisis empiris aplikatif.       Jakarta:kencana.
Yusuf LN, Syamsu & Juantika Nurihsan. 2007. Teori Kepribadian. Rosda karya : Bandung
Santrock, John.W. 2007. Perkembangan Anak. Erlangga : Jakarta
Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta:kencana



[1] Syamsul Bachri Thali, Psikologi pendidikan berbasis analisis empiris aplikatif (Jakarta:kencana, 2010), hlm.17
[2] Nurihsan, DKK.  Teori Kepribadian (Rosda karya:Bandung 2007), hlm.59

[3] John, dkk,  Perkembangan Anak (Erlangga : Jakarta,2007), hlm. 79

[4] Hlm. 80
[5] Ahmad Susanto, Perkembangan Anak Usia Dini (Jakarta:kencana, 2011), hlm: 43


RESUME INITIAL INTERACTION IN THE CLASSROOM


RESUME TECHNOLOGY IN THE CLASSROOM

   Technology may have first entered the language classroom in the 1950s and 1960s in the form of the language laboratory.
Non-Computer-Based Technology
Meanwhile, what other types of technological aids are commonly available to a language teacher today? Consider the following as a set of suggestions.
1.      Commercially Produced Audiotapes And CDs
Libraries and instructional resource centers may be able to provide a surprising variety of audiocassette tapes with (a) listening exercises, (b) lectures, (c) stories, and (d) other authentic samples of native-speaker texts.
2.       Commercially Produced Videotapes And DVDs
Most institutions now have substantial video libraries that offer (a) documentaries on special topics, (b) movies, films, and news media, and (c) programs designed specifically to instruct students on certain pects of English.
3.      Self-Made Audiotapes And CDs
Audiotapes of conversations, especially conversations of people known to your students, can be stimu-. lating.
4.      Self-Made Videotapes And DVDs
Now that video cameras and recorders are also accessible (if not your own, check with your media resource center), videotapes can be created in two ways. With a VCR you can record television programs.
5.       Overhead Projection
 Many classrooms around the world provide an over head transparency projector as standard equipment. Commercially available transparencies are available that can enhance a textbook lesson.

Computer Assisted Language Learning (CALL)
Computer Assisted Language Learning or CALL refers to the use of the computer in language courses by teachers and learners. It is defined as the application of the computer in language teaching and learning. Nunan (1999: 26) states that "interactive visual media which computers provided seem to have a unique instructional capability for topics that involve social situations or problem solving, such as interpersonal solving, foreign language or second language learning". CALL is used to assist learning because learners can develop and control their learning through the use of different tools such as email, electronic books and dictionaries. Therefore, the learners can be more autonomous because they can use the computer to get information and feel satisfied about their learning.
Warschauer & Whittaker (1997) In the past, EFL learning was seen as boring because educators used classical methods for teaching. Thus, using CALL helps the learners to be more motivated, because CALL program can provide the students with ways to learn English "...through games, animated graphics, and problem-solving techniques.
CALL, CMC, TMLL, or what?
Is it still correct to refer to CALL? Because, the alternative like Computer-Mediated Communication (CMC) in which becoming more widely accepted. Chapelle (2005) who joining the alphabet soup argument and just accept CALL as associated with the broad range of activities associated with technology and language learning.
PRINCIPLES AND BENEFITS OF CALL
There are some guidelines that capsulize those principles adjusted from Egbert (2015) and Betty (2003):
·         Using technology to support the pedagogical goals of the curriculum and class. Technology focus on course goals and take advantage to enhance those purposes.
·         Evaluating the appropriateness of software for the goal and the provided sufficiency of hardware.
·         CALL is explain by the student to create a classroom environment. They required to buy in to the concept of computer-enhance learning.
·         Making the technology can access for all learners. Various of learners style and learners ability must be consider. Acquainting with technophobic learners because not all of learners is easy to operate the computer program.
·         Using technology effectively. According to Egbert (2005), effective is mean the students can learn language better or faster using the technology than using ordinary tools.
·         Using technology efficiently. Efficiently related to the time that is when the teacher or students can finish an objectives in less time.
·         Have a back-up plan if the technology fails. For example when presentation use the electronic and occur the problem because of hardware or software, so we have plan if this moment occur.

Szendeffy’s (2005) and Egberts (2005) say uses of computer in language classroom are seemingly endless.
There are some recommendation resources such as list of Web-based information and the printed book:
1.      Collaborative projects
Analysis the data can do with statistical processing software or data management. Students in Japan and United States are working together through collaborative project on environmental awareness (Miyagi, 2006)
2.      Peer-editing of composition
Peer-editing of draft of composition means the exchange of information on disc, work based bulletin boards or networked computers offers students an efficient. The instructor can manage the comments at the end of the draft through this technology.
3.      E-mail.
According to Ganglewski, Meloni, & Brant (2001), Because of email, the foreign learners do not have to be in specific classroom in certain time just to communicate with the other foreign language.
4.      Blogs
Blog is very important in education because of simple web, their multimedia features, interactivity, and autonomous learning and ability to support cooperative.
5.      Web-based bulletin board communication
Setting up the bulletin board discussion, the teacher also gives students a means to using directly in writing.
6.      Web page design
Nowadays, number of educational institution that have studies program that offered for students in web page design is rapidly growing.
7.      Videoconferencing
Videoconferencing is allowing the people to meet and share information although in different location without travelling
8.      Reinforcement of classroom material
Now, many textbooks come with CD-ROM disc (accessible on computer), DVD (accessible on many computers), extra reading and visual material, filled with practice exercises, and self-cheks tests.
9.      Podcasting
Podcasting is the method to distributing multimedia such as audio programs or music video through Internet, for playback on personal computer or playback on mobile devices.
10.  Games and simulations
Many games and simulations involve the verbal language, that stimulating students to problem solving task in which they have to use functional language to reach the goals of the games.
11.  Computer-adaptive testing
Now, many standardized tests are computer-adaptive that is during early items, right and wrong answer analyzed electronically in order to presents option for later items, from  a bank possible items that not too easy or not too difficult and because that present an optimal challenge..
12.  Speech recognition software
According to Igarashi (2004), speech recognition programs for the language classroom has many potential applications, including simple exercises in pronunciation and electronic visual feedback that can show accuracy of student control of prosodic and phonemic elements.
13.  Concordancing
Billions of linguistic corpus data now available, process of concordancing that is searching for words in collocations and contexts, become relatively simple.
14.  Multimedia presentations
Teacher and students use PowerPoint or the other media presentation software  to make the presentation be interest with graphic, audio, art, photos, chart, and so on.

INITIAL INTERACTION IN THE CLASSROOM  
       1.    Definition of Interaction
Interaction is the collaborative exchange of thoughts, feelings, or ideas between two or more people, resulting in a reciprocal effect on each other. Theories of communicative competence emphasize the importance of interaction as human beings use language in various context to negotiate meaning, or simply stated, to get an idea out of one person’s head and into the head another person and vice versa
      2.    Interactive Principles
a.       Automaticity
Learners are thus and massage and not n grammar and other linguistics more easily proceed to automatic modes of processing.
b.      Intrinsic motivation
As students become engaged with each other in speech acts of fulfillment and self-actualization, their deepest drives are satisfied.
c.       Strategic Investment
Interaction requires the use of strategic language competence both to make certain decisions on how to say or write or interpret language, and to make repairs when communication pathways are blocked.
d.      Willingness to communicate
Interaction requires an attitude on the part of the learner that says, “ I want to reach out to others and communicate.”
e.       The language-culture connection
The cultural loading of interactive speech as well as writing requires that interlocutors be thoroughly versed in the cultural nuances of language
f.       Inter language
The complexity of interaction entails a long developmental process of acquisition. Numerous errors of production and comprehension will be  part  of this development.
g.      Communicative competence
All of the elements of communicative competence (grammatical, discourse, sociolinguistics, pragmatic, and strategic) are involved in human interaction and must work together
      3.    Roles of the Interactive Teacher
As Dornyei and Murphey (2003) explained, the success of classroom learning is very much dependent on how students relate to each other, what the classroom environment is, how effectively students cooperative and communicate with each other, and of course what roles the teacher and learners play.
a.       The teacher as controller
A role that is sometimes expected in traditional educational institutions is that of “master” controller, always in charge of every moment in the classroom. Master controllers determine what the students do, when they should speak, and what language forms they should use.
b.      The teacher as director
Some interactive classroom time can legitimately be structured in such a way that the teacher is like a conductor of an orchestra or director of a drama.
c.       The teacher as manager
This metaphor captures your role as one who plans lessons, modules, and courses, and who structures the larger, longer segments of classroom time, but who then allows each individual player to be creative within those parameters.
d.      The teacher as facilitator
A facilitator capitalizes on the principle of intrinsic motivation by allowing students to discover language through using it pragmatically, rather that by telling them about language
e.       The teacher as resource
You are available for advice and counsel when the student seeks it. It is of course not practical to push this metaphor to an extreme where you would simply walk into a classroom and say something.
      4.    Foreign Language Interaction Analysis
How is a model like this helpful in developing interactive language teaching? There are several practical uses. First, it gives you a taxonomy for observing other teachers. Moskowitz recommends using a chart a chart or grid to note instances of each category.
Second, it gives you a framework for evaluating and improving your own teaching. For example, how well do you balance teacher talk and student talk? while the FLINT model includes seven categories for teacher talk and only two for  student talk, don not let that fool you into believing that your own talk should dominate.
Third, the FLINT model, especially the first seven categories, helps to set a learning climate for interactive teaching.
     5.    Questioning Strategies for Learning
One of the best ways to develop your role as an initiator and sustainer of interaction is to develop a repertoire of questions provide necessary stepping can fulfill stones to communication. Appropriate questioning in an interactive classroom can fulfill a number of different functions (Adapted from Christenbury & Kelly, 1983; Kinsella 1991)
1.      Teacher questions give students the impetus and opportunity to produce language comfortably without having to risk initiating language themselves.
2.      Teacher questions can serve to initiate a chain reaction of student interaction  among themselves. One question may be all that is needed to start a discussion; without the initial question, however, students will be reluctant to initiate the process.
3.      Teacher questions give instructor immediate feedback about student comprehension. After posing a question, a teacher can use the student response to diagnose linguistic or content difficulties.
4.      Teacher questions provide students with opportunities to find out what they think by hearing what they say. as they are nudged into responding to question about , say, a reading or a film, they can discover what their own opinions and reactions are.

REFERENCE
Brown, D. (2000). Teaching by principle : An interactive approach to language pedagogy. San Fransisco, California : Longman
Hall, I., & Higgins, S. 2005. Primary school students’ perceptions of interactive whiteboards. Journal of Computer Assisted Learning.
Nunan, D. (1999). Second Language Teaching & Learning. Boston: Heinle & Heinle Publishers. http://dspace.univ-tlemcen.dz/bitstream/112/7904/1/meiloudi-amina.pdf(RetrievedSeptember,29, 2018)
Kennewell, S. et al. (2008). Analysing the use of interactive teaching. Journal of Computer Assisted Learning
Warschauer, M. &Whittaker, P. F. (1997). The Internet for English Teaching: Guidelines for Teachers. TESL Reporter, 30(1), 27-33.
http://iteslj.org/Articles/Warschauer-Internet.html.(Retrieved September, 29, 2018).





MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...