Rabu, 26 Desember 2018

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM 

MUHAMMAD SHARIF CHAUDRY DAN MASUDUL ALAM CHOUNDHURY

 


Abstrak
Islam sebagai agama yang menjadikan al-quran dan al-hadits sebagai rujukan hukumnya selalu memberikan tuntunan pada seluruh aspek kehidupan manusia. Tidak hanya sebatas spritualitas semata,islam juga mengatur berbagai interaksi yang dilakukan oleh manusia dalam segala hal. Oleh karna itu islam mengenal istilah habluminnallah (hubungan antara manusia dengan tuhannya) dan habluminnanans (hubungan manusia dengan manusia)didalam terminologi manusia. islam sendiri memandang keseluruhan aktivitas manusia yang ada dibumi ini sebagai sunnatullah, termasuk didalamnya aktivitas ekonomi. Ia menempatkan kegiatan ekonomi sebagai salah satu aspek penting untuk mendapatkan kemuliaan dan karenanya kegiatan ekonomi seperti kegiatan lainnya perlu kontrol dan atuan yang jelas agar sejalan dengan tujuan syariat islam.          
Perkembangan ekonomi islam diera kotemporer perlu disikapi secara arif dengan menelaah berabagai sudut pandang,termasuk pemikiran para tokoh tentang sistem ekonomi islam,sehingga kita bisa memiliki wawasan yang lebih lengkap tentang dasar ,prinsip,tujuan,metode dan teknis penerapan ekonomi islam. Sistem ekonomi islam yang mampu mengantarkan kepada kesejahteraan dan keadilan sosial harus dibangun atas dasar aqidah dan dijabarkan dengan sangat detail dalam konsep-konsep pemilikan. Peran negara dan distribusi dan konsumsi. Sekalipun distribusi dan pendapatan di masyarakat menjadi hal yang paling utama dalam kontruksi sisteem ekonomi islam,namun semua itu tetap terkait dengan unsur-unsur yang lainnya

Pendahuluan
Ekonomi islam bertujuan untuk melakukan kajian tentang kebahagiaan hidup manusia yang dicapai dengan mengorganisasikan sumber daya alam atas dasar bekerja sama dan berpartisipasi. Perkembangan ekonomi islam diera kotemporer perlu disikapi secara arif dengan menelaah berabagai sudut pandang,termasuk pemikiran para tokoh tentang sistem ekonomi islam,sehingga kita bisa memiliki wawasan yang lebih lengkap tentang dasar ,prinsip,tujuan,metode dan teknis penerapan ekonomi islam. Sistem ekonomi islam yang mampu mengantarkan kepada kesejahteraan dan keadilan sosial harus dibangun atas dasar aqidah dan dijabarkan dengan sangat detail dalam konsep-konsep pemilikan. Peran negara dan distribusi dan konsumsi. Sekalipun distribusi dan pendapatan di masyarakat menjadi hal yang paling utama dalam kontruksi sisteem ekonomi islam,namun semua itu tetap terkait dengan unsur-unsur yang lainnya. islam mengenal istilah habluminnallah (hubungan antara manusia dengan tuhannya) dan habluminnanas (hubungan manusia dengan manusia)didalam terminologi manusia. islam sendiri memandang keseluruhan aktivitas manusia yang ada dibumi ini sebagai sunnatullah, termasuk didalamnya aktivitas ekonomi. Ia menempatkan kegiatan ekonomi sebagai salah satu aspek penting untuk mendapatkan kemuliaan dan karenanya kegiatan ekonomi seperti kegiatan lainnya perlu kontrol dan atuan yang jelas agar sejalan dengan tujuan syariat islam. Ekonomi islam bertujuan untuk melakukan kajian tentang kebahagiaan hidup manusia  yang dicapai dengan menerapkan pemikiran-pemikaran yang telah dijelaskan diatas. Perkembangan pemikiran ekonomi islam dapat dipahami bahwasanya ekonomi islam sudah dibahas dan di praktikkan dalam kehidupan sehari-hari bahkan sejak zaman rasullah dan sahabat-sahabatnya.pada tahun 1930 ekonomi islam kembali bergerak dan menancapkan eksitensinya sebagai salah satu bangunan ilmu yang kukuh dan mampu menjawab berbagai permasalahan ekonomi kotemporer.
PEMBAHASAN
A.MUHAMMAD SHARIF CHAUDRY
1.Biografi Muhammad Sharif Chaudry[1]
Muhammad sharif chaundry merupakan hakim yang agung di Pakistan.Lahir di Hoshiarpur pada tanggal 10 Maret 1928.Menyelesaikan pendidikan di Universitas Punjab di Lahore.Memulai karier di pengadilan sebagai Hakim Sipil pada tanggal 23 Maret 1953.Pada 1970-1980 menjabat sebagai Hakim Sidang di Pengadilan Punjab dan sebagai hakim pengadilan Tinggi Lahore pada 2 November 1981 dan pensiun pada 10 Maret 1990.
Sharif Chaundhry terkenal sebagai hakim profesional,bersih,dan jujur.Karena reputasi tersebut, pemerintah Pakistan memintanya kembali untuk bergabung sebagai hakim pengadilan Khusus sampai tahun 1994.Selain itu,ia juga dikenal hidup sederhana dan sangat menyukai pemikiran-pemikiran Muhammad Iqbal.Pada 29 Juni 2009,Sharif chaudhry meninggal dunia, dan dimakamkan di Bahwalpur,Pakistan.
Beberapa karya penting Sharif Chaudhry selain Fundamentals of Islamic Economic System adalah What is Islam,Women’s Rights in Islam,Dynamies of Islam jihad,Social and Moral Code of Islam,Concept of God in Qur’an, A Comparative Study of World Religions dan Pillars of Islam.
2.Pemikiran Ekonomi Muhammad Sharif Chaudhry
          Muhammad Sharif Chaudry merupakan salah satu tokoh yang sangat concern terhadap perkembangan ekonomi Islam.Khususnya di negara Pakistan.Pemikiran tentang ekonomi Islam banyak ditemukan dalam karyanya yang berjudul Fundamental of Islamic  Economic System.Di bawah ini akan disampaikan konstribusi pemikiran Muhammad sharif Chaudhry dalam ekonomi islam.

1.Ciri Khusus Perekonomian Islam[2]
            Islam sebagai suatu sistem kehidupan manusia mengandung suatu tatanan nilai dalam mengatur semua aspek kehidupan manusia baik menyangkut sosial/politik, budaya, hukum ,ekonomi, dan sebagainya.Syariat islam mengandung suatu tatanan nilai yang berkaitan dengan aspek akidah,ibadah,akhlak,dan muamalah.Pengaturan sistem ekonomi tidak bisa dilepaskan dengan syariat islam dalam pengertian yang lebih luas.
            Sistem ekonomi Islam adalah ilmu ekonomi yang di laksanakan dalam praktik (penerapan ilmu ekonomi) sehari-harinnya bagi individu,keluarga,kelompok masyarakat maupun  pemerintah/penguasa dalam rangka mengorganisasi faktor produksi,distribusi,dan pemanfaatan barang dan jasa yang dihasilkan tunduk dalam peraturan/perundang-undangan Islam (sunatullah).
            Menurut Muhammad Sharif Chaudhry setiap sistem ekonomi memiliki ciri khasnya masing-masing yang membentuk fondasinya,dan dari fondasinya itulah ia dapat dibedakan dan dikenali.Dalam kontes ekonomi Islam,ciri khas tersebut terlihat jelas,antara lain: pertama,keharusan keadilan dan kejujuran di lapangan ekonomi (QS. An-Nisaa’ 32,al-an’am 165 an-Nahl 71,al-Isra 30,dan az-Zukhruf 32).Keadilan dan kejujuran merupakan syarat fundamental dalam kegiatan bisnis,Rasulullah SAW sangat intens menganjurkan keadilan dan kejujuran.Bahkan Rasulullah SAW sendiri menjadi teladan terbaik dalam masalah keadilan dan kejujuran dalam berbisnis.
            Kedua,Allah adalah pemberi.Allah adalah pemilik sejati dari segala sesuatu dan manusia hanyalah pemegang amanah dan manusia bertugas sebagai khalifah atau wakil tuhan dalam seluruh rencana tuhan,dan tela diberi hak pemilik terbatas atas alat-alat produksi serta segala sesuatu yang diciptakan untuk melayani manusia.Selain itu,Allah SWT menjadi penjamin hidup manusia dimuka bumi ini.
            Ketiga,Islam mengakui adannya campurtangan negara dalam kegiatan ekonomi demi menjamin kesejahteraan warganya.Negara adalah institusi yang sangat di perlukan dalam memfungsikan kewajiban-kewajiban sosial dalam tatanan masyarakat.Negara dan agama adalah pilar-pilar kehidupan bermasyarakat yang tidak dapat di pisahkan,dimana agama berfungsi sebagai fondasinya sementara negara,memainkan peran sebagai pelopor dan pelindung.Sehingga salah satu pilar tersebut lemah,maka masyarakat pun akan rusak.
            Keempat, penghapusan bunga (QS.Al-Baqarah [2]:275-276 dan 278-279,serta Ali Imran[3]: 130).Penghapusan bunga sangat penting karena bunga termasuk kategori riba.
            Kelima,pelembagaan sedekah dan zakat (QS.Albaqarah[2]: 43,195,215,245,254.Ali Imran [3]: 92,adz-Dzariyat[51]: 19, dan al-Hadiid [57]: 18).Bersedekah dan berzakat merupakan tindakan mulia (akhlak al-karimah) karena bisa mendatangkan kecintaan Allah SWT dan seluruh mahluk-Nya.Keduanya termasuk komponen penting dalam distribusi pendapatan dalam ekonomi Islam.
Keenam, konsep halal dan haram.mengetahui halal dan haram bagi seorang muslim merupakan suatu keharusan agar tidak terjatuh pada harta haram.
Ketujuh,distribusi kekayaan yang merata,dilarangnya penimbunan (QS.Ali Imran [3]: 180, at-Taubah [9]: 34-35, dan al-Hasyr [59]: 7), dan menekankan pentingnya sirkulasi kekayaa,konsen dengan kesejahteraan kau miskin serta menjauhi sikap kerahiban dan materialisme (QS. Al-Maidah [5]: 87,al-Hadiid [57]: 27, al-Baqarah  [2]: 200, Yunus [10]: 7-8,Hud [11].
2.Prinsip Ekonomi Islam[3]
                 Sistem ekonomi Islam berakar dari prinsip-prinsip Qur’ani.Al-Qur’an yang menjadi sumber utama ajaran Islam telah menetapkan berbagai aturan sebagai hidayah bagi umat manusia dalam melakukan aktivitas disetiap aspek kehidupan,termasuk di bidang ekonomi.Prinsip islam tertinggi adalah hanya milik Allah semata dan manusia diciptakan sebagai khalifah (QS.al-Baqarah[2]: 30) dan Abdullah-Nya (QS.adz-Dzariyat [56]: 51) di muka bumi,yang bertugas untuk mengatur,memelihara dan melestarikan alam semesta serta tunduk dan patuh terhadap segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.Dengan demikian,tujuan hidup manusia harus diarahkan untuk mendapatkan ridha Allah dalam bentuk segala aktivitas yang sesuai dengan tuntunan-Nya.
                 Prinsip ekonomi Islam menurut Sharif Chaudhry ada lima prinsip.Pertama,Prinsip Allah menentukan benar dan salah (QS. Al-Maidah [5]: 87-88) dan an-Nahl [16]: 166). Untuk itu,sebagai khalifah Allah, manusia tidak memiliki kuasa apa pun, dan harus tunduk kepada aturan-aturan yang didibuat oleh Allah SWT.
                             Kedua,Prinsip penggunaan.Dimana manusia harus tetap memperhatikan sikap pertegahan dan kehati-hatian dalam menikmati karunia Allah.Dengan tujuan agar setiap orang dapat mencapai derajat ibadurrahman,yakni; orang-orang yang apabila membelanjakan (harta),mereka tidak israf (berlebihan) dan tidak (pula) iqtar (kikir), melainkan berada ditengah-tengah (QS.al-Furqan[25]:67),serta tidak pula boros (QS.al-Isra’[17]:26).
                             Ketiga,prinsip pertengahan.Dimana sebagai umat pertengahan (QS.al-Baqarah [2]:143), setiap Muslim dilarang keras melampaui batas hingga terjatuh ke hal-hal ekstrem termasuk dalam lapangan ekonomi.Prinsip pertengahan yang pengaruhnya terlihat pada berbagai aspek tingkah laku ekonomi Muslim,misalnya kesederhanaan (moderation),berhemat (parsimony), dan menjauhi pemborosan (extravagance).
Keempat,prinsip kebebasan ekonomi.Dimana setiap individu telah diberi kebebasan oleh Allah untuk mencari harta,memilikinya,menikmatinya serta membelanjakannya sesuai dengan kehendaknya serta kebebasan untuk memilih profesi,bisnis maupun lapangan kerja dalam mencari nafkah.Kebebasan  juga tidak saja terbatas pada lapangan ekonomi,akan tetapi semua hal.Namun kebebasan tersebut pada koridor syariah dan setiap individu bertanggung jawab atas semua amal yang dilakukan didunia.
Kelima,Prinsip keadilan.Keadilan merupakan nilai yang paling asasi dalam ajaran islam.Konsepsi Islam mengenai keadilan merujuk pada ketentuan Al-Qur’an yang memerintahkan orang supaya berbuat keadilan (al-‘adl) dan kebajikan (al-ihsan).
3.Tujuan Ekonomi Islam[4]
            Menurut sharif  Chaudhry ada delapan tujuan ekonomi Islam.pertama,pencapaian Falah.Falah atau kebahagiaan umat manusia di dunia dan akhirat merupakantujuan utama dan paling utama Islam.Hal ini tentu berbeda dengan ideologi kapitalistik dan sosialistik yang berorientasi pada kehidupan di dunia saja.
Kedua,membuat distribusi sumber-sumber ekonomi,kekayaan dan pendapatan berlangsung secara adil dan merata.Dalam arti,pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berpusat dan beredar pada kelompok dan golongan tertentu saja,tetapi harus dapat menyebar,meluas dan merata berdasarkan prinsip ekonomi yang berkeadilan,sehingga tidak memunculkan kesenjangan sosial ekonomi yang makin menajam,karena akan dapat mengganggu keseimbangan hidup masyarakat itu sendiri.Ketidak pedulian mereka dalam Islam bahkan digelari sebagai pendusta agama.
Ketiga,tersedia kebutuhan dasar seperti makan,pakian dan tempat tinggal, bagi seluruh warga negara islam.Kegiatan ekonomi merupakan amal kebajikan yang dianjurkan oleh Islam
Keempat,menegakkan keadilan sosial ekonomi di antara seluruh anggota masyarakat.Keadilan merupakan nilai-nilai moral yang sangat ditekankan dalam Al-Qur’an.Dalam Al-Qur’an tidak kurang dari seratus ungkapan yang memasukan gagasan kedailan, baik kata-kata yang bersifat langsung maupun tidak langsung.Semua itu mencerminkan dengan jelas komitmen Islam terhadap keadilan.
Kelima,menegakkan persaudaraan dan persatuan di antara kaum Muslimin.Islam menganjurkan kepada setiap muslim untuk senantiasa terikat dalam persaudaraan dan persatuan.Keduannya dapat tegak dan kukuh,jika terjalin yaitu :
·  Ta’aruf
·  Tafahum
·  Ta’awun
·  Takaful
Keenam,pengembangan moral dan material masyarakat muslim melalui sistem pajak,fiskal dan zakat.Sistem pajak,zakat dan kebijakan fiskal dalam islam merupakan salah satu perangkat dari berbagai perangkat untuk mencapai maslahah.Pajak dan zakat merupakan kedua kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim.
Ketujuh,mencegah penimbunan dan menjamin sirkulasi harta secara terus menerus,baik melalui zakat, maupun sedekah lain,baik yang bersifat wajib maupun tidak, melalui hukum pewarisan dan wasiat,serta melalui uang tebusan (QS.at-Taubah [9]: 34-35).
Kedelapan,menghapus eksploitas seseorang terhadap orang lain.Untuk mencapai ini,Islam mencapai beberapa cara seperti melarang dan menghapus bunga, menghapusperbudakan, menghapus eksploitasi buruh oleh majikan lewat upah harus dibayar segera sebelum keringat kering, menghapus eksploitasi harta anak yatim dan menghapus eksploitasi wanita lewat melalui hak waris, dan pemberian hak yang sama dengan laki-laki dalam bidang apa pun.
4.konsep produksi[5]
            Kegiatan produksi dalam ilmu ekonomi diartikan sebagai kegiatan yang menciptakan kegunaan atau manfaat (utility),baik dimasa kini maupun dimasa mendatang.Kegunaan (utility) yang diciptakan dalam produk adalah kegunaan bentuk,waktu,tempat,dan kepemilikan.Dengan pengertian yang luas tersebut,kegiatan produksi sering dipahami sebagai kegiatan yang tidak terlepas dari keseharian manusia.Produk merupakan urat nadi kegiatan ekonomi.Meskipun demikian, pembahasan tentang produk dalam ekonomi konvensional senantiasa mengusung maksimalisasi keuntungan sebagai motif utama.
Menurut Sharif Chaudhry ada beberapa cara mendapatkan rezeki yang dilarang dalam islam, antara lain:
Ø    Dengan cara bunga (Riba)
Ø    Dengan cara suap
Ø    Dengan cara makan harta anak yatim
Ø    Dengan cara memperdagangkan minuman keras dan narkotika
Ø    Dengan cara judi dan games of change
Ø    Dengan cara mencuri dan merampok
Ø    Dengan cara monopolo dan menimbun barang penting
Ø    Dengan cara menggelapkan harta orang lain
Ø    Dengan cara memalsukan ukuran,timbangan dan takaran
Ø    Dengan cara pelacuran dan perzinahan
Ø    Berbagai cara yang tidak jujur lainnya seperti tukang sihir,tukang ramal,tukang pelukis dan pemahat mahluk hidup, pedagang yang tidak jujur.

5.Konsep Distribusi[6]
                        Distribusi pendapatan merupakan salah satu yang sering didiskusikan dalam ekonomi yang dapat dilihat melalui berbagai sudut pandang, misalnya secara personal, fungsional, temporar, dan regional.Ekonomi modern lebih menekankan diskusi pada distribusi fungsional.Pendekatan islam lebih memusatkan pada distribusi personal,walaupun tetap memperhatikan distribusi fungsional,karena  distribusi personal akan menjadi lebih merata jika distribusi fungsional dalam masyarakat mengalami perbaikan.
6.Konsep konsumsi
Konsumsi merupakan faktor vital yang mendasari munculnya aktifitas produksi dan distribusi.Tanpa konsumsi tidak mungkin seseorang akan melakukan aktivitas produksi dan distribusi.
Konsumsi dalam pandangan Islam hukumnya boleh kacuali melampaui batas maksimal (berlebih-lebihan, boros, bermewah-,mewahan) atau batas minimal (kikir atau pelit).Sebab dengan perilaku konsumen yang konsumtif, maka jumlah dana/simpanan masyarakat akan semakin minim.Menurut Sharif Chaudhry ada tiga prinsip mendasar konsumsi yang digaris oleh islam,yaitu :
·       Prinsip konsumsi barang halal.
·       Prinsip konsumsi yang bersih dan menyehatkan.
·       Prinsip kesederhanaan.
7.konsep keinginan[7]
                        Dalam ekonomi dikenal tiga macam keinginan (want) manusia,yakni: penting,nyaman,dan mewah.Penting (necessaries) bermakna keinginan yang pemuasannya mutlak harus dilakukan karena jika tidak,maka manusia tidak akan bertahan hidup,misalnya makan, pakaian dan tempat tinggal.Nyaman ( compors) ,artinya menunjukan keinginan yang memberikan rasa nyaman dan kemudahan kepada manusia dan yang gunanya secara umum lebih besar dari pada biayanya.Mewah (Luxuries) merupakan pembelanjaan yang besar untuk memenuhi keinginan yang tidak perlu berlebihan.Dalam islam pemenuhan pada kemewahan sangat terlarang karena menyebabkan terjadi distribusi yang tidak adil, mengarah kepada perampasan hak mayoritas dari kebutuhan mereka,sehingga dapat menyebabkan perpecahan, pertikaian,dan perselisihan dalam masyarakat.

MASUDUL ALAM CHOUNDHURY
1.BIOGRAFI MASUDUL ALAM CHOUNDHURY[8]
            Masudul alam choundhury adalah professor Universitas Cape Breton Nova Scotia,Canada.Beliau teleh memberikan kuliah secara luas pada sejumlah universitas dan institute profesional dibanyak negara salah satunya di Universitas Indonesia.Dalam berbagai bukunya beliau menjelaskan bahwa “ pendekatan ekonomi islam itu perlu menggunakan shuratic process, atau pendekatan syura.
2.PEMIKIRAN EKONOMI MASUDUL ALAM CHOUNDHURY
            Shuratic process adalah methodologi individual digantikan oleh sebuah konsensus para ahli dan pelaku pasar dalam menciptakan keseimbangan ekonomi dan perilaku pasar.Individualisme yang merupakan ide dasar konvensional tidak dapat lagi bertahan, karena tidak mengidahkan adanya distribusi yang tepat, sehingga terciptalah sebuah jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin.
            Menurut masudul Alam choundhury ada tiga dasar prinsip ekonomi Islam, yaitu:
1.Prinsip persatuan dan persaudaraan,dalam konteks ekonomi Islam prinsip persatuan dan persaudaraan adalah hal terpenting karena didalamnya diajarkan bagaimana seseorang saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lainnya dengan penuh kebenaran dan tanggung jawab terhadap Allah SWT.
2.Prinsip kerja dan produktivitas, prinsip ini terbagi atas gaji individual harus sebanding dengan jumlah dan kategori pekerjaan yang mereka kerjakan.Maksudnya apa yang telah mereka kerjakan  sebanding dengan gaji atau upah yang mereka terima.
3.Prinsip distribusi kekayaan distributive justice yaitu menghendaki adanya keadilan distribusi kekayaan melalui pembayaran zakat, sedekah, dan infak agar tidak merugikan orang lain atau menabung dengan sistem bagi hasil yang mana tujuannya agar tidak terjadi pemisah yang sangat dalam antara sikaya dan simiskin.
                             Instrument makro ekonomi menurut Masudul Alam Choundhury ada empat yaitu:
1.Penghapusan bunga, agar terciptanya rasa persatuan dan persaudaraan, islam melarang adanya bunga dalam transaksi seperti  seperti dalam tawar menawar, oleh karena itu dalam sistem ekonomi islam tidak menggunakan riba agar agar terhindar dari penggunaan suku bunga dengan menggunakan prinsip proffit and loss sharing (bagi hasil) pada finansial inter mediation yang lebih adil agar tercipta perekonomian yang lebih stabil dan efisien serta melarang kegiatan-kegiatan yang nonproduktif, berbahaya, haram, dan dana tidak baik.
2.Dengan menggunakan instrumen bagi hasil atau mudharabah adalah suatu pembagian bentuk keuntungan sistem didalam islam, yang mana mitra membantu tenaga  kerja atau perusahaan dengan perjanjian yang sesuai kontrak  untuk berbagai keuntungan.mengartikan mudharabah sebagai suatu kerja sama kemitraan.
3.menghapusan pemborosan konsumsi, masyarakat islam memprioritaskan kepada alat-alat keperluan dan kenyamanan hidup serta mencari keridhaan Allah.
4.Instrumen Zakat, peranan zakat sangatlah penting dalam distribusi kekayaan, karena itu pendapatan atau aset kekayaan yang telah mencapai nishab wajib mengeluarkan zakat.

KESIMPULAN
Perkembangan ekonomi islam diera kotemporer perlu disikapi secara arif dengan menelaah berabagai sudut pandang,termasuk pemikiran para tokoh tentang sistem ekonomi islam,sehingga kita bisa memiliki wawasan yang lebih lengkap tentang dasar ,prinsip,tujuan,metode dan teknis penerapan ekonomi islam. Sistem ekonomi islam yang mampu mengantarkan kepada kesejahteraan dan keadilan sosial harus dibangun atas dasar aqidah dan dijabarkan dengan sangat detail dalam konsep-konsep pemilikan.
Sistem ekonomi Islam berakar dari prinsip-prinsip Qur’ani.Al-Qur’an yang menjadi sumber utama ajaran Islam telah menetapkan berbagai aturan sebagai hidayah bagi umat manusia dalam melakukan aktivitas disetiap aspek kehidupan,termasuk di bidang ekonomi.
Dalam ekonomi dikenal tiga macam keinginan (want) manusia,yakni: penting,nyaman,dan mewah. Penting (necessaries) bermakna keinginan yang pemuasannya mutlak harus dilakukan karena jika tidak,maka manusia tidak akan bertahan hidup,misalnya makan, pakaian dan tempat tinggal.Nyaman ( compors) ,artinya menunjukan keinginan yang memberikan rasa nyaman dan kemudahan kepada manusia dan yang gunanya secara umum lebih besar dari pada biayanya.Mewah (Luxuries) merupakan pembelanjaan yang besar untuk memenuhi keinginan yang tidak perlu berlebihan.Dalam islam pemenuhan pada kemewahan sangat terlarang karena menyebabkan terjadi distribusi yang tidak adil, mengarah kepada perampasan hak mayoritas dari kebutuhan mereka,sehingga dapat menyebabkan perpecahan, pertikaian,dan perselisihan dalam masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Aravik Hafis.Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam Kotemporer, (Depok:Kencana,2017)
Karim adimarwan azwar.sejarah pemikiran ekonomi islam,(Depok,Pt RajaGrafindo Persada,2016)
Abdul ghafur,pemikiran ekonomi kotemporer,(Bandung,Alfabeta,2010)
Marya ulfa,kapita selekta ekonoomi kotemporer, (Bandung.Alfabeta,2010)
Anto Hendri, pengantar ekonomi makro islam,yogyakarta:2010
Chamidi nor,jejak langkah sejarah pemikiran ekonomi islam,yoqyakarta:2010
John l sposito,ensiklopedi oxsford dunia islam modern (bandung:mizan,2002)
Taufik Abdullah,ensiklopedia temartis dunia islam,(jakarta: iktiar bary van hoeve,2002)
Taqyuddin al-nabhani,membangun sistem ekonomi alternatif perspektif islam (surabaya:risalah gusti,1996)



[1] Havis  Aravik,Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam,(Depok :Kencana,2017),hal .155-166.
[2] Havis  Aravik,sejarah pemikiran ekonomi islam kotemporer,(Depok,kencana  2017),Hal, 166-170
[3] Havis  Aravik,sejarah pemikiran ekonomi islam kotemporer,(Depok,kencana  2017),Hal, 170-172
[4] Havis  Aravik,Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam,(Depok :Kencana,2017),Hal .173-175
[5] Havis  Aravik,Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam,(Depok :Kencana,2017),Hal .176-182
[6] Havis  Aravik,Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam,(Depok :Kencana,2017),Hal .182-187
[7] Havis  Aravik,Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam,(Depok :Kencana,2017),Hal .190-192
[8] Karim adimarwan azwar.sejarah pemikiran ekonomi islam,(Depok,Pt RajaGrafindo Persada,2016)

MAKALAH STUDI ISLAM


MAKALAH STUDI ISLAM

KEADAAN SIFAT SIFAT ALLAH, SEMBILAN PULUH SEMBILAN NAMA, CINTA DAN BELAS KASIH ADALAH SIFAT ALLAH YANG PALING MENONJOL, SIFAT SIFAT TUHAN UNTUK DIJADIKAN SIFAT SIFAT MANUSIA

BAB I

PENDAHULUAN

           1  Latar Belakang

Rukun Iman pertama adalah Iman kepada Allah Swt, beriman kepada Allah Swt berarti percaya dan yakin dengan sepenuh hati  bahwa Allah Swt , itu benar – benar ada dengan segala kesempurnaan Nya untuk mengetahui kesempurnaanya salah satunya adalah dengan mengetahui 20 sifat Allah dan 99 Asmaul Husna.
Sesungguhnya kesempurnaan Allah Swt itu dapat kita rasakan dengan kehidupan sehari-hari dari segala apa yang diciptakannya , Allah menciptakan matahari, laut,air, udara binatang, dan lain sebagainya untuk menunjukkan kesempurnaanya Allah tidak membutuhkan peribadatan manusia , tetapi manusialah yang membutuhkan adanya Allah, manusia harus selalu meminta dan memohon perlindungan kepada Allah denga berdoa menggunaakan Asmaul Husna.

        2  Rumusan Masalah

1.      Bagaimana  Keadaan Sifat-sifat Allah?
2.      Sebutkan  Sembilan Puluh Sembilan Nama Allah!
3.      Mengapa  Cinta dan Belas Kasih Adalah Sifat Allah yang Paling Menonjol ?
4.      Mengapa Sifat-sifat Tuhan untuk  Dijadikan Sifat-sifat Manusia?

        3  Tujuan Masalah

1.      Mengetahui keadaan sifat-sifat Allah
2.      Mengetahui sembilan pu;uh sembilan nama allah
3.      Mengetahui Cinta dan Belas Kasih Adalah Sifat Allah yang Paling Menonjol
4.      Mengetahui  Sifat-sifat Tuhan untuk  Dijadikan Sifat-sifat Manusia
  

BAB II
PEMBAHASAN

       1  Keadaan Sifat-sifat Allah

Dalam membahas sifat-sifat Allah sering terjadi salah pengertian. Di dalam Al-Qur'an katakan, bahwa Allah itu melihat, mendengar,bicara, membenci, menyukai, mengawasi,dan sebagainya. Kata-kata itu dapat menimbulkan anggapan bahwa Allah itu bagaikan manusia atau mempermanusiakan Allah (anthropo-morfisma). Padahal Allah itu segala sesuatunya yang berbeda sama sekali dengan manusia, seperti firman Allah yang artinya:  Tidak ada satupun juga yang serupa dengan Allah (QS An-Nisaa '[4] 12) Tidak ada penglihatan yang mampu mencapainya dan ia menampakkan penglihatan (QS Al -An'am [6]: 103).
Untuk menunjukkan akan cintaNya, kekuasaanNya, pengetahuanNya dan sifat-sifatNya yang lainnya, dipergunakarn kata-kata yang sama dengan kata-katanya sama sekali tidak sama. Kita katakan Allah itu melihat, tetapi kita bukanlah kita maksudkan bahwa Allah itu memiliki mata kita dan tidaklah memerlukan cahaya sebagaimana yang kita perlukan untuk dapat melihat. kita katakan  Allah itu mempunyai telinga seperti kita dan tidaklah memerlukan udara dan suara untuk dapat mendengar sebagaimana halnya kita. Kita katakan bahwa Allah itu mencipta atau membuat sesuatu ,tetapi tidaklah kita maksudkan bahwa Allah itu mempunyai tangan seperti kita dan tidaklah memerlukan bahan-bahan untuk dapat diciptakan sebagaimana halnya kita.Demikian pula mengenai cintaNya, bencinya,belaskasih Nva, sama sekali berbeda dengan kita. Walaupun di dalam Al-Qur'an katakanlah tangan Tuhan bukanlah berarti betul-betul tangan seperti pada manusia melainkan berarti kemampuan memberikan nikmat-nikmat kepada orang yang disukainya. Kata yad yang berarti tangan dipergunakan juga dalam arti kiasan untuk menunjukkan nikmat atau perlindungan (hifazah), seperti yang terdapat  dalam firman Allah Al-Qur'an Surat Al-Baqarah [2]: 237, yang artinya: ..yang ditangannya ikatan perkawinan. di sini kata yad atau tangan itu dipergunakan dalam arti kiasan.
Banyak pula yang terjadi salah pengertian terhadap ungkapan kasyf ani-l-saq yang diartikan dengan kaki telanjang (tak bertutup).Ungkapan ini tersebut sebanyak  dua kali dalam Al-Qur'an, pertama dalam hubungan dengan Ratu Balqis (QS An-Naml [27 44 ) dan yang keduanya dalam bentuk pasif tanpa menunjukkan subjeknya (QS Al-Qalam [68]: 42).
Ungkapan itu tidak pernah dipergunakan terhadap Allah. Kata saq bukan hanya berarti kaki (bagian antara lutut dengan mata kaki) melainkan juga  berarti, kesulitan, dan penderitaan. ungkapan di atas berarti mempersiapkan diri dalam menghadapi kesulitan atau menghilangkan tekanan penderitaan.

           2  Sembilan Puluh Sembilan Nama

Di dalam suatu hadis dan Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dipandangnya sebagai hadis gharib tersebut nama-nama Allah sebanyak 99 macam dan menjadi 100 jika Ditambahkan kata nama diri Allah. Sedangkan di dalam Al-Qur'an tidak sebanyak itu. Nama-nama sebanyak itu merupakan kesimpulan yang dibuat atas dasar memerhatikan perbuatan atau tindakan Allah yang ada disebutkan di dalam Al-Qur'an. Kalau ada yang membuat "buab tasbih" untuk menghitung penyebutan nama-nama Allah atau zikir. Pada hal Nabi sendiri dan para sahabatnya tidak pernah mempergunakan buah tasbih itu. Sebagaimana firman Allah, yang artinya: Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik karena itu serulah la berhubungan dan meluncurkanlah orang-orang yang melanggar kesucian nama-namaNya (QS Al-A'raaf [7]: 180).
Ayat ini menunjukkan bahwa dalam menyeru Allah tidak boleh menodai kesucian nama baikNya, hal-hal yang tidak baik disifatkan kepadaNya dan siapa yang menodai kesucian namaNya maka ia dimurkai. Menodai nama baik Allah adalah mensifatkan Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi kemuliaanNya atau mensifatkan sifat-sifat Allah kepada selain Allah. Jadi menyeru Allah dengan nama-nama baikmu tidak lain hanya nama-nama mulialah yang harus disifatkan kepadaNya sesuai dengan kemuliaanNya.

Adapun Nama-Nama Allah yang disebutkan di dalam Al-Qur'an adalah sebagai berikut:
1.      Nama-nama yang bertalian dengan keadaan diriNya; Al-Wahid atau Ahad (Yang Tunggal), al-Haqq(Yang Benar), al-Quddus (Yang Suci), al-Shamad (Yang menjadi tumpuan segala sesuatu), al-ghani (Yang berkecukupan), al-Awwal(Yang permulaan sekali), al-Akhir (Yang penghabisan sekali), al-Hayy (Yang senantiasa hidup), al-Qayyum (Yang berdiri sendiri).     
2.      Nama-nama yang bertalian dengan penciptaan; al-Khaliq (Pencipta), al-Barik (Pencipta Jiwa), al-Mushawwir (Pengadakan Pola Bentuk), al-Badik (Pemangkal).
3.      Nama-nama vang bertalian dengan sifat-sifat cinta dan kasih sayang (selain dari Rabb, al-Rahman dan al-Rahim); al-Ra'uf (Yang halus lunak), al-Wadud (Penyinta), al-Latif (Penyenangkan), al-Tawwab (Pembalik kepada kasih sayang), al-Halim (Penahan diri tidak lekas marah), al-Afuuw ( Pemaaf), al-Syakur (Pembalas kasih), al-Salam (Penyelamat). al-Mukmin (Pengamankan), (Yang berderajat tinggi), al Razza (Pemberi kebutuharn hidup), al-wahhab (Yang banyak pemberian)), al-Wasi (Yang  sangat luas lapang)
4.      Nama-nama yang bertalian dengan kebesaran dan keagungannya: Al-'Azim (Yang besar) al-Aziz (Yang perkasa), al'Aliyy atau Mta 'al (Yang Tertinggi), al-Qawiyy (yang kuat), al-Qahhar ( Yang keras), al-Jabbar (Yang menundukkan sesuatu dengan kemampuan yang hebat), al-Muktakabbir, (Pemilik kebesaran), al-Kabir (Yang besar), al-Karim (Yang mulia), al-Hamid (Yang terpuji), al-Majid. (Yang cemerlang) al-Matin (Yang kuat), al-Zahir (yang menonjol untuk segala sesuatu), Dzul-Jalali wal-Ikram (Yang memiliki kecemerlangan dan kemuliaan)
5.      Nama-nama yang bertalian dengan pengetahuanNya; al Alim (Yang tahu), al-Hakim (Yang bijaksana) .al-Sami (Yang mendengar), al-Khabir (Yang menyadari), al-Bashir (Yang melihat). al-Syahid (Yang menyaksikan).al-Raqib (Yang mengamat-amati), al-Batin (Yang mengetahui sesuatu yang tersembunyi). al-muhaimin (Pengawal).
6.      Nama-nama yang bertalian dengan kemampuan dan pengendalian terhadap sesuatu: al-qadir atau Qadue atau Muqtadir (Yang sangat mampu cakap), al-Wakil (Yang memiliki petugas-petugas untuk melaksanakan perintah- perintahNya), al-Waliyy (Pengawal), al-Hafiz (Penjaga) ), al-Malik (Raja), al-Maalik (Penguasa), al-Fattah (Pemberi keputusan tertinggi), al-Hasib atau Hasib (Penghitung), al-Muntaqim atau Dzubtiqam (Pelaksana Hukuman), al-Muqit (Pengawas Dan Pengatur segala sesuatu).
7.      Nama-nama lainnya yang diambil dari perbuatan atau sifat sifat Allah yang tersebut di dalam  Al-Qur'an adalah; al-Qabidl (Yang mengadakan ancaman), al-Basit (Yang memperluas), al-Rafi ', ​​(Yang tertinggi), al-Mu'zz (Yang memberi kemuliaan), al-Mudzil (Yang menghilangkan kemuliaan), al-Mujib (Yang menerima seruan atau pengabulan permohonan), al-Ba'its (Pembangunan, pembangkitan), al-Muhsi (Pencatatan), al-Mubdi (Pemulai), al-Mu'id (Pengulangi), al-Muhyi (Penghidupkan), al-Mumit (Pematikan), Malik al-Mulk (Pemegang pemerintahan).al-Jami '(Penghimpunan), al-Mughni (Yang memperkaya)al-mu'ti (Pemberi), al-Mani' (Penolak), al-Nur (Cahaya) al-Shabur (Penyabar), al-Hadi (Penuntun), al -Baqi(yang kekal) al-Warits (Pewaris), al-Rasyid (Pengarahkan), al-Muqsit (Yang tepat, jitu), al-Wali (Yang memerintah), al-Jalil (Yang agung, mulia), al-Adl (Yang adil) ), al-Khafidl (Yang merendahkan), al-Wajid (Yang Ada), al-Muqaddim (Yang memajukan), al-Muakhkhir (Yang menunda), al-Dlarr (Yang menimbulkan derita), al-Nafi (Yang memberi manfaat)
Masih ada dua nama yang dapat termasuk ke dalam golongan ini tetapi belum dapat disebutkan di sini karena memerlukan penjelasan yang mendalam yaitu sifat-sifat yang berkenaan dengan bicara dan kehendak yang masing-masing akan dibahas dalam bab Kitab Wahyu dan Qada.

         3  Cinta dan Belas Kasih Adalah Sifat Allah yang Paling Menonjol

Para penulis Barat memberikan gambaran tentang Allah itu sebagai yang paling sewenang-wenang, keras, kejam, dan jahat. Padahal Jika orang jujur ​​tentang sifat-sifat Allah sebagaimana ditunjukkan di dalam Al-Qur'an tentu tahu bahwa cinta dan belas kasih adalah sifat-sifat Allah yang paling menonjol Penonjolan kedua macam sifat itu tidak hanya terlihat pada nama Rahman dan Rahim yang tersedia pada setiap Pembukaan surah, melainkan juga bertebaran di seluruh isi kitab suci yang merupakan gambaran betapa belas kasih Allah yang telah diungkapkan dengan kata-kata yang jelas tandas.sebagimana firman Allah Swt. yang artinya:
·         Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di buni." Katakanlah: "Kepunyaan Allah." Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasth sayang (QS Al-An'am [6]: 12)
·         Tuhanmu memiliki rahmat yang luas (QS Al-An'am [6]: 147).
·         Siksa- Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang aku kehendaki dan 156). Rahmat-Ku termasuk segalanya (QS Al-A’raaf [7]: Kecuali orang-orang yang mencetak rahmat oleh Tuhanmu dan untuk mewujudkan Allah menciptakan mereka (QS Huud [11]: 119)
·         Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas ke diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya (QS Az-Zumar [39]: 53)
·         Ya Tuhan Kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatıu (QS Al-Mu'min [40]: 7)
Belas kasih Allah sangat luas dan lapang, sehingga tidak hanya tercurah ke para mukmin saja, tetapi juga bagi yang bukan mukmin. tetap mendapat limpahan belas kasih, sebagaimana firman Allah yang berarti: Dan membentuk Kami terhadap orang-orang yang disebut rahmat, setelah (datangnya) bahaya menimpa mereka, riba-tiba saja memprokuasikan daya dalam (puncak) tanda-tanda kekuasaan kami. QS Yunus  [10]: 21)
Berulangkali diceritakan bahva para musyrikin memohon pada Allah agar terlepas dari derita yang sedang melanda mereka dan Allah pun menghilangkan derita mereka.
Gambaran sifat-sifat Allah yang tertera di dalam Al-Qur'an adalah betul-betul cinta dan belas kasih yang berhubungan dengan berbagai nama dan istilah dan diulangi beratus-ratus kali. Sedangkan Sifat penghukumNya Hanya tersebut sebanyak empat dalam kali saja di Seluruh isi Al-Qur'an dengan Istilah dzuntiqam-yang Tepat-jitu dalammenghukum (QS Ali-Imran (3]: 4; Al-Maa-idah [5]: 95: Ibrahim [14]: 47; dan Az-Zumar (39): 37). Memang benar di dalam Al-Qur'an dengan tegas ditandaskan termasuk penghukuman terhadap kejahatan, tetapi tidak sebagai kekejaman dan kekerasan di sana kelelawar untuk mengesankan ke dalam jiwa manusia yang jahat Itu adalah hal yang paling dibenci dan harus dilenyapkan. Mimpi untuk dilepaskan di jiwa jiwa sangat disukainya karena perbuatan baik, maka itu baik itu diganjari sepuluh kali lipat, sekitar kali lipat bahkan sampai tak terbatas.
Senantiasa untuk diingat bahwa hukuman yang bagaimanapun diterangkan didalam AI-Qur'an adalah hukum yang bersifat sebagai obat dan bukan sebagai kekejaman dan kekerasan. Hukuman yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang ditimbulkan oleh seseorang pada dirinya. Oleh karena itu, landasannya adalah cinta menempatkan kembali manusia diatas jalan perkembangan jiwa yang sebenarnya dengan cara menyembuhkan penyakt perbuatan jahat. Salah satu nama Allah adalah al-Dlarr (Yang menyebabkan derita). Nama ini tidak tersedia di dalam Al-alqur'an karena hanya nama buatan para teolog saja. Sedangkan derita (dlarrun) yang dimaksudkan itu adalah derita karena mendapat hukuman atas perbuatan yang salah dan penghukuman ini bertujuan untuk mendorong dilakukannya perbaikan diri sebagaimana dalam firman Allah dalam (QS Al-An'am 6]: 42 dan QS Al-A'raaf (7): 49), yang berarti:
 (orang-orang di atas A'raaf bertanya kepada penghuni neraka): "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?". (kepada orang mukmin itu dikatakan): "Masuklah ke dalam syurga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati."

          4  Sifat-sifat Tuhan untuk Dijadikan Sifat-sifat Manusia

Beriman menjadi ke-Esaan Allah menjadi sumber peningkatan derajat manusia, menjadikan menyadari  keluhuran sifat asli manusia dan mengilhaminya dengan cita-cita besar untuk menaklukkan alam dan cita-cita kesederajatan antar manusia. Demikian pula pelbagai sifat Tuhan yang terlibat di dalam Al-Qur'an itu menjadi sumber penyempurnaan corak diri (karakter) manusia. Sifat-sifat Tuhan itu berfungsi sebagai ideal, suatu cita-cita yang luhur untuk benar-benar diperjuangkan agar dapat mencapainya sifat-sifat Tuhan itu harus diambil dan ditanamkan serta ditumbuhkan menjadi sifat-sifat yang melekat dan menghiasi dini setiap manusia.
Allah itu adalah Rabb al- alamin, Pengasuh dan Pemenuh kebutuhan seluruh alam. Dengan menempatkan hal ini di pusat kesadaran sebagai sesuatu yang ideal, maka seseorang akan bekerja keras untuk keperluan melayani kepentingan umat manusia. Allah itu adalah Rahman, Pencurahan, kebaikan kebaikan kepada manusia dan menunjukkan kecintaan tanpa menuntut sesuatu balasan dan orang yang bekerja keras untuk mencapai kesempurnaan harus berbuat kebaikan kepada sesama manusia tanpa mengharapkan sesuatu balasan darinya. Allah itu adalah Rahim, membuat "berbuat" baik setiap perbuatan yang benar dan baik dan seseorang juga berlaku baik kepada setiap orang yang telah berlaku baik kepadanya. Allah itu adalah Malik Pembalas Kejahatan bukan dalam nada kejam dan kasar yang di luar keadilan, melainkan dengan nada kepengampunan, seseorang yang ingin mencapai kesempurnaan haruslah bersifat pemaaf dan pengampun dalam bertindak terhadap orang lain.
Begitulah keempat macam sifat utama Allah dan jelas sekali fungsinya sebagai ideal bagi setiap manusia. Demikian juga halnya dengan sifat-sifat Allah yang lainnya, bahwa sifat-sifat Allah itu harus ditumbuhkan ke dalam diri setiap orang yang dirasakan pula yang membentuknya jika sebuah fungsinya sebagai ideal bagi setiap manusia. Dem reputasi dengan sifat-sifat Allah itu harus ditumbuhkan ke dalam diri orang-orang yang semakin jelas dan dirasakan pula betapa  keharusan nya  itu jika  diingat betul betul kedudukan manusia di bumi ini sebagai Khalifah Allah (Wakil Allah). Dan untuk pelaksana tugas itu maka benar-benar harus memiliki ilmu pengetahuan yang meliputi segala sesuatu, harus bijaksana dan diangkatnya Rasul adalah untuk mengajarkan kebijaksanaan itu.
Di dalam Al-Qur'an ditegaskan berulangkali bahwa sesuatu yang ada di langit dan semua yang ada di bumi ini ditundukkan kepada manusia. Agar tugas sebagai Wakil Allah di bumi ini dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya maka sifat-sifat Allah itu harus ditumbuhkan ke dalam diri sekalipun tidak sempurna dan tidak ada artinya jika dibandingkan dengan sifat- sifat Allah yang sebenar-benarnya. Namun sifat-sifat Allah, itu harus menjadi panutan yang ideal dengan segenap kemampuan dan diwujudkan ke dalam diri.




BAB III
PENUTUP

          1  Kesimpulan

Allah memiliki 99 nama yang indah atau lebih terkenal dengan sebutan Al-Asma-ul-Husna. Nama-nama tersebut merupakan cerminan dari perilaku Allah terhadap Hambanya. Karena itu, jika nama-nama tersebut kita sebut sebagai suatu permohonan, niscaya akan mempunyai pengaruh yang sangat besar,
Anjuran untuk berdoa menggunakan Asmaul Husna telah tercermin dalam firman Allah: 
“Hanya milik Allah Asma-Ul Husna, maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut Asma-Ul Husna, dan tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Surat Al-A’rof Ayat 180).
Dalam Sifat Asmaul Husna-Nya Ia telah menujukan kebesaran-kebesaran yang masuk akal hingga yang tidak masuk akal, semuanya dapat di kehendaki oleh-Nya karena Allah Maha Kuasa di atas segala-galanya di jagat raya ini, begitu banyak kemurahan dan nikmat yang di berikan kepada hamba-Nya tanpa pandang bulu, Semua Ia berikan, karena Allah adalah Dzat yang Maha Pengasih, Maha Pemurah lagi maha Memelihara.
Oleh karena itu sebagai hamba Allah yang taat dan patuh senantiasa akan mengamalkan sifat-sifat Allah tersebut dalam kehidupan sehari-hari, serta meneladaninya sebagai wujud kecintaan kita terhadap Allah SWT.

3.2  Saran
Demikian yang dapat kami susun mengenai materi sifat-sifat Allah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dalam menyampaikan materi. 
Penulis banyak berharap para pembaca mau memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya, juga para pembaca pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA



  • Hawi, Akmal. 2014. Dasar Dasar Studi Islam. Depok: PT Rajagrafindo Persada
  • Mahrus. 2004. Program Peningkatan Kualifikasi Guru Madrasah dan Guru Madrasah dan Guru Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia.
  • Musri, Ali Dr. 2008. Mengenal Allah dengan Sifat-sifat-Nya. Mizan: Bandung

MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...