Rabu, 29 Mei 2019

MAKALAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ISLAM DI INDONESIAPEMIKIRAN PEMBAHARUAN NURCHOLISH MADJID


MAKALAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ISLAM DI INDONESIAPEMIKIRAN PEMBAHARUAN NURCHOLISH MADJID

                                                                    BAB I
                                                               PENDAHULUAN
      A.    LATAR BELAKANG
         Perkembangan kesadaran keagamaan umat Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari munculnya gerakan pembaruan pemikiran sejak abad ke 19 lalu.Istilah gerakan yang disebut “pembaruan” ini memberi arah dan perspektif keagamaan yang relative berbeda dari pusat-pusat peradaban Islam di Timur Tengah.Salah satu ciri utamanya adalah kuatnya pembaruan antara nilai-nilai keislaman dengan tradisi local.Pembaruan itu terjadi akibat proses dialog antara nilai-nilai keislaman dengan kebutuhan modernitas dan aktualisasi zaman umat lewat cara damai (penetration pacifigure) dan mengedepankan konsesi-konsesi budaya masyarakat setempat.
Sebagai seorang cendekiwan Muslim Indonesia ternama,pemikiran Nurcholish Madjid telah mempengaruhi sebagian besar pemahaman keislaman masyarakat Indonesia.Masyrakat Indonesia lebih mengenalnya berkat pidato dalam pertemuan silaturohim pemuda Islam yang tergabung dalam organisasi seperti,HMI,GPI,dan PII .”Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”, merupakan pidato penting sekaligus tonggak perubahan pemikiran keislamannya dalam pertemuan tersebut.Ada dua momen sejarah penting sehubungan pidatonya tanggal 3 Januari 1970 itu.Pertama,berakhirnya periodesasi sejarah gerakan pembaruan pemikiran Islam modernisme dan munculnya periodesasi neo-modernisme.Kedua,mulai berkuasanya pemerintahan Orde Baru yang secara terang tak mau mengakomodir kepentingan politik Islam.Dalam dua konteks itu,Nurcholish Madjid menyampaikan dalam pidato 3 Januari 1970 tersebut ungkapkan; Islam,Yes,Partai Islam,No,serta menganjurkan sekularisasi pemahaman keislaman masyarakat Muslim Indonesia.
B. RUMUSAN MASALAH
1.      apa latar belakang pemikiran nicolish masjid?
2.      
Sebutkan pokok pemikiran pembaharuan nurcholish madjid?
3.      Bagaimana
aspek  pembaharuan nurcholish madjid?    

C. Tujuan Penulisan
              Adapun tujuan pembahasan makalah ini.
       1.    Untuk mengetahui latar belakang pemikiran nicolish masjid
       2.    Untuk mengetahui pokok pemikiran pembaharuan nurcholish madjid
       3.    Untuk mengetahui aspek pemikiran pembaharuan nurcholish madjid
       4.    Untuk mengetahui evaluasi dan apresiasi pemikiran pembaharuan nurcholish madjid

                                                                          BAB II
                                                                   PEMBAHASAN

A. pokok pemikiran pembahruan nurcholis madjid
    1. Modernisasi
        Modernitas sebagai gerakan pembaharuan yang berawal di Eropa menawarkan cara pandang baru terhadap fenomena kebudayaan. Modernitas muncul sebagai sejarah penaklukan nilai-nilai lama abad pertengahan oleh nilai-nilai baru modernis. Kekuatan rasional digunakan untuk memecahkan segala persoalan kamanusiaan dan menguji kebenaran lain seperti wahyu dan mitos tradisional.
        Jika modernisasi merupakan produk perkembangan ilmu pengetahuan, maka Islam menurut Nurcholis Madjid, adalah agama yang sangat modern bahkan terlalu modern untuk zamannya, karena Islam adalah agama yang secara sejati memiliki hubungan organik dengan ilmu pengetahuan dan mampu menjelaskan kedudukan ilmu pengetahuan tersebut dalam kerangka keimanan, maka kaum Muslim hendaknya yakin bahwa Islam bukan saja tidak menentang ilmu pengetahuan, tetapi justru menjadi pengembangannya  dan tidak melihat perpisahan antara iman dan ilmu.[1]
        Argumentasi Nurcholis Madjid tersebut berkembang dari pandangannya tentang historisitas sejarah Islam yang sempat mengalami puncak kejayaannya sejak masa kekhalifaan sampai runtuhnya kerajaan-kerajaan awal Islam di zaman klasik yang semuanya memiliki kultur pengembangan ilmu pengetahuan yang sangat kuat[2]. Kultur ini terjadi karena di zaman itu (zaman klasik Islam) terjadi usaha-usaha yang serius dalam hal interpretasi teks-teks kitab suci yang dampak positifnya masih terasa hingga sekarang.
      
   2.    Tentang Substansi
Nurcholish  Madjid dikategorikan sebagai kelompok pemikir substantivistik. Hal itu dimaksudkan sebagai penekanan terhadap pemikirannya bahwa substansi atau makna iman dan peribadatan lebih penting daripada formalitas dan simbolisme keberagamaan serta ketaatan yang bersifat literal kepada teks wahyu. Pesan-pesan al-Qur’an dan Hadīth yang mengandung esensi abadi dan bermakna universal, ditafsirkan kembali berdasarkan sejarah kaum Muslim serta dikontekstualisasikan dengan kondisi-kondisi sosial yang berlaku pada masanya.
Dengan pemikiran substantivistiknya, Madjid mengelaborasi apa yang disebutnya paralelisme atau penunggalan keislaman dan keindonesiaan. Dengan kata lain, sebagai salah satu pendukung dan sumber utama nilai-nilai keindonesiaan, Islam harus tampil produktif dan konstruktif terutama dalam mengisi nilai-nilai keindonesiaan dalam kerangka Pancasila, yang menjadi kesepakatan luhur dan merupakan pedoman bangsa Indonesia.
Pemikiran Madjid tersebut terinspirasi dari pengalamannya berada di dunia barat dimana etika dan nilai-nilai kesalihan sosial diterapkan dengan baik. Sehingga dalam kehidupan bermasyarakat kelihatan lebih “islami” daripada umat Islam yang berada di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Untuk kasus di Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragaman Islam, maka nilai-nilai keislaman yang seharusnya lebih dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga orientasi kehidupan umat Islam semestinya tidak hanya mengarah pada kesalihan pribadi dengan orientasi keakhiratan saja, melainkan harus menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.[3]

2.      Integrasi Keislaman dan Keindonesiaan
Madjid menyadari bahwa pluralisme internal sebagai kondisi obyektif bangsa Indonesia tidak dapat dihentikan, bahkan dihindari. Oleh karena itu dia berpendapat bahwa pengembangan Islam di Indonesia memerlukan pemahaman dan strategi yang matang. Ia mengajukan gagasan tentang perlunya integrasi keislaman dan keindonesiaan. Menurutnya, meskipun nilai-nilai dan ajaran Islam bersifat universal, pelaksanaannya itu sendiri menuntut pengetahuan dan pemahaman tentang lingkungan sosio-kultural masyarakatnya secara keseluruhan, termasuk didalamnya lingkungan politik dalam kerangka konsep nation-state (negara bangsa).
Dengan adanya integrasi keislaman dan keindonesiaan bangsa Indonesia, Madjid optimis Indonesia siap menghadapi dan menerima modernisasi. Modernisasi berarti rasionalisasi untuk berpikir dan bekerja yang maksimal. Modernisasi berarti berpikir dan bekerja menurut fitrah atau sunnatullah yang hāq. manusia harus mengerti terlebih dahulu hukum yang berlaku dalam alam itu (perintah Allah). Pemahaman manusia terhadap hukum-hukum alam melahirkan ilmu pengetahuan, sehingga modern berarti ilmiah. Dan ilmu pengetahuan diperoleh manusia melalui akalnya (rasionya), sehingga modern berarti  ilmiah, berarti pula rasional.
  3.    Penerimaan Terhadap Pancasila
Mengenai penerimaan Pancasila sebagai ideologi umat Islam Indonesia, Madjid mengapresiasi peran besar dari NU dan Muhammadiyah sehingga Pancasila dapat diterima oleh umat Islam yang merupakan penduduk mayoritas. Tinggal bagaimana caranya untuk mengisi dan menjalankan Pancasila secara lebih baik dan konsisten. Mengingat bahwa Pancasila adalah sebuah ideologi terbuka, maka terbuka lebar kesempatan untuk semua kelompok sosial guna mengambil bagian secara positif untuk mengisi dan melaksanakannya. Madjid mengatakan bahwa kaum Muslim Indonesia dapat menerima Pancasila setidak-tidaknya dengan dua pertimbangan. Pertama, Nilai-nilainya dibenarkan oleh ajaran Islam. Kedua, Fungsinya sebagai kesepakatan antara berbagai golongan untuk mewujudkan suatu kesatuan politik bersama.
Pendapat Madjid tersebut merupakan perwujudan dari cara berfikirnya yang modern. Pengalaman dari beberapa negara yang berusaha mendirikan negara Islam memberikan pelajaran bahwa konsep tersebut hanya akan mengecilkan dan mempersempit peranan Islam sendiri sebagai sebuah sistem nilai. Perdebatan mengenai penerimaan Pancasila seharusnya sudah dianggap selesai pada saat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Apalagi nilai-nilai yang dikandung dalam Pancasila tidak ada yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dikembangkan dalam Islam.
 4.    Islam Yes, Partai Islam No!
Mangenai peranan umat Islam dalam bidang politik, Madjid mengetengahkan pendapat “Islam yes, partai Islam no!”. Menurutnya, jika partai-partai Islam merupakan wadah ide-ide yang hendak diperjuangkan berdasarkan Islam, telah jelas bahwa ide-ide tersebut sudah tidak menarik untuk masa sekarang. Karena ide-ide tersebut sekarang sedang menjadi absolut, memfosil, dan kehilangan dinamika. Kenyataannya, partai-partai Islam ada yang gagal dalam membangun citra positif dan simpatik dan bahkan yang terjadi adalah sebaliknya. Misalnya semakin banyaknya umat Islam yang melakukan korupsi. Madjid tidak setuju dijadikannya Islam sebagai ideologi politik. Baginya yang terpenting adalah membentuk masyarakat yang sudah ada ini menjadi lebih Islami dengan pendekatan-pendekatan kultural yang bisa dilakukan.

 5.    Sekularisasi bukan Sekularisme
Salah satu pemikiran Nurcholish Madjid yang mendapatkan banyak reaksi keras adalah tentang sekularisasi. Madjid mengatakan bahwa Sekularisasi yang dimaksudkannya tidaklah diarahkan untuk penerapan sekularisme. Menurutnya,  yang dimaksud dengan sekularisasi adalah setiap bentuk liberating development. Proses pembebasan ini diperlukan karena umat Islam dalam perjalanan sejarahnya tidak sanggup lagi membedakan nilai-nilai yang disangka Islami, mana yang transendental dan mana yang sifatnya temporal. Oleh karena itu, sekularisasi harus dipahami sebagai sebuah proses perkembangan yang membebaskan dan menginginkan umat Islam melaksanakan upaya mereka mengaitkan universalisme Islam.
Sekularisasi tidaklah dimaksudkan sebagai penerapan sekularisme dan merubah Muslim menjadi sekularis. Tetapi dimaksudkan untuk menduniawikan nilai-nilai yang semestinya bersifat duniawi. Dengan demikian, kesediaan mental untuk selalu menguji kebenaran suatu nilai di hadapan kenyataan-kenyataan moral, material, ataupun historis, menjadi sifat kaum muslimin.  Mengenai banyaknya sikap kontra terhadap idenya tersebut, Madjid mengatakan bahwa Ia tidak pernah menganjurkan sekularisme akan tetapi sekularisasi”.
Sekularisasi yang dimaksud di atas tampaknya mengarah kepada ketelitian dan kecerdasan kaum Muslim dalam mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi. Mereka harus mampu membedakan mana urusan dunia dan mana urusan akhirat. Umat Islam harus dapat berfikir secara bebas dan kreatif, karena dengan begitu memungkinkan umat Islam untuk mampu berijtihad dalam mengatasi permasalahan-permasalahan baru yang muncul.
 6.    Peranan Umat Islam
Mengenai peranan yang harus dimainkan umat Islam di Indonesia, menurut Madjid terpusat pada tiga hal, yaitu: Pertama, mendukung negara Nasional Republik Indonesia. Dalam hal ini Pancasila dipandang sebagai kontrak sosial yang mengikat seluruh masyarakat. Kedua, Mengembangkan pemahaman terhadap agama Islam sebagai sumber kesadaran makna hidup yang tangguh bagi masyarakat yang sedang mengalami perubahan dinamis. Ketiga, mengembangkan prasarana sosio-kultural untuk mendukung proses pembangunan menuju masyarakat industri yang maju. Hal ini harus dijadikan pemahaman keagamaan umat Islam sehingga akan menghasilkan proses saling menguatkan antara agama dan masyarakat.
Menurut Madjid, Islam adalah agama yang partikular dan universal. Di satu pihak Islam bersifat universal yang terbebas dari pengaruh budaya lokal. Di pihak lain, Islam harus hadir di bumi yang penyebaran dan penerimaannya oleh umat manusia terbungkus oleh budaya-budaya setempat. Ajaran Islam yang universal hanya bisa ditangkap dalam bentuk nilai, sehingga ketika ia turun dan jatuh ke tangan manusia menjadi bentuk dalam pengertian budaya. Dalam pengertian budaya inilah Islam dapat muncul dalam berbagai warna dan corak
Dengan demikian, integrasi antara keislaman dan keindonesiaan akan dapat terwujud jika umat Islam mampu memaknai dan memahami Pancasila dengan benar. Hal itu sebenarnya tidak sulit untuk diwujudkan karena  pada dasarnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sesuai dengan nilai-nilai Islam. Selain itu, Islam yang berkembang di Indonesia adalah Islam yang masuk dengan damai dan melalui proses dialogis dengan budaya yang ada di Indonesia, yang banyak di antaranya dikembangkan oleh para wali songo. Islam pada dasarnya sudah berakulturasi dan mengakar dalam budaya Indonesia jauh sebelum kemerdekaan. Sehingga momentum kebebasan dan demokrasi yang berkembang setelah jatuhnya Suharto seharusnya dapat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk semakin mengukuhkan nilai-nilai yang diajarkan agama dalam kehidupan masyarakat modern. 

        C.aspek  pembaharuan nurcholish madjid
Ide-ide pembaruan Madjid semakin meluas ke berbagai kalangan berkat organisasi Paramadina yang dibentuknya pada pertengahan 1980-an. Paramadina berhasil menarik para elit dan profesional abangan perkotaan, kalangan pengusaha, mahasiswa, dan pegawai negeri untuk mendalami Islam dan mengokohkan keimanannya, dan mengarahkan pandangan progresif tentang peranan agama di masyarakat. Dapat dikatakan bahwa peranan Paramadina mirip dengan fungsi madrasah atau tradisi pesantren akhir abad ke-20. Paradigma neomodernisme tampak jelas pada misi yang diemban Paramadina. Sebagaimana pernyataan Madjid sebagai pendirinya, paramadina adalah lembaga pendidikan yang secara penuh mempercayau bahwa nilai-nilai Islam universal dapat dibuat konkrit dalam konteks tradisi lokal Indonesia serta keislaman dan keindonesiaan. Yayasan Paramadina dirancang sebagai pusat keislaman yang kreatif, konstruktif dan produktif, dan positif untuk memajukan masyarakat tanpa bersikap defensif atau bahkan reaksioner.
Paramadina mangakomodir banyak pengusaha santri dan para birokrat santri terutama yang ada di kota besar seperti Jakarta yang membutuhkan sejenis majlis taklim yang modern dan corak kehidupan Islam yang lebih intelektual. Melalui Paramadina, Madjid meletakkan pengaruhnya bukan saja pada sosialisasi pemikiran-pemikirannya, melainkan juga pada terbentuknya yang menjadi pendukung pemikirannya dari kalangan santri kota. Paramadina sebagai lembaga keagamaan dengan semangat keterbukaan merupakan kelompok strategis dalam masyarakat yang mampu untuk mengatasi perbedaan orientasi engan menciptakan pemikiran dan network yang kuat bagi pemberdayaan masyarakat madani. Di paramadina pula dikembangkan pemikiran-pemikiran alternatif yang dapat dipakai sebagai common platform bagi proses pemberdayaan itu.
Menurut Madjid, program Paramadina merupakan “human investment” yang bersifat jangka panjang, sehingga harapan jangka pendek dapat diantisipasi. Apalagi jika harapan-harapan tersebut bersifat politik, maka akan dihindari. Dalam gerakan intelektual, dimensi waktu disadari berada dalam skala besar, karena itu bersifat prediksi. Prediksi dan harapan yang akan dicapai Paramadina adalah demokratisasi, yaitu demokratisasi dalam konteks keindonesiaan. Keindonesiaan inilah yang diharapkan akan terwujud di Indonesia. Dalam hal ini, Madjid membandingkan dengan Amerikanisme di Amerika. Sekalipun Amerika terdiri dari berbagai bangsa dan agama, basis karakter dan etika Amerika sebagian besar berakar dalam Protestanisme dan tradisi budaya Eropa Barat Laut.
Gagasan Madjid tersebut tampaknya mengarah kepada masa depan Indonesia yang dia harapkan dapat memiliki suatu karakter yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dengan membandingkan kuatnya karakter kaum Protestan di Amerika, semestinya yang terjadi di Indonesia adalah kuatnya karakter Islam dalam kehidupan kebangsaan, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam. Selain itu, niali-nilai Islam sudah banyak yang menyatu dengan kultur Indonesia, terutama karena Islam masuk ke Indonesia secara damai.  
 D. evaluasi dan apresiasi pemikiran nurcholish madjid
Dari beberapa pemikiran Nurcholish Madjid tersebut di atas, terdapat keparalelan. Pemikiran tentang substansi Islam yang harus dikedepankan daripada formalitas dan simbol-simbol belaka mengarah pada penerapan Islam sebagai suatu sistem nilai. Sistem nilai ini kemudian harus diterapkan dengan mempertimbangkan konteks masyarakat yang dihadapi. Dalam hal ini memunculkan ide integrasi keislaman dan keindonesiaan. Integrasi yang diterapkan akhirnya mengarah kepada penerimaan Pancasila sebagai kesepakatan bersama seluruh bangsa Indonesia. Penerimaan Pancasila sebagai ideologi kehidupan berbangsa dapat menjadikan Islam lebih membumi. Penolakan Madjid terhadap partai Islam dimaksudkan agar Islam tidak terkebiri oleh pemeluknya sendiri. Penerapan substansi nilai Islam lebih baik daripada penggunaannya secara formal dalam bentuk ideologi negara maupun partai, mengingat Islam memiliki nilai-nilai yang bersifat universal.   
 Sekularisme yang digagas Madjid bukan dimaksudkan untuk menjauhkan umat dari ajaran agama, melainkan untuk mengarahkan mereka menuju keseimbangan antara kehidupan antara dunia dan akhirat. Umat Islam harus dapat memilah dengan benar mana urusan agama dan mana urusan dunia. Pendapat tersebut memiliki korelasi dengan pemikiran-pemikiran Madjid secara keseluruhan. Harapannya Umat Islam dapat lebih maju dan siap menjadi modern dengan tidak meninggalkan Islam dalam nuansa keindonesiaan.
Meskipun banyak yang mendukung ide-ide Nurcholish Madjid, terutama dari kalangan umat Islam yang berfikir modern, namun demikian banyak pula yang menolak ide-ide tersebut, terutama dari kalangan fundamentalis. Kaum fundamentalis menganggap Madjid pro barat dan berusaha meggiring umat Islam menjadi seperti bangsa barat yang kafir. Secara umum, masyarakat yang menerima pemikiran Madjid lebih banyak daripada yang menolak. Hal itu diindikasikan dengan semakin banyaknya kajian baik secara lisan dan tulisan mengenai pemikirannya dan para pemikir yang lain yang sejalan dengannya.  
 BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
       Sebagai seorang cendekiwan Muslim Indonesia ternama,pemikiran Nurcholish Madjid telah mempengaruhi sebagian besar pemahaman keislaman masyarakat Indonesia.Masyrakat Indonesia lebih mengenalnya berkat pidato dalam pertemuan silaturohim pemuda Islam yang tergabung dalam organisasi seperti,HMI,GPI,dan PII .”Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”, merupakan pidato penting sekaligus tonggak perubahan pemikiran keislamannya dalam pertemuan tersebut.
               Modernitas sebagai gerakan pembaharuan yang berawal di Eropa menawarkan cara pandang baru terhadap fenomena kebudayaan. Modernitas muncul sebagai sejarah penaklukan nilai-nilai lama abad pertengahan oleh nilai-nilai baru modernis. Kekuatan rasional digunakan untuk memecahkan segala persoalan kamanusiaan dan menguji kebenaran lain seperti wahyu dan mitos tradisional.
Nurcholish  Madjid dikategorikan sebagai kelompok pemikir substantivistik. Hal itu dimaksudkan sebagai penekanan terhadap pemikirannya bahwa substansi atau makna iman dan peribadatan lebih penting daripada formalitas dan simbolisme keberagamaan serta ketaatan yang bersifat literal dengan kondisi-kondisi sosial yang berlaku pada masanya.
Menurut Madjid, program Paramadina merupakan “human investment” yang bersifat jangka panjang, sehingga harapan jangka pendek dapat diantisipasi. Apalagi jika harapan-harapan tersebut bersifat politik, maka akan dihindari. Dalam gerakan intelektual, dimensi waktu disadari berada dalam skala besar, karena itu bersifat prediksi. Prediksi dan harapan yang akan dicapai Paramadina adalah demokratisasi, yaitu demokratisasi dalam konteks keindonesiaan. Keindonesiaan inilah yang diharapkan akan terwujud di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Djamaludin, Dedy dan Idi Subandi Ibrahim, Zaman baru Islam (Bandung: Zaman, 1998).
Majid,Nurcholish, Pintu-Pintu Menuju Tuhan (Jakarta: Paramadina, 2002)
Madjid,Nurcholish, Islam Kerakyatan dan Keindonesiaan (Bandung: Mizan, 1999)
Hidayatullah Syarif,  Islam “Isme-isme”: Aliran dan Paham Islam di Indonesia (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010)
Madjid,Nurcholish , Dialog Keterbukaan Artikulasi nilai Islam dalam Wacana Sosial Politik Kontemporer, (Jakarta: Paramadina, 1998)
Gould, Carol. C, Demokrasi Ditinjau Kembali (Yogya: Tiara Wacana,1993).


















[1] Dedy Djamaludin dan Idi Subandi Ibrahim, op.cit., hlm. 123.             
[2] Nurcholish Madjid, Islam Kerakyatan dan Keindonesiaan (Bandung: Mizan, 1999), hlm. 62.
[3] Carol. C Gould., Demokrasi Ditinjau Kembali (Yogya: Tiara Wacana,1993), hlm. 145-146.

MAKALAH PERIODE NEONATAL


MAKALAH PERIODE NEONATAL 

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Seorang individu dalam rentang kehidupannya di dunia ini harus melalui berbagai macam fase atau masa seiring perkembangan usia mereka. Dalam setiap fase memiliki tugas-tugas perkembangan masing-masing, hal ini berbeda antara fase satu dengan fase yang lainnya. Masing-masing individu dituntut untuk dapat menyelesaikan setiap tugas perkembangannya sesuai dengan tahapan fase yang dilaluinya dan rentang usia yang sudah ditentukan pada tiap fase tersebut.
Seorang individu dapat dikatakan normal atau bahagia apabila ia dapat menyelesaikan tugas perkembangannya dengan tepat waktu. Apabila individu tersebut tidak dapat atau mengalami hambatan dalam menyelesaikan tugas perkembangannya, maka individu tersebut akan mengalami gangguan atau ketidakbahagiaan baik dalam aspek fisik, kognitif, emosi, sosial, maupun spiritualnya.
Dari seluruh fase yang terjadi selama rentang kehidupan, salah satu fase yang memegang pernan penting dalam perkembangan seorang individu adalah masa bayi. Masa bayi disebut sebagai salah satu fase terpenting karena selama masa ini seorang individu mulai belajar dan memahami berbagai macam hal-hal dan pengalaman baru tentang dirinya. Banyak macam tugas perkembangan yang harus diselesaikan seorang individu pada masa ini. Sekalipun demikian, masa ini bukanlah suatu masa yang berbahaya bagi perkembangan individu.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa definisi periode Neonatal?
2.      Apa saja ciri-ciri periode Neonatal?
3.      Bagaimana perkembangan masa bayi infancy (penyesuaian)?

C.    Tujuan
1.      mengetahui definisi periode neonatal
2.      menegtahui cirri-ciri periode neonatal
3.      mengetahui perkembangan masa bayi infancy (penyesuaian) 
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Periode Neonatal (lahir sampai 10 – 14 hari)
Masa ini adalah periode bayi yang baru lahir atau neonate (berasal dari kata Yunani “neos” yang berarti “baru” dan kata kerja Latin “nascor” yang berarti “dilahirkan”). Selama waktu ini, bayi harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang seluruhnya baru di luar rahim ibu. Masa ini dimulai dari kelahiran dan berakhir pada saat bayi menjelang dua minggu. Walaupun singkat masa bayi ini pada umumnya diibagi menjadi dua periode, yaitu periode portunate dan periode neonate. Periode partunate (mulai saat kelahiran sampai lima belas dan tiga puluh menit sesudah kelahiran). Periode ini dimulai dari keluarnya janin dan berakhir setelah tali pusar dipotong dan diikat. Sampai hal ini selesai dilakukan, bayi masih merupakan pascamatur yaitu lingkungan diluar tubuh ibu. Dan periode neonate (dari pemotongan dan pengikatan tali pusar sampai hingga akhir minggu kedua dari kehidupan pascamatur) setelah itu bayi adalah individu yang terpisah. Penyesuaian bayi neonatal bersifat radikal sebelum melanjutkan kemajuan perkembangan mereka.
Empat penyesuaian yang harus dilakukan bayi neonatal sebelum dapat melanjutkan perkembangan mereka yaitu 1) perubahan suhu (didalam rahim suhunya tetap 100  F sedangkan dirumah atau dirumah sakit berkisar 60-70 F), 2) bernafas (kalau tali pusar diputus, bayi mulai bernafas sendiri), 3) menghisap dan menelan. Refleks ini belum berkembang pada waktu lahir dan bayi seringkali tidak cukup memperoleh makanan yang diperlukan sehingga berat badannya menurun, dan 4) pembuangan (alat pembuangan mulai berfungsi setelah dilahirkan sebelumnya dilakukan melalui tali pusar).
Tindakan pada bayi neonatal adalah bersegera mengadzaninya di telinga kanan dan mengiqomati pada telingan kiri sebagai bukti kasih sayang dan  menjaga kesucian agar terpelihara, dihawatirkan dewasanya nanti jika tidak diadzani dan diiqomati petumbuhan jiwanya akan terganggu dan cenderung mengikuti hawa nafsu. Dalam hadits Rasul Abu Rafi' berkata: " Saya melihat Rasulullah SAW beradzan di telinga Hasan bin Ali da waktu dia dilahirkan oleh Fatimah R.A". (H.R Abu dawud, At-Tarmidzi, hadits sahih). Setelah itu dianjurkan untuk diberi manisan dan mendo'akannya sebagai stimulir sebelum bayi menyusu pada ibunya. Dari Abu Musa berkata, " Saya mempunyai anak lalu saya mendatangi Nabi Saw dengan membawanya. Beliau memberinya nama dengan Ibrahim, selanjutnya beliau menggosok langit-langit mulut anakku dengan kurma (yang telah di mamahnya, mendoakan berkah untuknya, lalu menyerahkannya kepadaku,"  (HR Al-Bukhari, Muslim)
Hal lain yang perlu dilakukan adalah memberinya nama yang  baik yang bertujuan agar si anak kelak jadi dewasa akan memahami kasih sayang orang tuanya. Sehingga menumbuhkan sikap percaya diri namun jika namanya jelek akan mempengaruhi jiwanya, dia menjadi minder atau bahkan menjadi orang yang pendendam bagi orang tua yang memberinya nama yang buruk. Rasulullah bersabda" Hak anak (yang wajib dipenuhi) oleh orang tuanya adalah memberinya nama yang  baik dan memperbaiki adabnya (perilakunya)," (Al-Jami' Ash-Shaghir, hal 137).
Pada hari ketujuh diwajibkan bagi yang mampu untuk mengadakan akikah untuk si anak agar tertanam pada diri anak sikap kedermawanan kelak jika dia sudah dewasa, Rasul bersabda: "Setiap anak adalah tergadai dengan akikahnya (terhalang mendapat syafa'at anaknya) yang disembelih di hari ketujuh, diberi nama dan dicukur rambut kepalanya." (HR Abu Dawud, Al-Nasa'I dan Al-Tirmidzi). Selain akikah juga disunatkan menghitankan anak. Rasul bersabda,  "Rasulullah berakikah untuk Hasan dan Husain dan menghitankan keduanya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)." (HR Baihaqi, hadits sahih).
 Diantara manfa'at khitan (pemotongan kulup zakar) adalah: 1) membersihkan lemak yang tertimbun didalamnya dan menghilangkan bau, 2) Jarang sekali orang yang berkhitan terkena penyakit kanker karena penyakit kanker itu terjadi pada orang yang kulubnya menyempit (tidak dikhitan), 3) Menjauhkan dari penyakit ngompol sebab tertekannya saraf yang sumbernya kulub menyempit, 4) Lebih banyak melakukan jimak dengan waktu yang lama. Dalam arti mampu menahan keluarnya sperma dan merasakan kenikmatan.

B.     Ciri-ciri Periode Neonatal
Setiap periode dalam rentang kehidupan ditandai oleh gejala perkembangan tertentu yang membedakannya dari periode-periode yang mendahuluinya atau yang mengikutinya. Ada beberapa gejala yang dapat dikaitkan dengan periode lain, tetapi ada yang muncul dalam bentuk yang berbeda selama masa bayi neonatal atau bayi yang baru lahir. Berikut ini lima ciri penting dari periode bayi:

a.       Masa Bayi Neonatal Merupakan Periode Tersingkat Dari Semua Periode Perkembangan
Masa ini dimulai dari kelahiran dan berakhir menjelang pada saat bayi menjelang dua minggu. Periode yang tersingkat dari semua periode perkembangan yang ada. Periode ini adalah saat dimana janin harus menyesuaikan dengan kehidupan diluar rahim ibu, dimana ia telah hidup selama kurang lebih sembilan bulan.
Menurut kriteria medis, penyesuaian ini akan berakhir pada saat tali pusar lepas dari pusarnya. Menurut kriteria fisiologis berakhir pada saat bayi gemuk kembali setelah bayi kehilangan berat badan  sesudah dilahirkan. Menurut kriteria psikologis berakhir pada saat bayi mulai menunjukkan tanda-tanda kemajuan perkembangan prilaku. Sekalipun pada umumnya bayi menyelesaikan penyesuaian ini dalam dua minggu  atau sedikit lebih cepat, tetapi bagi bayi yang sulit lahir atau lahir sebelum waktunya memerlukan waktu penyesuaian yang lebih lama.

b.      Masa Bayi Neonatal Merupakan Masa Terjadinya Penyesuaian Yang Radikal
Meskipun rentang kehidupan manusia secara resmi dimulai pada saat kelahiran, kelahiran merupakan suatu gangguan pada pola perkembangan yang dimulai pada saat pembuahan. Ini adalah suatu peralihan dari lingkungan dalam ke lingkungan luar. Seperti halnya semua peralihan, diperlukan penyesuaian diri bayi. Bagi beberapa bayi penyesuaian mudah dilakukan, namun bagi bayi yang lain terasa sulit dan mengalami kegagalan. Miller mengatakan, “Dalam seluruh kehidupannya, tidak pernah terjadi perubahan lokasi yang angat tiba-tiba dan sangat menyeluruh”

c.       Masa Bayi Neonatal Merupakan Masa Terhentinya Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan pesat yang terjadi selama periode pranatal tiba-tiba terhenti pada kelahiran. Kenyataan seringkali terjadi sedikit kemunduran, sepeti berkurangnya berat badan dan kecenderungan menjadi kurang sehat dibandingkan dengan pada saat dilahirkan. Biasanya, kemunduran yang sedikit ini berlangsung beberapa hari sampai seminggu, dan setelah itu bayi mulai meningkat lagi. Pada akhir periode bayi, keadaan perkembangan bayi kembali biasa seperti keadaan pada waktu ia dilahirkan. Terhentinya pertumbuhan dan perkembangan yang merupakan ciri periode ini disebabkan oleh pentingnya melakukan perkembangan radikal pada lingkungan pascanatal. Sekali penyesuaian ini terjadi, bayi kembali melanjutkan petumbuhan dan perkembangannya.
d.       Masa Bayi Neonatal Awal Dari Perkembangan Selanjutnya
Tidak ada kemungkinan untuk meramalkan secara tepat bagaimana perkembangan individu dimasa depan berdasarkan perkembangan yang tampak pada waktu dilahirkan.

e.       Periode Berbahaya Pada Masa Bayi Neonatal
Masa bayi neonatal periode yang berbahaya, baik secara fisik maupun psikologis, Secara fisik periode ini berbahaya karena sulitnya mengadakan penyesuaian diri secara radikal yang penting pada lingkungan yang sangat baru dan sangat berbeda. Hal ini terbukti dengan tingginya tingkat kematian.
Secara psikologis, masa bayi merupakan saat terbentuknya sikap dari orang-orang yang berarti bagi bayi. Kebanyakan sikap yang terbentuk sepanjang periode pranatal dan mungkin berubah secara radikal setelah bayi dilahirkan, tetapi beberapa di antaranya relatif menetap atau semakin kuat bergantung pada kondisi pada Saat kelahiran dan pada mudah atau sulitnya penyesuaian antara bayi dan orang tua.

C.    Perkembangan Masa Bayi Infancy (penyesuaian)
a.         Perkembangan Fisik
·         Ukuran
Pada saat dilahirkan berat rata-rata 7,5 pon dan panjang rata-rata 19,5 inci. Pada janin yang lebih aktif dalam perbandingan berat badan dan tinggi lebih kecil dibandingkan dengan janin yang tidak terlampau aktif dalam akhir periode janin. Pada umumnya bayi laki-laki lebih panjang dan lebih berat daripada bayi perempuan. terdapat perbedaan individual yang mencolok antara bayi laki-laki dan perempuan.
·         Anggota Tubuh Bayi
Otot-otot bayi yang baru lahir umumnya halus, kecil dan tidak terkendali. Pada saat dilahirkan hanya sedikit perkembangan otot leher dan lengan. contoh Tulang, seperti halnya otot, juga halus dan lentur. Karena begitu lunaknya, tulang-tulangnya gampang retak dan patah. Kulitnya halus dan gampang terkena bisul. Dagingnya kuat dan elastis. Kulit bayi putih menjadi lebih terang karena pertumbuhannya lebih lama, sedangkan kulit bayi-bayi yang bukan kulit putih gelap warnanya.
·         Proporsi Fisik
Bayi yang baru lahir bukanlah miniatur orang dewasa. kepala kira-kira seperempat dari panjang tubuh. kepala orang dewasa kira-kira sepertujuh dari panjang tubuh. Daerah tengkorak,  daerah di atas mata perbandingannya lebih besar dari pada bagian kepala lainnya. Sedangkan dagu merupakan bagian yang sangat kecil. Sebaliknya ukuran mata hampir sempurna. Hidung sangat kecil dan hampir rata sedangkan mulut yang kecil kelihatan seperti celah kalau bibirnya sempit.
Lehernya sangat pendek sehingga hampir tidak terlihat, dan kulit leher biasanya tebal atau berlipat-lipat. Bahu sempit sedangkan perut besar buncit. Lengan dan tungkai bayi sangat pendek dibandingkan dengan kepala dan badan. tangan dan kakinya kecil.
·         Fungsi Fisiologis
Karena susunan syaraf otonom belum berkembang pada waktu dilahirkan, bayi tidak mampu mempertahankan keseimbangan (homeostatis) yang merupakan salah satu penyebab tingkat kematian tinggi pada saat ini.
Dengan tangisan bayi pada waktu dilahirkan, paru-paru dipompa dan pernapasan dimulai. Banyaknya pernapasan pada mulanya berkisar antara empat puluh sampai empat puluh lima gerakan pernapasan setiap menit pada akhir minggu pertama, biasanya menurun sampai kira-kira tiga puluh lima setiap menit dan lebih stabil dari pada permulaan.
Denyut jantung bayi yang baru lahir lebih cepat dari denyut jantung orang dewasa karena jantung bayi lebih kecil dari pembuluh nadi. Kalau gerakan tubuh dibatasi dengan membungkus tubuh bayi, maka denyut jantung akan menjadi stabil. Akibatnya, bayi menjadi lebih tenang, tidur lebih banyak dan mempunyai denyut jantung lebih rendah. Pada bayi yang sehat, suhu tubuh lebih tinggi dan lebih banyak berubah dari suhu orang dewasa.
Gerakan refleks berupa menghisap terjadi bila bayi merasa lapar atau bila bibirnya disentuh. Terjadi juga peningkatan dalam menghisap dan jumlah makanan yang dihabiskan setiap harinya, sebagian disebabkan karena pematangan dan sebagian karena hasil belajar.
Irama lapar belum berkembang sampai beberapa minggu setelah lahir. Oleh karena itu, tuntutan lapar tidak teratur, tidak hanya dalam waktu antara makan tetapi juga banyaknya makanan yang dibutuhkan. Karena konstraksi lapar pada bayi lebih hebat dari pada orang dewasa, bayi benar-benar mengalami rasa sakit pada saat lapar.
Pembuangan kotoran mulai beberapa jam setelah lahir. Buang air terjadi pada saat terjaga dan bila bayi dalam keadaan tenang, biasanya dalam satu jam setelah makan.
Yang paling jelas terjadinya kekurang seimbangan fungsi fisiologis adalah dalam keadaan tidur. Tidur bayi terputus oleh beberapa saat terjaga yang singkat yang terjadi setiap dua atau tiga jam. Pada malam hari saat-saat terjaga ini lebih sedikit dan lebih singkat dibandingkan dengan siang hari. Selama periode neonatal terjadi pertambahan gerakan tubuh selama tidur dan juga pada saat terjaga.
Ada berbagai macam sikap tidur bayi, tetapi sikap yang khas adalah sikap yang sama dengan janin didalam kehidupan dalam rahim. Pada akhir bulan pertama, sikap ini biasanya berkurang karena bertambah kuatnya otot-otot bayi.

b. Aktivitas Bayi
Gerakan bayi tampak segera setelah janin keluar dari tubuh ibunya. Karena belum matangnya kondisi neurofisiologis bayi tidak dapat diharapkan bahwa gerakan-gerakannya terkoordinasi atau berarti. Gerakan-gerakannya juga tidak berhubungan dengan kejadian-kejadian dilingkungan atau dibawah kendali bayi. Ini adalah salah satu sebab dari ketidak berdayaan bayi yang baru lahir.
Ada dua kategori aktivitas bayi yaitu:
·         Aktivitas Menyeluruh
Kegiatan menyeluruh terjadi diseluruh tubuh bila salah satu bagian tubuh dirangsang sekalipun kegiatan yang paling menonjol terjadi pada daerah yang dirangsang.
·         Aktivitas Khusus
Aktivitas khusus meliputi bagian-bagian tubuh tertentu. Aktivitas ini termasuk gerak refleks, yang merupakan tanggapan yang tepat terhadap rangsangan indra khusus dan yang tidak berubah dengan pengulangan rangsangan yang sama, dan tanggapan umum yang menggunakan kelompok otot yang lebih besar daripada otot-otot yang terlibat dalam refleks-refleks dan yang dapat dibangkitkan rangangan dari luar maupun dari dalam.



c. Vokalisasi Bayi
Vokalisasi bayi neonatal dapat dibagi dalam dua kategori; suara tangis dan suara yang ekspolif. Selama masa neonatal dan bulan-bulan pertama dari masa bayi, tangis merupakan bentuk suara yang menonjol. Namun dari sudut pandang  dalam jangka panjang, sedangkan suara eksplosif adalah jenis suara yang lebih penting karena akhirnya mengembangkan kemampuan berbicara.
Biasanya, menangis dimulai pada saat lahir atau segera sesudah dilahirkan. Kadang-kadang dalam persalinan yang panjang dan sulit, janin akan menangis sekalipun masih berada dalam uterus. Menangis sebelum lahir jarang terjadi dan berbahaya, karena selalu ada kemungkinan bahwa janin akan tersumbat oleh cairan didalam rahim.
Menangis pada waktu lahir merupakan gerak refleks murni yang terjadi ketika udara masuk ke dalam tali suara yang menyebabkan tali suara bergetar. Tujuannya untuk memompa paru-paru sehingga memungkinkan pernapasan dan memberikan oksigen yang cukup untuk darah.
Setelah lahir, tangisan bayi menunjukkan perbedaan didalam tinggi suara, intensitas dan kontinuitasnya. Ostwald dan Peltzman melaporkan bahwa suara permulaan bayi dipengaruhi oleh jenis obat bius yang diberikan kepada ibunya dan oleh cepatnya tali pusar menjepit setelah dilahirkan. Karena adanya berbagai macam tangisan bayi, secara terbatas dapat diketahui apa yang dikehendaki bayi. Otwald menguraikan nilai sosial dan tangisan bayi:
”Tangisan bayi merupakan prilaku pertama yang mempunyai nilai sosial. Hal itu menandakan prilaku dari ketergantungan total pada satu makhluk-nya yaitu ibu yang hamil-pada berkemungkinan berkomunikasi dengan sekelompok manusia didalam limgkungan.... kelangsungan hidup manusia sampai tingkat tertentu bergantung pada kewajaran keluarnya dan tanggapan ibunya yang tepat terhadap bayi.”

d. Kemampuan Sensorik Bayi
·         Penglihatan
Bayi neonatal tidak buta, tetapi bidang penglihatannya hanya kira-kira setengah dari bidang penglihatan orang dewasa, karena batang mata belum berkembang kecuali disekitar fovea. Penglihatan warna sama sekali tidak ada atau sangat minimal karena sel kerucut mata belum berkembang. Karena kelemahan otot, bayi tidak dapat memusatkan kedua mata pada objek yang sama secara bersamaan dan akibatnya semua terlihat kabur.
·         Pendengaran
Ada anggapan bahwa pendengaran merupakan indra yang paling sedikit berkembang pada waktu kelahiran, sebagian disebabkan karena telinga yang tersumbat oleh cairan amniotik selama beberapa hari setelah lahir tidak memungkinkan gelombang suara masuk ke telinga dalam, dimana terletak sel-sel pendengaran dan sebagian disebabkan karena sel-sel itu hanya sebagian berkembang.
·         Penciuman
Sel-sel untuk penciuman yang terletak dibagian atas hidung telah berkembang pada waktu lahir.
·         Pengecapan
Karena pengecapan sangat dipengaruhi oleh penciuman dan karena sel-sel untuk pengecapan yang terletak dipermukaan lidah dan didaerah pipi telah berkembang maka pengecapan bayi sudah tajam.
·         Kepekaan organik
Kepekaan terhadap rasa lapar sudah sepenuhnya berkembang pada saat lahir dan konstraksi-konstraksi lapar terjadi pada hari pertama. Pada saat itu rasa haus juga sudah ada.
·         Kepekaan kulit
Alat indra untuk perabaan, tekanan dan suhu sudah berkembang pada saat lahir dan terletak dekat permukaan kulit.

e.       Kesadaran
Karena alat-alat indra yang penting relatif belum sepenuhnya berkembang yaitu mata dan telinga secara logis tidak dapat diharapkan bahwa bayi neonatal dengan teliti menyadari apa yang terjadi disekitarnya. Menurut James, kesadarannya lebih menyerupai “kebingungan yang yang berkembang dan berdengung”.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, semua bayi mengalami semacam kekacauan pada hari-hari pertama atau kedua setelah dilahirkan. Ini berarti bahwa mereka tidak sepenuhnya menyadari tentang apa yang terjadi disekitarnya. Lambat laun, setelah kegoncangan kelahiran mereka dan alat-alat indra mulai berfungsi lebih baik, mereka lebih sadar akan dunia sekitarnya.


f.       Kemampuan Belajar
Untuk belajar, individu harus menyadari apa yang diharapkan harus dilakukan. Lagipula, otak dan syaraf harus cukup berkembang untuk memungkinkan proses belajar. Kondisi demikian belum terdapat pada bayi neonatal.

g.      Emosi Bayi Neonatal
Melihat tidak adanya koordinasi yang merupakan ciri dari aktivitas bayi neonatal, tidaklah masuk akal untuk mengharapkan adanya emosi yang khusus, yang jelas, pada saat bayi dilahirkan Ciri yang menonjol dari keadaan emosi adalah tidak adanya tingkatan reaksi yang menunjukkan tingkat intensitas yang berbeda.

h.      Permulaan Kepribadian
Anak-anak yang dilahirkan dengan perbedaan sifat yang karakteristik yang tercermin dalam tingkat aktivitas dan kepekaan. Dari perbedaan ini akan berkembang pola kepribadian individual. Perbedaan individual tampak jelas pada saat kelahiran dan terlihat dalam reaksi terhadap makanan, dalam menangis, dalam aktivitas motorik, dan terutama dalam tidur.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Masa Neonatal, Masa ini dimulai dari kelahiran dan berakhir pada saat bayi menjelang dua minggu. Walaupun singkat masa bayi ini pada umumnya diibagi menjadi dua periode, yaitu periode portunate dan periode neonate. Periode partunate (mulai saaat kelahiran sampai lima belas dan tiga puluh menit sesudah kelahiran). Periode ini dimulai dari keluarnya janin dan berakhir setelah tali pusar dipotong dan diikat. Sampai hal ini selesai dilakukan, bayi masih merupakan pascamatur yaitu lingkungan diluar tubuh ibu. Dan periode neonate (dari pemotongan dan pengikatan tali pusar sampai hingga akhir minggu kedua dari kehidupan pascamatur) setelah itu bayi adalah individu yang terpisah. Penyesuaian bayi neonatal bersifat radikal sebelum melanjutkan kemajuan perkembangan mereka.
Sedangkan Masa bayi berlangsung selama dua tahun pertama kehidupan setelah periode bayi baru lahir selama dua minggu. Masa bayi sering dianggap sebagai keadaan tidak berdaya di mana bayi setiap hari belajar untuk semakin mandiri, sehingga di akhir masa bayi dikenal sebagai anak kecil yang baru belajar berjalan.

B. Saran
Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini tetapi kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan untuk perbaikan ke depannya.
DAFTAR PUSTAKA

·         Dariyo, A. (2007). Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama. Jakarta: Refika Aditama
·         Hartati. Netty. 2004. Islam dan Psikologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
·         Hurlock B. Elizabeth. 1990. Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan). Jakarta. Erlangga;
·         Jahja Yurdik. 2011.  Psikologi Perkembangan. Jakarta: PT. Kencana;
·         Monks, Knoers, A.M.P & Rahayu, S.R. (1992). Psikologi Perkembangan: Pengantar Dengan Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
·         Muhmila M., Hardisana., dan Indria Dini. 2010. Psikologi Umum dan Anak: AKBID YPSDMI GARUT;
·         Mujib. Abdul. Dkk. 2005. Islam dan Psikologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
·         Zulkifli.Drs. 2006. Psikologi Perkembangan. Bandung. Remaja Rosdakarya.


MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...