Selasa, 30 Oktober 2018

PENGARUH PENDAPATAN DAN GAYA HIDUP TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DALAM ISLAM




 
PENGARUH PENDAPATAN DAN GAYA HIDUP TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DALAM ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
      Konsumsi sangat berpengaruh terhadap stabilitas perekonomian. Semakin tinggi tingkat konsumsi, semakin tinggi pula perubahan kegiatan ekonomi. Kebutuhan hidup manusia selalu berkembang sejalan dengan tuntutan zaman, tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup saja, akan tetapi juga menyangkut kebutuhan lainnya seperti kebutuhan pakaian, rumah, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Konsumsi merupakan salah satu kegiatan ekonomi untuk memenuhi berbagai kebutuhan barang dan jasa. Kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar merupakan kebutuhan yang sangat penting guna kelangsungan hidup manusia, baik yang terdiri dari kebutuhan atau konsumsi suatu individu maupun keperluan pelayanan sosial tertentu.[1]
      Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya secara terus menerus, karena memang pada dasarnya manusia tidak lepas dari kebutuhan secara terus menerus, karena memang pada dasarnya manusia tidak lepas dari kebutuhan dan tidak akan pernah puas. Kebutuhan manusia dapat terpenuhi salah satunya melalui kegiatan konsumsi, dimana konsumen akan mengalokasikan kekayaannya untuk pemenuhan kebutuhan. Konsumen mengkonsumsi kebutuhan tersebut juga didasari faktor-faktor pendukung, yang mencakup pendapatan yang tinggi dan kebiasaannya atau gaya hidup setiap konsumen. Konsumsi dalam ekonomi Islam adalah upaya memenuhi kebutuhan baik jasmani maupun rohani sehingga mampu memaksimalkan fungsi kemanusiaannya sebagai hamba Allah SWT untuk mendapatkan kesejahteraan atau kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah).[2]
      Seseorang akan terus menambah proporsi konsumsinya sebanding dengan tingkat pertambahan dari penghasilan yang diterimanya sampai batas tertentu, penambahan pendapatan tidak lagi menyebabkan bertambahnya jumlah makanan yang dikonsumsi karena pada dasarnya kebutuhan manusia akan makanan mempunyai titik jenuh. Sehingga terdapat kecendrungan bahwa semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin berkurang persentase pendapatan yang dibelanjakan untuk makanan. Pendapatan seseorang merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dengan kegiatan konsumsi, dikarenakan konsumsi berbanding lurus dengan pendapatan. Semakin tinggi penghasilan yang diterima seseorang maka akan cenderung semakin besar pengeluaran yang digunakan untuk konsumsi.[3]
      Gaya hidup masyarakat saat ini sudah mengikuti gaya hidup negara-negara maju, gaya hidup yang hedonis menyebabkan masyarakat berperilaku konsumtif, sebagai masyarakat yang berada di negara dengan mayoritas penduduk islam, masyarakat Indonesia harus mampu membentengi diri agar tidak terbawa oleh lingkungan yang mengarah pada pola perilaku yang konsumtif.
      Gaya hidup didefinisikan sebagai pola dimana orang hidup dan menghabiskan waktu serta uang. Seiring dengan perkembangan zaman, gaya hidup masyarakat pun berubah. Gaya hidup masyarakat cendrung modern, sebagian orang lebih sering membeli barang-barang di pusat pembelanjaan modern daripada di pasar tradisional. Diketahui bahwa banyak terdapat pusat perbelanjaan seperti mall, swalayan, minimarket, pertokoan dan lain sebagainya sehingga konsumen akan terdorong untuk berbelanja. Masyarakat juga mengikuti hal-hal yang trend, tidak terkecuali di kalangan mahasiswa. Sebagian dari mahasiswa mengikuti perkembangan mode yang sedang banyak diminati, seperti pakaian, sepatu, tas dan lain sebagainya.
      Gaya hidup mahasiswa cenderung konsumtif. Misalnya dalam hal pembelian suatu barang, sebagian mahasiswa seringkali membeli sepatu dengan model terbaru walaupun sudah memiliki banyak sepatu. Mereka membeli barang yang sebenarnya kurang diperlukan untuk mencapai kepuaan maksimal. Hal itu terjadi karena adanya hasrat yang besar untuk memiliki benda-benda tanpa memperhatikan kebutuhannya. Gaya hidup mahasiswa yang cenderung konsumtif dapat menimbulkan masalah seperti banyaknya orang tua yang mengeluh sebab uang yang diberikan kurang dimanfaatkan untuk hal yang berguna.[4]
      Islam membolehkan seorang muslim untuk menikmati berbagai karunia kehidupan dunia, namun tidak seperti ajaran lainnya. Allah membatasi pembolehan konsumsi dengan tidak melampaui batas kewajaran yang menjurus kepada pemborosan dan kemewahan. Sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam QS Al-A’raf/7 : 31:
* ûÓÍ_t6»tƒ tPyŠ#uä (#räè{ ö/ä3tGt^ƒÎ yZÏã Èe@ä. 7Éfó¡tB (#qè=à2ur (#qç/uŽõ°$#ur Ÿwur (#þqèùÎŽô£è@ 4 ¼çm¯RÎ) Ÿw =Ïtä tûüÏùÎŽô£ßJø9$# ÇÌÊÈ  
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid, Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.
      Batasan konsumsi dalam Islam adalah pelarangan israf atau berlebihan. Perilaku israf diharamkan meskipun komoditi yang dibelajakan adalah halal.kebutuhan hidup itu harus terpenuhi secara wajar agar kelangsungan hidup berjalan dengan baik. Namun, bila kebutuhan hidup dipenuhi dengan cara yang berlebihan akan menimbulkan efek buruk pada diri manusia tersebut sehingga uang yang dibelanjakan habis untuk hal-hal yang tidak perlu atau merigikan diri.
      Perilaku konsumsi yang buruk dilakukan sesorang akan berpengaruh pada perilaku konsumsi masyarakat umum dan menjadi penyebab buruknya perekonomian suatu negara. Fenomena diatas banyak ditemukan ditengah-tengah masyarakat sekarang ini, diantaranya yaitu banyak masyarakat tidak pandai mengatur pendapatan yang diperolehnya. Sebagian besar dari pendapatan tersebut digunakan untuk mengkonsumsi barang-barang mewah yang berada di luar kebutuhan serta tidak adanya perhatian terhadap etika konsumsi. Kecenderungan dalam perilaku konsumsi yang tidak baik dapat ditemukan dalam bentuk sikap boros, royal, dan suka menghambur-hamburkan uang yang cenderung dilakukan oleh sebagian besar remaja baik di kota maupun di desa saat ini. Bahkan di sekeliling kampus yang ada di Bengkulu, banyak dari mereka yang menganggap bahwa uang yang mereka miliki memang sudah menjadi milik mereka yang dapat digunakan semaunya saja. Bahkan banyak mahasiswa-mahasiswi yang tidak amanah dalam mengatur uang yang telah ia miliki. Misalnya setelah uang diterima maka kebanyakan mahasiswa-mahasiswi berpoyah-poyah membelanjakan uang tersebut dengan pakaian dan lainnya sementara tidak ada bagian pendapatan yang ditabung.
            Berdasarkan uraian diatas, maka dari itu penulis tertarik untuk meneliti dan mengangkaat masalah ini sebagai topik di dalam penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pendapatan Dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumen Dalam Islam (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu)”
B.     Batasan Masalah
      Penelitian ini dibatasi pada variabel yang dapat mempengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yaitu variabel pendapatan dan gaya hidup.
C.    Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengaruh pendapatan terhadap perilaku konsumen Islam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu ?
2.      Bagaimana pengaruh gaya hidup terhadap perilaku konsumen Islam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu ?
3.      Bagaimana pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap perilaku konsumen Islam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu ?
D.    Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui pengaruh pendapatan terhadap perilaku konsumen Islam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu.
2.      Untuk mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap perilaku konsumen Islam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu.
3.      Untuk mengetahui pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap perilaku konsumen Islam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu.

E.     Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut:
1.      Manfaat teoritis
            Penelitian ini diharapkan memberikan penjelasan deskriptif kepada akademsisi, mahasiswa, dan pihak-pihak lainnya tentang pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap perilaku konsumen Islam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu.
2.      Manfaat praktis
Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan bermanfaat kepada pihak-pihak seperti:
a.       Mahasiswa
      Menambah wawasan ilmu pengetahuan yang luas dalam meningkatkan kompetensi diri, intelektualitas serta emosional dalam bidang ekonomi Islam  khusunya mengenai pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap perilaku konsumen Islam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu.
b.      Akademisi
      Penelitian ini diharapkan akan menjadi sumber referensi dan rujukan dalam menunjang penulisan-penulisan ilmiah serta dapat menjadi perbandingan bagi penulis lain dalam karya ilmiahnya.


c.       Bagi penulis
     Penelitian ini adalah untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan mengenai pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap perilaku konsumen Islam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu.
F.     Penelitian Terdahulu
     Mitriani, yang berjudul “Perilaku Konsumsi Mahasiswa Fakultas dan Bisnis Islam Terhadap Jilbab Ditijau dari Ekonomi Islam”, pada tahun 2016. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriftif kualitatif. Dalam penelitian ini lebih menekankan pembahasan perilaku konsumsi jilbab yang merupakan proses pengambilan keputusan konsumen dalam memilih, membeli dan menggunakan barang untuk memaksimalkan kepuasannya. Yang mana hasilnya menunjukan bahwa dari segi perilaku, secara umuym mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu 2012/2013 dalam mengokonsumsi jilbab belum sepenuhnya sesuai dengan konsumsi dalam Islam.[5] Persamaannya adalah sama-sama mengenai perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Perbedaannya pada skripsi membahas perilaku konsumsi terhadap jilbab yang belum sepenuhnya sesuai dengan konsumsi dalam Islam sedangkan penelitian yang akan penulis teliti  mengenai pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
     M. Izdad Helmi, yang berjudul “Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Kelurahan Muara Dua Kota Bengkulu”, pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Dimana dalam penelitian ini menekankan pada perilaku masyarakat kelurahan muara duo kota bengkulu ini dalam memenuhi kebutuhannya menurut perilaku konsumsi dalam Islam. Yang mana hasilnya dari segi perilaku, secara umum masyarakat Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu dalam mengkonsumsi barang-barang odel terbaru belum sepenuhnya sesuai dengan konsumsi dalam Islam, masih ada masyarakat yang kurang mementingkan aspek maslahah dalam mengkonsumsi barang-barang tersebut.[6] Persamaan yang penulis teliti adalah sama-sama meneliti mengenai perilaku konsumen Islam. Perbedaan yang penulis teliti adalah objek yang di teliti serta variabel yang akan di teliti, penelitian ini hanya meneliti perilaku konsumen saja sedangkan dalam penelitian penulis variabel yang di teliti yaitu pendapatan, gaya hidup dan perilaku konsumsi dalam Islam dengan objek penelitiannya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
     Lia Indriani, yang berjudul Pengaruh Pendapatan, Gaya Hidup, dan Jenis Kelamin Terhadap Tingkat Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta”, pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan penelitian ex-post facto dan asosiatif kausal. Dalam penelitian ini menekankan untuk membahas pengaruh pendapatan, gaya hidup, dan jenis kelamin baik secara simultan maupun parsial terhadap tingkat konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY. Hasil dalam penelitiannya menunjukkan bahwa: (1) Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi mahasiswa, ditunjukkan dengan nilai koefisien pendapatan (b1) bertanda positif yaitu sebesar 0,677 dan p-value kurang dari tingkat signifikansi (0,000<0,05). (2) Gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi mahasiswa, ditunjukkan dengan nilai koefisien gaya hidup (b2) bertanda positif yaitu sebesar 2823,342 dan p-value kurang dari tingkat signifikansi (0,0015<0,05). (3) Jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi mahasiswa, ditunjukkan dengan nilai koefisien jenis kelamin (b3) bertanda negatif yaitu sebesar –55447,670 dan pvalue kurang dari tingkat signifikansi (0,024<0,05). (4) Pendapatan, gaya hidup, dan jenis kelamin secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi mahasiswa, ditunjukkan dengan prob F kurang dari tingkat signifikansi (0,000<0,05). Dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,7899 atau 78,99%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 78,99% tingkat konsumsi dipengaruhi oleh pendapatan, gaya hidup, dan jenis kelamin, sedangkan sisanya 21,01% dipengaruhi oleh variabel bebas lain yang tidak diteliti.[7] Persamaannya dengan yang penulis akan teliti adalah sama- sama meneliti pengaruh pendapatan, gaya hidup terhadap konsumsi. Perbedaannya penelitian ini terdapat variabel jenis kelamin sedangkan penulis hanya meneliti pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap perilaku konsumen saja.



                [1] http://skripsi-ilmiah.blogspot.com/2013/02/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-pola.html. diakses pada 07 Oktober 2018, 20.23 WIB.
                [2] Pusat Pengajuan dan Pengembangan (P3EI) UII Yogyakarta, Ekonomi Islam, ( Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2015), h.129.
                [3] Hasnira, Pengaruh Pendapatan dan Gaya Hidup terhadap Pola konsumsi Masyarakat Wahdah Islamiyah Makassar, (SKRIPSI : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar, 2017), h.2. diakses pada http://repositori.uin-alauddin.ac.id/4276/1/Hasnira.pdf, 07 Oktober 2018, 20.53 WIB.
                [4] Lia Indriani, Pengaruh Pendapatan, Gaya Hidup, Dan Jenis Kelamin Terhadap Tingkat Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY, (SKRIPSI : Fakultas Ekonomi UNY, 2015), h.2. diakses pada http://eprints.uny.ac.id/26167/, 07 Oktober 2018, 21.34 WIB.
                [5] Mitriani, Perilaku Konsumsi Mahasiswa Fakultas dan Bisnis Islam Terhadap Jilbab Ditinjau Dari Ekonomi Islam”, IAIN Bengkulu: Skripsi, Ekonomi Islam, 2016.
                [6] M. Izdad Helmi, yang berjudul “Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Kelurahan Muara Dua Kota Bengkulu”, IAIN Bengkulu : Skripsi, Ekonomi Syariah,2017.
                [7] Lia Indriani, Pengaruh Pendapatan, Gaya Hidup, Dan Jenis Kelamin Terhadap Tingkat Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY, UNY: Skripsi, pendidikan Ekonomi, 2015.

PENGARUH KEBERADAAN ONLINE SHOP TERHADAP PERILAKU KONSUMSI MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN BENGKUL




PENGARUH KEBERADAAN ONLINE SHOP TERHADAP PERILAKU KONSUMSI MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN BENGKUL
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
            Perilaku konsumtif adalah perilaku membeli barang atau jasa secara berlebihan, walaupun barang yang dibeli tidak dibutuhkan. Dalam Islam hal ini termasuk ke dalam perilaku mubadzir yang dijelaskan pula dalam QS. Al-Isra: 27:



Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.[1]
            Apa yang sudah dijelaskan dari ayat tersebut bahwa Islam sendiri tidak memperbolehkan bahkan melarang manusia untuk tidak berperilaku konsumtif atau boros, karena hal ini termasuk ke dalam perilaku tidak terpuji. Perilaku ini tidak mengajarkan manusia untuk lebih berhemat dan memikirkan orang lain yang belum tentu bisa mendapatkan apa yang dia punya.
            Pada dasasarnya perilaku konsumen merupakan tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen secara umum adalah menghabiskan produk produk dan jasa namun tidak berlebihan. Apabila konsumen menghabiskan barang secara berlebihan dan meninggalkan pola produksi maka hal tersebut tergolong perilaku konsumtif.[2]
            Perilaku konsumtif ini dilakukan hanya untuk mencapai kepuasan maksimal serta meningkatkan gengsi demi memperlihatkan status sosial semata. Seperti dalam belanja, yang biasanya seseorang hanya membeli barang yang memang diperlukan dan dibutuhkan saja, akan tetapi saat ini cenderung membeli barang yang diinginkan bahkan bisa dikatakan tidak dibutuhkan. Perilaku konsumtif ini akan meningkat dengan adanya online shop. Terlebih lagi perkembangan internet yang sudah luar biasa berkembang. Internet merupakan sebuah sistem komunikasi yang mampu menghubungkan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Internet mengalami perkembangan yang sangat pesat dibuktikan oleh data terbaru dari We Are Social yang menyebutkan bahwa pengguna internet aktif di seluruh dunia mencapai angka 3,8 miliar dengan persentase 51% dari total populasi di dunia.[3]
            Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indenesia, mayoritas pengguna internet sebanyak 72,41% masih dari kalangan urban. Pemanfaatannya sudah lebih jauh, bukan hanya untuk berkomunikasi tetapi juga membeli barang, memesan transportasi, hingga berbisnias dan berkarya. Berdasarkan wilayah geografisnya, masyarakat Jawa paling banyak terpapar internet yakni 57,70%. Selanjutnya sumatera 19,09%, kalimantan 7,97%, Sulawesi 6,73%, Bali-Nusa 5,63%, dan Maluku-Papua 2,49%. Internet tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari anak muda zaman sekarang. Sebanyak 49,52% pengguna internet di tanah air berusia 19-34 tahun. Di posisi kedua, sebanyak 29,55% pengguna internet berusia 35-54 tahun. Remaja usia 13-18 tahun menempati posisi ketiga dengan porsi 16,68%. Dan terakhir orang tua diatas 54 tahun hanya 4,24% yang memanfaatkan internet.[4] Dari data tersebut  dapat disimpulkan bahwa pengguna internet terbanyak di Indonesia berusia 19-34 tahun.
            Di Indonesia sendiri online shop sudah menjamur, biasanya pelanggan mencari online shop yang sering digunakan oleh pelanggan lain, tidak jarang beberapa orang mendapat rekomendasi dari orang lain. Adapun online shop yang sering dikunjungi oleh konsumen menurut survei yang dilakukan Ryo Kusumo pada tahun 2017 menunjukan bahwa lazada menduduki posisi pertama sebanyak 22 %, tokopedia berada diposisi kedua sebanyak 20% dan bukalapak berada diposisi ketiga sebanyak 17%. Data yang dirilis dari Ryo Kusumo menyebutkan banwa kebanyakan konsumen memilih barang dengan cara membandingkannya dari satu toko ke toko lain. Lazada menduduki posisi pertama sebagai online shop paling sering dikunjungi serta aktif memberikan potongan harga.[5]
            Menurut data tersebut kunsumen di Indonesia cenderung membeli produk fashion seperti baju, celana, tas, sepatu, aksesoris dan lain sebagainya. Tidak sedikit dari konsumen yang mengatakan bahwa belanja online lebih mudah dibanding belanja langsung di pasar atau toko. Barang-barang yang ditawarkan online shop lebih murah dan banyak pilihan serta tidak membuang-buang waktu untuk pergi keluar rumah. Hal ini pula membuat para pelajar termasuk mahasiswi untuk membeli barang secara online. Mahasiswa memilih online shop untuk mempermudah dalam belanja. Cara belanja yang simple, mudah dan menawarkan banyak pilihan semakin membuat tertarik para pelajar khususnya mahasiswa.
            Sebelumnya peneliti telah melakukan wawancara singkat mengenai online shop kepada salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu, yang termasuk salah satu pencinta belanja online. Alasan utama yang disebutkannya adalah lebih praktis tanpa harus keluar rumah, caranya hanya dengan memilih barang, transfer uang sesuai dengan harga barang yang akan dibeli dan ongkos kirim maka akan otomatis konfirmasi pembayaran tersebut pada akun aplikasi yang digunakan kemudian barang akan sampai beberapa hari kemudian. Hal ini membuat barang yang ada di toko online menjadi lebih menarik karena gambar yang disajikannya serta lebih banyaknya pilihan bahkan dengan model yang menggunakan produk tersebut membuat konsumen semakin tertarik. Barang yang sering dibeli itu beragam mulai dari baju, sepatu, tas, jilbab dan lain sebagainya. Semakin banyak dan sering melihat toko online maka semakin banyak barang yang ingin di beli oleh mahasiwi tersebut sehingga timbullah perilaku konsumtif.
            Berdasarkan uraian diatas, maka dari itu penulis tertarik untuk meneliti dan mengangkat masalah ini sebagai topik di dalam penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Online Shop Terhadap Perilaku Konsumsi Mahasiswi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Iain Bengkulu”
B.     Batasan Masalah
      Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka fokus penelitian hanya meneliti mengenai pengaruh online shop            terhadap perilaku konsumsi mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu.
C.    Rumusan Masalah
      Berdasarkan batasan masalah di atas, selanjutnya penulis merumuskan masalah penelitian ke dalam pertanyaan berikut :
“Bagaimana pengaruh online shop terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu ?”
D.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh online shop terhadap perilaku konsumsi mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu.
E.     Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut:
1.      Manfaat teoritis
            Penelitian ini diharapkan memberikan penjelasan deskriptif kepada akademsisi, mahasiswa, dan pihak-pihak lainnya tentang pengaruh online shop terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu.
2.      Manfaat praktis
Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan bermanfaat kepada pihak-pihak seperti:
a.       Mahasiswa
      Menambah wawasan ilmu pengetahuan yang luas dalam meningkatkan kompetensi diri, intelektualitas serta emosional dalam bidang ekonomi Islam  khusunya mengenai pengaruh online shop terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu.
b.      Akademisi
      Penelitian ini diharapkan akan menjadi sumber referensi dan rujukan dalam menunjang penulisan-penulisan ilmiah serta dapat menjadi perbandingan bagi penulis lain dalam karya ilmiahnya.
c.       Bagi penulis
     Penelitian ini adalah untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan mengenai pengaruh online shop terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu.
F.     Penelitian Terdahulu
Mitriani, yang berjudul “Perilaku Konsumsi Mahasiswa Fakultas dan Bisnis Islam Terhadap Jilbab Ditijau dari Ekonomi Islam”, pada tahun 2016. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriftif kualitatif. Dalam penelitian ini lebih menekankan pembahasan perilaku konsumsi jilbab yang merupakan proses pengambilan keputusan konsumen dalam memilih, membeli dan menggunakan barang untuk memaksimalkan kepuasannya. Yang mana hasilnya menunjukan bahwa dari segi perilaku, secara umuym mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu 2012/2013 dalam mengokonsumsi jilbab belum sepenuhnya sesuai dengan konsumsi dalam Islam.[6] Persamaannya adalah sama-sama mengenai perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Perbedaannya pada skripsi membahas perilaku konsumsi terhadap jilbab yang belum sepenuhnya sesuai dengan konsumsi dalam Islam sedangkan penelitian yang akan penulis teliti  mengenai pengaruh online shop terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Siti Nafi’ul Muthoharoh, yang berjudul “ Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Perilaku Konsumsi Siswa-Siswi Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darunnaja Kecamatan Ketahun”, pada tahun 2017. Penelitin ini menggunakan penelitian deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini lebih menekankan membahas perilaku konsumsi busana pada siswa-siswi madraasah aliyah pondok pesantren darunnaja kecamatan ketahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perilaku konsumsi siswa-siswi madraasah aliyah pondok pesantren darunnaja kecamatan ketahun dalam mengkonsumsi busana padaa umumnya yang lebih mengutamakan keinginan mereka meniru trend dan tidak ketinggalan zaman. Tinjauan Ekonomi Islam terhadap perilaku konsumsi siswa-siswi madraasah aliyah pondok pesantren darunnaja busana belum sepenuhnya sesuai dengan prisip konsumsi dalam Islam. Karena pada umumnya siswa-siswi kurang mementingkan aspek maslahah, amana, dan kesederhanaan sebab lebih cendrung kepada pemborosan.[7] Persamaan dengan yang penulis akan teliti adalah sama-sama mengenai perilaku konsumsi. Perbedaan penelitian ini dengan yang penulis akan teliti adalah objek penelitian, selain itu penelitian ini hanya meneliti perilaku konsumsi pada siswa-siswi sedangkan penulis menilih mengenai pengaruh online shop terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
     Nur Chayati, yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Sosial Media Instagram Terhadap Minat Berwirausaha dan Perilaku Konsumtif”, pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menekankan pengaruh penggunaan instagram terhadap minat berwirausaha dan perilaku konsumtif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwwa penggunaan media sosial instagram berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha namun media sosial instagram tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif dikalangan mahasiswa.[8] Persamaan dengan yang penulis akan teliti adalah sama-sama meneliti mengenai perilaku konsumen. Perbedaannya penelitian ini meneliti mengenai pengaruh penggunaan media sosial instagram sedangkan yang penulis teliti pengaruh online shop. Selain itu penelitian ini membahas minat berwirausaha sedangkan yang akan penulis teliti tidak.



                                                                                        



                [1] Departemen Agama RI, Al-quran dan Terjemah, (Bandung: Diponegoro, 2014), h.284.
                [2] Desty rahmayanti, “Online Shop dan Perilaku Konsumtif MahasiswiJurusan IPS”, (UIN Syarif Hidayatullah: Skripsi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 2017), h.12.
                [3] Jeko I, jumlah Pengguna Internet Dunia Sentuh 3,8 Miliar, diakses pada m.liputan.com, 15 Oktober 2015 pukul 19.25 WIB.
                [4] Kompas.com, diakses pada https://www.google.co.id/amps/s/amp.kompas.com/tekno/read/2018/02/22/16453177/berapa-jumlah-pengguna-internet-indonesia, 15 Oktober 2018 pukul 19.30 WIB.
                [5] Ryo Kusumo, Hasil Survey Toko Online Terbaik 2017, diakses pada https://www.google.co.id/amp/s/ryokusumo.com/2018/01/01/toko-online-terbaik-2017/amp/ , 13 Oktober 2018 pukul 20.16 WIB.
[6] Mitriani, Perilaku Konsumsi Mahasiswa Fakultas dan Bisnis Islam Terhadap Jilbab Ditinjau Dari Ekonomi Islam”, IAIN Bengkulu: Skripsi, Ekonomi Islam, 2016.
[7] Siti Nafi’ul Muthoharoh, yang berjudul “ Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Perilaku Konsumsi Siswa-Siswi Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darunnaja Kecamatan Ketahun”, (IAIN Bengkulu: Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 2017)
                [8] Nur Chayati, yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Sosial Media Instagram Terhadap Minat Berwirausaha dan Perilaku Konsumtif”, (Politeknik Negeri Batam: Prodi Akuntansi Manajerial Jurusan Manajemen Bisnis, 2017).

MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...