Sabtu, 20 April 2019

MAKALAH KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR


MAKALAH KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 
BAB I
                                                           PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidik merupakan seseorang yang penting dalam rangka berlangsungnya suatu pendidikan. Guru sebagai seorang pendidik hendaknya memiliki delapan keterampilan dasar mengajar, yaitu keterampilan bertanya, keterampilan menjelaskan, modeling, demonstrasi, Membangun Kolaborasi, keterampilan memberikan variasi, Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan.
Dapat disimpulkan bahwa keterampilan dasar mengajar ini diambil dari berbagai sumber dimana bahan ini digunakan untuk para mahasiswa yang melakukan praktek mengajar di sekolah sebelum dia bekerja sepenuhnya sebagai seorang guru. Pada kenyataannya dewasa ini banyak para guru yang mengajar dengan pola tradisional dan mengabaikan keterampilan- keterampilan yang sangat mendasar ini.
 Pada proses pembelajaran dimana guru diharapkan menjadi sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar, dengan pembelajaran yang lebih realistis dan aplikatif khususnya bidang pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Oleh karena itu, perluh diperhatikan materi keterampilan dasar pembelajaran sebagai dasar seorang guru melaksanakan kewajibanya  dan untuk lebih memudahkan tercapainya keberhasilan proses pembelajaran yang diinginkan. 
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian keterampilan dasar mengajar?
2.  Apa saja manfaat keterampilan dasar mengajar?
3. Apa saja jenis-jenis keterampilan dasar mengajar?
C. Tujuan Penulisan
1. untuk mengetahui apa pengertian keterampilan dasar mengajar
2. untuk mengetahui apa saja manfaat keterampilan dasar mengajar
3. untuk mengetahui apa saja jenis-jenis keterampilan dasar mengajar
D. Manfaat Penulisan
1. Makalah ini bermanfaat untuk pendidik menambah wawasan mengenai keterampilan dasar mengajar dalam pembelajaran tematik.
2. Makalah ini bermanfaat untuk peserta didik dalam memantapkan mental siswa memasuki kegiatan inti pembelajaran dan proses serta hasil belajar yang telah dilaluinya.
BAB II
KAJIAN TEORI
Keterampilan dasar mengajar  (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (most specific instructional behaviors) yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur atau widyaiswara agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif dan efisien. Dengan demikian, keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya.
Manfaat Keterampilan belajar adaalah membuka pelajaran dalam pembelajaran terpadu dapat memberi manfaat untuk memantapkan mental siswa memasuki kegiatan inti pembelajaran dan keterampilan menutup pelajaran dalam pembelajaran terpadu dapat memberi manfaat untuk memantapkan pemahaman siswa terhadap proses dan hasil belajar yang telah dilaluinya.
Keterampilan membuka pelajaran adalah usaha guru untuk mengkondisikan mental peserta didik agar siap dalam menerima pelajaran. Dalam membuka pelajaran  peserta didik harus mengetahui tujuan yang akan dicapai dan langkah-langkah yang akan ditempuh.
Keterampilan menutup pelajaran adalah keterampilan guru dalam mengakhiri kegitan inti pelajaran. Dalam menutup pelajaran, guru dapat menyimpulkan materi pelajaran, mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan guna dalam proses belajar mengajar
Keterampilan dasar mengajar yang harus ada pada seorang tenaga pengajar atau pendidik dapat dibedakan menjadi 8 jenis keterampilan yaitu sebagai berikut: Keterampilan bertanya, keterampilan menjelaskan, modeling, demonstrasi, membangun kolaborasi, keterampilan memberi penguatan, memberikan variasi, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.

BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengertian Keterampilan Dasar Mengajar
Keterampilan dasar mengajar  (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (most specific instructional behaviors) yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur atau widyaiswara agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif dan efisien. Dengan demikian, keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya.
Dalam mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang tenaga pengajar, yaitu;
1) Menguasai materi atau bahan ajar yang akan diajarkan
2) Menguasai metodologi atau cara untuk membelajarkannya
Keterampilan dasar mengajar termasuk kedalam aspek no 2 yaitu cara membelajarkan siswa. Keterampilan dasar mengajar mutlak harus dimiliki dan dikuasai oleh tenaga pengajar, karena dengan keterampilan dasar mengajar memberikan pengertian lebih dalam mengajar. Mengajar bukan hanya sekedar proses menyampaikan materi saja, tetapi menyangkut aspek yang lebih luas seperti pembinaan sikap, emosional, karakter, kebiasaan dan nilai-nilai.[1]

B. Manfaat keterampilan dasar mengajar
Keterampilan membuka pelajaran dalam pembelajaran terpadu dapat memberi manfaat untuk: [2]
1.    Memantapkan mental siswa memasuki kegiatan inti pembelajaran
2.    Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran
3.    Memberikan gambaran yang jelas tentang aktivitas belajar yang akan dilakukan
4.    Menyadarkan siswa akan adanya keterkaitan antara pengalaman yang sudah dimiliki dengan tema yang akan dipelajari
Keterampilan menutup pelajaran dalam pembelajaran terpadu dapat memberi manfaat untuk:
1.    Memantapkan pemahaman siswa terhadap proses dan hasil belajar yang telah dilaluinya
2.    Mengetahui tingkat keberhasilan dari pelaksanaan pembelajaran terpadu
3.    Menetapkan kegiatan tindak lanjut yang harus dilakukan siswa untuk mengembangkan kompetensi yang telah dikuasainya

C. Jenis-Jenis Keterampilan Dasar Mengajar
Keterampilan dasar mengajar yang harus ada pada seorang tenaga pengajar atau pendidik dapat dibedakan menjadi 8 jenis keterampilan. Keterampilan dasar mengajar tersebut adalah sebagai berikut:[3]
1. Keterampilan Bertanya
a. Pengertian keterampilan bertanya
Bertanya merupakan suatu unsur yang selalu ada dalam proses komunikasi, termasuk dalam komunikasi pembelajaran. Keterampilan bertanya merupakan ucapan atau pertanyaan yang dilontarkan guru sebagai stimulus untuk memunculkan atau menumbuhkan jawaban(respon) dari peserta didik.
b. Tujuan keterampilan bertanya :
1)   Memotivasi peserta didik agar terlibat dalam interaksi belajar
2)   Melatih kemampuan mengutarakan pendapat
3)   Merangsang dan meningkatkan kemampuan berfikir peserta didik
4)   Melatih peserta didik berfikir divergen dalam  mencapai tujuan belajar
c. Jenis-jenis pertanyaan
1)   Pertanyaan langsung, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada salah satu peserta didik
2)   Pertanyaan umum dan terbuka, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada seluruh kelas
3)   Pertanyaan retorik, yaitu pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban
4)   Pertanyaan faktual, yaitu pertanyaan untuk menggali fakta dan informasi
5)   Pertanyaaan yang diarahkan kembali, yaitu pertanyaan yang dikembalikan kepada peserta didik atas pertanyaan peserta didik lain
6)   Pertanyaan memimpin (Leading Question) yaitu pertanyaan yang jawabannya tersimpul dalam pertanyaan itu sendiri
d. Prinsip-prinsip bertanya
1)   Pertanyaan hendaknya mengenai satu masalah saja. Berikan waktu berfikir kepada peserta didik
2)   Pertanyaan hendaknya singkat, jelas dan disusun dengan kata-kata yang sederhana
3)   Pertanyaan didistribusikan secara merata kepada para peserta didik
4)   Pertanyaan langsung sebaiknya diberikan secara random
5)   Pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan peserta didik
6)   Sebaiknya hindari pertanyaan retorika atau leading question.
e. Teknik-teknik dalam bertanya
1)   Tekhnik menunggu
2)   Tekhnik menguatkan kembali
3)   Tekhnik menuntun dan menggali
4)   Tekhnik mekacak

2. Keterampilan Menjelaskan
a. Pengertian keterampilan menjelaskan
Keterampilan menjelasakan adalah suatu keterampilan menyajikan bahan belajar yang diorganisasikan secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang berarti, sehingga mudah dipahami para peserta didik.
b. Prinsip-prinsip menjelaskan
1)   Penjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik
2)   Penjelasan harus diselingi tanya jawab
3)   Materi penjelasan harus dikuasai secara baik oleh guru
4)   Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran
5)   Materi penjelasan harus bermanfaat dan bermakna bagi peserta didik
6)   Dapat menjelaskan harus disertai dengan contoh-contoh yang kongkrit dan dihubungkan dengan kehidupan

c. Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menjelaskan
1)   Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan harus sederhana, terang dan jelas
2)   Bahan yang akan diterangkan dipersiapkan dan dikuasai terlebih dahulu
3)   Pokok-pokok yang diterangkan harus disimpulkan
4)   Dalam menjelaskan serta dengan contoh dan ilustrasi
5)   Adakan pengecekan terhadap tingkat pemahaman peserta didik melalui pertanyaan-pertanyaan.

3. Modeling
Dalam modeling guru mengajar dengan bantuan model-model.  Model-model dapat merupakan alat peraga dua dimensi seperti gambar, foto, grafik, peta, dena. Atau alat peraga tiga dimensi seperti globe atau bola dunia, boneka dalam pembelajaran matematika.
Penggunaan metode sangat penting, misalnya: menggunakan boneka atau boneka dari karet yang diberi pemberat bagian bawahnya sehingga lentur dan jika ditekan, dipukul, ditendang, didorong dan sebagainya akan kembali keposisi semula, serta manusia model misalnya orang yang berperan sebagai badut. Intinya model bukan benda sesungguhnya tetapi mirip atau menyerupainya.
4. Demonstrasi
            Demonstrasi artinya guru menunjukkan prilaku dan sifat-sifat sesuatu, mencoba sesuatu dihadapan siswa tanpa ada keharusan bagi siswa untuk mencobanya sendiri. Demostrasi dapat dilakukan guru didalam kelas, didalam laboratorium atau bahkan diluar kelas, dan dibawah udara terbuka, di taman, kebun dan lain sebagainya. Demonstrasi dapat dilakukan dengan atau tanpa alat peraga.
            Demonstrasi dengan alat peraga banyak sekali macamnya, sedangkan demonstrasi tanpa alat peraga biasanya menggunakan bahasa tubuh atau gerakan tubuh tertentu. Misalnya, guru mendemonstrasikan cara bernapas yang baik, guru menunjukkan berbagai latihan fisik untuk merangsang kesegaran otak.
5. Membangun Kolaborasi
Kolaborasi dalam kelompok kecil terbukti sebagai cara pembelajaran paling efektif. Kolaborasi akan efektif jika ruang kelas di tata sedemikian rupa sehingga tidak menggambarkan situasi klasikal, tetapi dapat berbentuk setenagh lingkaran hurup U, kelompok tatap muka, double setengah lingkaran dan lain sebagainya. Intinya ciptakan suasana ineteraktif, siswa aktif dan komunikasi walau memliki kemiripan dan berbeda dengan kooperatif.

6. Keterampilan Memberi Penguatan
a. Pegertian keterampilan memberi penguatan
Memberi penguatan atau reincorcement merupakan tindakan atau respon terhadap suatu bentuk perilaku yang dapat mendorong munculnya peningkatan kualitas tingkah laku tersebut di saat yang lain.
b. Tujuan penggunaan keterampilan memberi penguatan :
1)   Menimbulkan perhatian peserta didik
2)   Membangkitkan motivasi belajar peserta didik
3)   Menumbuhkan kemampuan berinisiatif secara pribadi
4)   Merangsang peserta didik berfikir yang baik
5)   Mengembalikan dan mengubah sikap negatif peserta dalam belajar ke arah perilaku yang mendukung belajar
c. Jenis-jenis penguatan
1)   Penguatan Verbal
2)   Penguatan Gestural
3)   Penguatan dengan cara mendekatinya
4)   Penguatan dengan cara sambutan
5)   Penguatan dengan memberikan kegiatan yang menyenangkan
6)   Penguatan berupa tanda atau benda
d. Prinsip-prinsip penguatan
1)   Dilakukan dengan hangat dan semangat
2)   Memberikan kesan positif kepada peserta didik
3)   Berdampak terhadap perilaku positif
4)   Dapat bersifat pribadi atau kelompok
5)   Hindari penggunaan respon negative
7.   Memberikan Variasi
Variasi ini dapat dilakukan melalui enam cara sebagaimana dijelaskan dibawah ini.
a.    Variasi suara. Variasi suara dapat dilakukan seperti perubahan nada suara dari keras menjadi lemah, dan tinggi menjadi rendah, cepat menjadi lambat, dari suara gembira menjadi sedih.
b.    Memusatkan perhatian. Pemusatan dengan lisan diikuti dengan syarat seperti menunjuk pada gambar yang tergantung di dinding atau papan tulis dan sebagainya. Untuk memfokuskan perhatian siswa pada suatu aspek kunci guru dapat menggunakan atau memberikan peringatan dengan bentuk kata-kata. Misalnya: “perhatikan baik-baik”, “jangan lupa ini dicatan baik-baik”, dan sebagainnya.
c.    Membuatan kesenyapan sejenak. Kesenyapan adalah suatu keadaan atau diam secara tiba-tiba ditengah-tengah kegiatan pembelajaran atau saat menerangkan sesuatu. Kesenyapan tersebut merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian siswa. Kesenyapan ada untuk memberi waktu berfikir, supaya siswa bisa mengingat kembali informasi-informasi yang mungkin ia hafal, sehingga bisa menjawab pertanyaan guru dengan baik dan tepat.
d.   Mengadakan kontak. Saat guru berbicara atau berinteraksi dengan siswa, sebaiknya pandangan guru menjelajahi seluruh kelas dan melihat kemata siswa untuk menunjukkan hubungan yang intim dengan mereka. Kontak pandang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi (seperti membesarkan mata tanda tercengang), atau dapat juga digunakan untuk mengetahui pengertian dan pemahaman siswa.
e.    Variasi gerakan badan dan mimik. Suatu gerakan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan guru pada saat menerangkan materi yang disampaikan, dan hal itu tidak boleh terlalu berlebihan. Begitu juga dengan ekspresi wajah-wajah yang merupakan alat komunikasi yang kuat. Misalnya: memasang ekspresi wajah yang penuh semangat, ceria dan mendukung suasana belajar yang kondusif agar siswa tertarik dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan.
f.     Mengubah posisi dengan gerak. Perpindahan posisi, selain bermanfaat bagi guru agar tidak jenuh, juga agar perhatian siswa tidak monoton. Sebaiknya pergerakan atau perpindahan posisi guru didasarkan pada tujuan, misalnya karena sebwlah kanan kelas terdapat siswa yang ribut, maka dengan perpindahan posisi guru kesebelah kanan dapat mengurangi atau menghentikan kegaduhan siswa.
Setiap anak didik mempunyai kemampuan indera yang sama, baik pendengaran maupn penglihatannya, demikian juga kemampuan berbicara. Ada yang lebih enak dan senang membaca, dan sebaliknya. Dengan variasi penggunaan media, kelemahan media yang dimiliki setiap anak didik, misalnya guru dapat menulis di papan tullis, dilanjutkan dengan melihat contoh konkret. Dengan variasi seperti itu dapat memberi stimulasi terhadap indera anak didik.
1)   Variasi media pandang (visual).
penggunaan media pandang memiliki keuntungan sebagai berikut: 1) Membantu secara konkret konsep berpikir, dan mengurangi respons yang kurang bermanfaat; 2) Memiliki perhatian anak didik secara potensial pada tingkat yang tinggi; 3) Dapat membuat hasil belajar yang riil yang akan mendorong kegiatan mandiri anak didik; 4) Mengembangkan cara berpikir berkesinambungan, seperti halnya dalam film; 5) Memberi pengalaman yang tidak mudah dicapai oleh alat lain; 6) Memberi frekuensi kerja lebih dalam dan variasi belajar.
2)   Variasi media dengar (audio).
Variasi dalam penggunaan media dengar memerlukan sekali saling bergantian atau kombinasi dengan media pandang dan media taktil. Ada sejumlah media dengar yang dapat dipakai diantaranya ialah pembicaraan anak didik, rekaman bunyi dan suara, rekaman musik, rekaman drama, wawancara, bahakan rekaman suara ikan lumba-lumba, yang semuanya itu dapat memiliki relevan dengan pelajaran.
3)   Variasi alat yang dapat didengar, dilihat, dan diraba (audio-visual aids). Penggunaan alat jenis ini merupakan tingkat yang paling tinggi, karena melibatkan semua indera yang dimiliki. Hal ini sangat dianjurkan dalam proses belajar mengajar. Media yang termasuk AVA ini misalnya film, televisi, radio,slide projector.
4)   Variasi alat yang dapat diraba, dimanipulasi, dan digerakkan (motorik). Penggunaan alat yang termasuk kedalam jenis ini akan mampu menarik perhatian siswa, dan dapat melibatkan siswa dalam membentuk dan memperagakan kegiatannya, baik secara perorangan ataupun kelompok. Misalnya peragaan yang dilakukan oleh guru atau siswa, model, spesimen, patung, topeng, dan boneka.
8.   Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
a. Pengertian mengajar kelompok kecil dan perorangan
Keterampilan mengajar kelompok kecil adalah kemampuan guru melayani kegiatan peserta didik dalam belajar secara kelompok dengan jumlah peserta didik berkisar antara 3 hingga 5 orang atau paling banyak 8 orang untuk setiap kelompoknya.
Sedangkan keterampilan dalam pengajaran perorangan atau pengajaran individual adalah kemampuan guru dalam mennetukan tujuan, bahan ajar, prosedur dan waktu yang digunakan dalam pengajaran dengan memperhatikan tuntutan-tuntutan atau perbedaan-perbedaan individual peserta didik.
b. Tujuan guru mengembangkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan adalah :
1)   Keterampilan dalam pendekatan pribadi
2)   Keterampilan dalam mengorganisasi
3)   Keterampilan dalam membimbing belajar
4)   Keterampilan dalam merencakan dan melaksanakan KBM

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Keterampilan dasar mengajar  (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (most specific instructional behaviors) yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur atau widyaiswara agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif dan efisien. Dengan demikian, keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya.
Keterampilan membuka pelajaran adalah usaha guru untuk mengkondisikan mental peserta didik agar siap dalam menerima pelajaran. Dalam membuka pelajaran  peserta didik harus mengetahui tujuan yang akan dicapai dan langkah-langkah yang akan ditempuh.
Keterampilan menutup pelajaran adalah keterampilan guru dalam mengakhiri kegitan inti pelajaran. Dalam menutup pelajaran, guru dapat menyimpulkan materi pelajaran, mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan guna dalam proses belajar mengajar.
Berikut keterampilan dasar mengajar, yaitu keterampilan bertanya, keterampilan menjelaskan, modeling, demonstrasi, Membangun Kolaborasi, keterampilan memberikan variasi, Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan.

B. Saran
Pada kenyataannya saat ini banyak para guru yang mengajar dengan pola tradisional dan mengabaikan keterampilan- keterampilan yang sangat mendasar ini. Maka saran dari kami seorang guru haruslah memiliki keterampilan dalam mengajar agar para peserta didik dapat memahami pembelajaran dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA
Sumantri, Mulyana. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Maulana.
Suyono. 2011. Belajar dan Pembelajaran.  Surabaya: Rosda.
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.




 

MAKALAH KEWARGANEGARAAN "SILA-SILA BERBANGSA"



MAKALAH 
MEMAHAMI SILA-SILA PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA, BERNEGARA DAN BERMASYARAKAT

PENDAHULUAN 

    A.    Latar Belakang
Bagi suatu negara, dasar negara merupakan hal yang sangat penting. Karena dasar negara merupakan pegangan atau pedoman bagi suatu negara untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, dan juga pedoman yang menentukan cara bagaimana negara yang menjalankan fungsi-fungsinya dalam mencapai berbagai macam tujuan negara, oleh karena itu setiap negara pasti mempunyai dasar negaranya masing-masing, yang nilai- nilainya sesuai dengan budaya atau kebiasaan atau kepribadian yang melekat di negara tersebut, yang menjadikannya sebagai identitas di negara tersebut.
Di indonesia sendiri dasar negara yang dianut adalah pancasila, pancasila merupakan ideologi dasar bagi bangsa indonesia, pancasila sebagai dasar negara berasal dari bahasa sanskerta yaitu dari kata panca yang berarti lima, dam sila yang berarti dasar dari kata tersebut saja dapat kita definisikan bahwa pancasila merupakan 5 nilai-nilai dasar yang menjadi landasan suatu negara.
Pancasila merupakan cerminan nilai-nilai bangsa indonesia sejak jaman dulu, dan nilai-nilai tersebutlah yang dijadikan sebagai pemecah dari berbagai permasalahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, hal tersebut juga berarti bahwa nilai-nilai pancasila mencakup segala hal tentang kenegaraan, termasuk mengatur tingkah laku, norma-norma, batasan-batasan dalam penyelenggaraan negara, jadi apapun yang kita lakukan tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
Oleh karerna itu penting untuk kita memahami tentang etika berbangsa dan bernegara, sebab itu pula dibentuklah hukum yang mengandung aturan-aturan agar warga negaranya dapat menjalankan nilai-nilai pancasila dengan baik dan benar yaitu Undang Undang Dasar 1945 sebagai hukum tertulis
     
     B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pancasila sebagai dasar negara indonesia?
2.      Bagaimana implementasi sila pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di indonesia ?
3.       Apa saja implementasi tiap sila-sila dalam pancasila di kehidupan sehari-hari?
4.      Bagaimana peran pancasila sebagai sumber etika?
    C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui makna pancasila sebagai dasar negara dan makna pancasila sebagai sumber etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
2.      Mengorientasikan pengenalan pancasila sebagai sumber etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bidang civitas akademika.
3.      Membantu memberikan penyadaran tentang arti penting tegaknya etika dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegar

     A.    Pancasila Sebagai Nilai Dasar Fundamental
Pancasila sebagai nilai dasar yang fundamental adalah seperangkat nilai-nilai terpadu berkenaan dengan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Apabila kita memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan 1945, maka hakikatnya nilai-nilai pancasila tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Pokok pikiran pertama, negara indonesia adalah negara persatuan, yaitu negara yang melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia. Negara mengatasi segala paham golongan dan perseorangan. Ini merupakan penjabaran dari sila ketiga
2.      Pokok pikiran kedua, menyatakan bahwa negara hendak menunjukkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dalam hal ini negara berkewajiban mewujudkan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pokok pikiran ini penjabaran dari sila kelima.
3.      Pokok pikiran ketiga, menyatakan negara berkedaulatan rakyat, berdasarkan kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan. Pokok pikiran menjujukan negara indonesia demokrasi, yaitu kedaulatan di tangan-tangan sesuai dengan sila keempat.
4.      Pokok pikiran keempat, menyatakan berdasarkan atas ketuhanan yang maha esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Pokok pikiran ini sebagai penjabaran sila pertama dan kedua.

Uraian diatas menunjukkan bahwa pancasila dan pembukaan UUD 1945 dapat dinyatakan sebagai pokok-pokok kaidah negara yang fundamental, karena didalamnya terkandung pula konsep-konsep sebagai berikut :
1.     
Dasar-dasar pembentukan negara, yaitu tujuan negara, asas politik negara ( negara republik indonesia dan berkedaulatan rakyat)dan asas kerohanian negara (pancasila).
2.      Ketentuan diadakannya undang-undang dasar, yaitu pancasila maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan indonesia dalam suatu undang-undang dasar negara indonesia. Hal ini menunjukkan adanya sumber hukum.

Nilai dasar yang fundamental negara dalam hukum mempunyai hakikat dan kedudukan yang tetap kuat dan tidak berubah, dalam arti dengan jalan hukum apapun tidak mungkin lagi untuk diubah. Berhubungan dengan pembukaan UUD 1945 itu memuat nilai-nilai dasar yang fundamental, maka pembukaan UUD 1945 yang didalamnya terdapat pancasila tidak dapat diubah secara hukum. Apabila terjadi perubahan berarti pembubaran negara proklamasi 17 agustus 1945.
Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta berbagai filsafat hidup bangsa indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis fundamental dan menyeluruh. Sila-sila pancasila merupakan suatu kesatuan yang bulat dan utuh hierarkis dan sistematis.
Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama, maka dalam hidup kenegaraan harus mewujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga, sehingga untuk mewujudkan tujuan seluruh warganya harus dijamin berdasrakan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (kehidupan sosial) (hakikat silakelima). Nilai-nilai inilah yang merupakan suatu nilai dasar bagi kehidupan kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan.
   A.    Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia
a.       Pengertian ideologi
Istilah ideologi berasal dari kata “idea” yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar cita-cita dan “logos” berati ilmu.
Pengertian ideologi menurut beberapa pendapat :
·      
Kamus bahasa indonesia
Ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. Atau cara berfikir seseorang atau suatu gagasan.
·         Kalk mark
Ideologi adalah dalam arti khusus yaitu ideologi digolongkan bersama dengan agama, filsafat dan moral.
      Pengertian ideologi secara umum dapat dikatakan sebagai kumpulan gagasan,idea, keyakinan, kepercayaan, yang menyeluruh dan sistematis yang menyangkut bidang politik (termasuk pertahanan dan keamanan), bidang sosial, bidang kebudayaan, dan bidang keagamaan.
b.      Ideologi terbuka
Ideologi terbuka merupakan suatu pemikiran terbuka. Ideologi terbuka merupakan perkembangan terbaru dalam pemikiran konseptual mengenai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tetapi juga karena pemahaman yang tepat terhadap implikasi ideologi terbuka itu amat itu dalam menjawab perkembangan masyarakat, IPTEK dimasa sekarang dan mendatang.
Ciri- ciri ideologi terbuka :
·         Bahwa isinya tidak operasional
Bahwa nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri. Senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan aspirasi pemikiran serta akselerasi dalam masyarakat, dalm mewujudkan cita-citanya untuk hidup berbangsa dalam mencapai harkat dan manfaat kemanusiaan.
c.       Ideologi tertutup
Ideologi tertutup merupakan suatu pemikiran tertutup.
5
Ciri-ciri ideologi tertutup:
·         Bersifat totaliter, artinya mencakup atau mengurusi semua bidang kehidupan.
·         Cita-cita sebuah kelompok yang digunakan sebagai dasar untuk mengubah masyarakat.
·         Pluralisme pandangan dan kebudayaan ditiadakan 
       B.     Sila-sila dari pancasila
Sila Pertama : Menunjukkan bahwa Tuhan adalah sebab pertama dari segala sesuatu, Yang Maha Esa, dan segala sesuatu bergantung kepada-Nya, maka manusia Indonesia akan mengembangkan toleransi antar umat beragama, toleransi sesama umat beragama, dan toleransi antar umat beragama dengan negaranya. Tidak akan memaksakan agama kepada pemeluk agama lain. Bangsa indonesia bukan bangsa yang sekuler atau memisahkan agama dan negara. Indonesia juga bukan negara agama yang mendasarkan kepada agama tertentu.
Sila kedua : manusia memiliki hakikat pribadi yang mono-pluralis terdiri atas susunan kodrat jiwa raga, serta berkedudukan sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri dan makhluk tuhan yang maha esa. Nilai luhur kemanusiaan akan menumbuhkan sikap tepasalira, menghormati hak asasi manusia, anti penjajahan, mengutamakan kebenaran dan keadilan, mencintai sesama manusia, tenggang rasa dan sebagainya. Negara memberi kebebasan untuk menentukan jumlah anak, akan tetapi program keluarga berencana merupakan program pemerintah agar warga negara lebih bertanggung jawab pada generasi mendatang.
Sila ketiga : berupa pengakuan terhadap hakikat satu tanah air satu bangsa dan negara indonesia, tidak dapat dibagi sehingga seluruhnya merupakan suatu keseluruhan dan keutuhan . nilai luhur persatuan terkandung didalamnya cinta tanah air, tidak membeda-bedakan sesama warga negara indonesia,cinta perdamaian dan kesatuan, tidak mengagung-agungkan bangsa sendiri, suku dan daerah tertentu.
6
Sila keempat : menjunjung dan mengakui adanya rakyat yang meliputi keseluruhan jumlah semua orang warga dalam lingkungan daerah atau negara tertentu yang segala sesuatunya berasal dari rakyat dilaksanakan oleh rakyat dan diperuntukkan untuk rakyat. Nilai luhur kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Antara lain terkandung makna cinta permusyawaratan, cinta demokrasi, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, menghindari kekerasan dalam menyelesaikan masalah, tidak mementingkan diri sendiri, cinta kebersamaan dan sebagainya.
Sila kelima : mengakui hakikat adil berupa pemenuhan segala sesuatu yang berhubungan dengan hak dalam hubungan hidup kemanusiaan. Nilai luhur yang terkandung didalamnya adalah mencintai keadilan sosial, cinta kekeluargaan, suka bekerja keras, menghormati kedaulatan bangsa lain, dan menganggap bangsa lain sederajat.

      C.    Implementasi sila-sila pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat
Implementasi pancasila dalam kehidupan masyarakat pada hakikatnya merupakan suatu realisasi praksis untuk mencapai tujuan bangsa. Adapun pengimplementasian tersebut dirinci dalam berbagai macam bidang antara lain :
1.      Implementasi pancasila dalam bidang politik
Pembangunan dan pengembangan bidang politik harus mendasarkan pada dasar ontologis manusia. Hal ini didasarkan pada kenyataan objektif bahwa manusia adalah sebagai subjek negara, oleh karena itu kehidupan politik harus benar-benar merealisasikan tujuan demi harkat dan martabat manusia. Pengembangan politik negara terutama dalam proses reformasi dewasa ini harus mendasarkan pada moralitas sebagaimana tertuang dalam sila-sila pancasila dan esensinya sehingga praktek-praktek politik yang menghalalkan segal cara harus segera diakhiri.
2.      Implementasi pancasila dalam bidang ekonomi
7
Didalalam dunia ilmu ekonomi terdapat istilah yang kuat yang menang, sehingga lazimnya pengembangan ekonomi mengarah pada persaingan bebas dan jarang mementingkan moralitas kemanusiaan. Hal ini tidak sesuai dengan pancasila yang lebih tertuju kepada ekonomi kerakyatan yaitu ekonomi yang humanistic yang mendasarkan pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secara meluas (Mubyarto, 1999). Pengembangan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja melsinksn demi kemanusiaan , demi kesejahteraan seluruh masyarakat. Maka sistem ekonomi indonesia mendasarkan atas kekeluargaan seluruh bangsa.
3.      Implementasi pancasila dalam bidang sosial dan budaya
Dalam pembangunan dan pengembangan aspek sosial budaya hendaknya didasarkan atas sistem nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki masyarakat tersebut. Terutama dalam rangka bangsa indonesia melakukan segala reformasi di segala bidang dewasa ini. Sebagai anti-klimaks proses teformasi dewasa ini sering kita saksikan adanya stagnasi nilai sosial budaya dalam masyarakat sehingga tidak mengherankan jikalau diberbagai wilayah indonesia saat ini terjadi berbagai gejolak yang sangat memprihatinkan antara lain amuk massa yang cenderung anarkis, bentrok antara kelompok masyarakat satu dengan yang lainnya yang muaranya adalah masalah politik.
Oleh karena itu dalam pengembangan sosial budaya pada masa reformasi dewasa ini kita harus mengangkat nilai-nilai yang dimiliki bangsa indonesia sebagai dasar nilai yaitu nilai-nilai pancasila itu sendiri. Dalam prinsip etika pancasila pada hakikatnya bersifat humanistic, artinya nilai-nilai pancasila mendasarkan pada nilai yang bersumber pada harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya.

 
4.      Implementasi pancasila dalam bidang pertahanan dan keamanan
Negara pada hakikatnya adalah merupakan suatu masyarakat hukum. Demi tegaknya hak-hak negara maka diperlukan peraturan perundang-perundangan negara baik dalam rangka mengatur ketertiban warga maupun dalam rangka melindungi hak-hak warganya.
 
      A.    Kesimpulan
Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara republik indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara republik indonesia. Maka warga  indonesia menjadikan pengamalan pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan. Oleh karena itu, pengalamannya harus dimulai dari setiap warga indonesia, setiap penyelenggara negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengalaman pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik dipusat maupun di daerah.
Oleh karena pancasila sebagai dasar negara harus dikembalikan pada tercapainya harkat dan martabat manusia sebagai pendukung pokok negara. Dasar-dasar kemanusiaan yang beradab merupakan basis moralitas pertahanan dan keamanan negara.
Oleh karena itu pertahanan dan keamanan negara harus mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila pancasila dan akhirnya agar benar-benar negara meletakkan pada fungsi yang sebenarnya sebagai suatu negara hukum dan bukannya suatu negara yang berdasarkan atas kekuasaan.
     B.     Saran

Dari makalah ang kami singkat ini mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua umumnya kami kami pribadi. Yang baik datangnya dari Allah dan yang buruk datangnya dari diri kami sendiri. Dan kami sadar bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, masih banyak kekurangan dari makalah ini, jadi kami harapkan saran dan kritiknya yang bersifat membangun,untuk perbaikan makalah-makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Sobirin. (2007) Budaya Organisasi. Yogyakarta, Unit Penerbit Dan Percetakan
Darwis, Ranidar (2008). Hukum Adat. Bandung: Laboratorium PKn UPI
Dasim, Budimansyah. (2010). Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Karakter Bangsa . Bandung: Widya Aksara Press
Djahiri, Achmad Kosasih. (2006), Esensi Pendidikan Nilai-Moral dan PKN di Era Globalisasi, Bandung: Lab PKn UPI.
Djahiri, Achmad Kosasih. (1985). Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral VCT Dan Games Dalam VCT. Bandung: Jurusan Pendidikan Moral Pancasila dan Kewargaan Negara FPIPS IKIP Bandung.
Somantri, M. N. 2001, Menggagas Pembaharuan Pendidikan PKn. Bandung: Remaja Rosda Karya dan PPS UPI
Moleong, (2005). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja. Rosdakarya.
Nasution, S. (2003). Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif . Bandung: Tarsito Agung.
Sukadi (2006) Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Budaya Spiritual Sebagai Yadnya (Perwujudan Dharma Agama dan Dharma Negara Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha; Makalah.
Sabigin, Cecep Dudi Muklis. (2009). Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: CV Insan mandiri.
Somantri, M. N. 2001, Menggagas Pembaharuan Pendidikan PKn. Bandung: Remaja Rosda Karya dan PPS UPI
Sugiyono, (2011). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitaif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...