Sabtu, 06 Juli 2019

ARTIKEL YAKULT PELOPOR PROBIOTIK

ARTIKEL YAKULT PELOPOR PROBIOTIK

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Yakult (Yakuruto)  adalah minuman susu fermentasi, yang dibuat dengan cara memfermentasi susu bubuk skim yang mengandung bakteri asam laktat hidup Lactobacillus casei Shirota strain.
Pada tahun 1930, Dr. Minoru Shirota, pendiri perusahaan Yakult, telah berhasil mengkulturkan berbagai jenis bakteri asam laktat dan memilih satu jenis bakteri yang bersifat paling tahan terhadap cairan pencernaan.
Di samping itu, Dr. Minoru Shirota juga memperkuatnya sehingga menjadi strain baru yang unggul. Karena itu, berbeda dengan bakteri lain, bakteri ini dapat menaklukkan berbagai hambatan fisiologis seperti asam lambung dan cairan empedu sehingga dapat mencapai dan bertahan hidup dalam usus manusia.
Dari dalam usus bakteri ini membantu meningkatkan kesehatan kita dengan cara mengaktifkan sel-sel kekebalan, meningkatkan jumlah bakteri berguna, dan mengurangi jumlah bakteri yang merugikan.
B.     Falsafah Yakult
Yakult hadir untuk “Meningkatkan kesehatan setiap orang yang memerlukannya dengan biaya terjangkau”. Dasar pemikiran ini bersama dengan prinsip “Mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati“ dan “Usus yang sehat menyebabkan panjang umur“ adalah falsafah pendiri Yakult, Dr. Minoru Shirota. Walaupun waktu berlalu dan banyak perubahan dalam masyarakat, kami di Yakult tetap memegang teguh tiga falsafah yang disebut Shirota-ism ini. Bahkan falsafah ini selalu menjadi dasar bagi kekuatan seluruh aktifitas Yakult yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan umat manusia. 
C.    Sejarah Yakult
Sejarah Yakult diawali lebih dari 70 tahun yang lalu, saat ditemukannya satu jenis bakteri asam laktat yang mempunyai manfaat oleh Dr. Minoru Shirota, seorang dokter dan peneliti di bidang mikrobiologi. Setelah berhasil dikulturkan, bakteri bermanfaat Lactobacillus casei Shirota strain ini, digunakan untuk meningkatkan kesehatan kita melalui produk Yakult.
Untuk menerapkan Shirota-ism, dimulai dari Jepang Yakult terus menyebarluaskan manfaat Yakult ke seluruh dunia. Diluar Jepang Yakult mulai diproduksi dan dipasarkan di Taiwan pada tahun 1964, kemudian diikuti dengan hal yang sama di negara-negara lainnya di Asia, Australia dan Eropa. Sampai saat ini jaringan global Yakult berkembang meliputi 27 negara dan dikonsumsi sebanyak 25 juta botol setiap hari.
Melalui penggalian terhadap ilmu pengetahuan, Yakult terus berusaha menemukan cara baru untuk membuat hidup kita lebih sehat dan berkualitas. Untuk mendukung aktifitas ini pada tahun 1967 telah didirikan lembaga pusat Yakult untuk penelitian mikrobiologi (Yakult Central Institute for Microbiological Research) di Tokyo.
Institut ini telah menghasilkan sejumlah penelitian dengan hasil yang memuaskan. Beberapa penelitian juga telah disebarluaskan kepada masyarakat. Untuk usaha-usaha tersebut, institut ini telah mendapatkan sejumlah penghargaan.
Di institut ini, berlandaskan falsafah Shirota-ism, para peneliti mengabdi untuk mengekplorasi kemungkinan pemanfaatan bakteri berguna untuk meningkatkan kesehatan manusia. Inilah visi Yakult terhadap “life science“. Penelelitian yang dilakukan di Yakult Central Institute meliputi :
·         Penelitian dan pengembangan produk-produk makanan.
·         Penelitian dan pengembangan produk kosmetik.
·         Penelitian dan pengembangan produk farmasi.
·         Penelitian bakteri usus.
·         Penelitian dan pemberdayaan bahan-bahan bioaktif.
·         Penelitian bioteknologi.
·         Test keamanan untuk produk dan bahan baku

D.    Manfaat Meminum Yakult
Dengan mengkonsumsi Yakult setiap hari berarti kita memasukkan sekurang-kurangnya 6,5 milyar bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup kedalam usus kita.
Usus kita memainkan peran yang penting dalam kesehatan kita. Bahkan proses penuaanpun dimulai dari usus. Karena itu yang terpenting dalam menjaga kesehatan adalah menjaga kesehatan usus.
Manfaat Yakult adalah terletak pada bakterinya yang mampu hidup sampai usus kita karena itu bakteri ini dapat memberikan manfaat seperti:
1.      Mencegah gangguan pencernaan
2.      Meningkatkan daya tahan tubuh
3.      Meningkatkan jumlah bakteri berguna dalam usus
4.      Mengurangi racun dalam usus
5.      Membatasi jumlah bakteri yang merugikan dalam usus.

E.     Yakult Adalah Pelopor Probiotik
Diabad 20 ilmu kedokteran mencatat perkembangan yang penting dengan ditemukannya antibiotik. Tetapi ternyata abad ini juga ditandai dengan masalah-masalah penyakit kanker, jantung dan diabetes. Dengan kata lain bahwa penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan tetapi lebih melalui perbaikan gaya hidup. Hal ini menjadikan abad 21 sebuah abad dimana pengobatan preventif menjadi fokus perhatian.
Karena komitmennya terhadap bidang pengobatan preventif, Dr. Minoru Shirota berusaha meneliti pemanfaatan mikroorganisme untuk mencegah penyakit di laboratorium mikrobiologi Kyoto Imperial University, School of Medicine.
Pada tahun 1930, usaha keras ini menjadikannya orang pertama di dunia yang berhasil menciptakan strain baru Lactobacillus casei yang unggul, dapat melewati asam lambung dan cairan empedu, mampu mencapai usus dalam keadaan hidup sehingga bermanfaat untuk mencegah gangguan kesehatan. Bakteri ini dinamakan Lactobacillus casei Shirota strain. Meski saat itu ilmu pengobatan preventif kurang menjadi perhatian para ahli kesehatan, tetapi Dr. Shirota selalu menekankan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, beliau juga menyampaikan ide mencegah gangguan pencernaan dan menjaga usus tetap sehat adalah kunci menuju hidup sehat dan panjang umur.
Setelah sukses dengan penemuannya, Dr. Shirota menciptakan minuman susu fermentasi yang mengandung Lactobacillus casei Shirota strain hidup yang dinamakan Yakult. Dr. Shirota bercita-cita agar manfaat Yakult dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di dunia. Karena itu selain dibuat dengan harga terjangkau, sejak tahun 1964 Yakult mulai diproduksi dan dipasarkan di Taiwan, kemudian negara Asia lainnya, Australia dan dipasarkan di Eropa tahun 1990-an.
Walaupun awalnya hanya dipandang sebelah mata oleh para ahli di Eropa, tetapi setelah manfaatnya dapat dirasakan, perhatian terhadap Lactobacillus casei Shirota strain meningkat. Istilah probiotik pun menjadi populer terutama setelah media masa tertarik oleh hasil penelitian kerjasama antara Yakult dengan universitas-universitas di Eropa. Sejak saat itu dunia kesehatanpun berpaling ke konsep pencegahan penyakit melalui konsumsi probiotik secara teratur dan peningkatan kesehatan dengan probiotik dilakukan setiap hari oleh 25 juta orang di 27 negara diseluruh dunia.

F.     Apakah Probiotik Itu ?
Probiotik berasal dari kata probios,yang dalam ilmu biologi berarti untuk kehidupan. Probiotik adalah pangan mengandung mikroorganisme hidup yang secara aktif meningkatkan kesehatan dengan cara memperbaiki keseimbangan flora usus jika dikonsumsi dalam keadaan hidup dalam jumlah yang memadai (Fuller, 1989).
Oleh karena itu untuk dapat disebut probiotik, bakteri harus mempunyai persyaratan sebagai berikut :
1.      terbukti aman bagi manusia.
2.      dapat mencapai usus dalam keadaan hidup
3.      terbukti bermanfaat
4.      Bakteri Yakult terbukti memenuhi persyaratan tersebut melalui berbagai riset.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Gambaran Umum Perusahaan
PT.Yakult merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi susu fermentasi. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 2 Februari 1990. Pabrik Yakult mulai berproduksi pada bulan Januari tahun 1991 dengan menggunakan dana Penanaman Modal Asing 100% dari Yakult Jepang. Awalnya pabrik Yakult berada di Jakarta. Akan tetapi karena jumlah air bersih semakin sulit di Jakarta maka pabrik ini dipindahkan ke Sukabumi. Lokasi pabrik Yakult ini berada di Desa Pewawahan Cicurug Sukabumi, Jawa Barat, dengan luas tahan 50.000 mdan luas bangunan 12.925 m2. Kapasitas produksi PT.Yakult adalah 3.300.000 botol/hari. Kapasitas produksi yang dilakukan tergantung permintaan pasar. PT.Yakult mulai menerima kunjungan pabrik sejak tahun  1992. Pengunjung PT.Yakult ini biasanya dari SMP, SMA, SMK, Universitas, dan umum.
Yakult adalah minuman susu Fermentasi.  Penemu susu fermentasi ini adalah ahli mikrobiologi Jepang bernama Dr.Minoru Shirota. Beliau berasal dari Kyoto Imperial University-Jepang.  Pada Tahun 1921 Dr.Minoru Shirota  meneliti bakteri baik dan berguna yang kemudian dinamakan L.casei Shirota strain. Bakteri ini berhasil dikembangbiakan pada tahun 1930. Pengenalan bakteri ini dilakukan pada tahun 1935. Pusat penelitian susu fermentasi ini berada di Yakult Central Institut yang didirikan tahun 1967. Tiga ratus tenaga ahli melakukan penelitian tentang manfaat bakteri yang menguntungkan bagi manusia. Keunggulan Yakult antara lain : aman bagi manusia, tahan  asam lambung, bakteri tetap hidup sampai di usus kecil.
Yakult terdiri dari 2 jenis yaitu Yakult Original dan Yakult Ace. Yakult Originalmengandung lebih dari 6,5 milyar bakteri L.casei Shirota strain sedangkan Yakult Acemengandung lebih dari 30 milyar L.casei Shirota strain ditambah dengan kalsium dan vitamin. Yakult Ace ini sangat dianjurkan bagi lansia dan orang-orang  yang sedang dalam kondisi kesehatan menurun. Yakult Ace langsung diimpor dari Malaysia serta hanya dijual di super market yang besar seperti Giant, Hypermart, dan Carefure.
Yakult mempunyai tagline, Cintai Ususmu Minum Yakut Tiap Hari. Yakult memiih tagline ini tentu saja sangat berarti. Cintai usus adalah cara baru untuk peduli terhadap diri sendiri. Usus adalah organ tubuh yang penting agar tubuh menjadi bugar, kuat, dan segar. Jika usus kita baik maka kitapun bisa hidup dengan baik pula. Keistimewaan Yakult diantaranya : tanpa menggunakan bahan pengawet, tanpa zat pewarna, hanya memiliki satu rasa dan satu warna, dibuat secara higienis, ISO 22000 (tahun 2005), ISO 9001 (tahun 2008), serta mendapatkan pengakuan dari badan POM MUI yang diperbarui setiap 2 tahun sekali.
Yakult merupakan pelopor minuman probiotik yaitu pada tahun 1930. Probiotik adalah bakteri baik yang bermanfaat bagi tubuh. Yakult memfokuskan diri sebagai minuman kesehatan sehingga sangat memperhatikan kualitas produknya. Masa kadaluarsa Yakult hanya 40 hari sejak diproses dari pabrik. Hal ini membuat produk yanga da di pasar adalah produk yang segar dan baik. Yakult hanya bisa disimpan dalam suhu 00 – 100 Celcius. Yakult mempunyai tiga prinsip, yaitu : mencegah lebih baik dari pada mengobati, usus yang sehat adalah kunci dari kesehatan, dan harga murah.
Visi dan misi dari Yakult , yaitu :
-    Visi : Menyehatkan pencernaan untuk tubuh kita.
-    Misi : - Membuat yakult dengan harga terjangkau,
- Minuman yakult kunci umur panjang,
- Menyiapkan yakult dengan rasa yang baik untuk masyarakat.
B.     Proses Produksi
PT Yakult menghasilkan produk dalam volume tinggi tetapi variasi rendah. Strategi proses yang dipilih adalah focus pada produk. PT Yakult hanya memiliki satu jenis produk. Selain itu juga, peralatan yang digunakan memiliki fungsi yang khusus dan pesanan serta panduan kerja sedikit karena semua sudah terstandarisasi. Hal ini terbukti dengan adanya Standar Operasional Prosedur kerja bagi karyawan perusahaan.
Dalam pembuatan Yakult, bahan baku yang digunakan adalah bakteri, susu bubuk, glukosa, dan air. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat botolnya adalah polysteren, dan tutupnya dibuat menggunakan aluminium foil. Bahan-bahan tersebut didapatkan dari berbagai macam sumber, seperti misalnya air didapatkan dari mata air gunung gede. Untuk menghasilkan Yakult, perusahaan melakukan beberapa tahap proses produksi :
1.      Pembibitan : proses pembibitan ini dilakukan secara manual. Saat pembibitan, susu bubuk disteril sehingga warnanya berubah menjadi coklat. Kemudian suhunya didinginkan dan dimasukkan ke tempat penampungan besar dan didiamkan selama satu hari.
2.      Fermentasi : pada tahap ini gula mengalami proses HTST (High Temper Short Time), dan susu mengalami proses UHT ( Ultra High Temper). Waktu penampungan saat fermentasi adalah tujuh hari.
3.      Pencampuran gula dan air : pada tahap ini, gua dan air di mix menjadi satu. Media yang digunakan adalah mesin yang berfungsi mengaduk gula pasir dan air sampai membentuk gumpalan-gumpalan halus. Hasil dari tahap ini adalah yakult konsentrat, kemudian dimasukkan ke blending pump dan ditambahkan air dan hasil akhirnya adalah yakult.
4.      Proses pencetakan botol menggunakan 15 mesin. Setiap mesin menghasilkan 18 botol, sehingga dalam satu jam dapat menghasilkan 11.000 botol.
5.      Penyimpanan botol dilakukan dengan filter udara.
6.      Pada tahap terakhir ini menggunakan banyak sekali mesin, diantaranya adalah selector mesin dan mesin printing. Semua botol akan diisi yakult dan ditutup dan kemudian diseleksi.
7.      Pengemasan : terdiri dari proses packing, repacking, dan mesin akan menyusun produk akhir.
PT Yakult juga menggunakan strategi tata letak sel kerja, dimana mengorganisasikan ulang tenaga kerjanya dan mesin yang biasanya tersebar pada departemen beragam sehingga dapat memusatkan perhatian dalam membuat suatu produk yang saling berkaitan. PT Yakult memproduksi suatu produk yang mempunyai karakteristik sama dan memungkinkan untuk diproses dalam sel kerja tertentu.
Perencanaa kapasitas PT Yakult mempertimbangkan empat hal, yaitu peramalan permintaan secara akurat, adanya perubahan teknologi dan peningkatan kapasitas, tingkat operasi yang optimal, dan adanya perubahan-perubahan lain. PT Yakult memiliki kapasitas yaitu sekitar 3.300.000 botol/ hari. Namun produksi yang dilakukan setiap harinya dapat berubah sesuai dengan permintaan yang ada.
C.    Sumber Daya Manusia
Pada saat ini , PT Yakult Indonesia Persada memiliki 300 orang pekerja. Walaupun proses pembuatan yakult menggunakan mesin-mesin yang canggih tetap saja harus menggunakan tenaga kerja manusia untuk mengontrol mesin-mesin yang sedang dalam proses pembuatan yakult, juga untuk memeriksa kualitas yakult yang sudah jadi.
Selain itu yakult juga menggunakan tenaga pekerja untuk menyalurkan yakult dari pabrik ke distributor agar dapat sampai ke tangan masyarakat. Contohnya dengan sistem direct sales dan yakult lady. Jika tidak ada mereka mana mungkin yakult dapat sampai di tempat distributor atau tangan masyarakat.
Dan untuk perencanaan produksi, pengendalian produksi, pengendalian mutu dan pemeliharaan mesin dan peralatannya juga membutuhkan tenaga kerja manusia. Karena PT Yakult menggunakan banyak mesin yang kompleks dalam proses pembuatannya sehingga membutuhkan dana investasi yang besar maupun biaya operasional. Untuk itu strategi dan kebijakan pemeliharaan diperlukan agar semua peralatan yang beroperasi di dalam system tidak mengalami kegagalan dalam pengoperasiannya. Upaya pengoptimalan pemeliharaan telah sering dilakukan, semuanya bertujuan untuk menjaga keandalan dan ketersediaan system. Oleh karena itu teknik pemeliharaan pada PT Yakult lebih banyak dikonsentrasikan pada pemeliharaan pencegahan untuk menghindari kerusajan yang lebih serius.
D.    Marketing / Pemasaran
Produk minuman kesehatan Yakult sangat sensitif terhadap temperatur. Perubahan temperatur sangat berpengaruh terhadap bakteri Lactobacillus casei Shirota strain yang terdapat dalam minuman Yakult. Bakteri Yakult harus dipertahankan hidup, karenanya harus diusahakan agar setelah dibotolkan, bakteri-bakteri tersebut tidak lagi melakukan proses fermentasinya.
Untuk itu Yakult harus selalu disimpan didalam pendingin (dibawah 10°C) karena penyimpanan didalam pendingin akan menjaga bakteri Yakult tetap non aktif. Berkenaan dengan itu untuk menjaga mutunya, distribusi Yakult ditangani langsung oleh staff perusahaan. Sistem pemasaran Yakult terdiri dari 2 jenis :
      1.      Sistem Direct Sales
Sistem ini digunakan untuk mendistribusikan Yakult ke toko – toko , supermarket , koperasi, kantin dan lain - lain. Distribusi dilakukan menggunakan mobil berpendingin. Sampai Mei 2007, PT.Yakult Indonesia Persada mempunyai 37 ( tiga puluh tujuh ) cabang atau TKU ( tempat kegiatan usaha ) yang melayani outlet-outlet yang tersebar di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan & Sulawesi. 
      2.      Sistem Yakult Lady
Melalui sistem ini Yakult didistribusikan oleh ibu-ibu rumah tangga kepada masyarakat dilingkungan tempat tinggal mereka. Ketika melayani masyarakat, Yakult Lady juga melakukan propaganda yang berisi tentang penjelasan mengenai manfaat Yakult. Saat ini PT. YakultIndonesia Persada memiliki kurang lebih 1100 Yakult Lady yang tersebar di 93 center-center diseluruh Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, Cilegon, Bandung, Purwakarta,Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Bali dan Palembang.
E.     Pengolahan Limbah
Penanganan limbah di PT YAKULT INDONESIA PERSADA berupa limbah padatan dan limbah cairan. Yakult berpegang pada suatu program kesehatan komprehensif dan sanitasi, mengikuti program pembersihan yang dominan diatur oleh CIP (cleaning di Tempat). Uap, pembersih ramah lingkungan, digunakan untuk mensterilkan pipa-pipa dan tangki. Sebuah bersih satu fasa kimia digunakan, mengurangi jumlah bahan kimia diperkenalkan ke dalam saluran air, bahan kimia berbasis klorin tidak digunakan.
            a.      Limbah Padat
Limbah padat adalah hasil buangan industri berupa padatan,lumpur, bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan. Limbah ini dapat dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu limbah padat yaitu dapat didaur ulang, seperti plastik, tekstil, potongan logam dan kedua limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis. Bagi limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis dapat ditangani dengan berbagai cara antara lain ditimbun pada suatu tempat, diolah kembali kemudian dibuang dan dibakar.
Di PT Yakult sendiri penanganan limbah padat dilakukan Jumlah limbah padat relatif kecil dan sejumlah langkah yang dilakukan untuk mengurangi limbah. Daur ulang terjadi di mana secara ekonomi dan lingkungan yang layak produk Kertas (susu bubuk skim tas, dsb) didaur ulang. Botol dilumatkan dan dicampur dengan resin lain yang akan dibuat menjadi berbagai produk plastik, misalnya kursi dan meja.
b.      Limbah Cair
Limbah cair adalah limbah hasil pencucian mesin atau sisa pencucian bahan atau kemasan. Limbah cair – Setiap limbah cair masuk ke dalam sebuah tangki penampungan di fasilitas pengolahan air. Keasaman (pH) air disesuaikan dengan asam atau alkalin untuk memenuhi standar Melbourne Air sebelum dilepaskan ke sistem pembuangan limbah.
Yakult memiliki sistem pengelolahan limbah yang tertutup yaitu dengan mnggunakan botol yakult yang kosng dipotong menjadi 2 bagian , kemudian dipotong lagi. Sehingga mikroba yang terdapat dibotol dapat membersihkannya sehingga dapat termasuk seperti lumpur aktif. Limbah ini tidak menimbulkan bau yang berlebihan , sehingga sampai sekarang PT. Yakult Indonesia Persada belum pernah mendapatkan komplain dari masyarakat sekitar.
  
BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Yakult mempunyai tagline, “Cintai Ususmu Minum Yakut Tiap Hari”. Ketika masyarakat mendengar tagline ini di TV, tagline tersebut langsung memberikan masyarakat pesan dan kesan jika meminum yakult setiap hari akan membuat usus kita sehat dan membuat yakult menjadi produk yang wajib dikonsumsi oleh masyarakat setiap hari. 
Saluran distribusi dilakukan melalui ritel, yang pertama dimulai dari ruang pendingin tersebut selanjutnya Yakult siap didistribusikan ke pelanggan melalui sistem penjualan langsung ( Direct Sales ) untuk dikirim ke toko-toko dan supermarket maupun melalui sistem penjualan oleh Ibu-ibu Yakult Lady untuk dikirim ke rumah-rumah setiap hari.  Sistem Direct Sales. Sistem ini digunakan untuk mendistribusikan Yakult ke toko-toko, supermarket, koperasi, kantin dan lain-lain.
           Para sales yakult adalah ibu-ibu berusia 30 - 50 tahun yang penampilan fisiknya sangat bersahaja dan menawarkan keramahan dan kehangatan yang mungkin tidak bisa kita dapatkan saat berbelanja di pasar swalayan. Ketika melayani masyarakat, para sales ini akan memberikan informasi kesehatan kepada pelanggan. Para sales Yakult ini akan memberikan harga Yakult  yang lebih murah dibandingkan dengan harga di warung maupun supermarket.

B.     SARAN
Saran yang bisa saya berikan kepada yakult adalah lebih banyak melakukan promosi pada media cetak dan juga media elektronik untuk lebih mengenalkan produk yang dijual kepada konsumen yang belum mengenalnya, dan menekankan kepada konsumen hal-hal positif jika mengkonsumsi produk yakult. Melakukan inovasi produk dengan menambah varian produk ke rasa yang bernaneka ragam untuk meningkatkan jumlah konsumen. Inovasi produk juga bisa dilakukan dengan cara mengubah bentuk atau kemasan yakult menjadi lebih menarik

MAKALAH DEMOGRAFI PENDIDIKAN "TUJUAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM"


MAKALAH DEMOGRAFI PENDIDIKAN

"TUJUAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM"


BAB I
PENDAHULUAN 
      A.    Latar Belakang Masalah
Indonesia  mendapat  bonus  demografi   berupa  populasi  usia  produktif yang  paling  besar  sepanjang  sejarah  berdirinya  negara  ini.   Bonus  demografi ini adalah masa emas bagi Indonesia. Namun bonus ini bisa berubah menjadi bencana besar jika mulai sekarang kita tidak mempersiapkan generasi emas ini dengan baik.  Jumlah penduduk usia produktif akan mencapai puncaknya pada tahun  2020-2035  pada  saat  angkanya  mencapai  70%.  Jumlah  penduduk Indonesia saat ini pada usia produktif antara 15-64 tahun lebih banyak dari usia tidak produktif anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas.
    B.     Rumusan Masalah
a.       bagaimana tujuan pendidikan dalam perspektif islam ?
b.      bagaimana teori pembelajaran ?
c.       bagaiman Prinsip-Prinsip dalam formulasi Tujuan Pendidikan Islam ? 
    C.    Tujuan penulisan
a.       untuk mengetahui bagaimana tujuan pendidikan dalam perspektif islam
b.      untuk mengetahui bagaimana teori pembelajaran
c.       untuk mengetahui bagaimana Prinsip-Prinsip dalam formulasi Tujuan Pendidikan Islam
BAB II
PEMBAHASAN
    A.  Tujuan Pendidikan Dalam Perspektif Islam
Al-Attas mendefinisikan pendidikan (menurut Islam) sebagai pengenalan dan pengakuan yang       secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam manusia, tentang tempat-tempat yang tepat bagi segala   sesuatu di dalam wujud sehingga hal ini membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat     Tuhan  yang tepat di dalam tatanan wujud tersebut. Pada dasarnya, definisi pendidikan islam ialah     bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada seseorang agar berkembang secara maksimal sesuai     dengan ajaran Islam. Bila disingkat, pendidikan Islam adalah bimbingn terhadap seseorang agar   menjadi Muslim semaksimal mungkin.Untuk mewujudkan tujuan pendidikan Islam harus diketahui   terlebih dahulu manusia Ideal dalam perspektif Islam dengan mengetahui terlebih dahulu hakikat     manusia.[1]
 Hakikat Pendidikan Dalam Perspektif Islam
Hakikat manusia menurut Islam adalah makhluk ciptaan Allah, ia berkembang dipengaruhi oleh   pembawaan dan lingkugannya, dan ia kecenderungan beragama. Terdapat teori yang mengatakan   bahwa   perkembangan seseorang ditentukan oleh pembawaan dan lingkungan(konvergen). Menurut   Islam, konvergenlah yang mendekati kebenaran. salah satu sabda Rasulullah SAW yang mengatakan :
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ
وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٧٧
Artinya“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.”
  Selain itu, manusia memiliki kecenderungan. Kecenderungan itu dibagi menjadi 2, yaitu kcenderungan   menjadi orang yang baik dan kecenderungan menjadi orang yang jahat. Kecenderungan beragama     termasuk kedalam kecenderungan yang baik.
  Tidak hanya itu, hakikat yang lain adalah bahwa manusia itu makhluk utuh yang terdiri atas jasmani, akal, dan rohani sebagai potensi pokok.  Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia mempunyai aspek jasmaniadalah dalam Q.S.Al-Qashas ayat 77. Allah berfirman :
   Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Dalam ayat tersebut yang dimaksudkan dengan “dunia” ialah hal-hal yang diperlukan oleh jasmani seperti makan dan minum yang merupakan keharusan. Tentunya aspek jasmani tidak dapat dipisahkan dari aspek rohani. Tidak hanya 2 hal tersebut, manusia juga mempunyai aspek akal.”
A.      Manusia sempurna dalam persektif islam
Manusia ideal dalam perspektif Islam memiliki ciri-ciri tertentu, seperti uraian berikut:[2]
1.    Jasmani yang sehat serta kuat dan berketerampilanislam.
Jasmani yang sehat dan kuat akan menampilkan tubuh yang indah, keindahan adalah salah satu aspek kehidupan yang dipentingkan dalam islam. Kesehatan dan kekuatan berkaitan juga dengan kemampuan menguasai filsafat dan sains serta pengolahan alam. Pada jasmani yang sehat dan kuat terdapatlah indera yang sehat dan bekerja dengan baik. Jasmani yang sehat dan kuat berkaitan juga dengan ciri yang dikehendaki ada pada muslim yang ideal adalah menguasai salah satu keterampilan yang diperlukan dalam mencari rezeki untuk kehidupan. Pada zaan modern ini sulit sekali menyelenggarakan kehidupan tanpa memiliki keterampilan. Ciri Muslim yang baik sekurang-kurangnya memiliki satu keterampilan yang diperlukan dalam hidupnya.
2.    Cerdas serta pandai
Cerdas serta pandai itulah ciri akal yang berkembang sempurna . Cerdas ditandai dengan cepat dan tepat, sedangkan pandai ditandai  banyak pengetahuan . Kecerdasan dan kepandaian dapat dimiliki dapat ditilik dari indikator berikut :
1.    Sains yang banyak dan berkualitas tinggi.
2.    Mampu memahami dan menghasilkan filsafat.
3.    Rohani yang berkualitas tinggi
Rohani yang dimaksud adalah aspek selain jasmani dan akal. Kebanyakan buku tasawuf  dan pendidikan Islam menyebutnya qalb(kalbu) saja. Kekuatan jasmani terbatas pada objek berwujud materi yang dapat ditangkap indra. Kekuatan akal dapat mengetahui objek yang abstrak, tetapi sebatas dapat dipikirkan secara logis. Kekuatan rohani (kalbu) lebih jauh daripada kekuatan akal. Bahkan ia dapat mengetahui objek secara tidak terbatas. Karena itu, Islam sangat mengistimewakan aspek kalbu. Kalbu inilah yang merupakan potensi manusia yang mampu beriman secara bersungguh-sungguh. Bahkan iman itu , menurut Al-Qur’an tempatnya di kalbu.
۞قَالَتِ ٱلۡأَعۡرَابُ ءَامَنَّاۖ قُل لَّمۡ تُؤۡمِنُواْ وَلَٰكِن قُولُوٓاْ أَسۡلَمۡنَا وَلَمَّا يَدۡخُلِ ٱلۡإِيمَٰنُ فِي قُلُوبِكُمۡۖ وَإِن تُطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا يَلِتۡكُم مِّنۡ أَعۡمَٰلِكُمۡ شَيۡ‍ًٔاۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ ١٤
Artinya:. “Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ´kami telah tunduk´, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Dalam ayat ini Tuhan menjelaskan bahwa iman itu ada di dalam hati. Berdasarkan uraian tersebut jelaslah bahwa rohani yang berkualitas tinggi adalah kalbu yang dipenuhi iman kepada Allah 
    B.       Berbagai Teori tentang Pembelajaran
     1.      Teori Constructivism
Teori constructivism berpendapat bahwa tingkah laku seseorang tidak hanya dikontrol oleh reward dan reinforcement sebagaimana yang terdapat pada teori behavioristik. Jika teori behavioristik mengatakan bahwa belajar dapat diamati secara langsung , maka teori constructivism menyatakan bahwa belajar adalah proses kegiatan mental yang tidak dapat disaksikan dari luar, kecuali sebagian saja. Jika teori beharioristik mengatakan bahwa belajar bersifat otomatis mekanis yang menempatkan manusia pada mesin yang bekerja secara mekanis atau robot, maka teori constructivism berpendapat bahwa peserta didik memiliki kemampuan mengarahkan diri dan pengendalian diri yang bersifat kognitif, yakni seseorang dapat menolak respon yang masuk jika ia tidak menghendakinya. Lebih lanjutnya, teori constructivism beranggapan bahwa pengetahuan yang dimiliki manusia adalah hasil dari konstruksi dan usaha manusia sendiri.[3]
Dalam teori constructivism, belajar merupakan proses aktif dari peserta didik untuk merekonstruksi makna dengan cara memahami teks, kegiatan dialog, dan sebagainya dan menghubungkannya dengan pengalaman atau bahan pembelajaran yang dipelajarinya sehingga pengertiannya menjadi berkembang. Ciri-ciri pembelajaran constructivism, antara lain:
1.    Menghargai dan menerima eksplorasi siswa,
2.    Memerhatikan ide dan problem yang dimunculkan peserta didik dan menggunakannya sebagai bagian dalam merancang pembelajaran,
3.    Memberikan peluang pada siswa untuk menemukan pengetahuan baru melalui proses pelibatan dalam dunia, didik,
4.    Mendorong terbentuknya pembelajaran secara kooperatif,
5.    Memerhatikan dan mengapresiasi hasil kajian peserta didik terhadap sesuatu masalah, dan
6.    Para peserta didik membangun pemahamannya sendiri dari hasil belajarnya, bukan karena hasil yang diajarkan guru.
7.    Teori Operant Conditioning
Kata “operant” berasal dari bahasa Inggris yang artinya sejumlah perilaku atau respon yang membawa efek terhadap lingkungan yang terdekat. Sedangkan kata “conditioning” berarti sebuah keadaan yang berkaitan dengan waktu dan tempat. Dengan demikian, kata “operant conditioning” dapat diartikan sebagai keadaan atau lingkungan yang dapat memberikan efek kepada orang yang berada di sekitarnya. Teori ini digagas oleh Burhus Frederic Skinner (1904) dan Watson yang berpendapat bahwa tingkah laku manusia selalu dikendalikan oleh faktor dari luar, yaitu berupa lingkungan, rangsangan atau stimulus. Skinner melanjutkan bahwa dengan memberikan dorongan yang positif, suatu tingkah laku akan ditumbuhkembangkan. Sebaliknya, jika diberi dorongan negatif, suatu perilaku akan dihambat. Maka dari itu, pendidik berperan penting untuk mengontrol dan mengarahkan kegiatan belajar ke arah tercapainya tujuan yang ditentukan.
Pada dasarnya, teori ini merupakan sebuah upaya menciptakan lingkungan yang memungkinkan timbulnya inisiatif pada perserta didik untuk melakukan kegiatan belajar, dan setiap respon peserta didik harus diberikan apresiasi yang pantas dan memuaskan peserta didik. Dengan cara demikian, kegiatan belajar mengajar akan berjalan sebagaimana yang dikehendaki.
3.      Teori Conditioning
“Conditioning” berarti penciptaan keadaan. Teori ini dikembangkan oleh Ivan Pavlop (1849-1936). Pavlop merumuskan teori sebagai berikut:
   1.      Suatu perbuatan atau refleks dapat dipindahkan ke perbuatan atau refleks yang lainnya,
   2.      Belajar erat kaitannya dengan prinsip penguatan kembali atau dengan kata lain pengulangan-pengulangan sangat penting untuk dilakukan dalam hal belajar
   3.      Menciptakan proses inquiry peserta didik melalui kajian dan eksperimen,
4.        Merangsang peserta didik untuk berdialog dengan sesama peserta didik lainnya dan juga dengan guru,
   5.      Menganggap proses pembelajaran sama pentingnya dengan hasil,
   6.      Memerhatikan sikap dan pembawaan
   7.      peserta 
   C.    Prinsip-Prinsip dalam formulasi Tujuan Pendidikan Islam
Dalam merumuskan tujuan pendidikan islam, ada beberapa prinsip yang harus di perhatikan. Menurut Asy-Syaibani, prinsip-prinsip tersebut sebagai berikut:
    1.      Prinsip Universal (syumuliyyah). Prinsip ini memandang keseluruhan ospek agama (aqidah, ibadah, dan akhlak serta muamalah), manusia (jasmani, rohani, nafsani), masyarakat dan tatanan kehidupannya, serta adanya wujud jagat raya dan hidup. Prinsip ini memiliki tujuan untuk menyelesaikan masalah dalam menghadapi tuntunan masa depan.
    2.      Prinsip keseimbangan dan kesederhanaan (tawazun wa istishadiyyah). Prinsip ini merupakan keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan pada pribadi, berbagai kebutuhan individu dan komunikasi, serta tunutunan pemeliharaan kebudayaan silam dengan kebudayaan masa kini, serta berusaha mengatasi masalah-masalah yang sedang dan akan terjadi.
3.      Prinsip kejelasan (tabayun). Prinsip yang di dalamnya terdapat ajaran dan hukum yang memberi kejelasan terhadap kejiwaan manusia (qalb, akal, dan hawa nafsu) dan hukum masalah yang di hadapi, sehingga terwujud tujuan, kurikulum, dan metode pendidikan.
4.      Prinsip tidak bertentangan. Prinsip yang terdapat ketiadaan pertentangan antara berbagai unsur dan cara pelaksanaannya, sehingga komponen satu dengan yang lain saling mendukung.
5.      Prinsip realisme. Prinsip yang menyatakan tidak adanya kekhayalan dalam kandungan dalam progam pendidikan, tidak berlebih-lebihan, serta adanya kaidah yang praktis dan realitas.
6.      Prinsip perubahan yang diinginkan. Prinsip perubahan struktur diri manusia yang meliputi jasmaniah, ruhaniah, dan nafsaniyah, serta perubahan kondisi psikologi, sosiaologi, pemgetahuan, konsep, pikiran, kemahiran, nilai-nilai, sikap peserta didik untuk dinamisasi pendidikan (QS. Ar.Ra’ad (13): 11).
لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٞ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ            مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ سُوٓءٗا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ ١١
Artinya: “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
7.      Prinsip menjaga perbedaan-perbedaan individu. Prinsip yang memerhatikan perbedaan peserta didik, baik dari ciri-ciri, kebutuhan, kecerdasan, kebolehan, minat, sikap,tahap pematangan jasmani, akal, emosi, dan segala aspeknya.
8.      Prinsip dinamis dalam menerima perubahan dan perkembangan yang terjadi pada pelaku pendidikan, serta lingkungan di mana pendidikan itu dilaksanakan.
Prinsip-prinsip diatas harus diperhatiakan oleh perancang/ perumus tujuan pendidikan Islam agar     proses pembelajaran/ pendidikan berhasil guna dan berdaya guna. Tanpa memperhatiakan prinsip-   prinsip yang dimaksud, proses pendidikan tidak dapat terlaksana dengan baik, sekaligus tidak berhasil.
        D.    Tujuan Belajar dan Pembelajaran 
Belajar adalah sesuatu yang kompleks yang dapat dipandang dari dua subjek, yaitu dari sisi peserta   didik dan dari sisi guru. Peserta didik mengalami proses mental dalam menhadapai bahan belajar yang   berbentuk manusia, alam, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan bahan lainnya yang telah terhimpun dalam   buku-buku pelajaran. Dari segi guru, proses belajar tampak sebagau perilaku belajar tentang suatu hal   yang diberikan kepada peserta didik, baik berupa ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan     lain sebagainya.
Berkaitan dengan tugas guru, terdapat sejumlah prinsip yang harus dipedomani, antara lain:
·         Guru harus memandang oeserta didik sebagai partner yang memiliki asas emansipasi diri menuju kemandirian.
·         Guru harus memiliki asumsi bahwa peserta didik memiliki latar pengalaman dan kemampuan awal dalam proses pembelajaran.
·         Seorang guru harus menyusun desain instruksional yang sudah dipertimbangkan dengan matang.
·         Guru harus memandang bahwa kegiatan belajar mengajar merupakan tindak pembelajaran di kelas dengan menggunakan bahan belajar yang sesuai dengan bidang.
·         Guru meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotoriknya.
·         Guru harus memandang bahwa perilaku peserta didik merupakan hasil proses belajar.
·         Guru harus memandang bahwa hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar.
·         Setelah peserta didik lulus, maka peserta didik menyusun program belajarnya sendiri dan berproses menuju terciptanya masyarakat belajar.
Di dalam Islam terdapat sejumlah kegiatan yang menggunakan kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik, dan fitrah. Seperti perintah berpikir (la allakum tatafakkarun), perintah menggunakan akal dan penalaran (afalaa ta’qilun), perintah untuk melakukan pengamatan dan observasi (afalaa yandzuruu), perintah memahami secara mendalam (liyatafaqqahu), perintah untuk mengerjakan sesuatu (i’malu ala makanatikum), perintah untuk membaca (iqra’), perintah untuk mengetahui (li ta’lamu adadassinin), perintah untuk menulis (allama bil qalam), perintah untuk melukis (nun walal qalami wa maa yasturun), perintah untuk melakukan studi banding (awalam yasiiru fil ardl), perintah untuk bersifat baik sangka (innamal a’malu bin niyat), perintah untuk menolong (wa ta’awanuu ‘alal birri wattaqwa), perintah untuk tidak hanya berkata melainkan mengerjakan (kabura maktan ‘indallaha antakulu mala taf’alun), perintah untuk meneliti setiap pekerjaan yang dilakukan (hasibu anfusakum qabla antuhasabu), dan sebagainya.
Konsep Islam tentang belajar tidak hanya berhenti pada tataran yang bersifat empiris, behavioristik, dan psikoanalitis yang cenderung materialistis, sekalaristik dan hedonistik, melainkan harus dilanjutkan pada tataran visi teologis, sosiologis, dan ekologis, sehingga belajar tersebut dapat dipertanggungjawabkan hasilnya dihadapan Tuhan, masyarakat, dan lingkungan alam yang lebih luas. Sedangkan Islam secara ajaran yang komprehensif, tidak hanya memotivasi dan mengarahkan tentang bagaimana cara mencari ilmu, tetapi juga mengarahkan tentang bagaimana menggunakan ilmu tersebut. Tidak hanya belajar arti learning saja, tetapi juga mendorong agar setiap manusia melakukan penelitian dengan berbagai bentuk, tujuan, dan sebagainya.
Penelitian telah dipraktikkan oleh para ilmuwan muslim di masa lalu di zaman kejayaan Islam yang menghasilkan temuan-temuan yang menakjubkan diberbagai bidang, seperti Ibnu Sina, Al-Jabr, Ibnu Rusyd, dan lain-lain. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan tersebut masih menganut paham ilmu yang integrated dan tidak dikotomik, karena dibangun dari paradigma tauhid yang melihat bahwa ayat yang ada dalam Al-Qur’an (yang menghasilkan ilmu agama), yang ada didalam diri manusia dan masyarakat (yang menghasilkan ilmu-ilmu sosial), yang ada di jagat raya (yang menghasilkan ilmu-ilmu eksakta) adalah merupakan ayat Allah.
Dengan demikian, konsep belajar dalam Islam tidak hanya mencakup learning saja, tetapi juga mencakup research atau penelitian. Sehingga para pelajar bukan hanya mejadi konsumen ilmu pengetahuan saja, melainkan juga menghasilkan produsen  yang dapat dikembangkan secara terus-menerus.
BAB III
PENUTUP 
A.      Kesimpulan
Al-Attas mendefinisikan pendidikan (menurut Islam) sebagai pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam manusia, tentang tempat-tempat yang tepat bagi segala sesuatu di dalam wujud sehingga hal ini membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud tersebut. Pada dasarnya, definisi pendidikan islam ialah bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada seseorang agar berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam
DAFTAR PUSTAKA
Muhaimin. 2004. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nata, Abuddin. 2009. Perspektif Islam tentang Strategi Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Grup.
Tafsir, Ahmad. 2011. Ilmu Pendidikan dalam prespektif Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya


[1] muhaimin. paradigma pendidikan islam. ( bandung: pt remaja rosdakarya, 2004). hlm 124
[2] abuddin nata. perspektif islam tentang strategi pembelajaran. ( jakarta: prenada media, 2009), hlm. 234
[3] ahmad tafsir. llmu pendidikan dalam perspektif islam. ( bandung: pt remaja, 2011) hlm 20

MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...