Sabtu, 19 Oktober 2019

MAKALAH PENGEMBANGAN TES TUJUAN DAN FUNGSI EVALUASI PEMBELAJARAN


MAKALAH  PENGEMBANGAN  TES

TUJUAN  DAN  FUNGSI  EVALUASI PEMBELAJARAN


A.  Fungsi Evaluasi
Berikut ini fungsi-fungsi dari evaluasi sebagai berikut :
1.      Secara psikologis ,peserta didik perlu mengetahui prestasi belajarnya,sehingga ia merasakan kepuasan dan ketennagan. Untuk itu guru/instruktur perlu melakukan penilaian terhadap prestasi belajar peserta didiknya.
2.      Secara sosiologis ,untuk mengetahui apakah peserta didik sudah cukup mampu untuk terjun ke masyarakat .Mampu dalam arti dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan seluruh lapisan masyarakat dengan segala karakteristiknya.
3.      Menurut didaktis-metodis ,evaluasi berfungsi untuk membantu guru/instruktur dalam menempatkan peserta didik pada kelompok tertentu sesuia dengan kemampuan dan kecakpannya masing-masing.
4.      Sebagai alat pengukur ketercapaian tujuan mata pelajaran
Ketika pembelajaran sudah dilaksankan evaluasi ini sebagai pengukur sudah tercapai dengan baik atau belum kah pembelajaran yang sudah kita laksanakan.
5.      Sebagai alat pengukur tujuan proses belajar mengajar
6.      Mengetahui kelemahan siswa dan dapat menyelesaikan kesulitan belajar siswa
Dari Evaluasi ini kita dapat mengetahui misalnya si A lemah dalam pelajaran matematika penyebabnya adalah si anak ini mudah pusing dalam mengerjakan tugas dengan hal-hal yang berkaitan dengan angka,dia juga pemalas dalam belajar jadi cara mengatasinya adalah dengan memberi motivasi serta bimbingan terhadap anak ini .
7.      Menempatkan siswa sesuai dengan bakat dan minatnya serta kemampuan siswa.
Jadi dari evaluasi ini kita dapat mengetahui minat dan bakar peserta didik  , Contohnya misalnya ternyata si A ini pintar bahasa Indonesia  apalagi dalam bidang membaca puisi ,ternyata si B ini walaupun tidak pintar  bahasa Indonesia tapi ternyata dia  pintar dalam bidang matematika ,dia cepat sekali menyelesaikan rumus-rumus ujian yang diberikan dan nilainya sempurna.
8.      Untuk guru BP, dapat mendata permasalahan yang dihadapi siswa dan alternatif bimbingan dan penyuluhannya. Jadi dari evaluasi setelah permasalahan siswa didata maka guru BP akan mencari solusi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan-permasalan para siswa tadi.

B.     Fungsi Pelaksaan Evaluasi
Adapun fungsi pelaksanaan evaluasi adalah sebagai berikut:
a)      Evaluasi berfungsi selektif
Dengan cara mengadakan evaluasi guru mempunyai cara untuk magadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya. Evaluasi itu sendiri mempunyai berbagai tujuan, antara lain: Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu. Untuk memilih siswa yang dapat naik kelas atau tingkat berikutnya. Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa. Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya.
b)      Evaluasi berfungsi diagnostic
Apabila alat yang digunakan dalam panilaian cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Disampaing itu, diketahui pula sebab dari kelemahan itu. Jadi dengan mengadakan penilaian, sebenarnya guna mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya. Dengan diketahui sebab-sebab kelemahan ini, akan lebih mudah dicari cara untuk mengatasi.
c)      Evaluasi berfungsi penempatan
Sistem baru yang kini banyak dipopulerkan di Negara barat, adalah sistem belajar sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket belajar, baik itu berbentuk modul maupun paket belajar yang lain.
d)     Evaluasi berfungsi sebagai pengukur keberhasilan
Fungsi keempat dari penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Keberhasilan program ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana, dan sistem administrasi
C.       Fungsi Evaluasi  Berdasarkan Jenis Evaluasi
Disamping itu,fungsi evaluasi dapat dilihat berdasarkan jenis evaluasi itu sendiri , yaitu :  
     1.      Formatif ,yaitu memberikan feed back bagi guru/instruktur sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengadakan program remedial bagi peserta didik yang belum menguasai sepenuhnya materi yang dipelajari.
     2.      Sumatif,yaitu mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran,menentukan angka(nilai) sebagai bahan keputusan kanaikan kelas dan laporan perkembangan belajar,serta dapat meningkatkan motivasi belajar.
    3.      Diagnostik,yaitu dapat mengetahui latar belakang peserta didik (psikologis,fisik,dan lingkungan) yang mengalami kesulitan belajar.
    4.      Seleksi dan penempatan ,yaitu hasil evaluasi dapat dijadikan dasar untuk menyeleksi dan menempatkan peserta didik sesuai dengan minat dan kemampuannya.

D.    Tujuan Evaluasi Pembelajaran
Tujuan evaluasi pembelajaran sebagai berikut :
    1.      Untuk melihat dan  mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran . Dalam evaluasi akan diperoleh informasi tentang apa yang telah dicapai dan mana yang belum (Mardapi,2004:19).
    2.      Memberikan informasi bagi kelas dan pendidik untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.  Contohnya ketika kita mengetahui banyak sekali yang belum dicapai maka kita akan meningkatkan kualitas belajar mengajar kita,dan berusaha lebih baik lagi dalam mencapai tujuan tersebut.
      3.      Menentukan angka kemajuan atau hasil belajar pada siswa. Untuk mengetahui kadar pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran. Fungsinya sebagai laporan kepada orangtua siswa, penentuan kenaikan kelas, penentuan kelulusan siswa.
     4.      Untuk melatih keberanian dan mengajak peserta didik untuk mengingat kembali materi yang telah diajarkan dan untuk mengetahui tingkat perubahan prilakunya.
     5.      Mengenal latar belakang siswa yang berguna baik bagi penempatan maupun penentuan sebab-sebab kesulitan belajar para siswa. Berfungsi sebagai masukan bagi tugas Bimbingan dan Penyuluhan (BP).
    6.      Sebagai umpan balik untuk guru yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan program remedial untuk siswa.
     7.      Informasi evaluasi dapat digunakan untukmembantu memutuskan kesesuaian dankeberlangsungan dari tujuan pembelajaran, kegunaan materi pembelajaran, dan untuk mengetahuitingkat efisiensi dan efektifitas daristrategi pengajaran (metode dan teknikbelajar-mengajar) yang digunakan.
    8.      Menurut Gronlund (1976: 8), evaluasi dalam pendidikan memiliki tujuan :
a.       Untuk memberikan klarifikasi tentang sifat hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan,
b.      Memberikan informasi tentang ketercapaiantujuan jangka pendek yang telah  di  laksanakan,
c.       Memberikan masukan untuk kemajuan pembelajaran,
d.      Memberikan informasi tentang kesulitan dalam pembelajaran dan untuk memilih pengalaman pembelajaran di masa yang akan datang.


KESIMPULAN

Evaluasi sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran ,yang mana memiliki fungsi diantaranya, secara psikologis ,peserta didik perlu mengetahui prestasi belajarnya,sehingga ia merasakan kepuasan dan ketennagan. Untuk itu guru/instruktur perlu melakukan penilaian terhadap prestasi belajar peserta didiknya.Secara sosiologis ,untuk mengetahui apakah peserta didik sudah cukup mampu untuk terjun ke masyarakat. Mampu dalam arti dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan seluruh lapisan masyarakat dengan segala karakteristiknya. Menurut didaktis-metodis ,evaluasi berfungsi untuk membantu guru/instruktur dalam menempatkan peserta didik pada kelompok tertentu sesuia dengan kemampuan dan kecakpannya masing-masing.
Evaluasi memiliki tujuan diantaranya , Sebagai umpan balik untuk guru yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan program remedial untuk siswa. Informasi evaluasi dapat digunakan untukmembantu memutuskan kesesuaian dankeberlangsungan dari tujuan pembelajaran, kegunaan materi pembelajaran, dan untuk mengetahuitingkat efisiensi dan efektifitas daristrategi pengajaran (metode dan teknikbelajar-mengajar) yang digunakan


Abdul Jabar; Cepi Safruddin; Arikunto, Suharsimi. 2007. Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan.Jakarta: PT Bumi Aksara.
Arifin, Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Ed.Revisi.Jakarta: PT Bumi Aksara
Komsiyah, Indah. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Teras.           

MAKALAH PAIKEM


MAKALAH PAIKEM

PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pentingnya pendidikan bagi pembinaan sumber daya manusia sangat diharapkan oleh setiap orang. Karena melalui pendidikan akan tercipta seorang manusia yang cakap, terampil, dan berilmu sebagai bekal hidup nantinya. Serta mampu hidup mandiri di tengah pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini. Oleh karena itu, kualitas pendidikan semestinya ditingkatkan agar tujuan pendidikan nasional dapat terwujud, seperti yang dijelaskan dalam undang-undang No.20 Tahun 2003 pasal 3.
Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dalam membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa pada Allah swt, berakhlak mulia, cakap, kreatif, serta bertanggungjawab. (Depdiknas, 2003:3)
Dengan demikian kesadaran akan pentingnya pendidikan terutama bagi anak usia sekolah terus ditingkatkan, baik pada jenjang sekolah dasar, menengah maupun perguruan tinggi, melalui inovasi pembelajaran yang diyakini sesuai dengan karakteristik siswa maupun lingkungan sekolahnya.
Sehubungan dengan hal di atas, menurut pendapat penulis dapat disimpulkan bahwa penerapan PAIKEM dalam pembelajaran  ski di madrasah sangat relevan digunakan, karena seperti yang dijelaskan oleh Akhmad (2008:22) “PAIKEM merupakan suatu pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa secara optimal, untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam suasana yang tidak membosankan siswa”. Ini dilakukan agar apa yang diharapkan oleh kurikulum tercapai semaksimal mungkin.
B.       Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan di bahas dalam makalah ini:
1.         Apa yang dimaksud dengan PAIKEM?
2.         Bagaiman penggunaan PAIKEM?
3.         Apa saja Ciri-Ciri dan hal yang perlu diperhatikan dalam PAIKEM.?
4.         Apa saja langkah-langkah PAIKEM.

C.      Tujuan
Adapun tujuan yang akan di bahas dalam makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan PAIKEM.
2.      Untuk mengetahui bagaimana penggunaan PAIKEM.
3.      Untuk mengetahui Ciri-Ciri dan hal yang perlu diperhatikan dalam PAIKEM.
4.      Untuk mengetahui Langkah-langkah PAIKEM.
 PEMBAHASAN 
A.      Pengertian PAIKEM
Pembelajaran Aktif, Inovatif,  Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan atau sering kali disebut PAIKEM. Aktif dimaksudkan suatu proses pembelajaran yang dimana guru harus aktif menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif dalam proses pembelajaran, seperti bertanya,  dan mengemukakan pendapat. Belajar sebenarnya memang merupakan suatu proses aktif dari para siswa dalam membangun pengetahuannya, bukan suatu proses pasif yang hanya menerima  ceramah guru tentang pengetahuan. Jika guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran keaktifan siswa sangatlah penting dalam rangka menentukan generasi yang kreatif, yang mampu bisa sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain.
Kreatif disini dimaksudkan agar guru selalu bisa menciptakan kegiatan belajar yang beragam dan bermacam-macam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa.  Menyenangkan adalah suatu suasana dimana belajar mengajar yang menyenangkan sehingga siswa dapat memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. Menurut hasil penelitian, tingkat perhatian yang lebih tinggi  terbukti  dapat meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup karena membutuhkan ke efektifan, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak lain seperti bermain biasa.
Pembelajaran menggunakan Model PAIKEM  merupakan pembelajaran kontekstual yang melibatkan empat prinsip utama dalam proses pembelajarannya. Pertama, proses Interaksi (siswa berinteraksi secara aktif dengan guru, rekan siswa, multi-media, referensi, lingkungan dsb). Kedua, proses Komunikasi (siswa mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka dengan guru dan rekan siswa lain melalui cerita, dialog atau melalui simulasi role-play). Ketiga, proses Refleksi, (siswa memikirkan kembali tentang kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari, dan apa yang mereka telah lakukan). Keempat, proses Eksplorasi (siswa  langsung melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan, percobaan, penyelidikan atau wawancara).
Dalam pelaksanaannya pembelajaran model PAIKEM yang harus diperhatikan adalah bakat, minat dan modalitas belajar siswa, dan bukan semata hanya potensi akademiknya. Dalam pendekatan pembelajaran Quantum (Quantum Learning) ada tiga macam modalitas siswa, yaitu modalitas visual, auditorial dan kinestetik. modalitas visual disini dimaksudkan bahwa kekuatan belajar siswa terletak pada indera ‘mata’ (untuk membaca teks, grafik atau dengan melihat suatu peristiwa), kekuatan auditorial terletak pada indera ‘pendengaran’ (digunakan untuk mendengar dan menyimak penjelasan atau cerita), dan kekuatan kinestetik terletak pada ‘perabaan’ (digunakan ketika seperti menunjuk, menyentuh atau melakukan). Jadi, dengan memahami kecenderungan potensi modalitas siswa tersebut, maka seorang guru harus mampu merancang media, metoda/atau materi pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kecenderungan potensi atau modalitas belajar siswa.
Secara garis besar, PAIKEM dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a.         Siswa harus terlibat dalam semua kegiatan yang menerapkan  pemahaman dan kemampuan  siswa dengan penekanan pada belajar secara berbuat.
b.         pendidik menggunakan berbagai alat bantu dan juga berbagai cara untuk  membangkitkan semangat, termasuk juga menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk dijadikan pembelajaran yang lebih menarik, menyenangkan, dan juga cocok bagi siswa.
c.         Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
d.        Guru harus menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif kepada siswa, termasuk juga dalam cara belajar kelompok
e.         Guru membantu siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, dengan mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam para siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
B.       Pengguanaan PAIKEM
Para Siswa mengakui metode “PAIKEM” adalah pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan” merupakan metode yang sangat mengerti dan memahami kondisi siswa. bagaimana guru menyampaikan materi merupakan penilaian utama siswa, seorang guru mempunyai wawasan yang luas akan tergambar dengan cara bagaimana seorang guru menyampaikan  pembelajaran di kelas, fokus terhadap materi dan penyampaian yang mudah dimengerti oleh siswa. Guru bisa peduli terhadap siswa dan tidak pilih-pilih (diskriminatif), penampilan yang menarik serta bisa dijadikan teman dalam berdiskusi dan berkeluh kesah merupakan sekian banyak kriteria yang siswa sampaikan jika seorang guru ingin menjadi favorit di mata siswa.[1]
a.         Pembelajaran Aktif
Pembelajaran aktif merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang lebih  banyak melibatkan aktivitas siswa dalam mengakses berbagai informasi dan  pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan  pemahaman dan kompetensinya.
b.         Pembelajaran Inovatif
Pembelajaran inovatif juga merupakan suatu strategi pembelajaran yang mendorong aktivitas belajar siswa. Maksud inovatif disini adalah dalam kegiatan  pembelajaran itu terjadi pembentukan suatu hal yang baru, bukan saja oleh guru sebagai fasilitator  belajar, tetapi juga oleh siswa yang sedang belajar sebagai penerima bahan ajar.
c.         Pembelajaran Kreatif
Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan guru untuk dapat memotivasi dan memunculkan kreativitas siswa selama  pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan beberapa metode dan strategi yang bervariasi, misalnya kerja kelompok, bermain peran, dan pemecahan masalah. Pada umumnya, berpikir kreatif memiliki empat tahapan sebagai berikut, yaitu:[2]
1)        Tahapan pertama; persiapan, yaitu proses pengumpulan informasi untuk diuji.
2)        Tahap kedua; inkubasi, yaitu suatu rentang waktu untuk merenungkan hipotesis informasi tersebut sampai diperoleh keyakinan bahwa hipotesis tersebut rasional.
3)        Tahap ketiga; iluminasi, yaitu suatu kondisi untuk menemukan keyakinan  bahwa hipotesis tersebut benar, tepat dan rasional.
4)        Tahap keempat; verifikasi, yaitu pengujian kembali hipotesis untuk dijadikan sebuah rekomendasi, konsep, atau teori. Siswa bisa dikatakan kreatif apabila bisa melakukan sesuatu yang dapat menghasilkan sebuah kegiatan baru yang dapat diperoleh dari hasil berpikir kreatif dengan mewujudkannya dalam bentuk sebuah hasil karya baru.
d.      Pembelajaran Efektif
Pembelajaran dapat dikatakan bisa efektif jika mampu memberikan  pengalaman baru kepada siswa untuk membentuk kompetensi siswa, serta mengantarkan mereka ke tujuan yang ingin dicapai secara optimal. Proses pelaksanaan pembelajaran efektif dilakukan melalui prosedur sebagai berikut:
1)        melakukan appersepsi,
2)        melakukan eksplorasi, yaitu memperkenalkan materi pokok dan kompetensi dasar yang akan dicapai, serta menggunakan variasi metode,.
3)        melakukan konsolidasi pembelajaran, yaitu bisa menjadikan siswa aktif dalam  pembentukan kompetensi siswa dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari  siswa,
4)        melakukan penilaian, yaitu mengumpulkan data melalui fakta-fakta dan dokumen  belajar siswa yang valid, untuk melakukan perbaikan terhadap program pembelajaran.
e.       Pembelajaran Menyenangkan
Pembelajaran bisa dikatakan menyenangkan (joyfull instruction) ketika suatu proses  pembelajaran yang di dalamnya terdapat suatu kohesi yang kuat antara guru dan siswa, tanpa ada paksaan dan tekanan. Dengan kata lain, pembelajaran yang menyenangkan adalah dimana ada suatu pola hubungan yang baik antara pendidik dengan peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru memposisikan diri sebagai mitra belajar siswa,  bahkan dalam hal tertentu tidak menutup kemungkinan guru belajar dari siswanya. Dalam hal ini perlu menciptakan suasana yang demokratis dan tidak terbebani, baik guru maupun siswa dalam melakukan suatu proses pembelajaran yang efektif. PAIKEM dipengaruhi oleh 4 aspek, yaitu pengalaman, komunikasi, interaksi, dan refleksi. Apabila dalam suatu pembelajaran terdapat keempat aspek tesebut, maka pembelajaran PAIKEM terpenuhi.
C.      Ciri-Ciri dan hal yang perlu diperhatikan dalam PAIKEM
Secara keseluruhan, PAIKEM mempunyai beberapa ciri-ciri menurut pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yaitu sebagai berikut:
1.        Siswa harus terlibat dalam berbagai kegiatan yang diadakan untuk  mengembangkan pemahaman dan kemampuan para siswa dengan penekanan pada belajar melalui perbuatan (learning to do).
2.        Para pendidik dapat menggunakan berbagai alat bantu dan cara guna untuk  membangkitkan semangat para siswa, termasuk menggunakan lingkungan sekita sebagai sumber belajar untuk menjadikan  pembelajaran  lebih menarik, efektif, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3.        Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan “pojok baca”.[3]
4.        Guru dapat menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok atau grub.
5.        Guru mampu mendorong siswa untuk menemukan caranya atau tindakannya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam PAIKEM.
1.      Mampu Memahami sifat yang dimiliki anak. Pada umumnya anak memiliki sifat yaitu: rasa ingin tahu yang tinggi dan berimajinasi. Semua Anak selama mereka normal maka mereka akan terlahir memiliki sifat itu. sifat tersebut merupakan landasan bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif pada anak.
2.      Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan  belajarMutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam  belajar.
3.      Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental
D.      Langkah-langkah PAIKEM
sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi, kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Menurut panduan penyusunan KTSP, proses kegiatan pembelajaran terdiri dari berbagai kegiatan yaitu: kegiatan tatap muka, kegiatan tugas terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Sekolah standar, beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit, SMP terdiri dari 40 menit, dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. Dalam hal ini para pendidik perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka, tugas terstruktur dan kegiatan mandiri
1.      Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan ini dilakukan dengan strategi yang beragam baik ekspositori maupun diskoveri dan juga inkuiri. Metode yang digunakan sangat beragam seperti ceramah interaktif, presentasi, diskusi kelas, diskusi kelompok, pembelajaran kolaboratif dan kooperatif, demonstrasi, eksperimen, observasi di sekolah, ekplorasi dan kajian pustaka atau internet, tanya jawab, atau simulasi. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS, maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif, presentasi, diskusi kelas, tanya jawab, atau demonstrasi.
2.      Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket, kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). Oleh karena itu  pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. Metode yang digunakan seperti penugasan, observasi lingkungan, atau proyek. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar  peserta didik, peran guru sebagai fasilitator, tutor, teman belajar. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok, pembelajaran kolaboratif dan kooperatif, demonstrasi, eksperimen, observasi di sekolah, ekplorasi dan kajian pustaka atau internet, atau simulasi.
3.      Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. Kegiatan ini adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh para pendidik. Strategi pembelajaran yang digunakannya adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan, observasi lingkungan, atau proyek.[4] PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan  pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi  prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning), yaitu relating, experiencing, applying, cooperating, dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan:
a.       karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai;
b.      sumber referensi tidak banyak;
c.        jumlah pesera didik dalam kelas banyak;
d.      alokasi waktu terbatas; dan
e.       jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan  tidak terbatas.


[1] Syaiful BahriDjamarah, Guru dan Anak Didik ,(Jakarta : Rineka Cipta, 2010) hal. 79
[2] Hamzah B. Uno dan Nurdin Mohammad, belajardenganpendekatan PAILKEM: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, Menarik , (Jakarta: BumiAksara, 2013), hlm. 174.

[3] Jamal ma’murAsmani, 7 Tips Aplikasi PAKEM (pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan): Menciptakan Pembelajaran yang efektif dan berkualitas, (Jogjakarta: DIVA  press, 2011), hlm. 89.

[4] Yuhdi Mundi, Media pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru, ( Jakarta : Referensi GP Press Group), 2013, h. 58

MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...