Selasa, 30 Oktober 2018

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN 


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Belajar merupakan proses yang terjadi di setiap kehidupan seseorang di sepanjang hidupnya. Belajar dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Salah satu ciri belajar adalah adanya interaksi antara dua orang atau lebih. Proses tersebut dapat diartikan sebagai salah satu proses pendidikan. Pendidikan adalah proses membimbing, melatih, dan memandu manusia terhindar atau keluar dari kebodohan dan pembodohan.[1]
Undang-undang (UU) No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), disebutkan bahwa:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk memujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara”[2]
                                                                     
Pendidikan mampu mengembangkan potensi diri, kecerdasan, akhlak dan aspek lain yang ada pada diri seseorang. Ilmu pengetahuan berperan penting untuk mengembangkan potensi diri seseorang. Untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut membutuhkan orang lain sebagai mediator penyampainya. Seperti di jelaskan dalam Qs Al-Anbiya ayat 7:
!!$tBur$uZù=yör&šn=ö6s%žwÎ)Zw%y`ÍûÓÇrqœRöNÍköŽs9Î)((#þqè=t«ó¡sùŸ@÷dr&̍ò2Ïe%!$#bÎ)óOçFZä.ŸwšcqßJn=÷ès?ÇÐÈ

“Kami tiada mengutus Rasul Rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, Maka Tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui”[3]

   Guru berperan penting terhadap sebuah proses pendidikan. Guru merupakan seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan, dimana ilmu yang dimilikinya dapat di jadikan sebagai sumber dalam belajar. Guru menentukan perkembangan peserta didik. Sebagai pendidik, guru menjadi nahkoda yang akan mengomandoi para peserta didik dalam mengarungi lautan kehidupan. Apabila nahkoda memberi intruksi  yang salah, maka akibatnya sangat fatal. Kapal mungkin akan tetrsesat jauh dari tujuan, bahkan karam sebelum mencapai tujuan. [4]
Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan. Guru adalah pihak yang sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Kepiawaian dan kewibawaan guru sangat menentukan kelangsungan proses belajar di kelas maupun efeknya di luar kelas.[5]
   Guru harus kreatif dalam mendesain metode pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat berpartisipasi, aktif, kreatif terhadap materi yang diajarkan. Dengan cara demikian, di harapkan siswa dapat memahami materi yang diberikan dan mencapai pembelajaran bermakna.[6]
  Kesuksesan proses pembelajaran dalam dunia pendidikan tidak terlepas dari  penggunaan metode pembelajaran yang digunakan guru. Menurut M. Sobri Sutikno:
“Metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam mencapai tujuan”.

Seorang guru tidak bisa mengabaikan sebuah metode. Ada begitu banyak metode yang dicetuskan oleh para ahli. Secara umum metode pembelajaran terbagi atas metode konvensional dan modern. Metode konvensional adalah metode yang digunakan berdasarkan kecenderungan yang menjadikan guru dan siswa tidak pasif selalu belajar, berfikir dan inovatif. Sedangkan metode pembelajaran modern adalah metode yang menggunakan cara-cara yang inovatif dengan berbagai kombinasi yang komparatif untuk menghasilkan cara belajar yang taktis, teknis, dan praktis d alam mengaplikasikan, mengapresiasikan dan menginterpretasikan. Wortham mengemukakan bahwa:
 “Metode pembelajaran modern dan konvensional akan melahirkan metode pembelajaran yang taktis, teknis, dan praktis berupa metode ekspitori, demonstrasi, metode diskusi dan debat, metode bermain peran dan metode simulasi. Metode modern dan konvensional ini diarahkan untuk menjadi metode yang efektif, efisien dan berkualitas dalam pembelajaran dunia pendidikan”.

Penggunaan metode di era yang semakin berkembang, seharusnya semakin inovatif pula. Siswa tidak hanya diharuskan menerima materi yang disampaikan oleh guru, melainkan mampu mengembangkan materi yang telah diberikan.
Faktanya, pada era ini siswa cenderung kurang memperdalam ilmu kegamaan, partisipasi siswa dalam proses pembelajaran di sekolah umum hanya dengan dua jam pelajaran saja dalam satu minggu, Itu pun tidak di barengi dengan penggunaan metode pembelajaran yang inovatif dan menarik, sehingga menyebabkan berkurangnya usaha pemberdayaan siswa selama proses pembelajaran. Proses pembelajaran pun terkesan membosankan. Pada akhirnya tujuan pembelajaran pun tak terpenuhi. Hasil belajar pun tak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, diperlukan upaya yang dapat meningkatkan pemahaman konsep dan juga pemberdayaan siswa dalam pembelajaran, untuk membuat anak tertarik belajar Pendidikan Agama, maka diperlukan metode-metode yang menarik. Metode yang dapat digunakan ialah metode kooperatif tipe STAD (Student Team-Achievement Divisions).
Student Team-Achievement Divisions (STAD) merupakan metode yang terdiri atas lima komponen utama seperti presentasi kelas, tim kuis, diskusi kelompok, skor kemajuan individual, dan rekognisi tim.[7] Metode pembelajaran Student Team-Achievementnini akan dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional yang sering digunakan di sekolah.
Metodel pembelajaran konvensional bermacam-macam, salah satunya tipe ceramah. Metode Ceramah Merupakan penuturan bahan pelajaran secara lisan.[8] Setiap Metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, kuncinya bagaimana seorang guru menyampaikan materi tersebut. Penggunaan kedua metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar itu berupa kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan pembelajaran.
Dari uraian tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Perbandingan tingkat keberhasilan Penggunaan Metode Pembelajaran Modern (Kooperatif) Tipe STAD (Student Team-Achievement Divisions) dan Metode Konvensional (Ceramah) terhadap hasil Belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam”.

B.  Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengidentifikasi beberapa masalah yang akan dijadikan bahan penelitian selanjutnya yaitu:
1.     Siswa mulai lengah belajar di dalam kelas. Siswa lebih mudah bosan mendengarkan dan memperhatikan guru yang menerangkan pembelajaran di kelas.
2.    Ada begitu banyak metode pembelajaran, akan tetapi banyak guru yang belum tahu dan masih banyak menggunakan metode konvensional.
3.    Metode pembelajaran berperan penting terhadap keberhasilan belajar siswa, akan tetapi metode yang dipilih guru terkadang kurang mendukung keberhasilan belajar.
C.  Batasan Masalah
Agar penelitian ini lebih terarah, terfokus dan menghindari pembahasan yang terlalu luas, maka penulis perlu membatasi variabelnya. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini ialah penggunaan metode pembelajaran ceramah dan STAD (Student Team Achievement Divisions), hasil belajar dan tingkat keberhasilan penggunaan metode STAD dan Ceramah terhadap hasil belajar.

D.  Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah yang telah dipilih penulis, maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian ini sebagai berikut:
1.    Bagaimana hasil belajar siswa yang menggunakan metode STAD (Student Team Achievement Divisions)?
2.    Bagaimana hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional (ceramah)?
3.    Bagaimana perbandingan tingkat keberhasilan penggunaan metode konvensional (ceramah) dan metode modern (Student Team-Achievement Divisions) terhadap hasil belajar siswa?

E.  Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan jawaban atau sasaran yang ingin dicapai penulis dalam sebuah penilitian. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah:
1.    Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan metode STAD (Student Team Achievement Divisions)?
2.    Untuk mengetahui hasil belajar yang menggunakan metode konvensional (ceramah)?
3.    Untuk mengetahui perbandingan tingkat keberhasilan penggunaan metode konvensional (ceramah) dan metode modern (Student Team-Achievement Divisions) terhadap hasil belajar siswa?

F.   Kegunaan Penelitian
Berdasarkan pada tujuan penelitian di atas, maka manfaat dalam penelitian yaitu sebagai berikut:
1.    Manfaat Teoritik
a.    Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan terkhusus dalam hal penggunaan Metode pembelajaran.
b.    Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar pijakan ataupun rujukan bagi peneliti yang mengadakan penelitian pada masalah yang bersangkutan.
2.    Manfaat Praktis
a.    Bagi siswa, sebagai motivasi pendorong untuk memiliki kesadaran diri melakukan kegiatan dengan baik dan semangat dalam belajar.
b.    Bagi guru, membantu guru dalam memperbaiki dan meningkatkan metode yang digunakan dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran lebih efektiv dan efisien.
c.       Bagi sekolah, sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas siswa dan guru. Bahan pertimbagan pemilihan metode pembelajaran.
d.      Bagi peneliti, menambah wawasan dan pengetahuan terhadap metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa (keberhasilan pembelajaran).

G. Kajian Terdahulu
Kajian terdahulu ini menjadi salah satu acuan penulis dalam melakukan penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan. Dari penelitian terdahulu, penulis tidak menemukan penelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian penulis. Namun penulis mengangkat beberapa penelitian sebagai referensi dalam memperkaya bahan kajian pada penelitian penulis. Berikut merupakan penelitian terdahulu berupa beberapa jurnal terkait dengan penelitian yang dilakukan penulis.
Nama Peneliti
Judul Penelitian
Hasil penelitian
Erni Ratna Dewi 2018
Metode Pembelajaran Modern dan Konvensional pada Sekolah Menengah Atas.
Hasil metode pembelajaran modern dan konvensional yang diterapkan oleh guru SMA sudah bisa dikatakan efisien, efektif dan berkualitas dalam penerapannya mulai tahun 2013-2017.

Perbedaan: Dalam kajian terdahulu ini variabel penelitiannya luas atau dengan kata lain metode yang diteliti banyak, hampir menyeluruh. Rentang waktu penelitiannya juga panjang yaitu 4 tahun. Sedangkan variabel yang ada pada penelitian saya hanya terfokus pada penggunaan metode konvensional ceramah, metode modern STAD (Student Team Achievement Division) dan hasil belajar.

Nama Peneliti
Judul Penelitian
Hasil penelitian
Samsul Bahri -
Penerapan Model Pembelajaran Tipe STAD Guna Meningkatkan Prestasi Belajar PKN Siswa Pada Kelas IV SD Negeri 211 Sabadolok
Hasil penerapan model pembelajaran tipe STAD belum berjalan baik. Karena dari hasil penelitian didapatkan data bahwa keberhasilan belajar siswa dengan menggunakan metode ini hanya mencapai 55% sementara kriteria yang diharapkan 85%.

Perbedaan: Pada kajian terdahulu ini yang diteliti hanya penerapan sebuah metode dan perannya dalam meningkatkan prestasi belajar, sedangkan pSada penelitian penulis metode yang digunakan sebanya dua metode.

Nama Peneliti
Judul Penelitian
Hasil penelitian
Elisabet Dyah Kusuma, Gunarhadi dan Riyadi
Keefektifan Model Quantum Learning Berbasis Masalah Terhadap Keterampilan Pemecahan Masalah
 Berdasarkan hasil uji hipotesis terbukti bahwa model Quantum Learning berbasis masalah berpengaruh terhadap pemecahan masalahsiswa pada pembelajaran tematik.
Perbedaan:  Kajian terdahulu ini yang diteliti ialah keefektifan model Quantum Learning, sedangkan pada penelitian penulis yang diteliti ialah perbandingan tingkat ketercapaian metode.

Nama Peneliti
Judul Penelitian
Hasil penelitian
Hanri Eko Saputro
Implementasi Metode Guide Discovery Dalam Pembelajaran PAI di SMP 1 Lasem Kabupaten Rembang
Dalam kajian terdahulu ini tidak dilakukan penelitian, karena hanya berupa Sinopsis Tesis.
Perbedaan: Kajian terdahulu ini hanya berupa penjelasan-penjelasan terkait tata cara pengimplementasian metode Guide Discovery, sedangkan penulis melakukan penelitian.

Nama Peneliti
Judul Penelitian
Hasil penelitian
Dhida Dwi Kurniawati 2010
Pengaruh Metode Mind Mapping dan Keaktifan Belajar IPS pada Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta
Model Mind Mapping dan keaktifan belajar IPS berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta
Perbedaan: Kajian terdahulu ini membahas pengaruh metode metode Mind Mapping dan keaktifan belajar, sedangkan penulis membahas mengenai perbandingan tingkat ketercapai penggunaan metode ceramah dan STAD terhadap hasil belajar.

H.  Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh gambaran permulaan terhadap hasil penelitian ini, maka perlu dikemukakan sistematika penulisan:
1.    BAB I PENDAHULUAN
Meliputi latar belakang, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan masalah, manfaat penelitian, kajian terdahulu, dan sistematika penulisan penelitian.
2.    BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini merupakan landasan yang digunakan dalam penyusunan penelitian yang berkaitan dengan definisi metode, metode pembelajaran, definisi metode STAD (Student Team Achievement Divisions), definisi metode ceramah hubungan antar variable dan hipotesis.
3.    BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini menguraikan tentang jenis dan rancangan penelitian, subyek dan obyek penelitian, populasi, sampel dan sampling, data dan instrumen pengumpulan data, teknik pengumpulan data,  teknik penyajian data dan teknik analisis data.
4.    BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi hasil pengembalian kuesioner, pengujian kualitas dan hasil analisis data.
5.    PENUTUP
Penutup menguraikan tentang kesimpulan akhir penelitian, keterbatasan penelitian dan saran dari peneliti.
6.    BAB V PENUTUP
Penutup menguraikan tentang kesimpulan akhir penelitian, keterbatasan penelitian dan saran dari peneliti.
7.    DAFTAR PUSTAKA
8.    LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA

Al-‘Aliyy. 2006.  Al-Quran dan Terjemahannya Jawa Barat: Diponegoro.
Danim Sudarwan. 2013. Pengantar Kependidikan. Bandung:Alfabeta Bandung.

E. Slavin Robet. 2010. COOPERATIVE LEARNING Teori, Riset dan praktik. Bandung:Nusa Media.

Ien Mahmudah Hurin. 2016. Bahan Ajar Mata Kuliah Filsafat Pendidikan Islam.

Said Alamsyah dan Andi Budiman Jaya. 2015. 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences. Jakarta: Prenadia Group.

Susanto Ahmad. 2016. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:Prenadia Group

Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah RI tentang Pendidikan. Jakarta: Dapertemen Agama RI




[1]Sudarwan Danim, Pengantar Kependidikan (Bandung:Alfabeta Bandung, 2013). h. 2.
[2]Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah RI tentang Pendidikan. (Jakarta: Dapertemen Agama RI). h. 5.
               [3]Al-‘Aliyy Al-Quran dan Terjemahannya (Jawa Barat: Diponegoro. 2006). ayat 7.             
[4] Hurin ‘Ien Mahmudah, Bahan Ajar Mata Kuliah Filsafat Pendidikan Islam (2016). h. 43.
[5] Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar(Jakarta:Prenadia Group:2016). h. 92.
[6] Ibid,... h.  93.
[7]Robet E. Slavin, COOPERATIVE LEARNING Teori, Riset dan praktik (Bandung: Nusa Media:2010). h. 143.
[8]Alamsyah Said dan Andi Budiman Jaya, 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences (Jakarta:Prenadia Group:2015). hal. 33.

Strategi Funding Officer dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Tabungan Impian pada Bank BRI Syariah kota Bengkulu”.

Strategi Funding Officer dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Tabungan Impian pada Bank BRI Syariah kota Bengkulu”.
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Perkembangan perekonomian dari waktu ke waktu semakin pesat, banyak perubahan dan pembenahan dari berbagai bidang dibuat oleh pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, perkembangan ini diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dengan menggunakan pola pengaturan yang lebih terarah dan terpandu serta dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lembaga-lembaga perekonomian bahu-membahu mengelola dan menggerakkan semua potensi ekonomi agar berdaya dan berhasil secara optimal. Lembaga keuangan, khususnya lembaga perbankan mempunyai peranan yang amat strategis dalam menggerakkan roda perekonomian suatu negara. [1]
Perkembangan Bank Syariah di Indonesia pertama kali dipelopori oleh pendirian Bank Muamalat Indonesia (BMI) yaitu pada 11 November tahun 1991.[2] Bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah, serta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim.[3]
Dalam perkembangannya, pasar keuangan syariah mendapat


tanggapan yang cukup baik sehingga Pemerintah menetapkannya dengan mengeluarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang menetapkan bahwa perbankan di Indonesia menganut dual banking sistem, yaitu perbankan konvensional dan perbankan syariah. Perundang-undangan tersebut selanjutnya diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, guna memberikan landasan hukum yang lebih jelas bagi operasional perbankan syariah Nasional.[4] Hal inilah yang melatarbelakangi diterbitkannya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dalam Undang-undang No. 21 tahun 2008 perbankan syariah berdiri bersama dengan bank konvensional, bank syariah juga mempunyai peran sebagai lembaga perantara (finacial intermediary), yaitu menghimpun dana dari masyarakat yang mengalami kelebihan dana (surplus) dan menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan dana (deficit) yaitu dalam bentuk pembiayaan. [5]
Di indonesia lembaga perbankan terbagi menjadi dua macam yaitu Bank Konvensional dan Bank syariah. Dalam pengerakan sistemnya, dua lembaga perbankan ini memiliki perbedaan, yang mana bank Konvensional menggunakan sistem bunga sedangkan penerapan bunga di Bank Syariah tidak diperbolehkan karena termasuk kategori riba.[6] Terkait dengan hal tersebut terdapat dalil yang melarang sistem riba. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

Artinya: “.....dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...”(QS.Al-baqarah:275).
Yang kegiatan operasionalnya dikembangkan berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis yang lebih dikenal dengan bagi hasil.[7]
Pada Bank Syariah akad yang dilakukan memiliki konsekuensi dunia dan ukhrawi karena dilakukan berdasarkan hukum islam. Secara umum, fungsi utama lembaga keuangan syariah di samping menghimpun dana dan menyalurkan dana kepada masyarakat, juga memberikan pelayanan jasa perbankan.[8]
Penghimpunan dana yang dilakukan oleh bank syariah pada umumnya dapat dilakukan dengan menggunakan akad wadiah dan mudharabah. Pelayanan jasa bank syariah ini diberikan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya. Perhimpunan dana yang dilakukan, terdiri dari Giro berdasarkan prinsip wadi’ah, tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah dan mudharabah, deposito berjangka berdasarkan prinsip mudharabah. Penyaluran dana yang dilaksanakan terdiri dari: Prinsip jual beli (murabahah, istishna’, dan salam), prinsip bagi hasil (mudharabah dan musyarakah) prinsip sewa menyewa (ijarah dan ijarah muntahiya bit tamlik). Dan Jasa pelayanan yang diterapkan terdiri dari Wakalah, kafalah, hawalah, rahn.[9]
Pada dasarnya Bank Syariah terdiri dari tiga jenis, yaitu :
1.    Bank Umum Syariah (BUS) adalah Bank Syariah yang dalam kegiatan usahanya memberikan jasa lalu lintas pembayaran.
2.    Unit Usaha Syariah (UUS) adalah Unit Kerja dari kantor pusat Bank Umum Konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dan unit kantor cabang yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah.
3.    Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) merupakan Bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah islam. BPRS menghindari penggunaan perangkat bunga karena masih banyak kalangan umat islam yang percaya bahwa tata cara pengenaanya dikuatirkan mengandung unsur riba. Maka dengan demikian dalam operasi nya BPRS berbeda dengan BPR konvensional yang menerapkan penetapan bunga bagi nasabah.[10]
Bank umum syariah yang menerapkan kegiatan perbankan sesuai dengan syariat islam salah satunya Bank BRI Syariah. Bank Rakyat Indonesia (Persero) sebagai Kantor Layanan Syariah dalam mengembangkan bisnis yang berfokus kepada kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan kegiatan konsumer berdasarkan prinsip Syariah. Bank BRI Syariah menjadi bank syariah ketiga terbesar berdasarkan aset. Bank BRI Syariah tumbuh dengan pesat baik dari sisi aset, jumlah pembiayaan dan perolehan dana pihak ketiga. Dengan berfokus pada segmen menengah kebawah, Bank BRI Syariah menargetkan menjadi bank ritel modern terkemuka dengan berbagai ragam produk dan layanan perbankan. Sesuai dengan visinya, saat ini Bank BRI Syariah merintis sinergi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), memanfaatkan jaringan kerja PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) sebagai Kantor Layanan Syariah dalam mengembangkan bisnis yang berfokus kepada kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan kegiatan konsumer berdasarkan prinsip Syariah.[11]
Salah satu jenis penghimpunan dana yang ada di Bank BRI Syariah adalah tabungan mudharabah atau bagi hasil. Tabungan mudharabah merupakan simpanan dana nasabah yang bersifat investasi.[12] Dengan begitu  nasabah berhak mendapatkan bagi hasil sesuai dengan porsi bagi hasil yang disepakati. Hal ini sesuai dengan Hadis Masyhur yang menyatakan bahwa:
“Kaum Muslimin selalu terkait dengan persyaratan (perjanjian) sesama mereka, terkecuali persyaratan yang menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal”.
Dari penjelasan di atas, syarat minimum akad mudharabah menurut fikih yaitu bahwa akad Mudharabah ada dua jenis, yaitu mudharabah mutlaqah dan mudharabah muqayaddah. Pada mudharabah mutlaqah adalah bentuk kerja sama antara shaibul maal dan mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha waktu dan daerah bisnis. Pada mudharabah muqayyadah adalah bentuk kerja sama antara shaibul maal dan mudharib yang cakupannya sangat luas dan dibatasi dengan jenis usaha waktu dan tempat usaha.[13]
Selain itu, Bank BRI Syariah memiliki beberapa produk tabungan yaitu tabungan Faedah, tabungan Impian, tabungan Haji, tabungan Simpanan Pelajar dan tabungan Mikro. Salah satu jenis tabungan yang menggunakan akad mudharabah adalah Tabungan Impian BRI Syariah IB. 
Tabungan ini merupakan investasi bagi nasabah yang ingin masa depannnya lebih baik. Dan merupakan tabungan yang bernilai investasi yang mendukung perencaan nasabah agar dapat terwujud. Produk Tabungan Impian BRI Syariah iB memfasilitasi nasabah untuk bisa menyiapkan dana naik haji, pernikahan, persalinan, pendidikan anak, atau untuk persiapan dana hari tua yang dikelola dengan prinsip syariah, dengan keuntungan yang sangat banyak dan sistem bagi hasil, yang menguntungkan kedua belah pihak. Dengan tabungan impian ini nasabah akan memiliki ketenangan serta kenyamanan yang penuh nilai kebaikan serta lebih berkah karena pengelolaan dana sesuai syariah serta dilindungi asuransi.
Dalam upaya meningkatkan minat nasabah pada Bank Syariah khususnya Bank BRI Syariah dibutuhkan strategi dalam memasarkan produk dan jasanya. Pengertian Pemasaran Bank itu sendiri adalah Suatu proses untuk menciptakan dan mempertukarkan produk atau jasa bank yang ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabah.[14] Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya.[15] Karena pada saat kondisi kritis justru usaha kecillah yang mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat.
Strategi Pemasaran  merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya. Selain itu pemasaran merupakan salah satu aktivitas pokok dalam melakukan bisnis, karena pemasaran menjadi ujung tombak bagi sebuah perusahaan untuk menjual produk yang dihasilkan.[16] Untuk mencapai tujuan tersebut pihak Bank membutuhkan adanya Funding Officer untuk mempermudahkan strategi pemasaran terhadap produk perbankan khususnya, pada Tabungan Impian Syariah.
Pemasaran dan Funding Officer merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam dunia perbankan. Funding Officer memiliki fungsi untuk mencari nasabah yang mempunyai dana lebih agar mau untuk menyimpannya ke dalam bank dalam bentuk produk yang ditawarkan oleh bank itu sendiri dan memperkenalkan, mempromosikan, memasarkan produk perbankan dengan dunia diluar perbankan.
Funding Officer sebagai ujung tombok pemasaran dalam bank diharuskan untuk dapat mempertahankan kepercayaan, citra Bank dan keberadaan Bank serta dituntut untuk mengetahui secara luas mengenai dunia perbankan dan produk-produk yang dimiliki oleh bank.
Dengan strategi pemasaran yang baik dan sesuai dengan target pasar tentu saja sangat membantu memperlancar dalam menjual produk-produknya. Semakin banyak produk terjual ke pasar akan memberikan kontribusi pada peningkatan penerimaan perusahaan, dan pada akhirnya dapat berpengaruh langsung pada pencapaian target keuntungan yang semakin meningkat pula.
Hasil wawancara penulis dengan mbak Karin selaku Customer Service BRI Syariah bahwasannya ada beberapa produk Tabungan di BRI Syariah yaitu: Tabungan Faedah, Tabungan Impian, Tabungan Haji, Tabungan Simpel.  Tabungan Faedah merupakan tabungan yang paling diminati karena Tidak ada potongan, Tabungan Impian terletak di nomor tiga untuk masalah peminatnya sedangkan kalau dilihat dari manfaatnya Tabungan Impian ini bagus untuk seseorang dalam mewujudkan keinginannya dimasa depan. Setelah SOP sudah dilaksanakan akan tetapi jumlah nasabah terhadap produk tabungan simpanan impian masih sedikit. Dari hasil wawancara tersebut penulis mengangkat judul : Strategi Funding Officer dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Tabungan Impian pada Bank BRI Syariah kota Bengkulu”.


B.       Rumusan Masalah
1.         Bagimana prosedur dalam membuka Tabungan Simpanan Impian pada BRI Syariah?
2.         Bagaimana Strategi Funding Officer dalam meningkatkan jumlah Nasabah Tabungan Simpanan Impian pada BRI Syariah?
C.      Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui ketentuan Tabungan Simpanan Impian BRI Syariah
2.      Untuk mengetahui Startegi Funding Officer dalam meningkatkan jumlah Nasabah Tabungan Simpanan Impian pada BRI Syariah
D.      Kegunaan Penelitian
1.      Kegunaan Teoritis
Memberikan kontribusi bagi perkembangan BRI Syariah dalam Stategi Pemasaran Tabungan Simpanan Impian
2.      Kegunaan Praktis
Sebagai sarana evaluasi bagi BRI Syariah untuk terus melakukan perubahan kearah yang lebih baik khususnya pada strategi pemasaran.
E.       Penelitian terdahulu
Penelitian mengenai Strategi Pemasaran yang telah dilakukan oleh Abdul Pauji pada tahun 2015, dalam Jurnal Nasionalnya yang berjudul Strategi Pemasaran Funding Officer dalam meningkatkan Minat Nasabah Amanah Ummah. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan strategi pemasaran yang dilakukan oleh funding officer memberikan hasil yang baik, dari hasil yang dilakukan di lapangan, kepuasan, dan pelayanan yang baik, dan strategi marketing mix yang diterapkan berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran.
Perbedaan dengan penelitian yang penulis adalah dari segi tempat penelitian. Penulis meneliti di kota Bengkulu sedangkan Abdul Pauji meneliti di Bogor. Penulis meneliti tentang Strategi Fundding Officer dalam meningkatkan jumlah Nasabah Tabungan Simpanan Impian pada Bank BRI Syariah. Abdul Pauji meneliti tentang Strategi Pemasaran Produk Tabungan Haji pada Bank Negara Indonesia Syariah Cabang Makassar.
Penelitian mengenai Strategi Pemasaran telah dilakukan oleh Dayat Muqodar pada tahun 2015, dalam tugas akhirnya yang berjudul Mekanisme Tabungan Impian BRI Syariah iB, yang mengemukakan bahwa perlunya perbandingan antara materi yang diperoleh mengenai tabungan Mudharabah dengan praktek yang terjadi di lembaga keuangan perbankan syariah. Dalam hal ini diperlukannya melakukan observasi secara langsung di BRI Syarih iB Cabang Purwokerto.
Perbedaan dengan penelitian yang penulis adalah dari segi tempat penelitian, penulis meneliti di Kota Bengkulu. Dayat Muqodar menggunakan metode kuantitatif. Sedangkan peneliti meneliti Strategi Fundding Officer dalam meningkatkan jumlah Nasabah Tabungan Simpanan Impian pada Bank BRI Syariah.
Penelitian mengenai Strategi Pemasaran telah dilakukan oleh Oka Jumiati pada tahun 2018, dalam tugas akhirnya yang berjudul Strategi Pemasaran Sayriah dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Menggunakan Produk Tabungan Tapenas iB hasanah di Bank Negara Indonesia Syariah cabang kota Bengkulu, hasil dari penelitian ini dikemukan startegi pemasaran syariah yang ditetapkan di BNI Sayriah adalah empat karakteristik syariah yaitu: Testis (Rabbaniyah), Etis (Akhlaqiyyah), Realitis (al-waqi’yyah). Dan Humanistis (insaniyyah). Dan sudah menerapkan 17 prinsip pemasaran syariah, BNI Syariah sudsh melakukan startegi pemasaran syariah, akan tetapi belum optimal karena edukasi belum tersampai dengan baik dalam memasarkan produk tabungan Tapenas iB Hasanah.
Perbedaan dengan penelitian penulis adalah dari segi tempat penelitian, penulis meneliti di BRI Sayriah . sedangkan Oki Jurnainti meneliti di BNI Syariah. Penulis meneliti tentang  Startegi Pemasaran Funding Officer dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah pada Tabungan Impian di BRI Sayriah. Sedangkan Oki Jurmiati meneliti tentang Strategi Pemasaran Sayriah dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Menggunakan Produk Tabungan Tapenas iB hasanah di Bank Negara Indonesia Syariah cabang kota Bengkulu .
Penelitian mengenai strategi pemasaran telah dilakukan pula oleh Relviani pada tahun 2017, dalam tugas akhirnya yang berjudul Sraetgi Pemasaran Produk Tabungan Siswa pada PT. BPRS Muamalat Harkat Bengkulu,  penelitian ini mengungkapkan bahwa produk tabungan siswa yaitu tabungan yang diperuntukan bagi pelajar dari TK sampai SLTA dan startegi produk tabungan siswa pada PT.BPRS Muamalat Harkat Bengkulu sudah dilakukan dengan beberapa strategi yaitu, startegi produk, harga, distribusi, promosi, segmentation, targeting, dan positioning, dengan kerja yang baik dari marketing mix  akhirnya nasabah tahun ini mengalami peningkatan.
Perbedaaan dengan penelitian yang penulis adalah dari segi tempat penelitian, penulis meneliti di BRI Syariah, sedangkan Relviani meneliti di PT BPRS Muamalat Harkat. Peneliti Strategi Fundding Officer dalam meningkatkan jumlah Nasabah Tabungan Simpanan Impian pada Bank BRI Syariah. Sedangkan  Relviani meneliti tentang Strategi Pemasaran Sayriah dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Menggunakan Produk Tabungan Tapenas iB hasanah di Bank Negara Indonesia Syariah cabang kota Bengkulu .
Penelitian yang sama mengenai Strategi Pemasaran yang lainnya dilakukan oleh TRI Agustuti pada tahun 2018, dalam tugas akhirnya yang berjudul  Sistem Pemasaran Pada Produk Tabungan iB Bank BRI Syarih Kota Bengkulu, hasil penelitianya bahwa sistem pemasaran yang digunakan oleh Bank BRI Syariah ialah segmentasi psar, walaupun sistem pemsaran sudah sangat baik, namun nsabah masih kurang berminat menggunakan produk Tabungan iB dikarenakan produk Tabunganku iB masih belum e-Cannel, belum ada ATM dan transaksi hanya dapat dilakukan ditempat membuka rekening menjadi kurangnya minat nasabah menggunakan produk TabunganKu iB.
Perbedaan dengan penelitian yang penulis yaitu produk, penulis meneliti tentang produk Tabungan Simpanan Impian, sedangkan Tri Agustuti meneliti tentang produk Tabunganku IB. Penulis meneliti tentang Strategi Fundding Officer dalam meningkatkan jumlah Nasabah Tabungan Simpanan Impian pada Bank BRI Syariah. Sedangkan Tri Agustuti meneliti tentang Sistem Pemasaran Pada Produk Tabungan iB Bank BRI Syarih Kota Bengkulu.
Penelitian mengenai Strategi Pemasaran telah dilakukan oleh Rika Catur Widi Astuti pada tahun 2017, dalam tugas askhirnya yang berjudul Strategi Pemasaran Pada Tabungan Simpanan Sukarela BMT L-Risma dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah di Kota Bengkulu, yang mengemukakan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan oleh BMT L-Risma pada tabungan simpanan sukarela dilakukan dengan empat program pemasaran (produk, harga, promosi, dan distribusi) dengan strategi promosi utama dalam bentuk personal selling  dengan melakukan penjualan kepada calon nasabah atau mitra serta yang telah menjadi anggota di BMT L-Risma.
Perbedaan dengan penelitian yang penulis adalah dari segi tempat penelitian. Penulis meneliti di BRI Syariah sedangkan Rika Catur Widi Astuti meneliti di BMT L-Risma. Penulis  meneliti tentang Strategi Fundding Officer dalam meningkatkan jumlah Nasabah Tabungan Simpanan Impian pada Bank BRI Syariah. Rika Catur Widi Astuti, Strategi Pemasaran Pada Tabungan Simpanan Sukarela BMT L-Risma dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah di Kota Bengkulu.
Penelitian mengenai Strategi Pemasaran telah dilakukan oleh Fajriyah Ulfah Rahmawati pada tahun 2017, dalam tugas akhirnya yang berjudul Strategi Pemasaran Produk Tabungan Faedah dengan Akad Wadi’ah Di BRI Syariah KCP Purbalingga. Hasil akhir dalam penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur pemasaran yang dilakukan baik, hanya saja perlu pembenahan dalam hal beberapa bagian tugas dari Funding Ofiicer agar operasional lebih berjalan dengan efisien.
Perbedaan dengan penelitian yang penulis adalah dari segi tempat penelitian. Penulis meneliti di kota Bengkulu sedangkan Fajriyah Ulfah Rahmawati meneliti di Purbalingga. Penulis meneliti tentang Startegi Funding Officer dalam meningkatkan jumlah Nasabah Tabungan Simpanan Impian pada Bank BRI Syariah, Fajriyah Ulfah Rahmawati Strategi Pemasaran Produk Tabungan Faedah dengan Akad Wadi’ah Di BRI Syariah KCP Purbalingga.
Penelitian mengenai Strategi Funding Officer berikutnya dilakukan oleh Astadi Pangarso, Fransiska Putri Wulansari, Cut Irna Setiawati, pada tahun 2015. Dalam jurnal internasional nya yang berjudul Pengaruh Insentif keuangan pada kinerja Funding Account Officer’s yang menggunakan metode kuantitatif. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja sebesar 48,5%, sedangkan sisanya 51,5% menjelaskan bahwa kinerja dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
Perbedaan dengan penelitian yang penulis adalah dari segi tempat penelitian. Penulis meneliti di kota Bengkulu sedangkan Astadi Pangarso, Fransiska Putri Wulansari, Cut Irna Setiawati, meneliti di Bandung. Penulis menggunakan metode kulitatif sedangkan Astadi Pangarso, Fransiska Putri Wulansari, Cut Irna Setiawati, meneliti di Bandung. Penulis meneliti tentang Startegi Funding Officer dalam meningkatkan jumlah Nasabah Tabungan Simpanan Impian pada Bank BRI Syariah, Astadi Pangarso, Fransiska Putri Wulansari, Cut Irna Setiawati, meneliti tentang The Effect of Financial Incentives on Funding Account Officer’s Performance.

           




[1] Muchdarsyah Sinungan, Manajemen Dana Bank, (Jakarta: Bumi Aksara, 1997), h.1
[2] Syafi’i Antonio, Muhammad, Bank Syariah Dari Teori Praktik, (Jakarta:Gema Insani Press, 2001), h. 25
[3] Inggrid Tan, Bisnis dan Ivestasi Sistem Syariah, (Yogyakarta: Penerbit Universitas Atama Jaya, 2009), h.62
[4] Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, (jakarta: Rajawali Pers, 2015), h.11
[5] Sofian,wiroso,Muhammad Yusuf, Akuntansi Perbankan Syariah, (Jakarta: LPFE, 2009), h. 4
[6] Totok Budisantoso, Sigit Triandaru, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, (Jakarta: Salemba Empat), h. 157
[7] Arcarsa, Akad dan Produk Bank Syariah, (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), h. 13
[8] Sumar’in, Konsep kelembagaan bank Syariah ( Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), h. 58
[9] Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, (jakarta: Rajawali Pers, 2015), h.30
[10] Pandu Suharto, 100 tahun BPR di Indonesia, (Jakarta: Info Bank, 1996), h.257
[11] http://brisyariah.ac.id/?q=sejarah diakses pada tanggal 1 Oktober 2018 pukul 07:16.
[12] Arcarsa, Akad dan Produk Bank Syariah, (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), h. 67
[13] Muhammad Syafi’i Antoni, Bank Syariah dari teori kepraktek, (Jakarta: GEMA Insani Press, 2001), h. 97
[14] Kasmir, Pemasaran Bank, (Jakarta, Prenada Media, 2004), h. 63
[15] NurahmiHayati, Manajemen Pemasaran Bagi Pendidikan Ekonomi, (Pekanbaru, Suska Press, 2012), h. 86
[16] Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran : Dasar, Konsep Dan Strategi Edisi 1, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2004, h.168

CONTOH PENULISAN DAN PENYUSUNAN KERANGKA TEORI



PENULISAN DAN PENYUSUNAN KERANGKA TEORI
Penulisan dan penyusunan karya ilmiah diawali dengan pemilihan tema atau judul yang ingin ditulis dan diteliti. Pemilihan dan penentuan tema termasuk bagian sangat penting dalam dunia penelitian dan penulisan ilmiah. Ketika tema yang ingin diangkat dan diteliti sudah didapatkan maka dari tema tersebut masuk kedalam konsep penyusunan kerangka agar penelitian tersebut dapat sistematis. Adapun kerangka penyususnan tersebut berdasarkan:
1.    Latar belakang penulisan.
2.    Tujuan penulisan.
3.    Metode penulisan
4.    Bahan-bahan penulisan yang telah dikumpulkan.
Berdasarkan hal tersebut ketika konsep dari kerangka penelitian telah ditentukan maka hal selanjutnya adalah menyusun kerangka kerja teoritis yang merupakan dasar dari keseluruhan proyek penelitian. Didalamnya dikembangkan, diuraikan dan dielaborasi hubungan-hubungan diantara variabel-variabel yang telah diidentifikasi melalui proses pengumpulan data awal. Sebelum membahas penulisan dan penyusunan kerangka teori, ada beberapa tokoh yang mendifinisikan tentang teori, berikut tokoh-tokoh yang mendifinisikan tentang teori:
1.      Kerlinger (1973)
Teori menurut definisi Kerlinger (1973)adalah seperangkat konstruk(konsep), definisi. Dan proporsi yang menyajikan gejala-gejala sistematis, merinci hubungan variable-dengan tujuan meramalkan dan menerangkan gejala tersebut.
2.      Mark (193)
Mark (1963), (dalam Sitirahayu Haditomo, 1999) membedakan adanya tiga macam teori. Ketiga teori yang dimaksud ini berhubungan dengan data empiris. Dengan demikian dapat dibedakan antara lain:
a)      Teori deduktif: memberi keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke arah data yang akan diterangkan.
b)      Teori yang induktif; cara menerangkan adalah dari data kea rah teori. Dalam bentuk ekstrim titik pandang yang positivistic ini dijumpai pada kaum behaviorist.
c)      Teori yang fungsional; disini Nampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoristis, yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data.
Kerangka teori adalah teori-teori yang dipakai untuk menjuruskan atau merumuskan suatu hipotesa: kerangka teori dapat bersifat kualitatif ataupun kuantitatif yang mengandung persamaan-persamaan matematik, rumus-rumus, diagram, bagan-alur, dan sebaginya yang kesemuanya  terhimpun dalam satu metode untuk memecahkan masalah. Kerangka teori merupakan teori-teori yang betul-betul teori pilihan, lengkap dan relevan. Alur penyampaiannya harus teratur , logis, sistematis dan argumentatif.
Kerangka teori yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel independen dan dependenbila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening, maka juga perlu dijelaskan kenapa variabel tersebut juga diikut sertakan dalam penelitian. Pertautan antar variabel tersebut selanjutnya dirumuskan ke dalam bentuk hubungan antar variabel penelitian. Oleh karena itu setiap menyusun paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka teori.
Ada komponen dasar yang seharusnya ditampakkan dalam kerangka kerja teoritis, seperti:
1.      Variabel-variabel yang dianggap relevan untuk diteliti harus diidentifikasi secara jelas dan diberi label.
2.      Penjelasan tentang bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel lainnya.
3.      Penjelasan sifat hubungan antar variabel tersebut, positif atau negatif.
4.      Penyertaan diagram sebagai visualisasi agar pembaca lebih mempunyai gamnbaran.
Kerangka teori memberikan uraian teoritis tentang beberapa aspek dari masalah penelitian,baik yang menjadi landasan berfikir maupun tentang konsep-konsep yang hendak di uji melalui proses penelitian, sebagai uraian yang melandasi perumusan hipotesis materi itu pada dasarnya merupakan penjabaran secara luas dan luar dari kerangka teori  dan kerangka konsep di dalam desain penelitian.
Dalam bab ini cukup banyak dipergunakan kutipan-kutipan yang relavan dengan aspek-aspek yang di uaraikan. Kutipan ini patut dimasukan bilamana benar-benar relavan, baik untuk mendukung uraian, memperjelas, menegaskan atau bahkan untuk dianalisis. Akan tetapi harus diusahakan agar uraian dalam bab ini tidak menjadi rangkaian kutipan atau sekedar merangkum tulisan beberapa pengarang/penulis lain, oleh karena itu harus jelas pula pendapat, pemikiran dan pandangan penyusun tulisan itu sendiri.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun kerangka teori/landasan teori, antara lain:
1.    Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dengan acuan-acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan acuan-acuan yang berupa hasil penelitian terdahulu(bisa disajikan di bab II atau di buat SUB-Bab tersendiri).
2.    Cara penulisan dari subbab ke subbab yang lain harus tetap mempunyai keterkaitan yang jelas dengan memperhatikan aturan penulisan pustaka.
3.    Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, studi pustaka harus memenuhi prinsip kemutakhiran dan keterkaitannya dengan permasalahan yang ada apabila menggunakan literatul dengan beberapa edisi, maka yang digunakan adalah dengan buku dengan edisi terbaru, jika referensi tidak terbit lagi, referensi tersebut adalah terbitan terakhir. Dan bagi yang menggunakan jurnal sebagai referensi pembatasan tahun terbitan tidak berlaku.
4.    Semakin banyak sumber bacaan, maka kualitas penelitian yang akan dilakukan semakin baik, terutama sumber bacaan yang terdiri dari teks book atau sumber lainnya misalnya jurnal, artikel dari majalah,dll.
5.    Pedoman kerangka teori diatas berlaku untuk semua jenis penelitian.
6.    Teori merupakan pendapat pribadi (kecuali pendapat tersebut sudah ditulis di buku)
7.    Pada akhir kerangka teori bagi penelitian korelasional disajikan model teori, model konsep,(apabila diperlukan)dan model hipotesis pada subbab tersendiri sedangkan penelitian studi kasus cukup menyusun model teori dan beri keterangan. Model teori yang dimaksud merupakan kerangka pemikiran penulis dalam penelitian yang sedang dilakukan. Kerangka itu dapat berupa kerangka dari ahli yang sudah ada, maupun kerangka yang berdasarkan teori-teori pendukung yang ada. Dari kerangka teori yang sudah disajikan dalam sebuah skema ,harus dijabarkan jika dianggap perlu memberi batasan-batasan, maka asumsi-asumsi harus dicantumkan.
Sumber Referensi
Bahrudin Nur Tanjung dan Ardial. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Prenadamedia Group.2015
William Chang. Metodelogi penulisan Ilmiah. Penerbit Erlangga. 2014
http://poltekkes-mataram.ac.id/wp-content/uploads/2017/10/PEDOMAN_PENULISAN_SKRIPSI-_2014-EDIT.pdf  15-10-18 00:21
https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/33256965/metodepenelitian-131012025140-phpapp01.docx 15-10-1801:45
https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/40419204/Modul_MetodologiPenulisan_Penelitian_Ilmiah.docx 15-10-18 01:45

MAKALAH SIRAH NABAWIYAH “ Dakwah Nabi Muhammad Saw di Madinah”

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan hidayahnya ...